Catatan  A. Umar Said

(tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak/ )



                     SIAPAKAH AKAN JADI PRESIDEN RI?

                    ===============================





Meskipun hiruk-pikuk kampanye pemilihan presiden masih terus berlangsung,
kita mendapat kesan bahwa banyak orang mulai jenuh,  bahkan muak, dengan
kebanyakan isi dan cara kampanye yang diselenggarakan oleh para pendukung
Mega-Hasyim, Wiranto-Salahudin Wahid, SBY-Jusuf Kalla, Amien Rais-Siswono,
dan Hamzah Haz-Agum. Karena, seperti yang bisa kita amati bersama, dalam
banyak kampanye yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia itu para
capres dan wacapres telah mengumbar banyak janji yang muluk-muluk atau tidak
realis, dan penuh kebohongan,  serta  memberikan gambaran palsu tentang masa
depan negara dan bangsa, kalau mereka nanti terpilih jadi presiden.



Padahal, kalau direnungkan dalam-dalam, problem-problem gawat dan penyakit
parah yang dihadapi   negara dan bangsa kita dewasa ini adalah sedemikian
banyaknya dan sedemikian rumitnya, sehingga siapapun yang akan terpilih
menjadi presiden dan wakil presiden, akan menghadapi banyak sekali
kesulitan. Kerusakan negara dan kebobrokan bangsa sudah begitu parahnya,
sehingga kita sama sekali tidak boleh atau tidak bisa mengharapkan akan
adanya perbaikan besar-besaran dalam waktu 5 tahun yang akan datang.
Karenanya, banyak orang memandang segala ucapan para capres dan wacapres
selama kampanye itu dengan kritis sekali, atau dengan kecurigaan atas
kejujuran mereka, atau bahkan dengan kejengkelan dan kemarahan.





KEKOSONGAN KEPEMIMPINAN NASIONAL



Karena, boleh dikatakan bahwa pembusukan yang diakibatkan pemerintahan Orde
Baru selama 32 tahun sudah merajalela secara parah dan ganas di semua bidang
kehidupan bangsa, sehingga banyak problem-problem rumit sulit diatasi dewasa
ini.  Ketika kita menghadapi banyak kesulitan besar dan masalah-masalah
pelik ini terasa sekali bahwa bangsa kita tidak memiliki kepemimpinan
nasional yang cukup berwibawa, yang dihormati oleh sebagian terbesar rakyat,
yang jujur dan bersih, yang bisa merupakan pemersatu bangsa, yang mempunyai
dedikasi yang jelas kepada kepentingan rakyat, yang hidupnya dibaktikan
kepada nusa dan bangsa. Kita pernah mempunyai pemimpin  bangsa yang memiliki
sifat-sifat demikian, yaitu Bung Karno. Tetapi Bung Karno telah dikhianati
dan dihancurkan oleh Suharto beserta para pendukungnya, yang bersekongkol
dengan kekuatan kubu AS dalam rangka perang dingin waktu itu. Sejak naiknya
Suharto di panggung kekuasaan, segala cita-cita baik yang diperjuangkan para
perintis kemerdekaan dicampakkan atau dirusak oleh Orde Baru.



Dewasa ini terasa sekali bahwa persatuan dan kesatuan negara Republik
Indonesia mengalami gangguan, akibat salah urus rezim militer. Ini bisa kita
saksikan di Aceh,  Poso (Sulawesi), Maluku, Irian Barat (Papua).
Masalah-masalah pelik dan rumit juga timbul di sebagian kalangan Islam,
dengan munculnya aliran fondamentalis dan grup-grup yang mendukung
terorisme. Otonomi daerah telah digunakan oleh orang-orang yang bermental
busuk untuk melakukan korupsi besar-besaran dan menyebarkan racun kesukuan
atau perasaan kedaerahan yang negatif.



Kacau-balaunya banyak soal-soal penting dalam urusan negara disebabkan
kerusakan mental atau kebejatan akhlak kalangan elite, yang menduduki
jabatan-jabatan penting di bidang eksekutif, legislatif dan judikatif.
Karena itulah rule of law tidak berjalan seperti semestinya, dan dalam
banyak kasus sudah berbalik menjadi �law of the rulers�. Hukum bisa
dilumpuhkkan oleh uang haram.  Hakim dan jaksa banyak yang bisa �dibeli�,
dan sebagian aparat kepolisian, imigrasi dan bea-cukai mudah disuap.





KEBEJATAN AKHLAK DAN UTANG YANG MENUMPUK



Kebejatan akhlak yang sudah melanda secara parah di kalangan para elite ini
tidak akan mudah diperbaiki oleh presiden  yang akan terpilih nantinya.
Sebab, kebejatan akhlak inilah yang sudah melahirkan kebudayaan korupsi di
kalangan pejabat dan membikin busuk banyak tokoh politik,  tokoh agama atau
berbagai tokoh masyarakat lainnya. Pembusukan di begitu banyak bidang ini
membikin banyak orang menjadi pesimis dan prihatin akan hari depan bangsa
dan negara. Banyak orang sudah putus asa, atau menyerah saja kepada takdir.
Ada pula sebagian orang yang sudah tidak bisa melihat adanya kemungkinan
untuk memperbaiki keadaan parah ini kecuali dengan mengadakan revolusi !



Sebab, problem-problem besar yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita
adalah betul-betul parah dan gawat. Contohnya : Utang luar negeri RI sampai
bulan Maret 2004 tercatat 136 milyar dollar AS (Jakarta Post, 7 Juni 2004).
Jelaslah bagi semua orang, bahwa utang yang sebesar itu adalah beban yang
tidak ringan bagi rakyat, termasuk bagi anak cucu kita. Utang sebesar 136
miliar dollar AS (artinya 136 000 juta atau 136 000 000 000 dollar) itu
kalau dihitung dalam Rupiah merupakan angka-angka yang sungguh mengerikan.
(Kalau satu dollar AS = Rp 9.000, maka utang luarnegeri kita adalah Rp 9000
x 136 000 000 000=  Rp 1224 000 000 000 000. Satu jumlah yang besarnya sulit
bisa kita bayangkan !).   Yang perlu diperhatikan lagi dalam hal ini adalah
kenyataan bahwa sebagian besar dari utang itu timbul karena berbagai
salah-urus dan penyelewengan para tokoh (pemerintah dan swasta) yang
bermental busuk.



Yang sangat menyedihkan lagi yalah walaupun utang kita sudah begitu besar,
banyak tokoh-tokoh kita yang tidak segan-segan terus mencuri kekayaan negara
dan rakyat. Menurut Kejaksaan Agung, antara Januari 2002 dan April 2004
telah diperiksa 1 194 kasus korupsi yang menyebabkan negara dirugikan
sebesar Rp 22 trilyun (atau 2, 35 miliar dollar AS) selama dua tahun itu.
(Jakarta Post 18 Juni 2004).  Kalau kita amati bahwa korupsi ini dilakukan
oleh orang-orang yang umumnya sudah bisa hidup enak atau mewah, maka akan
kelihatan betapa sudah parahnya kebejatan akhlak banyak elite kita ini.
Mereka korupsi bukan karena kebutuhan dasar yang mendesak, melainkan untuk
menumpuk kekayaan atau hidup secara mewah  dengan jalan  haram.





BEGINIKAH MUTU �WAKIL RAKYAT� KITA ,



Bisa kita duga bahwa apa yang telah bisa diperiksa atau ditangani oleh
Kejaksaan Agung itu baru sebagian kecil dari ribuan (bahkan puluhan ribu)
kasus korupsi lainnya yang terjadi di seluruh Indonesia, baik di tingkat
propinsi, kabupaten, kota, maupun kecamatan.  Di antara korupsi yang
mencerminkan kebobrokan akhlak ini adalah yang dilakukan oleh apa yang
dinamakan �wakil rakyat� yang tergabung dalam DPR atau  berbagai DPRD
propinsi,  kabupaten dan  kota.  Kejaksaan Jawa Tengah di Semarang telah
menyelidiki penyelewengan anggaran oleh sejumlah anggota DPRD propinsi.
Demikian juga di kota Bandung, sejumlah angota DPRD digugat oleh sebuah
Ornop (Bandung Institute of Governance Studies) atas terjadinya
ketidakberesan dalam anggaran tahun 2001 dan 2002. Hal yang sama juga
terjadi di Kalimantan Timur di mana uang sebesar Rp 5,4 miliar dalam
anggaran pemerintahan propinsi menjadi persoalan.



