Salam,
 
Mbak Ida, kisah anda mengingatkan saya ketika saya mengikuti tes masuk ke jurusan 
Filsafat dan Agama di Madurai Kamaraj University beberapa waktu lalu. Jauh sebelum 
ujian tersebut diadakan, kepada saya memang sudah diberikan beberapa bahan bacaan 
mengenai Filsafat dan Agama. Dan sudah pasti ketika saya mempelajari filsafat agama 
Islam, saya memang sudah berada di 'lingkaran' Islam. 
 
Namun, begitu saya mempelajari filsafat agama Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Sikhs dan 
agama Jain, maka seolah-olah saya juga sedang "digiring" untuk memasuki 
"lingkaran-lingkaran" agama tersebut. Saya tak akan mempermasalahkan agama-agama 
tersebut, sebab meskipun saya belum pernah "menyelami" agama-agama selain yang saya 
anut, tapi saya memang telah "menemukan" agama-agama itu didalam Al-Quran sendiri. 
 
Bila kita memandang lebih jauh, dan diruntun secara rapih dan teratur, maka semua 
agama samawi tersebut akan mengajak kepada Tauhidillah, mengEsakan Allah. Berbeda 
dengan agama Hindhu, dimana agama ini memang tidak "sejalan" dengan cara pandang Islam 
ataupun Kristen dalam masalah ketuhanan. Begitu pula agama Budha. Lain lagi agama 
Sikhs atau agama Jain, dimana agama-agama ini lahir karena didasari oleh 
"ketidakpuasan" terhadap ajaran yang dibawa oleh agama Islam, Kristen apalagi agama 
Hindu.
 
Di dalam agama Kristen itu menyebutkan bahwa beruntunglah orang-orang yang melihat 
dengan mata kepalanya sendiri terhadap kematian Yesus di tiang salib itu, akan tetapi 
akan lebih beruntung lagi bila yang tidak melihat kejadian itu juga mengimaninya atau 
meyakininya. Perbedaan cara pandang tehadap kematian Rasulullah Isa ini hanya sedikit 
saja dengan apa yang dipahami oleh Islam. Islam menyatakan dengan jelas bahwa Isa 
adalah Rasulullah yang juag membawa misi untuk mengEsakan Allah. Karena itu, bila anda 
seorg beragama, maka berpijaklah pada agama yang anda anut, jangan berpijak kepada 
agama lain. Ikuti saja ketentuan yang ada. Insya Allah, selamatlah anda.
 
Mbak Ida benar, bahwa tak satupun agama-agama ini melegalkan tindakan kekerasan dan 
lainya sebagainya, semuanya pasti mengajak setiap penganutnya untuk menuju ke arah 
"perdamaian". Hanya manusia-manusia yang menganut ajaram agama itulah yang telah 
mempolitisir 'kebijakan-kebijakan' yang ada di dalam agama tersebut, barangkali untuk 
kepentingan pribadi, kelompok, ataupun golongan. 
 
Penyerangan AS ke Iraq yang didasarkan pada alasan teroris dan "al-Qangedah" itu yang 
notabene Islam hanyalah dijadikan sebagai "jembatan" saja untuk memerangi Iraq. Nah, 
inikan sudah menjadi rahasia umum, semua kita mengetahuinya.
 
Kembali ke persoalan awal, dunia ini akan damai bila konsep-konsep agama tersebut 
dipatuhi secara jujur dan pasti. Meskipun negara sekuler seperti India ini tak 
mengikutkan agama dalam menjalankan roda pemerintahan, tapi agama juga akan memilki 
peran dan pengaruh yang hebat dalam mengendalikan org-org yang menjalankan roda 
pemerintahan tersebut. 
 
Pejabat Indonesia boleh mengatakan bahwa ia anti korupsi, anti kekerasan, anti KKN 
dsb., tapi itu sebatas "jembatan" saja guna meraih tujuan yang sebenarnya: kekuasaan 
dan harta. Mulai sekarang lebih baik aku diam saja. .........
 
Wassalam,
 
IzaM.


Ida <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Shattering the Myth: Islam Beyond Violence (Bruce B.Lawrence)

Islam adalah begini�Islam adalah begitu�begini�begitu�.dll. Tidak ada 
satu pandangan yg seragam yang identik dengan Islam. Dunia Islam 
mencakup Asia dan Afrika, yang sama pluralistiknya seperti Barat, 
bahkan melebihi Eropa dan Amerika dalam hal banyaknya kawasan ras, 
bahasa dan budaya. Dunia muslim Asia dan Afrika secara internal juga 
pluralistic, terdiri dari beragam kelompok yang dapat dikatakan 
mewakili norma-norma Islam di seluruh negara muslim. 

Umat Islam sendiri mengaku sangat perlu sekaligus sulitnya dalam 
menyatukan berbagai persepsi yang berbeda tentang Islam. Ada yang 
mengatakan Islam itu ada tiga (menurtu seorang pakar Indonesia): 
Islam popular; yang diteliti para antropolog, Islam publik; yang 
dikenal  para sarjana ilmu politik, wartawan, pembuat kebijakan 
terutama oposan, dan Islam akademis; yang disukai para orientalis 
(sejarawan seni, ahli bahasa, ilmuwan agama).

Jika Islam begitu beragam dan kaum muslimnya begitu akomodatif, 
mengapa Islam sering dipandang kaum nonmuslim sebagai sesuatu yang 
asing dan memiliki kaitan dengan tindak kekerasan?

Alasan utama persepsi negatif tentang Islam konon berasal dari 
dominannya negara2 Timur Tengah dan Arab. Barat dan para pembuat 
kebijakan mengabaikan Islam lain kecuali Islam Arab yang dihembus2kan 
melalui penonjolan wajah puritanisme dan militansi ortodoks.

Yang pertama kali mengumandangkan `perang' terhadap Islam adalah 
Barat pasca perang dingin. Musuh Barat setelah berakhirnya perang 
dingin adalah Islam, yang diwakili wajah Islam Arab yang militan, 
yang tak mau mengalah dan keras (diwakili oleh tokoh Kurdi; Salahudin 
Ayubi, alm.pemimpin Iran Ayatullah Khomeini, Syekh Umar Abdul Rahman).

Dari sinilah, `mungkin' kemudian muncul persepsi negatif tentang 
perempuan muslim. Mahluk yang terbelenggu oleh rumah serta memiliki 
cirri sama, yaitu tertutup dari dunia luar serta tertindas oleh kaum 
lelaki yang tiran (??????). Pendapat Barat yang melihat perempuan2 
muslim dengan cadar yang menonjolkan kekerasan kaum lelaki 
muslim `Arab' menggambarkan perempuan2 ini membenci Barat. Inikah 
citra yang dibuat Barat, sebuah lukisan yang sengaja dibuat lain 
sekaligus keras.

Islam bukanlah sebuah golongan yang menganut faham kekerasan bagi 
pemeluknya. Islam yang dianut pemeluknya adalah Islam yang merakyat 
yang menawarkan tantangan dan harapan serta kebahagiaan bagi kaum 
muslim, lelaki dan perempuan. Islam menawarkan kepada lelaki dan 
perempuan peluang yang sama atau bahkan lebih besar dengan yang 
ditawarkan oleh seluruh tradisi keagamaan besar kepada kaum lelaki 
dan perempuan penganutnya.

id


Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi, India
Website: http://jmi.nic.in 
Website KBRI: http://www.kbri-newdelhi.org 
 
 


Yahoo! India Matrimony: Find your partner online.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke