Ketua Fatwa MUI : Haram Pilih SBY Jadi Presiden

Jakarta (SIB) 

Ini boleh jadi, sebagai peringatan bagi capres maupun cawapres dalam berkampanye. 
Menyangkut perjuangan umat Islam - sebagian kecil atau pun sebagian besar - seorang 
calon presiden tentu tak boleh sembarangan bicara. Tapi, justru kasus seperti inilah 
yang mungkin akan menjadi batu sandungan bagi capres dari Partai Demokrat, Susilo 
Bambang Yudhoyono. 

Sejumlah tokoh Islam dihubungi terpisah, Selasa (8/6) memberikan reaksi keras atas 
pernyataan Capres - ngetop dengan panggilan SBY - yang menolak penerapan syariah Islam 
di Indonesia. 

Saat berceramah di depan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) 
Ambon di Ambon, Senin (7/6). SBY mengatakan, pihaknya dengan tegas akan melawan setiap 
usaha menerapkan syariah Islam di Indonesia. 

Menurut para tokoh yang dihubungi, jika benar bahwa SBY akan memerangi kelompok 
masyarakat yang akan menerapkan syariah Islam, maka SBY tidak paham pasal 29 UUD 1945 
dan merusak demokrasi. 

“Saya minta SBY hati-hati. Jika tidak paham Islam, jangan bicara. Kalau dia 
menentang negara Islam, saya setuju namun jangan menentang penerapan syariah 
Islam”, kata pengasuh Pondok Pesantren Ashiddiqiyah Kebon Jeruk Jakarta, KH Noer 
Muhammad Iskandar SO di Jakarta, Selasa (8/6). 

Hal senada dikatakan Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat KH Ma’ruf Amin, Panglima 
Lasykar Front Pembela Islam (FPI) Dja’far Sidiq, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat 
Gerakan Islam Indonesia (GPII) Ahmad Toha Al Mansyur. 

HARAM DIPILIH JADI PRESIDEN 

Ma’ruf Amin menjelaskan, jika benar SBY mengatakan akan melawan kelompok 
masyarakat yang akan menerapkan syariah Islam, maka dia haram dipilih sebagai 
presiden. Bagaimanapun, syariah Islam tidak bisa dihapus seperti membayar zakat, 
menikah secara Islam, hukum waris, pengadilan agama dan lainnya. 

“Haram, memilih Capres yang menentang penerapan syariah Islam. Syariah Islam 
berarti hukum Allah yang harus ditegakkan di muka bumi”, kata Ma’ruf Amin. 

Ma’ruf menegaskan, jika benar SBY menentang penerapan syariah Islam, itu berarti 
ia terlalu berani melawan hukum Allah yang mutlak kebenarannya. 

“Bagaimana kelak jadi presiden, masih Capres saja sudah siap-siap akan melawan 
penerapan syariah Islam. Kalau begitu, jangan pilih dia. Haram hukumnya memilih Capres 
yang akan menentang penerapan syariah Islam”, kata Ma’ruf Amin. 

Noer Iskandar mengutarakan, penerapan syariah Islam merupakan bentuk ibadah untuk 
menjadi orang bertaqwa. Jadi, selama ada orang menentang penerapan syariah Islam maka 
berarti menghambat proses menjadi insan bertaqwa. 

“Ketuhanan Yang Maha Esa, juga bentuk penerapan syariah Islam. Lalu gimana, 
Capres kok tidak paham Pancasila dan UUD 1945”, kata Noer Iskandar. 

Sedangkan Dja’far Sidik dari FPI menilai, belum apa-apa SBY sudah merusak 
demokrasi. Dia tidak paham UUD 1945 lalu mau jadi presiden. Kalau begitu, dia sangat 
ngawur dan merusak demokrasi. 

“Saya yang dibawah saja paham demokrasi dan mengerti pasal 29 UUD yang menjamin 
kebebasan menerapkan ajaran agama sesuai dengan syariahnya. Masa, Capres nggak paham 
UUD”, kata Djafar Sidik. 

SIAP MELAWAN SBY 

Sementara Ketua Umum PP GPII Ahmad Toha Al Mansyur mengatakan, SBY harus memahami 
ajaran Islam mulai dari bawah sehingga tidak menyimpang dari prinsip-prinsip Islam. 
“Kalau dia sudah berani melawan penerapan syariah Islam, maka sama saja mengajak 
rakyat Indonesia untuk menjadi orang munafik. Saya juga siap melawan SBY”, kata 
Toha. 

Ia mengutarakan, orang yang menentang penerapan syariah Islam perlu diragukan 
keagamaannya. Bagi masyarakat muslim, menerapkan syariah Islam merupakan bentuk ibadah 
dan perwujudan seseorang dalam bertaqwa. “Karena itu, sangat disayangkan jika 
ada Capres akan melawan pada masyarakat bertaqwa”, kata Toha. (Tbt/Ant/c) 
sumber: http://www.hariansib.com/date09/hal1a.htm

Khairur Razi
Aligarh Muslim University
Uttar Pradesh, India

-- 
India.com free e-mail - www.india.com. 
Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, 
POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!

Powered by Outblaze


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke