Bung IzaM,

it's just a joke   ne   .....

tapi saya tidak sependapat kalo ada seorang ilmuwan yang bekerja
dibidangnya
disebut melacur, apalagi mereka dibayar karena intelektual mereka.....
yang disebut
melacur  apabila hasil penelitian mereka dilacurkan atau dijual kepada
orang lain yang
sebenarnya tidak membayar mereka,

mereka bagaikan seorang putri yang dipinang bukan karena kecantikannya
tetapi karena
intelektualitasnya. ....so kalo sudah dipinang dan kemudian memberikan
hasil intelektualitasnya
kepada pihak lain  mungkin ini yang disebut melacur.

siapapun bisa membayar mereka,... para ilmuwan tersebut untuk suatu
penelitian yang sesuai
dengan bidang mereka. tapi nilai moral harus dijunjung tinggi untuk tidak
memberikan hasil
penelitian tersebut pada pihak lain.  kalau demikian jadilah mereka jatuh
kelembah nista a moral.

begitulah bak wanita cantik mereka setia melayani setiap pria yang berani
membayar
lebih mahal dan menjaga etika profesi mereka.  jadi hanya yang berani bayar
mahal saja
yang dilayani   ..   he he  he


tahu  nggak beda  pelacur dengan ilmuwan,  walaupun sama-sama nikmat,
kalau  pelacur bisa menghasilkan penyakit,  tapi ilmuwan biasanya
menghasilkan obat
untuk membasmi penyakit tersebut, contohnya  "AID'
jadi sama-sama  mereka dibayar  tapi  bukan black mail-lah  he  ..he   he
mungkin  mereka   bekerja sama   ne   ......

dan ternyata dalam bidang profesi  mereka  tidak mempunyai etika moral
(agama)
benar  nggak  yah  ...    soale cloning manusia aja   jalan  terus
....apalagi kalau cuma
dibayar oleh politikus   he   he   he


Bung IzaM   kapan   nih   ...   selesai  study  ..   than be an intelectual
...


Wassalam

Yustam




----"Zamhasari Jamil"<[EMAIL PROTECTED]>



Salam,

Bung Yustam,

Praktek cendikiawan ataupun ilmuan yang menikmati usahanya itu dan
demi kepentingan sekelompok orang itulah yang disebut
sebagai "Pelacur Intelektual".

Dan di Indonesia, gejala yang semacam itu sudah berlangsung sekian
lama, tapi selama ini hal yang semacama itu memang ditutup rapat.
Sekarang praktek-praktek melacurkan intelektualitas itu sendiri sudah
mulai terdengar nyaring. Apalagi adanya tuntutan untuk menjadi
seorang "ternama" baik dari segi "isi kantong" dan "isi kepala".

Tak heran, bila para pejabat yang kantongnya berisi membeli tulisan
seorang intelektual guna dipublishkan. Dan seorang intelektual yang
sedari awal sudah harus siap untuk hidup miskin rela "melacurkan"
keilmuannya itu. Sayang memang, tapi itulah seninya kehidupan.

Wassalam,

IzaM -

--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> wah  ini kayak  joke nya para ilmuwan,
>
> bahwa ilmuwan dan pelacur itu sebenarnya sama,
> ....   sudah enak dibayar lagi,
>
> artinya seorang ilmuwan meneliti merupakan kerja yang
mengasyikkan dan
> nikmat,
> sedang perempuan yang melacur tentu menikmati pekerjaannya.
>
> jadi ilmuwan itu bukan mucikari, tapi pelacur
> he  ...  3x
>
> kalo nggak percaya  tanya sama om Einstein  deh ....
>
> salam
> Yustam
>
>
>
>
> ------Khairur Razi <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>
> Dear friends,
>
> Menarik ucapan Syafii Maarif ttg godaan politik bagi para cendekiawan.
> soalnya skrg ini banyak kalangan intelektual muda yg lagi naik daun
pada
> jadi "mucikari" para politisi: ada yg jadi tim sukses capres tertentu;
ada
> juga yg jadi tukang buatin artikel tokoh2 tertentu yg namanya ingin
tampil
> di kolom2 opini media tanah air, dll.
>
> ttg kalangan intelektual muda tukang buatin artikel bapak2
pejabat/politisi
> ini saya baru tau dari bisikan seorang diplomat kbri new delhi. bapak
ini
> menyebut mereka sebagai "pelacur intelektual".
>
> anyway, selamat menikmati hari yg panas ini (di india). di indo lagi
hujan
> nggak ya?
> (razi, riau)
>
>
> Cendekiawan, Godaan dan Pilihannya
>









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke