Yup...kita akan lihat apakah PKS masi seperti dulu atau pada akhirnya cuma sekumpulan pegadai idealisme yg kompromistis--apapun alasannya--
ptP [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ----- From: Fathonah K. Daud <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, June 05, 2004 9:52 AM Subject: [kmnu2000] PKS Di Simpang Jalan > Dari milis sebelah. > > Menarik opini dibawah ini, sengaja dipostingkan > untuk melihat reaksi dan komentar PKS disini, > silahkan Cak Noval [koq lama gak nongol ya?...], > cuma daku[?] dan siapa lagi ya? > > Salam > -------- > PKS Di Simpang Jalan > > Tanggal 1 Juni lewat sudah. Rekomendasi calon > presiden yang dijanjikan Partai Keadilan Sejahtera > akan keluar sebelum tanggal tersebut, belum juga > lahir. Kabarnya, PKS masih bingung apakah akan > memberikan rekomendasi kepada Amien Rais atau > Wiranto. PKS di simpang jalan. > > Ini kali pertama PKS terlihat gamang. Selama ini, > fatsoen politik PKS teguh berpegang pada > moralitas. Sesuatu yang nyaris punah dari jagat > perpolitikan Indonesia. Anggota-anggota > legislatifnya di banyak daerah menghadirkan > perilaku air di padang pasir. Di tengah > berjamaahnya anggota parlemen di banyak daerah > berkorupsi, menjarah uang rakyat, anggota PKS > dengan tegak berdiri menolak upeti. Di tengah para > partai politik berlomba berebut posisi dan kursi, > PKS dengan gagah mendeklarasikan diri menjadi > oposisi. PKS adalah air harapan hidup di tengah > padang pasir perpolitikan Indonesia yang > haus-mematikan. > > Namun, dalam kasus rekomendasi calon presiden ini, > perahu moralitas PKS mulai oleng. Inilah masa > pilihan, apakah perahu ini akan terus > mengembangkan layar mengarungi samudera > moral-ideal perpolitikan, atau menggali lobang di > lambung perahunya sendiri dan karam-tenggelam. PKS > menghadapi pilihan tetap menjadi partai yang > membawa berkah, atau berubah menjadi partai yang > juga membawa musibah; PKS dihadapkan pada pilihan > untuk tetap menjadi air di tengah padang pasir, > atau berubah menjadi butiran-butiran pasir itu > sendiri; PKS mempunyai godaan untuk mengubah diri > menjadi berpolitik pragmatis-oportunis atau tetap > mempertahankan pola politik idealis-moralis. > Inilah pilihan simpang jalan PKS, menuju Wiranto > atau Amien Rais. > > PKS kabarnya mempertimbangkan memilih Wiranto > karena pertimbangan: calon presiden inilah yang > lebih berpeluang mengalahkan Presiden Megawati > Soekarnoputri. Suatu pertimbangan politik > pragmatis. Pertimbangan yang sama di terapkan oleh > Partai Kebangkitan Bangsa ketika bergabung dengan > calon presiden Partai Golkar tersebut. Para > petinggi PKB berpolitik pragmatis seakan lupa > bahwa mereka pernah dengan garang mendekritkan > agar Golkar dibubarkan. Pemimpin PKB menutup > mata-telinga, bahwa mereka pernah dengan berang > meneriakkan petinggi Golkar telah mengkorupsi dana > Bulog. PKB membutakan hati politiknya ketika > mengikat janji koalisi dengan partai yang dicapnya > pegiat korupsi. Karena koalisi berbuah kursi > menteri, ludah sendiri di telan lagi. > > Akankah PKS juga akan mengikuti jejak PKB? Akankah > ludah Hidayat Nur Wahid yang belum kering berucap > gagah tidak akan berkoalisi dengan Golkar > dijilatnya lagi? PKS, partai yang berhasil > membangun image sebagai partai bersih, partai yang > anti korupsi, akankah ia bergabung dengan partai > yang mempunyai seabrek pelaku korupsi? Stempel > halal yang ada di tangan PKS, akankah dicapkan > kepada partai Orde Baru tersebut. Terlebih, Partai > Karya Peduli Bangsa, partai yang dinakhodai oleh > keluarga Cendana juga berada satu perahu dengan > Golkar dan Wiranto. Akankah bergabung sang partai > anti korupsi, dengan keluarga yang dikenal > penikmat korupsi? > > Hasyim Muzadi yang lantang-kencang berteriak anti > korupsi sudah bergabung ke Megawati yang tidak > juga memberi izin pemeriksaan korupsi Jaksa > Agungnya sendiri. Solahudin Wahid sudah menarik > pernyataannya bahwa Wiranto perlu dimintai > tanggung jawabnya dalam kasus pelanggaran hak > asasi. Akankah PKS mau menjadi sabun cuci bagi > kotornya moralitas politik yang ada di tubuh > Golkar, Wiranto dan PKPB lagi? Jikalau PKS > akhirnya menceburkan diri ke dalam perpolitikan > pragmatis-oportunis model begini, maka habislah > legitimasi politik moral mereka. Investasi politik > yang sudah dengan susah-payah dilakukan selama > lebih dari lima tahun ke belakang akan > musnah-punah. > > PKS di simpang jalan. Lurus teguh menjadi partai > yang membawa nilai-nilai islami, atau berbalik > arah bergabung dengan para pegiat korupsi. Jikalau > PKS salah pilih kini, mandat anti korupsi yang > banyak dititipkan para pemilihnya pasti akan mati > dan langsung dicabut lagi. (*) > > Denny Indrayana > [EMAIL PROTECTED] > Melbourne, 3 Juni 2004 > > Mohon tulisan ini disebarkan, dan disampaikan > kepada para petinggi PKS. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > ______________________________________________________________________ > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

