Dari Notes Belajar Seorang Awam: BERNARD HENRI LEVY -- SALAH SEORANG FIGUR REBUPLIK BERDAULAT SASTRA-SENI PERANCIS KEKINIAN [3]
Barangkali debat ide ini pulalah yang menjadi salahsatu ciri tradisional kehidupan cendekiawan Perancis yang selalu gelisah seperti arus sungai Seine yang membelah Paris tak pernah berhenti mengalir. BHL menamakan debat ide yang dilakukannya selama hampir 30 tahun menjadi penulis profesional sebagai "perang semangat" [la guerre de l'esprit]. Hampir tidak ada karyanya yang tidak menyulut "la guerre de l'esprit". Dalam perdebatan ini , BHL sering berjumpa dengan yang disebutnya dengan meminjam istilah mantan Presiden Fran�ois Mitterrand, "r�deur" [gelandangan dengan niat jahat] dan para "r�deurs" inilah yang justru makin mengokohkan sikap dan pencarian BHL. Ciri-ciri para "r�deurs" dalam yang disebut debat disimpulkan oleh BHL adalah "membalas dendam", "serangan membabi buta", dan "lepas konteks" [lihat: Nouvelle Observateur, Paris , 29 April- 5 Mei 2004]. Metode debat "r�deur" adalah metode berpikir dan debat yang digunakan oleh segelintir individu, bukan gejala umum dalam debat ide di negeri ini. Terhadap serangan membabibuta dan lepas konteks, lari sana lari sini-l dari para "r�deurs" yang merasa diri handal, BHL melayaninya dengan tenang dan tidak mundur seincipun dalam perlawanannya. Tentu saja tidak dengan menggunakan metode yang sama dengan metode para "r�deurs", sehingga para "r�deurs" itu tertelanjangi sendiri oleh cara dan pikiran mereka. BHL memasuki dunia sastra dan pers mulai dari dasar pendidikan filsafat. Dengan dasar pendidikan ini, BHL cepat memperoleh pengaruh, pengaruh yang ia sadari benar. Dalam pembicaraannya dengan Didier Jacob dari majalah mingguan "Nouvelle Observateur", Paris, BHL mengatakan bahwa pengaruhnya dalam dunia sastra-seni dan pemikiran Perancis mulai sejak ia berusia 25 tahun. Dalam usia ini BHL menerbitkan sebuah harian bernama "Impr�vu" [Tiba-tiba], melalui mana BHL membangun nama dan melancarkan ide-idenya sehingga ia menjadi salah seorang tokoh dari aliran "nouveaux philosophe" [filosof baru]. Membandingkan pengalaman BHL dan Goenawan Mohamad, saya seperti melihat adanya suatu paralelisme yaitu dalam hal bahwa kedua-duanya membangun nama dan pengaruh melalui penerbitan yang mereka miliki sendiri sehingga karya-karya dan pikiran-pikiran mereka secara teratur mencapai publik. BHL mempunyai "Impr�vu", sedangkan Goenawan memiliki majalah Tempo. Kiranya sulit dibayangkan Goenawan Mohamad menjadi Goenawan yang sekarang dikenam dalam dunia sastra dan jurnalistik Indonesia tanpa adanya Tempo. Jika diusut sedikit jauh ke belakang lagi, maka kita akan menyaksikan bagaimana Takdir Alisjahbana mempunyai Poejangga Baroe, HB.Jassin dengan majalah Kisah, Cerita, Sastra, dan lain-lain yang dipimpinnya, Mochtar Lubis dengan Harian Indonesia Raja-nya. Uang, nama, karya, ide dan wahana, agaknya mempunyai saling hubungan yang erat. Melalui lobbie dan jaringannya, untuk "harian kecil"nya [istilah HBL sendiri], HBL berhasil meraih sokongan dari tokoh-tokoh masyarakat dan budaya Perancis seperti Fran�ois Mitterrand, Simon Nora, Claude Perdriele. Nama-nama besar ini bukan tidak punya pengaruh dalam mengangkat nama HBL ke tengah-tengah masyarakat budaya dan pemikiran Perancis -- di samping HBL sendiri memang mempunyai kemampuan yang tak perlu dipertanyakan lagi. Proses pengangkatan dan menyokong seseorang penulis seperti yang dilakukan oleh HB. Jassin atau Goenawan atau Rendra, Mitterrand, Simon Nora, dengan kata lain bisa disebut kaderisasi dan kaderisasi bukanlah suatu kesalahan. Kita ketahui bersama bahwa kaderisasi adalah soal proses, masalah pengenalan, penilaian dan harapan. Yang menentukan perkembangan selanjutnya adalah yang bersangkutan itu sendiri. Sekalipun istrinya seorang artis, tapi dalam bidang perfileman dan teater, berbeda dengan bidang sastra dan pemikiran , HBL mengaku sendiri sebagai "tidak berhasil" [les choses se sont mal pass�es]. Jean -Luc Godard dan orang setaraf Godard tidak hadir dalam hidup BHL di bidang filem dan teater, juga tidak ada seorang Serge Gainsbourg dalam karir musiknya. Apakah kebetulan? Kebetulan memang dikenal oleh kehidupan dan malangnya kebetulan dalam bidang musik, teater dan filem bagi BHL bukan kebetulan yang cerah. [Bersambung....] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

