Surat Kembang Kemuning: MAXIME RODINSON TELAH TIADA [2]
Sebagai sejarawan, Rodinson telah menulis antara lain "La Fascination de l'Islam" [Pesona Islam]. Apa yang diungkapkan oleh Maxime sebagai sejarawan dalam karyanya ini? Dalam karya ini Rodinson melukiskan persepsi agama Islam melalui sudut pandang Kristen pada masa Abad Tengah dan dayatahannya sejak masa awal sejarahnya hingga masa kekinian. Sedangkan dalam karya "Islam et Capitalisme" [Islam dan Kapitalisme] secara disadari atau tidak, mengingatkan kita pada karya Marx Weber tentang etik Protestan dan kapitalisme. Karya "Islam dan Kapitalisme" ini merupalkan salah satu karya penting Rodinson, mungkin termasuk yang unik dalam melukiskan hubungan Islam dan kapitalisme. Karya Maxime berjudul "Islam: Politique et Croyance" juga merupakan sebuah karya yang tidak kalah memikat, terutama beberapa bab-bab mengenai "Les Schismes politique de l'islam comme niches id�ologiques" [Perpecahan politik Islam Sebagai Jebakan Ideologis"]. Bab-bab ini makin memikat perhatian karena erat berhubungan dengan masalah aktualitas, yaitu "Berkembangnya Fundamentalisme Musliman" dewasa ini. Bab lain yang menarik pada karya Maxime ini adalah "A Propos du terrorisme, islam comme pretexte" [Tentang Terorisme, Islam Sebagai Dalih". Ketika membicarakan masalah terorisme dan fundamentalisme di kalangan dunia Musliman, Maxime, seperti kebanyakan pakar ilmu sosial Perancis, sekaligus mengetengahkan penolakannya terhadap tesis Huntington tentang "benturan budaya" [choc des civilisations]. Maxime menganggap tesis Huntington sebagai "terlalu menyederhanakan soal yang sesungguhnya rumit dan besar". Menanggapi para pengkritik yang memandangnya telah melakukan kekeliruan, Rodinson senantiasa senantiasa membuka diri dan mencoba memahami mereka dengan segala kepekaan. Ideologi atau metode berpikirnya yang Marxistis tidak membuat dirinya tertutup tetap justru sebaliknya, membuat diri Rodinson makin terbuka terhadap kritik sesuai dengan pandangan filsafat anutannya: materialisme dialetika historis. Metode berpikir dan filsafat materialisme dialektika historis akan menjadi suatu kekeliruan besar jika memandang diri sendiri sebagai pemilik kebenaran tunggal dan mutlak. Barangkali tidak sedikit pimpinan Partai Komunis atau non Komunis serta aliran manapun serta para individu yang terjerumus pada kesalahan subyektivisme begini sehingga jatuh ke jurang fanatisme alias fundamentalisme.Berulah seperti kuda lari dengan mata tertutup. Penolakan terhadap kritik, pandangan salah terhadap kritik adalah salahsatu ujud kongkret dari subyektivisme ini. Subyektivisme senantiasa berada jauh dari kenyataan dan obyektivitas. Jauh dari rasionalitas dan berkubang dalam comberan emosionalitas. Sikap Rodinson terhadap menunjukkan bahwa ia menasirkan filsafat dan metode berpikir anutannya yang materialis dialektis historis itu tidak lain dari toleransi dan keterbukaan, tidak lain daripada toleransi. Hanya keterbukaan dan toleransi yang memungkinkan kita mendekati sedekat mungkin kenyataan atau obyektivitas. Jika dihubungkan dengan keadaan Indonesia dewasa ini, jika kita melihat tragedi-tragedi berdarah dalam sejarah Indonesia, tidakkah tragedi demi tragedi berdarah ini berpangkal pada pandangan subyektivisme, emosionalisme dan tidak mengenal keadaan? Ideologi bisa membuat orang menjadi tertutup dan sangat subyektif. Bahwa segalanya bertandakan ideologi juga sulit disangkal tapi masalahnya apakah ideologi pantas membutakan serta mengangkat emosionalitas