SURAT DARI PARIS:

MARYAM RAJAVI DAN KASUSNYA

Memandang wajah yang ayu, sorot mata dan gerak-geriknya, langsung kita rasakan adanya 
api berkobar di hati perempuan Iran , isteri Rajavi orang  pertama pasukan Moudjahidin 
ini. Dan api ini menghangati orang-orang di sekitarnya, orang-orang Iran yang 
bekerjasama dengannya,  termasuk orang sedang berbicara dan berhadapan dengan dia. 

Pada tahun-tahun pertama Shah Iran digulingkan, Rajavi kembali ke tanahairnya dari 
Perancis, negeri eksilnya selama bertahun-tahun, bersama Ayatolah Khomeny. Kemudian 
Bani Sadr, teman dekat mantan Perdana Menteri Perancis, Lionel Jospin, di organisasi 
Pusat Penelitian Anti Imperialis, [Cedetim], Paris, juga teman dekat Rajavi, terpilih 
menjadi Presiden Iran. Rajavi, komandan Moudjahidin Iran, pada masa Bani Sadr, menjadi 
orang utama di kementerian pertahanan.  Tapi Iran terus bergolak, imbangan kekuatan 
berobah. Bani Sadr digulingkan dan terpaksa kembali menjadi eksil di Perancis. 
Demikian juga  Rajavi. Bedanya, tak berapa lama, Rajavi kembali ke Iran, menyatu 
dengan  pasukannya. Maryam Rajavi, isterinya tetap tinggal di Perancis, di 
Auvers-sur-Oise memimpin langsung "Conseil National de la  R�sistance Iranienne" 
[CNRI, Dewan Nasional Perlawanan  Iran] di luar negeri. Maryam adalah presiden, orang 
pertama CNRI.  Sejak itu Maryam terpisah secara geografis dari suaminya.

Setahun lalu, ketika partai-partai kanan kembali memerintah di Perancis, 164 aktivis 
L'Organisation des Moudjahidines du Peuple Iranien [OMPI], bagian dari CNRI pada 17 
Juni 2003, telah ditangkap, termasuk Maryam Rajavi sendiri. Maryam sempat beberapa 
saat meringkuk di rumah tahanan polisi Perancis dengan tuduhan sebagai pimpinan 
"organisasi yang mempunyai hubungan teroris".  Bahkan sebelas orang dari aktivis OMPI 
ini  digolongkan sebagai "teroris" [Lihat:Harian Le Monde, Paris, 19 Juni 2004].  

Bersama kekuatan kiri Perancis, orang-orang Iran di Paris melakukan unjuk rasa 
memprotes penangkapan ini. Maryam akhirnya dikeluarkan dari penjara pada 2 Juli 2003 
dan tegas mengatakan "Saya tidak bersalah!Saya tidak melanggar hukum apapun". Dasar 
tuduhan "teroris" dan "mempunyai hubungan dengan organisasi teroris" ini berawal dari 
penggeladahan kantor pusat CNRI di Auvers-sur-Oise oleh polisi. Dalam penggeledahan 
ini polisi menemukan uang organisasi CNRI dalam jumlah besar. Tapi polisi sama sekali 
tidak menemukan sepucuk senjata jenis apapun di kantor CNRI. Juga tidak mendapatkan 
secarik kertas dokumen apapun yang menunjukkan yang menunjukkan bahwa CNRI dan OPMI 
sedang merancangkan tindakan teror.Polisi berimajinasi bahwa uang dalam jumlah besar 
ini digunakan untuk merancangkan tindakan-tindakan teror. Tindakan polisi dan 
pemerintah Perancis ini telah menggelisahkan dan menimbulkan para eksil Iran di Swiss, 
Inggris, Italia dan negeri-negeri lain, termasuk mereka yang tidak menyetujui ide-ide 
politik CNRI di bawah pimpinan Maryam. 

Solidaritas internasional golongan kiri Perancis yang begini, pada zaman Orde Baru 
[Orba] Soeharto, pernah pula menyelamatkan nyawa sepuluh  puluh nyawa dari dua puluh 
yang ingin dieksekusi oleh Orba. Demo besar -- bahkan terbesar di Eropa Barat -- 
dilangsungkan di Paris.  

Menghadapi tindakan pemerintah dan polisi Perancis yang dianggap sewenang-wenang 
golongan kiri Perancis bergerak menyatakan setiakawan dan menekan pemerintah melalui 
jalur hukum dan rapat-rapat besar solidaritas. "Tak ada bukti-bukti apapun yang bisa 
diketengahkan oleh pihak kepolisian dan pemerintah dalam kasus Iran ini". Karena itu 
pengacara yang membela Maryam dan kawan-kawannya, Patrick Baudoin mengatakan bahwa 
tindakan pemerintah dan polisi ini sebagai "tidak terhormat".  Tindakan ini merupakan 
tambahan "kronik kegagalan praktek pengadilan" Perancis.  Pengacara pembela Modjahidin 
juga menegaskan bahwa "kita tidak bisa melawan terorisme dengan bukti-bukti keserupaan 
semu. Dengan cara ini kita menjadi keliru sasaran dan dengan demikian hanya membantu 
terorisme Negara Iran". Boudin selanjutnya menunjukkan bahwa "tindakan yuridik ini 
tidak lain dari kenyataan yang sangat bersifat politis" [Lihat:Harian Le Monde , 
Paris, 19 Juni 2004].

Di samping menggunakan jalur hukum, pertemuan-pertemuan solidaritas dilangsungkan. 
Pada tanggal 17 Juni 2004 yang lalu , isteri mantan Presiden Perancis, Danielle 
Mitterrand, telah menyokong sebuah rapat solidaritas besar di Parc des Sports Rue 
Tagliana Auvers-sur-Oise untuk membela Maryam Rajavi dan kawan-kawannya.  Menyertai 
Madame Danielle Mitterrand, sahabat dekat Komandan Marcos dari Tentara Zapatis, 
Chiapas, Meksiko, turut   sekjen MRAP [organisasi anti rasis], Moloud Aounit, Pierre 
Bercis dari Nouveau Droits de l'homme [HAM] Yves Bonnet, mantan kepala DST [dinas 
rahasia Perancis],Marc Rayman, anggota parlemen dari UMP partai berkuasa sekarang, 
Regine Deforges [pengarang], Jean Ferrat [musikus], Jacques Gaillot [monseigneur, 
uskup Katolik] , Pascale Terrasse dari Partai Sosialis, Georges Hage, anggota parlemen 
dari Partai Komunis Perancis, Jos� Bov� dari organisasi petani, dan tokoh-tokoh 
masyarakat Perancis lainnya. Rapat rakasasa solidaritas ini mengangkat tema "Menolak 
Diktatur Agama dan Para Mollah Teroris di Iran" sehingga lebih tanggap dengan situasi 
Eropa Barat sekarang ini dan secara langsung mengkritik politik pemerintah Jacques  
Chirac  [baca: Perdana Menteri Rafarin].  

Dari tema rapat rakasa solidaritas ini, kita kembali melihat bahwa solidaritas 
Perancis, termasuk partai-partai kirinya, sering bermata dua. Selain menyatakan 
solidaritas dan tekanan kepada pemerintah terkait, ia juga diarahkan untuk menekan 
pemerintah Perancis sendiri sesuai dengan keadaan politik Perancis yang sedang 
berlangsung. Biasanya solidaritas begini berlanjut hingga ke Parlemen Eropa di mana 
Perancis mempunyai bobot tertentu. Lobbie Eropa bisa dilakukan hanya dalam beberapa 
jam, berbeda dengan lobbie di tingkat PBB. 

Latarbelakang penangkapan Maryam Rajavi dan kawan-kawannya kemudian diungkapkan oleh 
pengacara terkemuka dan mantan ketua Liga HAM Perancis, Henri Leclerc kepada Michel 
B�le-Richard dari Harian Le Monde, Paris , melalui pertanyaan: Apakah suatu kebetulan 
bahwa berbarengan dengan penandatangan beberapa kontrak ekonomi dengan Republik Islam 
Iran maka pihak pengadilan Perancis melakukan ofensif  terhadap kaum Moudjahdin , 
lawan hukum Republik Islam Iran baik pada bulan Juni 2003 maupun pada bulan April 
2004? "Saya tidak mempunyai bukti", ujar Henri Leclerc "tapi sungguh 
kebetulan-kebetulan yang menyebalkan". 

Kasus Maryam Rajavi memperlihatkan bahwa kesewenang-wenangan adalah gejala dari suatu 
hakekat. Keadilan patut diperjuangkan dan dimenangkan secara pandai dengan keteguhan 
dan keberanian. Perjuangan yang adil akan mengugah nurani dan disokong. Kecuali itu 
barangkali kasus Maryam juga memperlihatkan bagaimana  selayaknya kita membaca politik 
praktis yang sering disebut "kotor". Sedangkan dari tokoh Maryam sendiri, para 
perempuan kita barangkali bisa belajar tentang apa yang disebut kesetaraan bahwa 
perempuan sebagai status adalah dijadikan oleh sistem dan nilai dominan, bukan kodrat. 
 Sedangkan jilbab yang dikenakannya? Bagi Maryam barangkali lebih bersifat kultural 
dan komunikasi. Yang pasti wajah cantiknya, matanya, gerak-geriknya, kata-katanya 
menyorotkan kilau cahaya api di hati seorang panarung penuh mimpi. Mimpi inilah yang 
membuatnya sanggup jauh dari suami dan cakap jadi orang pertama organisasi perlawanan 
Iran CBRI, tak gentar pada penjara serta ajal. Dari Maryam saya melihat tokoh Chairil 
Anwar: "sekali berarti sudah itu mati!".

Paris, Juni 2004.
----------------
JJ.KUSNI



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke