aduh.. waduh.. bagaimana kemajuan ajakan kerja sama dalam 
pembangunan/keimanan di Sudan? supaya dapat mencegah 
pertumpahdarahan. marilah kita umpetkan senjata senjata agar tidak 
diraih oleh mereka utk saling membunuh atas kedendaman.

  Pemerintahan Sudan mestinya memerlukan bantuan dunia utk 
penyelesaian dan peleraian. Tapi tidak dgn pasukan asing, melainkan 
dgn umat umat turut membantu. (awas ada Oil di Sudan)


wassalam,

--- In [EMAIL PROTECTED], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 02.07.2004   
>    
> Hampir setahun lamanya milisi Janjaweed yang didukung
> pemerintah di Khartoum melakukan pengejaran terhadap
> warga Darfur, seperti memburu binatang. Itu terjadi
> tanpa diketahui oleh dunia luar. Berbulan-bulan
> lamanya di daerah perbatasan dengan Chad yang sulit
> dijangkau itu terjadi pertumpahan darah. Di kawasan
> itu kepadatan penduduk dan kekeringan telah membuat
> tanah menjadi tidak subur dan sebagian besar landasan
> hidup alamiah disana juga telah tidak ada lagi. Kini
> PBB dan AS ibaratnya menemukan kawasan krisis      
> yang "baru". 
> 
> 
> ------------------------------------------------------
> 
> PBB dan AS menemukan wilayah krisis baru di Afrika  
> 
> Oleh: Heinrich Bergstresser dari Khartoum
> 
> Rupanya kekuatan yang dimiliki oleh tayangan gambar
> semakin menentukan tindakan politik yang diambil.
> Demikian pula di wilayah barat Sudan dimana ratusan
> ribu pengungsi menunggu langkah-langkah dari dunia
> internasional yang dapat menyelamatkan hidup mereka.
> Tayangan gambar lewat CNN, BBC dan juga pada berbagai
> pemancar televisi Jerman nampaknya membawa perubahan.
> Sebab, kapankah sekjen PBB dan menlu AS pernah
> terlihat pada saat bersamaan di sebuah negara miskin
> yang diguncang perang saudara? Yang jelas itu terjadi
> di Sudan.
> 
> Kegiatan dari beberapa organisasi non pemerintah telah
> menggerakkan pejabat-pejabat tinggi pemerintahan barat
> untuk mengunjungi wilayah krisis itu. Kedatangan
> mereka didampingi oleh para wartawan yang kemudian
> menempatkan tragedi itu di halaman depan koran-koran
> terkemuka. Dan sehubungan dengan pemberitaan yang
> menjemukan mengenai Irak, dalam waktu singkat telah
> diikuti pula oleh media elektronik. Kini puncaknya
> adalah kedatangan Kofi Annan dan Colin Powell.
> Mungkin kedengarannya sinis, tetapi siapa yang hendak
> menggerakkan atau mencapai sesuatu, harus menguasai
> mata rantai informasi itu. Namun ini belum berarti,
> bahwa sudah ada konsep dan jalan penyelesaiannya.
> Dalam kasus Sudan, kedua hal itu memang belum ada, dan
> memang tidak perlu diherankan. Sebab apa relevansi
> yang dimiliki Sudan di negara-negara yang berkuasa di
> dunia ini? Tetapi justru kasus Sudan ini merupakan
> contoh, apa yang dapat terjadi, bila sebuah negara
> yang secara strategis dan ideologis penting tetapi
> karena lemah ekonominya maka diremehkan atau tidak
> dipedulikan sama sekali. 
> 
> Secara geografis, ideologis dan keagamaan, Sudan
> berada dekat dengan kelompok fundamentalis yang
> radikal dan militan di Timur Tengah. Di Sudan,
> Presiden Spiritual Al Qaeda -Osama bin Laden, telah
> menjadi apa yang sudah diketahui sejak semula oleh
> para pakar keamanan tetapi AS boleh dikatakan sengaja
> mengesampingkannya.
> Bencana kemanusiaan di wilayah barat Sudan menutupi
> fakta itu dan pemerintahan AS tentunya tidak mau kalau
> hal ini dijadikan tema pembicaraan. Namun akhirnya
> Colin Powell pada akhir masa jabatannya nanti akan
> berbicara terang-terangan dan memanfaatkan
> kesengsaraan di Darfur untuk menegur pemerintahan
> Khartoum. Untuk itu Powell juga memerlukan PBB, yang
> sebaliknya juga memerlukan AS untuk membuat Khartoum
> mengakhiri pembunuhan di Darfur dan menghentikan tiap
> bentuk dukungannya terhadap kelompok militan Islam di
> kawasan itu.
> 
> Ancaman sanksi dari Dewan Keamanan PBB hanyalah
> merupakan langkah pertama, tetapi tidak akan banyak
> artinya. Hanya sanksi yang dibarengi dengan ancaman
> serius intervensi militer dapat berpengaruh. Sebab
> sanksi dan intervensi militer berdampak menyakitkan
> dan dapat membuat negara itu jatuh kembali ke tingkat
> paling rendah di dunia internasional. Hal ini pastilah
> dipahami oleh Khartoum. Negara tetangga Sudan -Libya,
> sudah memahaminya. Dan untuk dapat bertahan hidup,
> kemudian beralih dari sebuah negara yang digolongkan
> "jahat" menjadi mitra. Contoh itu hendaknya membuat
> Khartoum mau mempertimbangkannya.
>  
> 
> 
> 
>               
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
> http://promotions.yahoo.com/new_mail



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke