Dari Notes Belajar Seorang Awam: BERNARD HENRI LEVY -- SALAH SEORANG FIGUR REBUPLIK BERDAULAT SASTRA-SENI PERANCIS KEKINIAN [1].
Barangkali hanya melukis saja yang belum dicoba oleh Bernard Henri L�vy, filosof, sastrawan dan esais Perancis yang sangat enerjik dan sangat produktif ini. Sedangkan selebihnya, hampir semua benjtuk-bentuk sastra-seni lainnya sampai kepada perfileman dan foto, sudah dikerjakan oleh cendekiawan yang akhir dalam tahun 1948 di Beni Saf, Alajazair ini. Sebagai seorang cendekiawan, Bernard Henri L�vy yang di Perancis dikenal dengan inisial BHL ini, tidak pernah mengikat diri atau menjadi partisan sebuah partai politik atau organisasi politik, tapi sekalipun demikian, BHL merupakan salah seorang cendekiawan, warga dari Republik Berdaulat Sastra-seni yang sangat sadar dan paham politik. Sebagai warga Republik Berdaulat Sastra-seni , pegangan utama BHL adalah kemanusiaan dan memanusiawikan manusia. Berpegang pada patokan ini, ia sanggup sendiri dan menentang arus yang paling deras pada suatu ketika. Ketika di Perancis para cendekiawan mengarah semua ke kiri, BHL pada tahun 1977 malah menerbitkan sebuah esai berjudul :"La Barbarie A Visage Humain" [Barbari Berwajah Manusiawi] yang mengkritik praktek-praktek negeri-negeri sosialis [terutama Uni Soviet dan Eropa Timur]. Ini adalah suatu keberanian menentang arus di dunia intelektual Perancis pada waktu itu. Oleh esai panjang ini maka BHL banyak diserang dan seakan terkuncil. Sikap ini saya anggap adalah sikap berharga. Di antara sastrawan-sastrawan Indonesia sikap begini saya dapatkan pada Pramoedya A.Toer, Rivai Apin dan Rendra [Maaf jika ada yang luput dari pengamatan dan pengenalan saya yang memang sangat terbatas]. Yang menarik pada cendekiawan dan sastrawan Perancis, bagi saya, justru adalah sikap begini ini: Ketangguhan membela posisi mereka sebagai warga Republik Berdaulat Sastra-seni, teguh menjunjung prinsip pemanusiawian manusia, masyarakat dan kehidupan seperti yang ditunjukkan juga oleh Andr� Malraux, Andr� Gide, Victor Hugo dan Balzac, Jean-Jacques Rousseau, dan lain-lain.... Dengan pendirian dan sikap yang sama seperti yang dilakukan oleh BHL pada tahun 1977, pada bulan Juni 2004 ini BHL bersama-sama dengan sejumlah sastrawan-seniman Perancis lainnya, memprotes rencana pemerintah Raffarin untuk mengekstradisi dalam seminggu lagi sastrawan Italia, Cesare Battisti yang meminta perlindungan politik di Paris. Battisti adalah seorang sastrawan Italia beraliran ekstrim kiri, pendukung Brigade Merah Italia. Seperti diketahui Brigade Merah adalah sebuah organisasi anak-anak muda dari ekstrim kiri Italia yang terlibat dalam pembunuhan politik. Guna menghindar dari kejaran pihak aparat kemananan Italia, banyak dari anggota dan simpatisan Brigade Merah Italia yang mecari perlindungan politik ke Perancis di antaranya ideolognya Prof. Dr. Antonio Negri dan Battisti. Antonio Negri dengan sukarela kembali ke Italia dan sanggup serta telah menjalankan tanggungjawabnya atas segala pendapatnya dengan meringkuk di penjara, sekalipun kejadian itu sudah berlangsung hampir dua puluhtahun. Dari penjara , Antonio Negri telah menghasilkan berbagai macam esai berharga tentang dunia dewasa ini seperti ,"Empire". Sekarang pemerintah Italia yang berkecenderungan ekstrim kanan dan beraliansi dengan kelompok neo-nazi Italia di bawah pimpinan Silvio Berlusconi, menuntut kepada pemerintah Perancis di bawah pimpinan Perdana Menteri Raffarin sebagai pelaksana kebijakan Presiden Jacques Chirac, untuk mengekstradisi Cesare Battisti. BHL seperti yang dittuliskannya dalam karyanya "Id�ologie Fran�aise" [1981] bukanlah seseorang yang menyetujui jalan kekerasan atau perjuangan bersenjata dalam mencapai tujuan.Dalam karya ini ,BHL bahkan tidak menggambarkan adanya "permaafan atau kerinduan terhadap jalan perjuangan bersenjata apalagi jalan terorisme bahkan radikalisme politik", tapi BHL menentang ekstradisi Battisti terutama bertolak dari rasa keadilan. Tanpa menyebut nama Berlusconi, BHL yang mempunyai suara berpengaruh dalam masyarakat dan pemerintah, mengkhawatirkan bahwa jika Battisti diekstradisi, Battisti akan diancam oleh pengadilan Milan dengan hukuman seumur hidup dan BHL merasakan hukuman demikian sebagai suatu keputusan yang tidak adil. BHL mempertanyakan rasa keadilan pengadilan Perancis jika ia melakukan ekstradisi padahal Battisti sudah minta perlindungan dan sudah dilindungi selama betahuntahun. Inikah keadilan? tanya BHL baik kepada pengadilan Perancis maupun kepada pengadilan Italia, tanpa ingin memberikan pelajaran [Lihat : Harian Le Monde, Paris, 29 Juni 2004]. Pemihakan BHL pada kemanusiaan kembali ditunjukkannya dalam kasus Battisti dengan mengulang apa yang dituliskannya dalam "Id�ologie fran�aise" bahwa ia bukanlah "mendewakan negara". Sejalan dengan pandangan BHL, sejarawan Pierre Vidal-Naquet mengingatkan kita akan "doktrin Mitterrand" terhadap teks yang dianggap sakral: "Akhirnya ia sampai pada titik di mana ia memperlihatkan titik lemahnya yang demikian rapuh". Dalam pembelaan terhadap Battisti para seniman Perancis, seperti aktor dan penyanyi Lio, atau sastrawqan Fred Vargas, mengingatkan betapa orang-orang dari partai berkuasa sekarang, pada saat melawan pendudukan fasis Hilter telah bergabung dengan Partai Komunis melakukan perjuangan bersenjata. Jika mengikuti logika ini maka orang-orang ini pun sekarang patut diadili. Sedangkan pelawak Guy Bedos meragukan segala tuduhan terhadap Battisti.Sejajar dengan analisa ini semua maka Julien Dray, anggota Parlemen dari Partai Sosialis menilai bahwa jika Battisti diekstradisi juga maka tindak demikian sama dengan memalukan "Republik". Menanggapi kasus Battisti, Harian Le Monde, Paris, dalam tajuknya mempertanyakan masalah bagaimana suatu negeri belajar dewasa dan melakukan kerukunan terhadap sejarahnya sendiri. Barangkali pertanyaan Harian Le Monde, Paris ini mempunyai relevansi bagi Indonesia. Kasus Battisti dan masalah ekstradisinya jadinya mengandung beberapa pertanyaan hakiki antara lain mengenani rekonsiliasi dengan sejarah, negara serta posisi sastrawan-seniman sebagai warga republik berdaulat sastra-seni. [Bersambung....] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