Menurut Jakarta Post 18  Juni 2004, Kejaksaan Agung telah menindak kasus
korupsi yang dilakukan oleh para �wakil rakyat� dari kalangan DPRD

1. Kabupaten Padang

2. Propinsi Sumatra Barat

3. Kabupaten Payakumbuh

4. Kota Cirebon Cirebon

5. Kabupaten Garut

6. Kabupaten Ciamis

7. Kota Bandarlampung

8. Propinsi Sumatera Selatan (Palembang)

9. Kabupaten Singkawang

10. Kabupaten Pontianak

11. Kabupaten Banda Aceh

12. Propinsi Jawa Tengah

13. Propinsi Kaltim

14. Kabupaten Kutai Timur





PRAKTEK-PRAKTEK BURUK AKAN BERLANGSUNG  TERUS



Kebejatan moral atau kerusakan akhlak di kalangan politisi yang tergabung
dalam berbagai partai politik dan menduduki DPR (dan banyak DPRD) ini juga
tercermin dari cara kerja dan cara hidup mereka. Sudah menjadi rahasia umum
bahwa banyak sekali dari wakil rakyat ini yang sebelum menjadi anggota badan
legislatif (di Jakata atau di daerah) hidupnya pas-pasan saja, tetapi
menjadi kaya raya dalam tempo sebentar setelah diangkat menjadi �wakil
rakyat�. Pembusukan yang terjadi di kalangan legislatif adalah ukuran betapa
buruknya mutu kehidupan politik dan moral bangsa kita. (Ingat, antara lain
: hiruk pikuk soal kapal tanker Pertamina, yang menyangkut kebersihan
puluhan anggota parlemen).



Pemilu 5 tahun yang lalu telah melahirkan badan legislatif pusat dan daerah
yang kwalitasnya sudah bisa sama-sama kita saksikan selama ini. Dan amat
menyedihkan bahwa dari pemilu lesgislatif yang baru saja diadakan tahun ini
juga tidak banyak harapan akan terjadinya perbaikan atau perobahan yang
mendasar, terutama yang berkaitan dengan moral atau akhlak. Sudah bisa
diperkirakan bahwa DPR (dan DPRD berbagai tingkat) yang akan datang akan
terdiri dari banyak wakil-wakil partai politik yang akan meneruskan
praktek-praktek buruk di masa lalu. Dengan komposisi yang  mencerminkan
hasil pemungutan suara dalam pemilu legislatif tahun 2004 itu, DPR (dan
DPRD) akan tetap menjadi tempat untuk dagang sapi, dagang projek, dagang
anggaran, pembagian kekuasaan, pembagian uang haram.





PROBLEM-PROBLEM BESAR YANG KITA HADAPI



Padahal, terlalu banyak pekerjaan-pekerjaan besar dan soal-soal serius yang
harus diselesaikan bersama-sama. Contohnya, menurut suratkabar Straits Times
8 Juni 2004, Indonesia sudah mernjadi eksportir terbesar palacur muda
(termasuk anak-anak) di dunia. Sekitar 70.000 anak perempuan telah
diperdagangkan ke luarnegeri sebagai pelacur di Malaysia, Thailand, Jepang,
Hongkong, Singapura dan Australia. Dari pelacur yang jumlahnya ditaksir
400.000 di seluruh Indonesia, setengahnya adalah anak-anak perempuan di
bawah umur 18 tahun. Di samping itu ditaksir ada 3 juta sampai 6 juta anak
yang terlantar dan tidak mendapat perawatan orang tua.



Contoh lainnya, ialah soal pengangguran yang sangat tinggi di Indonesia.
Dewasa ini ditaksir ada 42 juta  orang yang menganggur, artinya tidak punya
pekerjaan dan penghasilan yang tetap.  Pengangguran ini akan terus-menerus
menjadi sumber frustrasi bagi banyak orang, karena tiap tahun ada tambahan
penganggur sebanyak 2,5 juta orang. Pengangguran terbuka (artinya
orang-orang yang sama sekali tidak punya pekerjaan) sudah mencapai lebih
dari 10 juta orang, sedangkan lebih dari 31 juta orang dalam keadaan
setengah menganggur.



Menurut angka-angka  Bank Dunia (World Bank) separoh dari penduduk Indonesia
hidup di bawah 2 dollar AS seharinya. Penduduk Indonesia termasuk yang
termiskin di kawasan Asia Tenggara. Angka kematian bayi di Indonesia dua
kali lipat dari pada di Filipina dan  5 kali lipat dari pada Vietnam (Radio
Australia 2 Juni 2004).



Dari sebagian kecil persoalan-persoalan yang dicantumkan di atas itu saja
sudah tergambar betapa besar masalah-masalah  serius yang dihadapi bangsa
kita. Belum lagi soal-soal lainnya, umpamanya bidang pendidikan yang makin
sulit bagi generasi muda kita, bidang kesehatan untuk rakyat kecil. Ditambah
lagi perlunya pemberesan di kalangan militer dan kepolisian, yang
betul-betul sangat membutuhkan perombakan mental. Di bidang perekonomian
terasa perlunya ada dobrakan-dobrakan baru sehingga para pengusaha bisa
memainkan peran mereka yang positif. Kesejahteraan buruh dan tani juga perlu
ditingkatkan.





MANA YANG EMAS DAN MANA YANG LOYANG ?



Apakah dari capres dan cawapres yang akan �bertarung� dalam pemilihan itu
nantinya ada yang bisa diharapkan bisa menangani persoalan-persoalan besar
dan rumit itu semuanya ? Kita semua bisa mempunyai penilaian yang
berbeda-beda, tentang kemampuan dan mutu mereka masing-masing.  Tetapi, dari
sepak-terjang atau sejarah hidup mereka selama ini, sedikit banyaknya kita
sudah melihat mana saja yang emas dan mana yang loyang. Dari sikap mereka
selama ini sudah bisa ukur apakah mereka betul-betul membela HAM, dan apakah
mereka sungguh-sungguh memperjuangkan reformasi dan membela demokrasi.



Siapa pun yang akan menjadi presiden (dan wakil presiden) nantinya, satu hal
sudah jelas, yaitu bahwa seluruh kekuatan demokratis di Indonesia akan tetap
mempunyai tugas besar (bahkan makin penting !) dalam menggalang dan
mengkonsolidasi barisannya. Sebab,  siapa pun jadi presiden berbagai
persoalan dan kesulitan parah akan tetap timbul, termasuk penyelewengan dan
pembusukan. Kerusakan dan  pembusukan yang sudah ditimbulkan oleh rezim
militer Orde Baru (dan diteruskan oleh pemerintahan-pemerintahan berikutnya)
sudah sedemikian parahnya dan sedemikian luasnya, sehingga presiden yang
mana pun tidak akan bisa memperbaikinya dalam waktu yang singkat. Apalagi,
kalau presidennya adalah orang yang moralnya tidak luhur!



Dan dalam keadaan di mana bidang eksekutif, legislatif dan judikatif sudah
tidak berdaya lagi untuk melawan pembusukan, maka tugas mulia ini jatuh di
pundak seluruh kekuatan demokratis rakyat dalam masyarakat. Urusan negara
dan bangsa tidak bisa (dan tidak boleh !!!) diserahkan begitu saja
mentah-mentah kepada para pejabat dan �wakil rakyat�, apalagi kalau sudah
terbukti bahwa mereka tidak jujur dalam pengabdian mereka kepada kepentingan
rakyat. Rakyat berhak dan bahkan berkewajiban mengontrol mereka, dengan
berbagai cara dan berbagai jalan.



Paris 25 Juni 2004


































[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke