Pertempuran di Irak sudah tidak dapat dibenarkan, seharusnya para pejuang perlu menghormati pemerintahan sementara dalam keadaan aman. Pemerintahan sementara hanya untuk membantu membangun konstruksi Irak. Kenapa bila ada senang membunuh pasukan US selama asprasi dapat diperjuangkan di jalan damai?
wassalam, ---------------------------------------- Rekam Tentara AS Diserang, Kamerawan Ditembak BAGHDAD - Janji Presiden George W. Bush saat pidato pekan lalu, bahwa Iraq bakal aman dalam dua pekan, agaknya makin sulit dibuktikan. Kemarin sekitar pukul 13.10 (16.10 WIB) empat lagi tentara AS dan lima lainnya luka saat Humvee mereka terbakar karena diserang gerilyawan. Juru bicara militer AS mengakui kejadian itu. Peristiwa di pinggir Kota Sadr -pusat milisi Syiah di barat Baghdad- tersebut disaksikan oleh fotografer. Mereka memotret Humvee yang terbakar, tentara AS yang bergelimpangan, dan rekan-rekan mereka yang mengevakuasi para tentara malang itu. Saksi mata menceritakan, konvoi tersebut diserang granat berpeluncur roket sebelum bom pinggir jalan diledakkan. Kobaran api dan asap mengelilingi puing-puing sebuah Humvee. Pasukan AS lalu menutup lokasi kejadian dan mengevakuasi korban luka. Ledakan tersebut juga mengakibatkan seorang warga Iraq berusia 21 tahun luka parah. Nasib sama dialami seorang kamerawan saat pasukan melepaskan rentetan tembakan untuk membubarkan massa yang mendekati lokasi itu. Sebelum terjadi serangan, ada bentrokan pasukan AS dengan milisi Moqtada al-Sadr di Kota Sadr malam sebelumnya. Namun, di kota suci Najaf, jubir Sadr mengatakan bahwa milisi ulama radikal Syiah itu akan melepaskan senjatanya dan membubarkan pengadilan Islam serta tempat penahanan mereka yang tidak resmi. Ini upaya mengakhiri pertempuran dengan pasukan koalisi. "Pejuang akan tetap tinggal di sana, namun mereka tidak membawa senjata. Kesepakatan itu akan dimulai hari ini atau besok," terang Qais al-Khazaali, jubir Sadr. Pernyataan itu muncul setelah pertemuan kemarin malam antara Sadr dan kelompok petinggi Syiah yang berusaha menjadi perantara mengakhiri krisis tersebut. Khazaali tidak menyebutkan kepergian anggota Tentara Mehdi yang bukan penduduk Najaf sebagai bagian dari kerangka gencatan senjata awal yang diumumkan 27 Mei lalu. Haidar al-Sufi, salah seorang negosiator, mengatakan, kelompoknya akan mendirikan sebuah komite. Tugasnya mengawasi pelaksanaan gencatan tersebut di distrik-distrik khusus. "Kami minta gubernur Najaf menempatkan pasukan polisi yang terdiri atas warga negara Najaf untuk memberikan keamanan kepada rakyat," ungkap Sufi. Dia juga mengatakan, pihaknya telah meminta pasukan pendudukan dan polisi Iraq menahan diri melakukan penangkapan dan pencarian di Provinsi Najaf. Gubernur Najaf Adnan al-Zorfi mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan bahwa penarikan milisi Syiah dari Najaf dan Kufa dimulai pukul 18.00 waktu setempat (21.00 WIB). Keamanan akan diserahkan kepada polisi Iraq. "Seluruh pasukan tempur, pasukan koalisi, dan milisi Tentara Mehdi harus meninggalkan dua kota suci itu, serta elemen apa pun dari mereka tidak diperbolehkan masuk lagi," terang al- Zorfi. Kolonel Brad May, komandan Resimen Kavaleri Lapis Baja Kedua AS, mengatakan, Amerika bersedia memindahkan pasukan mereka ke batas luar daerah sensitif di dua kota tersebut, sehingga polisi bisa masuk. Daerah sensitif itu adalah di sekitar makam Imam Ali di Najaf dan Masjid Kufa. Dia juga mengaku telah mendapat jaminan dari al-Zorfi bahwa milisi Sadr sudah berkurang. Pasukan AS akan mempertahankan pangkalan di antara Najaf dan Kufah. Perintah tersebut tidak mensyaratkan mereka untuk meninggalkan garnisun itu. Meskipun menyetujui gencatan senjata, Sadr tetap tidak mengakui keberadaan pemerintahan sementara Iraq. "Saya tidak yakin, ada rakyat Iraq yang akan menerima penunjukan pemerintahan oleh pendudukan ini. Tidak ada kebebasan atau demokrasi tanda kemerdekaan," bunyi statemen Sadr yang dibacakan Syekh Jader al-Khafaji dalam khotbah Jumat di Masjid Kufa kemarin. "Negara mana yang menerima penunjukkan pemerintahnya, kecuali Afghanistan dan Iraq?" lanjutnya. Dalam pernyataan itu, Sadr menyerukan agar koalisi membiarkan rakyat Iraq memutuskan nasibnya sebagai rakyat yang bersatu, bukannya di bawah pendudukan, selain digelarnya pemilu untuk menentukan pemerintahan mendatang negara itu. Dalam perkembangan lain, tim penasihat PBB memilih delapan anggota independen komisi pemilu dan mengadopsi aturan voting yang merupakan langkah awal menuju pemilihan nasional yang dijadwalkan pada 31 Januari 2005. Carina Perelli, ketua lembaga pemilu PBB, menyebutkan bahwa komisi tersebut cukup berimbang. Mereka terdiri atas Abdul-Hussein al Hindawi, Fareed Michael, Hamdi Abbas al-Husseini, Ibrahim Ali Ali, Izzadine Mohammed Shafiq, Mustafa Safwat Rashid, dan Mohammed al- Jabouri yang dipimpin Mohammed Allami. Komisi itu akan bertanggung jawab untuk membuat daftar pemilih, mendaftar pemilih, mendirikan tempat pemungutan suara di seluruh negara itu dan infrastruktur lain, menyewa dan melatih pekerja pemilu, menyusun sejumlah aturan partai politik, serta mendidik rakyat Iraq mengenai voting tersebut ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

