http://www.indomedia.com/sripo/2004/06/24/2406uta2.htm
Fatwa Gus Dur Warga NU-PKB Dukung Wiranto JAKARTA, SRIPO � Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara mengejutkan akhirnya menganjurkan warga NU dan massa PKB, mendukung pasangan Wiranto-Solahuddin Wahid (Gus Solah). Dia menilai, kecuali pasangan Capres-Cawapres Partai Golkar-PKB, Wiranto-Gus Solah, tidak ada yang layak memimpin Indonesia. �Capres lain kerap kali melakukan tindakan yang merugikan umat dan membohongi publik. Warga NU-PKB harus memilih Wiranto-Gus Solah. Hanya pasangan ini yang layak memimpin Indonesia,� tandas Gus Dur di depan ratusan ulama muda dalam forum Silaturrahmi Kiai Muda Pesantren Se-Jawa, di Pondok Pesantren Madratasul Qur�an, Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, Rabu (23/6) Meski mengaku tetap Golput, Gus Dur meminta warga NU-PKB memilih Wiranto-Solah. Kehadiran Gus Dur tidak disambut sesepuh Tebu Ireng yang juga pamannya, KH Yusuf Hasyim (Pak Ud). Disebutkan, Pak Ud sedang ke Jakarta memprotes perihal pemasangan gambar pendiri NU, KH Hasyim Asy�ari ke KPU, karena dijadikan alat peraga kampanye Mega-Hasyim. Gus Dur yakin, Capres-Cawapres yang akan berhasil masuk ke putaran kedua hanya Wiranto-Solah dan SBY-Kalla. Meski begitu, dia anjurkan seluruh warga NU-PKB memberikan suara kepada pasangan Wiranto-Solah. Gus Dur mengakui, Wiranto-Solah yang dicalonkan Partai Golkar dan PKB, secara or-ganisatoris jauh lebih baik dan tertata rapi dibanding PDI-P. Dengan realitas politik seperti itu, sangat aneh dan tidak ma-suk akal jika NU masih berusaha berpolitik praktis dengan mendukung pasangan Mega-Hasyim. Sementara Sekjen DPP PKB Muhaimin Iskandar yang mendampingi Gus Dur menyatakan, partainya secara resmi telah menginstruksikan semua fungsionaris partai mendukung pasangan Wiranto-Gus Solah dan dilarang keras terlibat dalam tim sukses atau kampanye Mega-Hasyim. �Jika mendukung pasangan lain, dipersilakan mengundurkan diri atau akan diberhentikan sesuai mekanisme partai,� tegasnya. Sejumlah pengurus PKB yang secara terang-terangan mendukung Mega-Hasyim adalah DPW PKB Sumatera Utara, DPC PKB Jakarta Utara, an DPC Garda Bangsa Mojokerto. �Semua fungsionaris dan jajaran PKB yang melanggar instruksi ini akan dikenai sanksi pemecatan,� ujar Muhaimin. Tak Berniat Secara terpisah, Ketua Umum DPP PKB Alwi Shihab yang giat mendukung Wiranto-Gus Dolah menyatakan yak berniat mengkhianati Gus Dur. dalam jumpa pers di kantor DPP PKB, Jl Kalibata, Jakarta, Kamis, Alwi menilai, Gus Dur telah mendapat masukan politis yang kurang akurat, sehingga membuat pernyataan seperti itu. Alwi mempertanyakan mengapa hanya tiga orang petinggi PKB yang kena tunjuk Gus Dur. �Kan masih ada yang lain seperti Mahfud MD, Muhaimin Iskandar. Jadi, pasti ada motif tertentu. Apa yang dua orang itu juga tidak cari posisi?,� tanya Alwi. Mantan Menteri Luar Negeri itu menuturkan, sebelumnya telah melakukan klarifikasi dengan Gus Dur. Alwi bertanya apakah Gus Dur marah dengan dirinya, sehingga membuat tulisan seperti itu. Gus Dur, kata Alwi, menjawab tidak. Alwi lantas menyatakan, pernyataan Gus Dur itu sudah sangat mengganggu. Namun, Gus Dur lalu menjawab Alwi telah melakukan ketidakpatutan dengan menyatakan mendukung Wiranto sebelum KPU menolak pencapresan Gus Dur. �Saya lalu minta maaf dan melakukan klarifikasi kepada Gus Dur bahwa pernyataan mendukung itu hanya respon dari rapat di Langitan. Saya ditanya wartawan, bahkan ucapan dukungan itu yang pertama kali mengeluarkan adalah Pak Mahfud,� tandas Alwi. Mbelot Sementara mantan peserta Konvensi Capres Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical), membelot dari �Beringin� dan mendukung Capres PAN Amien Rais yang berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo sebagai Cawapres pada Pilpres 5 Juli. Meski Ical mengaku dukungan itu sebagai pribadi, Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung mengancam akan menindak keras kepada fungsionaris partai yang tidak loyal. Kepada pers di Banjarmasin, Rabu (23/6), Akbar memberi waktu kepada semua fungsionaris DPP Golkar yang mendukung atau menjadi tim sukses Capres lain hingga 30 Juni. Jika tetap menjadi tim sukses Capres lain dan tidak mengundurkan diri dari DPP, maka kepada mereka akan ditindak tegas. Di Jakarta, Ketua DPP Partai Golkar, Marzuki Darusman, membenarkan Ical mendukung Amien Rais. Tapi, dukungan Ical kepada Amien bukan pembelotan, karena atas nama pribadi. �Selama Ical tidak menganjurkan dan tidak membawa nama lembaga (Golkar) untuk mendukung salah satu Capres, itu hak pribadinya. Dan bagi kita itu bukan masalah yang perlu dikhawatirkan,� ujar mantan Jaksa Agung ini. Pernyataan Marzuki itu menanggapi dukungan Ical kepada Amien Rais. Dukungan mantan peserta Konvensi Capres Partai Golkar itu disampaikan Senin (21/6) malam. �Orang sebaik itu perlu didukung,� kata Ical kepada pers, usai mendampingi Amien Rais meresmikan Kedai Rakyat Amien-Siswo-no di Jl Panglima Polim IV, Jakarta Selatan. Mbalelo Dipecat Akbar kembali menegaskan dukungannya kepada Wiranto-Gus Solah. Dia bahkan mengaku telah mengeluarkan surat edaran meminta jajaran di propinsi, kabupaten/kota serta para Caleg Golkar se-Indonesia mendukung Wiranto-Gus Solah. Ia menyatakan akan memecat fungsionaris Golkar yang mendukung Capres lain. Akbar mendesak fungsionaris Golkar --yang mendukung Capres lain-- mengundurkan diri sebagai pengurus atau anggota partai. �Paling tidak nonaktif dari kepengurusan,� ungkap Akbar. Itu sebabnya, keseriusan dukungan Golkar terhadap pasangan Wiranto-Gus Solah tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal ia sebagai ketua umum selalu mendampingi Wiranto berkeliling Indonesia. �Saya telah instruksikan jajaran dan simpatisan Golkar agar tidak ragu mendukung Wiranto-Gus Solah,� papar Akbar. Bentuk keseriusan dukungan itu sekaligus menepis isu yang menyatakan Golkar setengah hari mencalonkan Wiranto-Gus Solah. Rabu pagi, Akbar mengaku telah meneken surat edaran bagi jajaran Golkar di propinsi dan kabupaten/kota serta para Caleg. (jbp/yat/k4/sry) Tim Wiranto Jatim Minta Dana Rp 50 M JAKARTA, SRIPO � Tim Sukses Wiranto-Salahuddin Wahid (Gus Solah) menilai, permintaan Wakil Ketua Tim Sukses Wiranto Jawa Timur, Ridwan Hisyam yang meminta dana Rp 50 miliar untuk keperluan kampanye, tidak realistis dan berlebihan. �Golkar itu kan mau bekerja kalau ada dana. Kelihatannya, iklimnya begitu. Kalau tidak ada dana nggak mau jalan. Kalau dana sedikit itu kan relatif,� ujar Wakil Ketua Tim Media WW Pusat, Karna B Lesmana, yang juga Bendahara Tim Sukses Wiranto menjawab Sripo, Rabu (23/6). Dengan nada sinis, Karna mengatakan, kalau dana kampanye yang dikucurkan berlebihan, justru tidak akan sampai ke bawah. �Itu pasti dan saya tahu,� ujar Karna, seorang pengusaha yang sering mengumpulkan rekan-rekannya sesama pengusaha ini agar mendukung Wiranto-Solah ini. Meski begitu, ia menambahkan, ada sebagian (mesin politik Golkar) jalan walu dana sangat minim. Namun, kata dia, ada juga yang tidak mau jalan kalau tidak mendapat dana. �Dana memang terbatas. Betul itu. Bapak (Wiranto) sendiri kan tidak mau mendapat dana dari para konglomerat hitam. Mereka (konglomerat hitam) maunya ketemu (Wiranto). Bapak malah bilang, kalau maunya begitu (ketemu) mending tidak jadi (presiden) tak apa-apa,� paparnya. DPD Golkar mana saja yang tidak mau jalan karena mendapat dana sedikit? Ia mengaku tidak hafal. Namun, ia mengingatkan, jumlah DPD II Golkar itu mencapai sekitar 400-an. Menurutnya, kalau mereka minta dana besar, maka sangat tidak realistis. Ridwan Hisyam yang juga ketua DPD Golkar Jawa Timur berterus terang bahwa Tim Sukses Wiranto Jatim butuh gerojogan dana Rp 50 miliar guna menyukseskan menjadi presiden dan wakil presiden. Pernyataan Ridwan ini juga mendapat kritik tajam sesama fungsionaris DPD Golkar Jatim, karena dinilai tidak etis. Sebab, persoalan dana itu adalah persoalan internal. Lebih lanjut Karna B Lesmana mengatakan, meski dana terbatas namun dia menilai popularitas Wiranto makin naik. Ia memberi contoh, para pengusaha di Jateng dan Jatim yang semula ragu, kini malah memberikan dukungan kepada Wiranto. �Beberapa teman pengusaha mengatakan, bahwa dukungan di Jawa bagus. Saya sendiri melihat bahwa dukungan kepada Bapak di Jateng dan Jatim memang bagus. Luar Jawa kan memang sudah bagus,� ujar Karna. Ia mengaku yakin kalau Wiranto-Solah akan masuk ke putaran kedua. Ia menilai, lawan di putaran kedua yang paling mudah dikalahkan adalah Megawati-Hasyim Muzadi. �Lebih enak nanti lawannya Mega. Kalau Mega, Bapak pasti bisa lebih mudah menangnya,� ujarnya. Mesin Politik Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Bomer Pasaribu mengakui mesin politik Golkar untuk memenangkan pasangan Wiranto-Solah tidak bisa bergerak dengan cepat bahkan macet di tingkat desa hampir di seluruh Indonesia. �Kita memang kekurangan dana, itu betul. Tapi, mesin politik tetap berjalan. Kalau dana cukup akan lebih cepat. Dana yang ada ini tidak sampai ke desa,� ujar Bomer berterus terang dalam menjawab Sripo. Ia mengakui, bahwa kampanye yang tidak sampai ke desa merupakan fakta riil dalam kampanye Wiranto-Solah. �Ya ini apa adanya. Kita jadi lemah, misalnya dibanding dengan presiden yang berkuasa ini,� ujar dia. Meski begitu, tambahnya, Golkar sebenarnya memiliki lo-yalis pemilih. Artinya, meski tidak ada dana, tapi loyalis pemilih itu akan mengikuti keputusan Golkar. Loyalis Golkar, menurutnya, sebanyak 70 persen dari perolehan suara dalam Pemilu Legislatif lalu yang total mendapat sekitar 23 juta suara. �Kemudian di PKB ada tradisional pemilih, maka apapun yang terjadi maka dia akan tetap memilih. Keduanya dipadukan, yah kita optimislah lolos ke putaran kedua,� tambahnya. Optimis mendapat berapa suara? Ia mengatakan, suara yang diharapkan dari Golkar, PKB, dan lima partai kecil lainnya. �Kalau yang diharapkan dari loyalis dan tradisional pemilih, kita harapkan mendapat 37 juta sampai 40 juta suara. Ini syarat lolos putaran pertama,� ujarnya. Pengamat politik CSIS Dr Indra J Piliang mengakui, pernyataan Bomer Pasaribu bahwa mesih politik Golkar macet di banyak tempat dalam pemenangan Wiranto-Wahid, adalah benar. Sebab, kata dia, mesin politik Golkar itu sudah tidak efektif lagi untuk mengerahkan massa dalam pemilihan presiden langsung. Mesin politik itu hanya berlaku untuk dipakai dalam Pemilu Legislatif. �Kalau dia (Bomer) mengatakan mesin politik Golkar macet di banyak tempat, itu benar. Karena, memang mesin politik itu tidak efektif untuk mengge-rakkan massa dalam pe-me-nangan Wiranto sebagai calon presiden,� tegasnya kepada Sripo. (jbp/ars/aw) Khairurrazi Aligarh Muslim University Uttar Pradesh, India -- India.com free e-mail - www.india.com. Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes! Powered by Outblaze ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