di atas rasionalitas dan menyingkirkan metode berpikir yang rasional dan obyektif? Jika diteruskan dengan menggunakan cara pendekatan Rodinson, maka kita pun sampai pada masalah kepentingan, terutama kepentingan ekonomi yang mengungkapkan diri pada berbagai ujud. Rodinson mencoba bertahan pada metode berpikir dan filsafat anutan dan tafsirannya, sehingga ia pada 1958 dikeluarkan dari Partai Komunis Perancis. Rodinson nampaknya tidak ingin melakukan kompromi dan tidak mau membuta. Sebagai ilmuwan sosial Rodinson mempertahankan kebebasannya berpikir dan menafsir yang ia pertahankan dengan berani termasuk menanggung segala risikonya. Risiko tidak membuat Rodinson melemparkan pandangan ke dalam got. Ketika mengenang Maxime, Mohammed Harbi menulis bahwa Rodinson lebih banyak berbicara tentang kaum Musliman daripada Islam. Menurut Harbi, ini adalah cara Rodinson untuk mengingatkan pembacanya bahwa keadaan sosial merupakan hal yang terpenting jika dibandingkankan dengan teks. Pertanyaan utama Rodinson tidak terletak pada masalah herm�neutik Qur'an, tapi lebih ditekankan pada masalah bagaimana teks itu diterima, dipahami, ditafsirkan dan diselewengkan atau dilupakan. Hal kedua yang dicatat oleh Harbi adalah sikap Rodinson yang keturunan Yahudi terhadap konflik Palestina-Israel. Dalam masalah ini Rodinson menegaskan sikapnya bahwa baik Israel atau pun Palestina berhak mempunyai perbatasan yang menjamin kemerdekaan masing-masing. Dari sini nampak bagaimana Rodinson memandang bahwa yang terpenting adalah nilai-nilai universal dan bukan "patriotisme komunitas". "Tidak sedikit massa Musliman" tulis Rodinson "yang lebih menautkan hati mereka kepada "patriotisme komunitas" lebih daripada tautan kepada nilai lebih universal lainnya. Lebih rinci kritik, sikap dan pandangan Rodinson mengenai masalah ini bisa dilihat dalam karyanya "Juifs et Arabes" . Oleh pandangan-pandangannya, Rodinson sering sekali mendapat ancaman dan hinaan hal yang juga dialami oleh beberapa pemikir serta Islamolog. Tapi ancaman maut dan hinaan tidak membuat Rodinson mengobah pendapatnya. Berapa banyak gerangan para cendekiawan kita yang mempunyai prinsip dan keteguhan membela prinsip dan pandangannya seperti Rodinson, Arkoun dan lain-lain... Di Indonesia sering kita lihat prinsip rasionalitas dan obyektivitas, sama dengan kedunguan dan kesia-siaan. Hidup tanpa prinsip atau berprinsip angin-anginan atau menjadi budak uang, apakah bedanya dengan hidup asal hidup? Tidak adakah hubungan antara kegalauan negeri dan bangsa sekarang berkaitan dengan dominasi manusia angin-anginan dan budak uang begini? Maxime Rodinson telah tiada. Tapi tidak karya-karyanya. Karya-karyanya yang demikian kaya ide dan terbuka, aktual, tahan kritik dan sinisme, kiranya tidak akan diliputi debu di rak-rak perpustakaan. Karya-karya Rodinson menurut Harbi akan selalu menemani kaum Musliman untuk selalu tanggap zaman dan menyertai gerakan untuk kemajuan dunia Arab. Karya Rodinson dan Rodinson lahir dari kehidupan yang penuh lika-liku dan kepahitan di mana ia sendiri dibesarkan. Rodinson bukan cendekiawan menara gading. Ia adalah cendekiawan pejuang dan berpihak pada kemanusiaan. Untuk kemanusiaan ia hidup dan mati. Di Maresille pada 23 Mei yang lalu Rodinson telah tiada dan membiarkan karya-karyanya menempuh jalan kehidupannya sendiri. [Selesai.] Catatan: Foto terlampir adalah foto diri Maxime Rodinson, hasil reproduksi yang dikerjakan oleh Jelitheng. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

