Bung Yustam, Ntar mobil jatah yang senilai Rp743.000.000 tersebut kalo sudah jadi barang loak dan second hand, maka harganya jadi berapa yach....mau beli juga nih, yang penting kalo saya itumau beli mobil lagi, syaratnya harus bekas didudukin ama menteri. :)
Wassalam, IzaM. --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > kok di belanda mau di bandingkan dengan indonesia negara bekas penjajah, > jelas beda dong, kalau di belanda mobil itu buat TRANSPORTASI tapi > di Indonesia oleh pejabatnya di pakai agar TAMPAK AKSI beda.. kan. > Ironis ya,,,Hiks, malang nian nasib rakyat Indonesia,,,bilakah ? bilakah ? > bilakah ? > > > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > > > > Pemimpin & wakil rakyat kita memang sudah kehilangan sense of crisis.... > > > > > > > > Setelah gaji dan fasilitas Presiden, wakil-wakil rakyat (DPR RI), > > BPPN, dan pejabat2 yang lainnya lebih tinggi daripada Perdana Menteri > > dan anggota parlemen di negeri sekaya Belanda. > > > > Ternyata, fasilitas para menteri ini lebih wah juga. Orang barangkali > > akan maklum, ketika mobil dinas Menteri Kabinet Gotong Royong, Volvo S > > 90 Executive Automatic, melintas memantulkan kilat cahaya.Maklum, > > menteri harus dijatah mobil yang representatif menilai Rp743.000.000, > > yang sebenarnya bisa dipakai untuk menyediakan 4 mobil gres yang > > lebih > > rendah hati > > > > Sikap maklum muncul, mungkin saja karena itu sudah menjadi pemandangan > > biasa atau karena tidak ada pengetahuan pembanding. Namun, sik! ap > > maklum tersebut bisa menguap dan berubah menjadi tanda tanya, ketika > > ada bahan > > pembanding yang menggugah nalar sehat. > > > > Di Belanda, salah satu negeri terkaya di dunia dengan pendapatan per > > Kapita mencapai 22.570 euro, mobil dinas menterinya cuma mobil bekas! > > Mengapa menteri Indonesia, yang praktis hampir bangkrut dan mayoritas > > rakyatnya melarat, harus bermewah-mewah? > > > > Mobil dinas yang dipakai Minister van Volkshuisvesting, Ruimtelijke > > Ordeningen Milieubeheer (Menteri Urusan Perumahan Rakyat, Tata Ruang, > > danPengelolaan Lingkungan), Jan Pronk (dulu menteri Kerjasama > > Pembangunan) adalah mobil bekas (tweedehand) dari menteri > > pendahulunya, Margreet de Boer. > > > > Pengertian mobil dinas di Belanda ya begitu masa jabatan selesai harus > > dikembalikan kepada negara, sehingga Mercedes E230 itu kini bisa > > dipakai oleh Pronk. Tanpa negara harus merogoh brankas untuk membeli > > mobil baru. > > > > Untuk mobil yang benar-benar su! dah tak layak pakai, barulah diadakan > > mobil baru. Jenisnya terserah, sesuai selera para menteri. Namun > > negara > > membatasi bahwa harga mobil itu tidak boleh melebihi 44,54 sen euro > > per > > km x usia mesin. Jika usia mesin rata-rata 200.000 km, maka harga > > untuk > > mobil dinas menteri Belanda itu maksimal 89.080 euro. Jika diasumsikan > > 1 euro = 8.000 maka harga paling mahal mobil tersebut adalah Rp > > 712.640.000. > > > > Menteri Keuangan Belanda Gerrit Zalm misalnya, dia mengendarai Volvo > > S80.Sedangkan Menteri Perhubungan dan Perairan Tineke Netelenbos cukup > > dengan Volvo S70. Seri mobil di atas dalam pandangan para 'manajer > > negara' Belanda sudah dinilai cukup representatif. > > > > Parlemen kita kini terkesan mewah. Gedung DPR RI Senayan bagai show > > room Mobil mewah. Padahal di Belanda, anggota parlemen tidak mendapat > > gaji dan tunjangan mobil. Mereka hanya mendapat schadeloosstelling > > (ganti > > rugi) yang cekak dan tunjangan yang zakelijk. > > "Jatah mobil dinas?" Demikian reaksi pertama Hugo van der Steenhoven, > > anggota partai Groenlinks, saat ditanya soal 'sarana mobilitas untuk > > menunjang tugas wakil rakyat' itu. "Ah, laat me niet lachen, meneer > > (Jangan membuat saya tertawa, pak.)" kata Van der Steenhoven. > > > > Dijelaskan bahwa anggota parlemen Belanda itu bukan pegawai negara. > > Jadi jangankan mobil dinas, salaris (gaji) pun tidak ada. Istilah > > salaries menunjukkan bahwa anggota parlemen berdinas pada pihak > > tertentu. > > Sebagai imbalan jerih payah, anggota parlemen menerima apa yang > > disebut > > schadeloosstelling alias ganti rugi. > > > > "Anggota parlemen sepatutnya kan independen dan oleh karena itu > > diatidak berdinas pada pihak manapun," jelas dia. > > > > Jadi untuk urusan mobil ke Gedung Parlemen di Binnenhof (Den > > Haag),Yang > > nyata-nyata demi kepentingan negara, itu menjadi tanggung jawab > > masing-masing anggota parlemen. Apalagi 'mobilitas untuk merawat > > konstituen', itu bu! kan menjadi tanggung jawab dan beban negara > > melainkan partai > > darimana mereka berasal. Di sini logika yang dipakai simpel saja: > > urusan menemui konstituen adalah kepentingan partai, masa negara harus > > menanggung biayanya? > > > > Negara hanya menyediakan uang ganti transport untuk kepentingan tugas > > anggota parlemen, besarnya 781,36 euro untuk yang bertempat tinggal > > dalam radius 10-15 kilometer dari Kompleks Parlemen Binnenhof (Den > > Haag),1.093,63 euro untuk radius 15-20 kilometer dan 1.562,72 euro > > untuk radius lebih dari 20 kilometer. Jumlah tersebut semuanya bruto > > untuk satu > > tahun. Untuk yang bertempat tinggal dalam radius 10 kilometer ke > > bawah, > > tidak masuk dalam ketentuan tersebut alias tidak mendapat apa-apa. > > > > Makanya banyak anggota parlemen yang ngantor dengan naik trem, sejenis > > angkutan umum kota mirip kereta api tapi bentuknya lebih kecil. Jan > > Pronk, kini Minister van Volkshuisvesting, Ruimtelijke Ordening en > > Milieubeh! eer (Menteri Urusan Perumahan Rakyat, Tata Ruang, dan > > Pengelolaan Lingkungan), malah sering datang naik sepeda. > > > > Demikian hati-hati dan ketatnya Belanda mengelola keuangan negara, > > sehingga pada tahun 2001 neraca keuangan negara surplus sampai 7 > > milyar > > gulden (mata uang euro belum diberlakukan). Kelebihan tersebut > > sebagian > > dikembalikan kepada rakyat sebagai uang surprised di mana tiap- tiap > > rumah tangga mendapat 100 gulden atau setara 100 kg gula. Sebagiannya > > lagi > > dipakai untuk pembayaran utang negara, agar secepatnya berkurang. > > > > Bila anda berkesempatan melancong ke Belanda, tidak ada salahnya > > mampir > > sebentar ke kompleks parlemen Binnenhof, di jantung kota Den > > Haag.Sekalian melakukan 'studi banding' dan setidak-tidaknya anda akan > > menyaksikan bahwa di halaman gedung parlemen negeri berpenghasilan > > 22.570 euro per kapita itu, tidak ada ditemukan mobil kelas Jaguar > > dan sejenisnya. > > > > Bagaimana dengan parlemen kita? > > > > ironis memang.....padahal penerapan hukum yg berlaku dikita masih > > sebagian besar berdasarkan hukum belanda, kenapa bukan peraturan2 > > seperti ini yg kita ambil ya.... ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

