Surat Kembang Kemuning:
PUISI KITA MEMANG MEMERLUKAN KRITIK [5] [Suatu Percobaan Mawas Diri] 4. Sekali Lagi Tentang Standar Baik Dan Jelek: "Maaf ya, jangan tersinggung, kenapa ya puisi di milis ini selalu jelek-jelek menurut ukuran saya, kurang menggugah. Salam Sekh Zibril" [EMAIL PROTECTED], 28 Mei 2004] Standar "menurut ukuran saya" dan "kurang menggugah" memang sulit diperdebatkan. "Ukuran saya" adalah tempat menghindar dari berbicara obyektif . Dengan kata lain bisa dikatakan tidak ada sangkut-pautnya dengan takaran ilmiah dalam membahami suatu obyek. "Ukuran saya" tidak berbeda dengan suka dan tidak suka dan sekian kepala boleh dibilang mempunyai kesukaan dan selera sendiri-sendiri yang sangat subyektif. Sebaiknya, ukuran subyektif begini tidak usah dibawa ke depan publik sebab jika dibawa ke depan publik selain memperlihatkan kekurangaanseriusan dari pihak si pengucap, di pihak lain, ucapan demikian tidak lebih dari ucapan asal omong tanpa tanggungjawab dan dekat dengan sikap mengejek kalau bukan menghina, paling tidak si pengucap kurang memiliki rasa saling menghormati terhadap sesama dalam konteks tatakrama pergaulan termasuk dalam dunia tulis-menulis yang sering kudapatkan di dunia maya. Apalagi dalam dunia maya tidak sedikit yang menyembunyikan diri di balik nama samaran termasuk Sekh Zibrik alias Akar Rumput Bangsa. Ucapan jenis ini bisa disejajarkan dengan makian dan suka tidaknya kita akan suatu makanan. Tapi memang suka dan tidak suka subyektif akan sesuatu termasuk yang bisa menunjukkan apa siapa diri kita. "Katakan padaku apa yang anda makan, saya akan anda siapa", ujar filosof Perancis Vidal de la Blache [lihat: G.Cangulilheim, "Besoins & Tendences", Librairie Hachette, Paris, 1962, hlm.-hlm.22-24]. Suka tidak suka dan selera subyektif, ditentukan oleh macam-macam sebab dan latarbelakang sosial dan psikhologis individual. Seorang buruh jalan tentu akan berbeda dengan selera seorang jenderal, seorang yang hidup dan dibesarkan dipinggir laut,sungai atau hutan akan berbeda selera dan kesukaannya dengan yang hidup di kota. Dari hal demikian maka akan sangat sulit mendapatkan obyektivitas dari selera dan suka tidak suka subyektif,padahal suka tidak tidak suka dan selera sangat relatif. Yang mungkin lebih gampang diperoleh adalah mencari akar selera dan suka tidak suka subyektif begini, lalu dari sini memahami si pengucap kritik dan penilai. Karena itu seperti dikatakan oleh Blache kita bisa mengenal seseorang dari makanan kesukaannya dan sebagai ilustrasi kita pun bisa mengenal seseorang, nilai yang dijunjungnya dari cara bicara dan isi pembicaraannya. Apabila pandangan "kurang menggugah" sebagai bagian dari teori kegunaan, maka pandangan ini juga memandang bahwa karya sastra-seni tidak lain dari sebagai hasil produksi dan barang konsumasi. Hasil produksi bukan hanya melayani secara keperluan material segala kebutuhan, tetapi ia pun melayani keperluan material manusia. Apabila konsumasi dilepaskan dari primitivitasnya maka ia akan kehilangan watak keperluan segera [ "caract�re imm�diate]-nya dan menjadi menjadi obyek perangsang. Dalam keadaan demikian maka produksi dilakukan terutama berdasarkan persepsi terhadap pruoduk itu. Hal ini pun berlaku terhadap produksi sastra-seni. Produksi memang bukan hanya dihasilkan untuk menelorkan sebuah obyek tetapi juga juga memberikan subyek untuk sebuah obyek. Pandangan yang melihat bahwa karya sastra-seni hanya ditujukan untuk "menggugah" aku kira telah mengabaikan faktor subyek untuk obyek. Kecuali itu menempatkan produk karya sastra-seni sebatas barang dagangan sesuai konsumasi konsumen. Akibat dari sikap dan keadaan ini kita saksikan apa yang telah terjadi terhadap kehidupan kesenian di Indonesia, terutama dalam menghadapi turisme. Apalagi kata "menggugah" yang sangat subyektif itu sejalan dengan suka tidak para pembeli , dalam hal ini para wisatawan. Kenyataan ini menunjukkan betapa pandangan subyektif "menurut ukuran saya" dan hanya "menggugah" bisa merusak dan telah merusak kehidupan kesenian Indonesia, dan merupakan bagian dari sistem kapitalisme liar [capitalisme sauvage, savage capitalism]. "Menurut ukuran saya" dan hanya "menggugah" telah memerosotkan sastra-seni kita ke taraf "barang dagangan" di mana seperti dikatakan oleh Karl Marx, sastra-seni hanya dinilai sebagai "produk kerja" [lihat:C;Canquilhem, 1962:78]. Dalam kenyataan dihargai lebih kurang dari nilai jam kerja yang diperlukan untuk produk tersebut. Apakah Sekh Zibril alias Akar Rumput Bangsa menyadari akan hal ini ataukah aku yang keliru? Lagi-lagi, aku mengharapkan penjelasan jujur dari Sekh Zibril yang berani menyebut diri dengan kebanggaan sebagai seorang Sekh dan Akar Rumput Bangsa, padahal barangkali si akar rumput tinggal di kota. Yang kumaksudkan dengan penjelasan jujur tidak lain kesanggupan berterus-terang mengkoreksi kekeliruan jika dirasakan keliru dan mempertahankan dengan gigih secara berargumentasi segala yang dianggap benar tanpa kekasaran yang menunjukkan ketidakmampuan menggunakan nalar -- sambil bangga akan kebrutalan demikian, ujud dari kemorosotan mental tak terbanding sambil menyebut diri penyair, budayawan dan sebagainya -- yang sering kudapatkan di dunia maya. Petunjuk lain betapa sakitnya bangsa ini dan angkatan sekarang hasil diasuh oleh Orba tapi tidak sadar dirinya sakit bahkan bangga dengan kesakitannya. Bersama Edgar Morin aku ingin mengatakan mudah-mudahan benar bahwa dari genangan petaka kita bisa membangun harapan. [Bersambung.....] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

