Salam, Ada yang ingin ngasi komentar atau ingin mengkritisi tulisan Arifin S Siregar berikut ini. Yang jelas, apa yang dibeberkan tersebut masih sesuai dengan apa yang ada dibenak saya. Artinya, saya masih sepakat dengan uraiannya itu. (IzaM)
===== WASPADA Online, 02 Jun 04 08:23 WIB Amien Rais Pantas Jadi Presiden Oleh Dr. Arifin S. Siregar, SpKK Kenapa Amien Rais pantas jadi Presiden Republik Indonesia? Apa kelebihannya? Inilah yang akan kita kupas tuntas pada tulisan ini, agar bagi yang menginginkan, dan yang mendoakan agar Amien Rais jadi Presiden, adalah atas dasar yang kuat, rasional, bukan fanatisme, kultur, memilih secara buta. Amien Rais mempunyai setidaknya 10 kriteria yang positif atau dasar yang kuat, untuk jadi pemimpin tertinggi (Presiden RI) di Republik Indonesia ini. Reformis Adalah bukan rahasia lagi, runtuhnya Orde Baru (=Soeharto), digerakkannya reformasi, adalah atas kerja keras dari Amien Rais. Ia gerakkan mahasiswa, ia pimpin orang-orang yang inginkan reformasi, memimpikan perbaikan di negara ini, dengan bentuk unjuk rasa, dsb, yang ditujukan pada rezim Orde Baru, agar penguasa Orde Baru turun tahta. Di sana sini demo, disampaikan pernyataan-pernyataan berupa wawancara, poster/spanduk, dsb. Yang isinya menolak, menghujat kepemimpinan Soeharto, dengan Orde Barunya. Jadi Amien Rais adalah orang penggerak reformasi, pendobrakan rezim Orde Baru. Jihad Amien Rais menghujat kebobrokan kepemimpinan Soeharto, yang populer dengan KKN-nya ketika itu, dan tampil di depan menggerakkan mahasiswa dan massa yang terkenal dengan nama "people power", adalah di bawah ancaman peluru/ancaman penculikan. Ketika itu rezim Orde Baru sedang kuat-kuatnya, militer tetap membeking Soeharto dengan Golkarnya. Tapi dengan semangat jihad Amien Rais maju terus, pantang mundur, terbujur lurus. Jadi kalau ada sekarang orang ingin jadi presiden, bersuara gigih, aku akan begini, akan begitu, koruptor akan kutembak mati, tampil sebagai pahlawan , reformasi, dsb., itu adalah pahlawan kesiangan. Kenapa? Berani mengatakan akan menangkap yang terlibat KKN, akan menghukum mati terlibat KKN, itu karena orang-orang telah "lumpuh" tak berkuasa lagi. Jadi nilai jihadnya nol alias pahlawan kesiangan. Yang tidak masuk akal, bagaimana caranya orang Orde Baru, akan menumpas orang-orang Orde Baru yang KKN, di mana selama ini mereka mempunyai hubungan persahabatan yang terikat budi, saling tutup mata akan selingkuh. Agamais Untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya mempunyai "KTP Islam". Tapi pilihlah orang yang hafal ayat Qur'an dan Hadis, yang cara berpikirnya dilandasi oleh Qur'an/Hadis, orang yang pengetahuan akan hukum ajaran Islam. Amien Rais menguasai hukum-hukum Islam, menguasai ayat-ayat Al-Qur'an, bunyi-bunyi Hadis dan fatwa-fatwa ulama, dsb. Hal ini dibuktikan oleh sosok diri Amien Rais, di mana beliau mampu berdakwa sebulan penuuh di bulan Ramadhan melalui TV dengan menampilkan ayat-ayat Qur'an dan bunyi Hadis, dll. Perhatikanlah sering beliau menyatakan kebenaran sesuatu, senantiasa merujuk pada Al-Qur'an dan Hadis (dengan mengemukakan bunyinya sekaligus). Ilmuan Amien Rais adalah seorang Profesor, Doktor, MA di bidang sosial politik. Beliau berpengalaman memimpin massa, organisasi massa dan beliau telah lama terlibat di bidang politik. Beliau "jebolan" dari Universitas terkemuka di Amerika. Tidak tercela Sampai sekarang kehidupan pribadi beliau belum pernah terlibat masalah yang tercela misalnya korupsi, skandal wanita, dll. Padahal kesempatan untuk itu ada, beliau pernah ketua Muhammadiyah, ketua PAN, ketua MPR, dsb. Merakyat Kehidupan pergaulan Amien Rais juga dekat dengan rakyat, mahasiswa. Beliau tidak kelihatan bermewah-mewah, rumahnya punn sederhana, ia tetap ingat penderitaan rakyat, keluhan rakyat. Istiqomah Amien Rais adalah seorang yang tetap berpendirian, tegas pendirian, tidak berobah pendirian atau mana pun jadi asal untung. Ia seorang yang istiqomah. Tawaran yang menggiurkan, harta, wanita, jabatan, ditolaknya bila membelokkan arah reformasi. Ingat ketika Soeharto, sekitar 20 Mei 1998, mengundang beberapa orang tokoh penting datang ke istana menemui Soeharto. (Yusril Mahendra, Gus Dur, dll) untuk tawar menawar agar gerakan reformasi : "di kendorkan dengan diberikan iming-iming, tawar menawar (Soeharto akan mengadakan resufle kabinet. Ternyata dari beberapa yang diundang hanya Amien Rais yang menolak, tak mau datang hadir ke Istana. Ternyata dengan ketegasan Amien Rais dengan people power-nya, di mana Soeharto merencanakan besok (Selasa?) pukul 9 pagi akan mengumumkan resufle kabinet, ternyata berobah sebagai petir di siang bolong; yang terjadi : Soeharto turun tahta. Negarawan Amien Rais menguasai betul politik-politik negara dunia. Ia dikenal oleh negara-negara luar. Ia dikenal oleh kalangan atas, atau bawah. Ia dapat bergaul dengan kalangan atas atau kalangan bawah. Dan berbuat demi untuk negara/bangsa, bukan untuk pribadi, harta, wanita dan jabatan. Tidak terlibat masalah HAM Amien Rais tidak pernah terlibat masalah pelanggaran HAM. Malah beliau pembela HAM. Berkomentar, menyorot apabila hak azasi seseorang dilanggar. Menepati janji Kalau ada orang nyeletuk (berkata) : "Amien Rais tidak menepati janji", adalah tuduhan itu tidak benar. Belum ada, apa yang dijanjikannya tidak ditepatinya. Bila reformasi tidak berjalan, melenceng, itu kesalahan kita sendiri. Bukan kesalahan Amien Rais. Kenapa selama ini kita tidak beri kesempatan pada beliau jadi presiden, sehingga beliau tidak dapat berbuat apa-apa. Beliau kita beri kedudukan Ketua MPR, yang hanya dapat bicara setelah 5 tahun, menilai kebijakan presiden. Yang dapat berbuat menjalankan roda pemerintahan adalah: Eksekutif (Presiden, Menteri), Yudikatif (Jaksa Agung, Kehakiman) dan Legislatif (DPR). Apa yang terjadi sekarang ini reformasi belum berjalan/melenceng, itu adalah kesalahan eksekutif (plus Menteri-menteri terkait, Menko Polkam, Pangab), Legislatif, Yudikatif. Kesimpulan Dari 5 paket calon presiden semua baik bernilai 6, tapi Amien Rais yang terbaik bernilai plus. Terhentinya reformasi, melencengnya reformasi adalah karena kita berikan pelaksana reformasi itu pada orang yang bukan pencetus reformasi/penggerak reformasi. Maka mari kita beri kesempatan pada Amien Rais untuk jadi Presiden (Eksekutif) agar ia dapat berbuat memenuhi janjinya, mewujudkan reformasi, agar kelak ia dapat berbuat untuk janjinya. Bila kita tidak puas kelak barulah kita dapat menuntutnya. Amien Rais tidak/belum dapat kita katakan orang yang gagal untuk menegakkan reformasi, karena beliau belum pernah duduk pada tempat yang dapat berbuat (Presiden, Wakil Presiden, Menko Polkam, Menteri, Kehakiman). * Penulis adalah dokter pengamat sospol dan keagamaan. (am) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

