--- "Chalik" wrote:
Harian Analisa 30 Juni 2004
FYI
Setiap Tahun Pengangguran Bertambah Satu Juta Orang
Pekanbaru, (Analisa) 

Jumlah pengangguran di Indonesia terus membengkak. Diperkirakan 
setiap tahun pengangguran bertambah satu juta orang. Membengkaknya 
jumlah pengangguran di Indonesia tak lepas dari iklim investasi yang 
tak kondusif. 

Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 
Sofjan Wanandi dalam seminar "Membangun Kebersamaan Dunia Bisnis 
Melawan Suap" yang digelar lembaga Transparansi Internasional 
Indonesia (TII) di salah satu hotel Pekanbaru, Selasa (29/6). 

Sofjan Wanandi mengungkapkan investasi di Indonesia kurang diminati 
bukan kerena tidak memiliki potensi, tetapi karena budaya suap yang 
sudah sedemikian parah. 

"Minimnya investasi ini menyebabkan angka pengangguran bertambah satu 
juta per tahun. Situasi ini diperburuk oleh banyak perusahaan yang 
tutup selama krisis," tukasnya. 

Sofjan menambahkan, selain perusahaan lokal banyak tutup, perusahaan 
asing pun telah banyak melarikan investasi (re-industrialisasi) ke 
negara lain seperti Vietnam, China, Kamboja, Banglades dan negara 
lainnya. 

Penyebab larinya investasi asing tersebut, kata Wanandi, karena 
neraca ekonomi nasional tidak nyaman lagi untuk berusaha. Hal ini 
dikarenakan berdasarkan riset yang dilakukan LPM, iklim berusaha di 
Indonesia mesti mengeluarkan biaya lain 10 sampai 15 persen untuk 
biaya produksi (productions cost) 

"Jumlah yang 10 sampai 15 persen itu untuk dunia usaha 
merupakan 'high cost' ekonomi. Aturan-aturan yang dikeluarkan 
pemerintahan sama sekali tidak ada hubungan dengan ekonomi atau 
production cost itu sendiri," terangnya. 

Situasi itu diperburuk dengan banyak Peraturan Daerah (Perda) yang 
menambah lagi biaya produksi. kondisi ini tidak satupun yang bisa 
mengontrol. 

Jika ada pertumbuhan ekonomi yang rata-rata 4 sampai 5 persen per 
tahun itu barangkali tumbuh karena 'illegal cost' seperti sebagian 
dari aktivitas penyelundupan, KKN, atau membeli barang-barang di BPPN 
dengan harga murah dan pemilik yang sama. Sehingga pemerintah makin 
hari makin miskin, beberapa oknum makin kaya. 

Selain Sofjan, tampil juga pembicara Felia Salim dari TII, Alaidin 
Kotto, cendekiawan muslim dan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 
Riau Arsyadjuliandi. 

Dalam seminar tersebut tak sekedar penyampaian pemaparan, tetapi para 
peserta yang terdiri dari pengusaha di Riau turut serta melakukan 
diskusi kelompok dalam membahas dan membangun iklim usaha tanpa suap. 
(dw)
--- End forwarded message ---




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke