Cerpen: 

KAPTEN ROGOH*

Oleh Tangkisan Letug


Demi keamanan kotak suara, Kapten Rogoh telah mendapat
mandat untuk mengawal kotak suara. Maka ia pun
memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan kotak
suara itu. Lengkap dengan senjata otomatis disetiap
pundak anak buahnya.

"Ini adalah tugas mulia kalian. Mengawal kotak suara
adalah wujud partisipasi demokratis kita sebagai
seorang tentara. Meskipun kita tidak boleh memilih,
kita tetap berpartisipasi dengan cara kita.
Laksanakanlah tugas kalian." Demikian perintah Kapten
Rogoh kepada anak buahnya dalam kesempatan apel pagi
itu.

Tentu saja seluruh anak buahnya menjawab dengan
serentak. "Siaaaap!!"

Sulit untuk dibayangkan ada seorang serdadu
mengacungkan tangan interupsi terhadap perintah
atasannya. Itu akan kelihatan sangat lucu. 

Akan lebih lucu lagi, bila dalam pelaksanaan tugasnya
itu, kesiapan serdadu itu hanya berhenti di mulut
saja. Ketika tiba saat hari pemberangkatan kotak
suara, apalagi di daerah yang sangat terpencil, siapa
bisa mengontrol mereka? Bisa sangat mungkin terjadi,
kotak-kotak suara yang sudah masuk ke mobil serdadu
itu berubah isinya. Itu semua akan dikatakan demi
keamanan. Apapun yang terjadi, demi keamanan, hanya
serdadulah yang boleh membawa kotak suara sampai di
tempatnya. Selama perjalanan itu, tiada saksi boleh
ikut menyertai. Sebab, sekali lagi demi keamanan.

Dengan amat yakin, Kapten Rogoh melaporkan semua
tugasnya kepada atasannya. Semuanya beres.

"Kotak suara sudah sampai di tempat Jendral. Kami
telah melaksanakan tugas dengan sempurna."

Dan sang jendral pun dengan bangga akan menjawab puas,
"Terimakasih Kapten. Tugas Anda telah selesai.
Kembalilah ke tempat tugas."

Pemilu berjalan lancar. Kotak-kotak suara sampai di
kota pun dengan selamat, berkat kesigapan para serdadu
yang mengawal dengan sungguh-sungguh. 

Ketika pemenang hasil pemilu diumumkan, di barak para
serdadu terjadi pesta meriah. Mungkin mereka sedang
pesta kerna tugas sudah purna. Bukankah pemilu telah
berlalu dengan amannya? Bukankah berkat netralitas
mereka, kotak suara pun dipercayakan penuh kepada
mereka? 

Tetapi, siapa tahu, seminggu kemudian, anak-anak
menemukan sampah kertas suara berserakan di tempat
sampah. Dan mereka mengira itu sisa-sisa kertas suara
pemilu yang tidak berguna. Lalu, mereka pun disuruh
membakar semuanya.

Kapten Rogoh berdiri sempurna, memimpin apel setiap
pagi. Di depan Sang Saka Merah Putih, para serdadu
memberikan hormat dan meneriakkan lagu Indonesia Raya.

29 Juni 2004

*) Cerita ini fiksi. Bila ada kemiripan peristiwa, itu
hanyalah kebetulan belaka.


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke