Satelit Mata-mata AS Intai Indonesia
Selalu ingin tahu urusan negara lain. Begitulah AS dan sekutunya. Berita Kompas 
(4/6/03)misalnya, mencuatkan fakta bahwa perilaku itu mendekati kebenaran. Pasalnya, 
baru beberapa hari TNI menyerbu Aceh satelit mata-mata AS, Orion, sudah nongkrong di 
atas Sumatera. Mau ngapain lagi? 
Diantara 30 satelit mata-mata AS, Orion tergolong paling ahli dalam urusan 
sadap-menyadap. Mulai dari pembicaraan telepon biasa, handy-talkie, hingga komunikasi 
dengan sinyal teracak (encrypted), semua bisa disadap. Orion pula yang digunakan Dinas 
Intelijen AS atau CIA untuk melacak jaringan Al Qaeda hingga ke Pakistan. 
Sedemikian gawatkah Indonesia?

Apa yang kita pikirkan harus diakui tak sesederhana yang mereka pikirkan. Apalagi jika 
sudah berkaitan dengan gerakan bersenjata. Dalam sejarahnya, intel adikuasa memang 
selalu ingin tahu lebih dulu walau harus terabas negeri orang. 
Percaya atau tidak, sesungguhnya tak hanya Aceh dan baru sekarang Orion beroperasi di 
atas Indonesia. Kepada NBC News (12/9/99), Robert Windrem pernah melaporkan, ia sudah 
nyadap pembicaraan petinggi RI sejak 1975. Kala itu, dari ketinggian 22.300 mil, 
fokusnya adalah yang berhubungan dengan operasi ABRI di Timtim. 
Entah apa pertimbangan-nya. Yang jelas, Washington menilai kasus Timtim prioritas 
banget. Jadi jangan kira pengerahan kapal atau pesawat yang diatur rahasia luput dari 
perhatian Washington. 
Laporan yang sama menyebutkan pula, AS tak turun sendirian. Penasehat Keamanan Gedung 
Putih atau National Security Agency biasa menggunakan tangan Australia dan Selandia 
Baru lebih dulu. Itu karena setelah diikat Traktat UKUSA, kedua negara 
bertanggung-jawab atas segala kejadian di sekitar Papua Nugini. 
Akan tetapi Australia "lebih sopan". Mereka hanya menggunakan "kuping" elektronik yang 
dipasang di Teluk Shoal, dekat Darwin. Fasilitas ini didirikan tak lama sebelum Palapa 
A diluncurkan. Karena gelombang Palapa terbuka untuk siapa saja, Australia pun tak 
pernah kesulitan menyadap seluruh gelombang yang lalu-lalang. Mulai dari siaran TVRI 
sampai bisik-bisik pejabat sipil-militer, disamber semua. 
Kalau pun menemukan komunikasi teracak, Australia tak cemas. Tinggal menghubungi 
Echelon, semua akan beres dalam waktu singkat. Echelon adalah fasilitas pemecah kode 
milik NSA yang terletak di Fort Meade, Madison, AS. Sebagai sentral pemecah kode dalam 
jaringan satelit mata-mata Barat, Echelon mampu memecah kode hingga 300 digit. Setiap 
hari Echelon menyadap 300 miliar pembicaraan telepon, faksimili, dan e-mail di seluruh 
dunia. 
Pengintaian toh tak selesai sampai di situ. "Kalau ada yang urgent, NSA tinggal 
perintah Australia kirim P-3 Orion," ungkap John Pike, dari Federasi Ilmuwan Amerika. 
P-3 bukan satelit, tapi pesawat intai. Pesawat inilah yang beberapa kali dikejar 
pesawat tempur Indonesia karena kerap masuk tanpa izin. 
Dalam keadaan tak bisa dikendalikan lagi, barulah sang jagoan turun. Pentagon bisa 
mengerahkan kapal, pesawat, atau satelit. Selain Orion, AS masih punya KH-12, Corona, 
Mercury, dan Jumpseat dengan kualitas dan spesialisasi yang tak sama. 
Kepada The Times (8/2/03), Menlu Colin Powell pernah mengungkap satu prestasi 
pengintai langitnya itu kala menyadap pembicaraan di sebuah markas militer Irak. Suatu 
ketika seorang kolonel Irak mengingatkan seorang kapten agar berhati-hati mengungkap 
kata "gas syaraf". 
Kehebatan intelijen AS memang sebuah fenomena. Sejak 1999, Gedung Putih memberi 
anggaran 30 miliar dollar AS untuk operasi semu ini. Jumlah ini meningkat 10 miliar 
dollar setelah peristiwa 11 September. 
Colin Powell seolah ingin menegaskan pada dunia bahwa hati-hati berurusan dengan 
Amerika. Tak ada satu pun tempat yang lolos dari kejaran AS. 
Bagi negeri sehebat AS, sombong memang sah-sah saja. Tetapi dagelan kadang muncul dari 
keangkuhan. Simak saja polemik di London dan Washington belakangan ini. Tony Blair dan 
George W. Bush, Jr, terpaksa harus tutup muka gara-gara dinas intelijen mereka salah 
kutip data yang dijadikan landasan penting untuk menyerang Irak. Ah, ada-ada saja! 
(adr)
Angkasa No.11 Agustus 2003 Tahun XIII


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke