--- Memangnya hanya orang Jepang bisa menghadirkan dunia ke bilik sempit ? Memangnya hanya gunungan wayang mampu menjabarkan jagad semesta ? Aku berjalan-jalan di hutan. Getah-getah, di batang akar dan daun. Dulu moyangku akrab, kenapa kini tidak ? Dulu anak-anak tahu guna meniran, ceplukan sampai akar ilalang, dulu penghuni desa tahu bahwa mahkotadewa itu nama alias simalakama, mengapa kini semua terbujur di puskesmas, menanti asupan obat asing, impor mahal ? Aku duduk di kamar kerjaku. Sesuatu harus kubuat. Bergegas aku meninggalkan koran berserak, penuh isi berita pemilu yang ambur. Aku di labku. Lab pribadi di gudang sebelah pohon lengkeng dan mangga arumanisku. Tak sebagus lab kompani tempatku kerja dulu, tapi cukuplah buat mengubah kata menjadi karya. Kutuang, kuaduk, kukukus, kusaring. Sejauh imajinasiku. maka tak salah ketika dulu dengan kumpulan DickHartoko, SapardiDD, MohtarLubis, sampai HamsadRangkuti, Rendra, NHDini sekalipun dan gerbong kawanannya, kusemproti, jangan kira di lab tiada imaji dan sastra! Jangan sok anti-kimia. Jangan dungu. Dalam pekatan segala getah dan cairan tanaman, hutan yang sampai kini dianggap cuma kayu buat ditebangi, ingin kubuktikan kegunaannya, dalam nuansa 'sastra' di ranah imaji. Tuhan Mahabesar. Dalam rentang Natal-TahunBaru-Imlek-IdulAdha... ternyata aku dapat kembali ke sediakala. Bikin tinta dari alam, seperti moyang dulu, yang karyanya telah dijauhi manusia bangsa hic- et-nunc. Padahal bila mengaku sastra bagaimana mau menulis tanpa tinta. Betapa tinta amat sangat sastra. Bertepatan, Pemilu galau. Racun impor ditebar. maka aku makin yakin, tinta hasil kebodohan memakai kimia sintetik B3 (bahan beracun berbahaya) bahkan penimbul cacat janin dan kanker, mesti diruntuhkan. Dengan dukungan media dan badan-badan swadaya, 'kekufuran' mesti dibasmi. Kembali ke alam tujuannya, menjadi kembali sastra, via kimia. Begitulah. Setelah tinta pemilu, aku bersumpah mau terus kembangkan hasil alam, untuk bahan industri, untuk melawan kimia sintetik penyebab kanker. Almarhum istriku dulu kena kanker, aku harus balas dendamku. Kimia berbahaya, yang kini diguyurkan ke sandang pangan bangsaku, mesti dibabat habis. Aku perlu bantuan semua kalangan. Aku butuh visi sastra.
Maka bukan Jepang saja mengkerdilkan ukuran tanaman. Hutan pun bisa kumasukkan ke labku. dan itulah sastraku. Hai para sastrawan. jangan pongah. jangan musuhi kimia. jangan hanya angan tanpa pijakan. jangan cuma kata, jadikan fakta. Aku butuh tabik jabatmu, kawan! Biarlah mulai pilpres Juli 04, ada kesadaran baru : kembali ke alam, ganti sintetik berbahaya dengan bahan nabati produksi pertiwi. Marilah ubah Indonesia ini. Dengan semangat sastra. Salam. Damai. Santi. Rahayu. dulkamdi di tengah geletak tebar buku kimia dan sastra. --- --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

