Team PDS Surabaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Date: Sun, 13 Jun 2004 03:58:47 -0700 (PDT)
From: Team PDS Surabaya 
Subject: Fwd: [teampdssurabaya] Fwd: [h_cell_c] Spiritual Leadership-24
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]



Full Gospel Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED]
From: Full Gospel Indonesia 
Date: Wed, 9 Jun 2004 19:38:32 -0700 (PDT)
Subject: [teampdssurabaya] Fwd: [h_cell_c] Spiritual Leadership-24



Full Gospel Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
From: Full Gospel Indonesia 
Date: Wed, 9 Jun 2004 19:31:25 -0700 (PDT)
Subject: [h_cell_c] Spiritual Leadership-24


Spiritual Leadership-24 :

A Good Catalyst

(Katalisator yang Baik)

Oleh David Yonggi Cho



 

Tugas yang paling mendasar bagi seorang hamba Tuhan adalah melayani Kristus seperti 
orang-orang Lewi di dalam Perjanjian Lama yang memelihara Bait Allah dan melayani 
Tuhan.



Sebenarnya, alasan mengapa para hamba Tuhan menyebarkan Injil adalah untuk melayani 
Tuhan. Alasan mengapa para hamba Tuhan memohon ampun dan menangis bagi jiwa-jiwa yang 
terhilang adalah karena mereka merasakan kasih dan kepedulian Tuhan terhadap jiwa-jiwa 
yang terhilang ketika mereka melayaniNya.



Tanpa memiliki hati Tuhan yang peduli terhadap jiwa-jiwa yang terhilang, tidak akan 
mudah bagi kita untuk bersaksi kepada mereka. Agar kehidupan iman kita berkemenangan, 
begitu pula dengan pelayanan kita, maka kita harus melakukan yang terbaik di dalam 
melayani Tuhan. Untuk melayani Tuhan, kita harus menyerahkan diri kita di hadapanNya 
dan berdoa, dan apabila kita mendengar suaraNya, kita harus mematuhiNya dengan 
sepenuhnya.



Berdasarkan sejarah, apabila kita melihat kembali semua hamba-hamba Tuhan yang besar, 
kita dapat melihat bahwa mereka sungguh-sungguh merupakan orang-orang yang melayaniNya 
dengan baik. Seorang pendeta yang saya kenal di Amerika melakukan hal yang dahsyat 
dalam membawa banyak orang kepada Tuhan. Namun, kapanpun ia merasa bahwa ia kekurangan 
kuasa Roh Kudus, ia akan pergi ke sebuah ruangan kosong, lalu berpuasa dan berdoa 
selama berhari-hari. Ketika ia melakukan hal itu, Tuhan memenuhinya dengan kuasa Roh 
Kudus. Karena telah diurapi Roh Kudus, ia dapat kembali mengajarkan Injil.



Seorang hamba Tuhan harus belajar untuk tunduk kepada Tuhan di dalam doa dan menunggu 
dengan sabar. Dengan merenungkan Firman Tuhan dan doa, seorang hamba Tuhan harus 
menantikan Roh Kudus turun seperti embun pagi. Apabila hal ini terjadi, pesan yang 
disampaikannya akan bersinar seperti emas. Maka mengajarkan Injil bukanlah lagi 
merupakan tugas yang sulit, dan ia akan berhasil di dalam pelayanannya.



Namun sekarang ini ada banyak hamba Tuhan yang tidak tunduk kepada Tuhan di dalam doa, 
tetapi mereka cepat-cepat pergi dengan urusan mereka dan melupakan pentingnya berdoa. 
Apabila mereka melalaikan hal ini dan hal tersebut terus berlanjut, maka Roh Kudus 
akan pergi dari mereka dan berkhotbah akan menjadi beban yang menyusahkan mereka. 
Tidak peduli seberapa sering mereka menyelidiki Alkitab, mereka tidak akan menemukan 
pesan yang diinginkan Tuhan. Tidak peduli seberapa keras suara mereka di atas mimbar, 
khotbah mereka akan kekurangan kuasa untuk membawa perubahan yang mendasar di dalam 
diri orang-orang.



Oleh karena itu, hal yang paling penting bagi seorang pendeta adalah menerima kuasa 
dan pengurapan Roh Kudus sebelum berjalan ke atas mimbar untuk menyampaikan pesan 
Tuhan. Yesus berkata kepada murid-muridNya, "Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang 
dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu 
diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49)



Beberapa waktu yang lalu, Rev. Samuel Edestaf dari Swedia datang ke gereja kami dan 
menyampaikan khotbah berdasarkan Yohanes 3:16. Ketika saya mendengarnya pertama kali 
bahwa ia akan berkhorbah dari Yohanes 3:16, saya sedikit kecewa, karena itu merupakan 
ayat yang bahkan anak TK pun dapat menceritakannya. Bahkan mungkin tidak ada 
seorangpun di gereja saya yang tidak bisa menceritakannya. Namun, ketika Pendeta 
Edestaf berkhotbah, saya dapat merasakan pengurapan Roh Kudus yang penuh kuasa. Kuasa 
Tuhan terdapat di balik pesan yang disampaikannya.



Ketika sedang berkhotbah, Pendeta Edestaf mengatakan begini, "Karena jemaat saya di 
Swedia sedang berdoa dengan sungguh-sungguh untuk pertemuan ini, maka saya dapat 
merasakan keberadaan Roh Kudus yang kuat hari ini."



Itu memang benar sekali. Ada perbedaan besar antara khotbah yang diurapi oleh Roh 
Kudus dan khotbah yang merupakan hasil dari pengetahuan dan pengalaman sang pendeta. 
Khotbah yang diurapi oleh Roh Kudus bersinar seperti emas yang digosok, dan 
orang-orang tergerak oleh khotbah tersebut. Khotbah tersebut akan bertahan di memori 
orang-orang untuk waktu yang lama. Namun, khotbah yang tidak diurapi oleh Roh Kudus 
akan kekurangan kuasa Tuhan. Orang-orang merasa bosan mendengarnya.



Seseorang yang memiliki banyak pengetahuan dalam bidang filosofi, hukum, dan teologi 
belum tentu merupakan seorang hamba Tuhan yang besar. Sebaliknya, orang yang demikian 
bisa jadi memiliki lebih banyak kesulitan dalam menjadi seorang hamba Tuhan yang besar 
karena ia mungkin lebih suka berdoa dan berkhotbah berdasarkan pengetahuannya sendiri 
daripada bergantung kepada Tuhan. 



Biasanya, para hamba Tuhan yang kurang berpendidikan cenderung banyak berdoa. Mereka 
akan memiliki pengurapan Roh Kudus dan akan melakukan pekerjaan yang besar bagi Tuhan.



Para hamba Tuhan tidak dapat memberikan status, ketenaran atau kekayaan materi kepada 
orang-orang, dan mereka hanya bisa menawarkan pesan Injil yang diurapi oleh Roh Kudus. 
Seorang pendeta harus menjadi katalisator untuk membawa kehidupan Tuhan kapanpun ia 
menyatakan setiap pesan Tuhan. 



Agar terjadi reaksi kimia, diperlukan beberapa macam katalisator.



Sebagai contoh, untuk membuat sulfuric acid, dua macam unsur yang diperlukan adalah 
sulfur dan hydrogen. Namun, hanya dengan mencampur keduanya menjadi satu tidak akan 
membentuk sulfuric acid. Kita memerlukan unsur ketiga, yang disebut katalisator. 
Reaksi kimia hanya akan terjadi dan sulfuric acid hanya akan terbentuk apabila 
sejumlah kecil perak ditambahkan sebagai katalisator.



Sama halnya seperti itu, agar berkat dan karunia Tuhan masuk ke dalam hati orang-orang 
dan bereaksi di dalam kehidupan mereka, maka diperlukan katalisator. Para hamba Tuhan 
adalah katalisatornya.



Kualitas katalisator tidaklah sama. Oleh karena itu, reaksi yang terjadi pada jemaat 
bervariasi tergantung pada orang yang berkhotbah. Pada beberapa hamba Tuhan, tidak 
peduli berapa sebanyak energi yang mereka keluarkan untuk berkhotbah, jemaat tidak 
akan bertobat dan tidak akan ada mujizat Karena khotbah mereka tidak ada apa-apanya 
selain hanya kata-kata. Sebaliknya, ada hamba Tuhan yang lain berkhotbah dengan 
khotbah yang sama, bahkan dari ayat yang sama, namun banyak yang bertobat dan banyak 
yang mengalami mujizat Tuhan.



Kekuatan katalisator seorang pendeta tercermin pada jemaatnya. Bagaimana caranya 
meningkatkan kualitas kita sebagai katalisator?



Mula-mula, kita harus memakai jubah kemurnian rohani dan berdiri di hadapan Tuhan. 
Hanya katalisator yang bersih dan murni yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. 
Untuk menjadi katalisator yang murni, kita harus berlutut dan berdoa, meminta kepada 
Tuhan agar menghapuskan semua ketidakmurnian. Apabila seorang hamba Tuhan memakai 
jubah kotor yang berbau busuk, maka ia tidak akan bisa menjadi katalisator yang baik. 
Jika saya belum cukup berdoa, ketika saya berdiri di atas mimbar, saya merasa 
frustasi, cape dan lelah. Pada saat seperti itu, tidak peduli seberapa nyaring suara 
saya, saya dapat melihat tidak ada respon dari jemaat. Namun, jika saya berdiri di 
atas mimbar setelah banyak berdoa, saya merasakan pengurapan Roh Kududs dan saya dapat 
menyampaikan khotbah dengan baik.



Apakah seorang pendeta itu memiliki hari-hari yang berkemenangan atau tidak tergantung 
pada bagaimana ia melewatkan saat teduhnya. Jika ia bangun pagi-pagi di pagi hari dan 
menghabiskan paling sedikit satu jam untuk berdoa, maka ia akan menjadi katalisator 
yang baik. Apabila kita berdoa di pagi hari, Tuhan akan memenuhi kita dengan Roh Kudus 
dan Ia akan membantu kita untuk menjadi katalisator yang baik agar dapat dipakaiNya.



Namun, setelah kita dimurnikan, bukan berarti kita terus murni selamanya. Kita harus 
melalui proses pemurnian setiap hari. Oleh karena itu, jam doa sebelum kita memulai 
pelayanan kita adalah persyaratan mutlak bagi para pendeta.



Jika para pendeta bersyukur dan memuji Tuhan serta merenungkan Firman Tuhan setiap 
hari, setelah dimurnikan oleh Roh Kudus, kita akan membuahkan hasil yang menakjubkan 
kemanapun kita pergi. Saya berdoa agar tak seorangpun dari kita yang membiarkan 
dirinya menjadi tidak murni dan menganggap semua yang kita lakukan hanya sekedar 
formalitas, tetapi saya berdoa agar kita dipenuhi oleh Roh Kudus dan menjadi 
katalisator yang murni yang dapat melakukan pekerjaan besar bagi Tuhan. 



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger 



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger 
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/teampdssurabaya/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke