Salam Indonesia,

Saya sepakat dengan Tajuk Republika ini. (Yan)

Rabu, 23 Juni 2004

Tak Perlu Asing Hadir di Selat Malaka 

Tak perlu negara-negara asing hadir secara fisik di kawasan Selat Malaka yang 
membatasi Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Di kawasan selat yang sangat strategis 
ini memang diperlukan kerja sama antarnegara, utamanya, tentu, negara-negara yang 
berkepentingan langsung dengan keberadaan selat ini. Khususnya karena ada bagian di 
selat sepanjang 900 km ini yang lebarnya hanya 24 km. Kerja sama dengan iktikad baik 
teramat diperlukan mengingat besarnya potensi konflik akibat pergesekan-pergesekan 
yang bisa saja timbul sesewaktu. Juga mengingat adanya dimensi baru dalam kejahatan 
internasional yang tidak mustahil terjadi di kawasan selat ini. 

Selat Malaka adalah alur penghubung yang menyingkat pelayaran antara dua samudera, 
yakni Pasifik dan Hindia, dan bermakna besar sekali bagi kepentingan ekonomis maupun 
militer. Tak mengherankan kalau sampai terjadi berkali-kali kecelakaan berupa kandas 
atau saling tabrak tanker minyak atau kapal lain di mulut selat. Begitu juga dengan 
gugus tugas militer secara berkala memanfaatkannya untuk pelayaran kapal-kapal 
perangnya dari Pasifik ke Hindia atau sebaliknya. 

Ketiga negara selat menyadari betul tanggung jawab pengelolaan alur tersebut, terutama 
penjagaan keselamatan pengguna-penggunanya. Bahwa kerja sama diperlukan dengan 
negara-negara lain memang benar. Ini bisa diwujudkan dengan pemberian bantuan berupa 
laporan intelijen, penermasaan (updating) peralatan, dan perlengkapan pengamanan 
selat, agar tidak sampai terjadi kecelakaan maupu aksi kejahatan. 

Bantuan juga akan diterima baik pemberantasan perompakan. Sudah tersohor sejak zaman 
dahulu kawasan Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan dan Timur sebagai wilayah 
perompak dan bajak laut yang tidak pandang bulu dalam mencari sasaran -- dari kapal 
ikan sampai kapal dagang. Untuk ini kapal-kapal patroli cepat sangat diperlukan dan 
pengerahan oleh ketiga negara akan meredam keresahan kalangan pelayaran. Tak hanya 
perompakan, kejahatan juga dilakukan oleh kapal-kapal nelayan asing yang mencuri ikan 
di lautan (Indonesia) tanpa izin. 

Tak kurang meresahkan ialah aksi penyelundupan. Segalanya diselundupkan, dari 
barang-barang elektronik, otomotif, narkoba, dan lainnya, sampai bayi-bayi dan manusia 
perahu. Kita tentu ingat manusia perahu dari Afghanistan dan Irak yang terdampar di 
Indonesia. Ratusan pulau di selatan selat juga merupakan surga bagi penyelundup sebab 
mereka bisa menghilang dari kejaran kapal-kapal bea cukai. Di kawasan Pulau Batam dan 
sekitarnya, ini merupakan pertarungan yang nyaris tiada akhir. 

Itu yang 'klasik', yakni, yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun lampau hingga 
entah kapan. Sekarang ada dimensi baru dalam penggunaan selat ini, yakni kemungkinan 
kaum teroris berulah di kawasan ini. Tak hanya di laut, kejahatan mereka bisa terjadi 
di laut dan darat, yakni di negara-negara di seputarnya. Kewaspadaan sangat perlu 
ditingkatkan untuk menangkal terorisme yang muncul dan raib macam hantu belau sambil 
meninggalkan jejak-jejak berdarah.

Banyak sekali pekerjaan rumah untuk menjaga keselamatan pelayaran di Selat Malaka -- 
lebih tepatnya pengaturan pemanfaatan kawasan laut di seputar selat itu. Negara-negara 
besar seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Republik Rakyat Cina tentu bisa sangat 
membantu dalam mewujudkan ketertiban pelayaran niaga, pencarian ikan, dan lain-lain 
penggunaan yang sah, serta pemberantasan aksi kejahatan di laut maupun penangkalan 
aksi teror. 

Namun bantuan itu tidak perlu diwujudkan dengan kehadiran fisik unit-unit 
negara-negara itu di kawasan ini. Percayakan langkah itu kepada negara-negara 'penjaga 
selat'. Negara-negara itu cukup memberi bantuan berupa laporan intelijen serta 
peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Ketiga negara Selat Malaka sanggup menjaga 
keamanan alur pelayaran yang strategis ini.


http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=164587&kat_id=17


Sampai jumpa lagi, 

Yan Santosa EP  
MA. Political Science
University of Annamalai
India.
 


Yahoo! India Matrimony: Find your partner online.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke