Halo semua,

politik uang? hm.. sayang saya lagi di LN. kalo nggak
kan bisa "buktiin langsung" apa betul berita di bawah
ini. di antara rekan2 milis apa ada yg dah nerima
money politik? gimana tuh rasanya? :p

salam hot,


http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=165204&kat_id=23


Selasa, 29 Juni 2004  19:28:00
ICW-TII: SBY-Kalla Terbesar Lakukan Politik Uang 

Jakarta-RoL -- Indonesia Corruption Watch (ICW) dan
Transparency International Indonesia (TII) menyatakan
bahwa dari lima pasang capres/cawapres, pasangan
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla
terindikasi paling banyak melakukan politik uang
(money politics) selama masa kampanye.

Pernyataan kedua lembaga tersebut diungkapkan di
Jakarta, Selasa, ketika menyampaikan hasil pemantauan
dana kampanye dan politik uang yang dilakukan selama
masa kampanye Pemilu Presiden 1-28 Juni 2004 di 28
daerah.

Pasangan SBY-Kalla terindikasi melakukan politik uang
sebanyak 10 kasus dengan jumlah uang Rp496 juta,
pasangan Wiranto-Wahid meski ditemukan melakukan 17
kasus politik uang namun jumlah uangnya jauh lebih
kecil yakni Rp87 juta.

Pasangan Megawati-Hasyim Muzadi melakukan 13 kasus
politik uang dengan jumlah uang sebesar Rp248 juta,
disusul pasangan Amien Rais-Siswono dengan sembilan
kasus dan uang sebesar Rp126 juta, serta pasangan
Hamzah Haz-Agum paling sedikit melakukan politik uang
yakni hanya 1 kasus dengan jumlah uang Rp50 juta.

Sekretaris Koordinator ICW Luki Djani mengatakan,
pasangan SBY-Kalla yang "royal" melakukan politik uang
itu memberikannya kepada tokoh-tokoh dengan sistem
"blocking vote" atau secara perkelompok.

"SBY-Kalla membagikan uang kepada pimpinan pondok
pesantren, yayasan, tempat ibadah, lembaga pendidikan
dan lain-lain. Ini lebih efektif untuk mempengaruhi
pemilih," katanya yang didampingi Koordinator TII
Hasan Jamed Hamidi.

Ia mencontohkan, di Palu, Sulteng, pasangan SBY-Kalla
memberikan uang kepada sebuah pondok pesantren sebesar
Rp200 juta dan di Sumatera Barat memberikan uang
sebesar Rp50 juta ke sebuah sekolah madrasah. "Semua
itu dilakukan di depan umum, ini jelas money
politics," katanya. 

Cara yang dilakukan pasangan SBY-Kalla, katanya,
berbeda jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan
pasangan Wiranto-Salhuddin Wahid yang lebih banyak
melakukannya pada saat kampanye yakni melalui
pemberian kaos, stiker dan lain-lain dengan
menyelipkan sejumlah uang.

Secara umum, indikasi praktek politik uang itu
dilakukan dengan berbagai modus antara lain pembagian
uang untuk menghadiri kampanye, pembagian door prize,
pemberian bea siswa, sumbangan untuk rumah ibadah,
asrama untuk yatim piatu, sekolah, madrasah, dan
pesantren, pelayanan kesehatan gratis, sumbangan untuk
pembangunan infra struktur, pembangunan rumah
penduduk, dan pembangunan untuk daerah wisata.

"Hal itu dimasukkan sebagai money politics karena
sumbangan ataupun bantuan yang diberikan pada saat
kampanye sehingga bisa digunakan untuk menarik
simpati," kata Luki.

Sedangkan untuk penggunaan fasilitas negara, ICW dan
TII menemukan empat kasus penggunaan fasilitas negara
oleh pasagan Megawati-Hasyim Muzadi dan dua kasus oleh
pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar. Fasilitas negara
yang digunakan antara lain penggunaan helikopter,
mobil dinas di tingkat kabupaten dan provinsi, mobil
dinas kebakaran untuk menyiram peserta kampanye dan
mobil dinas kepolisian untuk membagi-bagi makanan bagi
peserta kampanye.

Hal tersebut, kata Luki, menunjukkan belum adanya
kesadaran bagi pejabat yang bersangkutan untuk tidak
menggunakan fasilitas untuk kepentingan non publik.

Oleh karena itu, ICW dan TII meminta KPU dan Panwaslu
lebih proaktif menyikapi indikasi politik uang dan
pelanggaran penggunaan fasilitas negara, serta adanya
indikasi sumbangan fiktif dan praktek pencucian uang
yang terjadi pada rekening khusus dana kampanye
masing-masing pasangan capres/cawapres.

Pada bagian lain, ia juga mengungkapkan total
perkiraan dana kampanye dari kelima pasangan itu
mencapai Rp108 miliar dengan rincian untuk biaya
kampanye di media cetak/TV, Radio, kampanye menetap,
serta perjalanan pasangan calon.

Pasangan Wiranto-Wahid menghabiskan total dana
kampanye sebesar Rp36,6 miliar, Megawati-Hasyim Rp30,3
miliar, SBY-Kalla Rp25,2 miliar, Hamzah Haz-Agum Rp8,2
miliar dan Amien-Siswono sebesar Rp7,6 miliar.ant/aih


=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke