Full Gospel Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:gabungnya PDS kekubu megawati mencerminkan sikap politik PDS yang rapuh , kebingungan mencari sandaran , kemandirian kader dalam memilih pres sesuai hati nuraninya merupakan jawaban yang tepat untuk menyikapi keputusan partai.Sabtu, 03 Juli 2004 - 17:40 WIB dikirim oleh beno [ URL: http://telkom.net ] dari 80.247.150.117WHAT NEXT PDS ????
Katakanlah Capres yang didukung PDS masuk dua besar pada hasil Pemilu Pres dan Wapres 2004.... Lalu apa yang akan dilakukan PDS pada kampanye Next Round ? Policy dan Strategi PDIP menjelang Pemilu April 2004 masih sangat amburadul, tidak populer dan tidak cerdas. Misalnya ...mendukung Sutiyoso menjadi Gubernur DKI...apakah berbukti dampak positif buat PDIP pada pemilu legislatif April 2004 ? Pemerintah PDIP tidak bisa menaikkan gaji PNS dan pensiunan pada thn 2004, ...padahal ada uang untuk gaji ke 13 yang ternyata setara gaji 100 % satu bulan. Bukankan uang yang sama dapat dipakai menaikkan gaji PNS dan pensiunan sebesar 8,33 % selama satu tahun di 2004 ?? Dampak kampanye/popularitas dari kebijakan kenaikan gaji jauh lebih efektif dari kebijakan gaji ke 13. Petinggi PDIP di pusat dan daerah sering kurang tajam mengangkat isu nasional/lokal untuk menyerang balik musuh-musuh politiknya, sehingga lebih banyak PDIP berada dipihak yang diserang dan yang kalah ! Nah .... kalau PDS sudah merapatkan barisan dengan PDIP...ayo dong bersiap untuk agenda-agenda nasional dan lokal yang reformis dan yang high priority dibutuhkan rakyat ! Contoh : 1. PDIP & PDS harus secepatnya mempelopori pemilihan Gubernur dan Bupati/Walokota secara langsung. Ingat Presiden saja sudah... Gubernur & Walikota kok belum ??? Ndak masuk lojiknya. 2. Di daerah kantong PDIP dan PDS yang akan ada pemilihan Gubernur/Bupati/ Walikota...sudah harus ancang-ancang mengelus-elus calonnya yang terbaik. Misalnya di Sulut dan Manado...apakah PDIP dan PDS sudah punya calon untuk Gubernur Sulut dan Walikota Manado. Saya usul Ir. Hany Pua sebagai calon gubernur (calonnya PDIP) dan J. Massie calon walikota Manado (unsur PDS). 3. Lain-lain isue....mari diskusikan. Untukl bapak Rohi...kepala Media Megawati Center... ulasannya perlu lebih dibalance kan agar lebih natural... anyway...selamat berjuang ! Sabtu, 03 Juli 2004 - 01:02 WIB dikirim oleh Jeff dari 61.5.60.47Megawati, Dalam Diam Ia Bekerja Untuk Bangsa Ini oleh : Peter A. Rohi www.fullgospelindonesia.net Dibawah kepemimpinan Megawati pemikiran untuk mengembangkan kepribadian bangsa tumbuh kembali. Tapi tentu tak semudah itu. Dia harus memulai dulu dengan membayar utang negara yang telah melilit bangsa ini mencapai lebih dari Rp.1.000 Triliun. Artinya tiap orang di negeri ini memiliki utang Rp.5 juta. Sementara itu keadaan perbankan masih mengalami krisis. Pemerintah masih membutuhkan dana Rp.729 Triliun untuk menyelamatkan sistem perbankan. Ibarat sebuah kapal, bukan saja bocor dan penuh dengan air, tetapi propeller ( baling baling ) sudah jatuh, kemudi patah pula, sementara badai menyerang ditengah gelombang yang menggelora. Dalam keterpurukan seperti itu Megawati harus meyenyelamatkan kapal bangsa ini. Megawati telah mengambil langkah yang tepat membentuk tim ekonomi yang kuat.Hanya dalam tiga tahun masa pemerintahannya, hasil yang dicapai tim ekonomi ini luar biasa. Tak satu pun pengamat luar negeri yang menilai dia gagal, karena mereka obyektif dan jujur mengakui , bahwa dia memulai dari keadaan yang terpuruk. Dan mereka menamakan tim ekonomi Megawati sebagai The Dream Team. Benar benar mengagumkan. Lucunya, banyak orang mulai mengincar kursi kepresidenan setelah tahu bahwa kapal bangsa ini sudah mampu berlayar.Tinggal menambah kecepatan berlayarnya saja. Kebocoran ( korupsi ) sudah ditekan sehingga untuk biaya rutin negara cukup dari pajak, tidak perlu pinjam lagi dari luar negeri seperti pada masa Soeharto. Bahkan pajak yang diterima pemerintahan Megawati selama tiga tahun melebihi yang diperoleh selama 32 tahun pemerintahan Soeharto. Utang luar negeri yang US $ 131,24 miliar sudah berhasil dilunasi 42,71 % sehingga tinggal US $ 75,18 miliar. Sambil bayar utang, Megawati masih mampu menaikan pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Khusus untuk tahun 2004 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5%. Kemajuan itu yang membuat banyak yang tergiur untuk menjadi presiden. Karena tinggal enaknya saja. Konyolnya, mereka pura pura tidak melihat kemajuan yang dicapai Megawati. Kecuali PARTAI DAMAI SEJAHTERA. Padahal mereka tahu, ukuran tingkat kemajuan suatu bangsa diukur dari kelayakan transportasi dan komunikasi. Pada masa pemerintahan Megawati, harga tiket pesawat sama dengan tiket kereta api. Jumlah pembelian mobil meningkat tajam. Sepeda motor yang dibeli kelas bawah mencapai 2.500.000 atau 5 kali dari tahun 1998. Pemakaian telepon seluler begitu menanjak. Dari setengah juta pada tahun 1996 menjadi lebih dari 20 juta pada tahun 2004. Artinya kenaikan lebih dari 40 kali lipat yang sebagian besar dipakai kelas bawah sampai ke desa desa. Konyolnya, justru dari dalam mobil yang dibeli, melalui handphone yang pada masa Soeharto masih suatu yang mimpi bagi mereka, sambil menikmati kemakmuran begitu, mereka masih tega menyebar isu: Megawati tak berbuat apa apa. Ini kan pemikiran yang hanya mau merusak Bangsa dan Negara saja dan tidak mau memberi rasa cinta kasih kepada IBU PERTIWI. Astaga ???!!! Sebagaimana para pengeritik melaju selalu tak berbobot dan tak mampu memahami keseluruhan strategi pembangunan Megawati. Seperti ayahandanya, Megawati berfikir jauh kedepan. Dia mendirikan 8.000 buah sekolah dan memberi beasiswa bagi 8 juta pelajar di seluruh pelosok tanah air untuk menumbuhkan satu generasi yang cerdas. Megawati memang harus tegar terhadap fitnah,juga fitnahan melalui media massa. Banyak media massa yang tak tahu, bahwa urusan undang undang adalah urusan legislatif. Urusan pengadilan adalah urusan yudikatif. Reformasi menuntut eksekutif tak ikut intervensi kewilayah yudikatif dan legislatif. Dan Megawati telah menaati itu dengan baik agar masuk ke bagian paling substansial dari reformasi. Sayangnya, banyak pakar dan juga pers yang berfikir masih dalam bingkai Soeharto. Atau mungkin mereka itu hanya punya Gelar Gelar yang didapat atas dasar uang saja di masa Soeharto ??? Mega hanya tersenyum membaca dirinya disamakan dengan Sumanto sikanibal, atau dengan foto model, atau bahkan diisukan mengangkat isu 27 Juli 1996 untuk menjatuhkan Susilo Bambang Yudhoyono. Mega tahu persis, kalau ia melakukan somasi pasti ia menang, melalui pencemaran nama baik. Tetapi ia tak mau sebagai anak bangsa akan kehilangan nafkah karena sebagai seorang presiden ia bisa menuntut triliunan rupiah karena pencemaran nama baik. Seperti dulu ketika Soeharto diusik sedikit saja, wah Tomy sudah mencak mencak melawannya, tapi apa hasil akhirnya ? Tomy sekarang di Nusokambangan. Apakah hal semacam ini yang ingin diikuti oleh Rakyat dan bangsa Indonesia ??? Pikirlah dengan akal sehat, dan bertobatlah mulai sekarang juga !!! Megawati cukup bersabar, kesabaran yang juga diwarisi dari ayahandanya Bung Karno. Kalau Bung Karno mau lawan Soeharto siapa bilang tak bisa? Tetapi berapa banyak darah anak bangsa akan mengalir? Penulis adalah Wartawan Senior, Kepala Media Megawati Center.Jumat, 02 Juli 2004 - 05:22 WIB dikirim oleh Gatot Kaca dari 211.186.4.245Shalom ! Saya tahu dari koran PDS mendapat 1 kursi DPR tambahan. Jadi, apa benar jatah kursi PDS di DPR RI menjadi 13 ??? Saya mohon diberi informasi oleh yang punya informasi mengenai pencapaian PDS pada pemilu legislatif 2004. Setahu saya, di wilayah Sulawesi Utara, semua kabupaten dan kota ( 9 DPRD II) mendapatkan kursi, begitu juga di DPR propinsi. Di DKI juga PDS mendapat kursi. ADA YANG TAHU di PROPINSI-propinsi lain, ....hhhheeeeelllppppp me please !!!!Kamis, 01 Juli 2004 - 11:05 WIB dikirim oleh JEFF dari 61.5.60.126SETELAH TIGA TAHUN BERLALU, EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN INVESTASI ASING MULAI PULIH Banyak pengamat ekonomi yang menyatakan bahwa kendati ekonomi sudah pulih, tapi investasi asing masih sedikit masuk ke Indonesia. Para Pengamat itu tidak salah, tapi mereka hanya menyatakan separuh kebenaran. Saat ini di dunia terjadi sebuah gejala yang sangat dahsyat dalam hal investasi : China. Semua investasi langsung dari banyak negara mengalir deras dan membanjiri negeri RRT. Jadi, tak hanyak Indonesia yang terkena gejala ini. Ia mirip sedotan raksasa yang menghisap investasi negara-negara lain dan memindahkan ke RRT. Inilah gambarannya : Pada tahun 1992 inveatasi asing yang masuk ke China tercatat sekitar US$ 10 Milyar. Ini sama dengan jumlah investasi asing yang masuk ke lima negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, FIlipina, Singapore dan Thailand) digabung menjadi satu. Pada tahun 2003, investasi asing yang masuk ke China sudah melewati angka US$ 60 Milyar atau tumbuh 6 kali lipat. Sementara gabungan 5 negara ASEAN tadi hanya mencatat angka sekitar US$ 15 Milyar pada tahun yang sama. Contoh lain : Malaysia pada tahun 1995 menerima investasi asing senilai US$ 5 Milyar. Pada tahun 2003, investasi langsung yang masuk ke Malaysia dibawah US$ 1 Milyar. Ini adalah data versi majalah paling bergengsi The Economist. Para pengamat seringkali luput mengamati gejala global ini dan hanya menonjolkan fakta bahwa investasi asing ke Indonesia menurun dan buruk. Mereka lupa atau mungkin pura-pura lupa, untuk membahas fenomena sedotan investasi ke China yang sekarang ini bahkan mengalahkan Amerika Serikat sebagai ajang investasi asing terbesar di dunia. Angka-angka Indonesia sendiri menunjukkan perbaikan. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai proyek penanaman modal asing (PMA) di Indonesia selama 2003 tercatat US$ 12,5 Milyar. Ada perbaikan yang sangat signifikan dibandingkan dengan kondisi 2002 yang nilainya US$ 9,8 Milyar, tumbuh hampir 30%. KAS NEGARA LEBIH MANDIRI DAN SEHAT Semasa pemerintahan Megawati, kondisi keuangan negara kian mandiri dan sehat. Salah satu ukurannya adalah pajak. Dulu, keuangan negara lebih banyak ditopang oleh utang dan duit dari minyak. Ini jelas kondisi yang sangat tidak baik. Hutang jelas harus dibayar dan minyak kalau sudah habis mau apa kita? Keuangan negara seharusnya memang menyandarkan diri pada pajak. Kita semua yang harus membiayai penyelenggaraan negara. Ini juga sesuai dengan azas keadilan karena dengan pajak orang kaya membayar porsi lebih besar daripada orang miskin. Kalau negara dibiayai pakai hutang atau uang hasil bumi, itu namanya membagi beban sama rasa sama rasa, miskin kaya menanggung beban yang sama. Dan data menunjukkan selama pemerintahan Megawati, penerimaan pajak melonjak sangat tajam. Untuk anggaran 2003, penerimaan pajak mencapai Rp. 210 triliun. Coba kita bandingkan angka pencapaian itu dengan penerimaan pajak negara pada 1996. Inilah masa yang disebut-sebut sebagai puncak kejayaan ekonomi Indonesia dibawah Orba. Jangan heran, saat itu, penerimaan pajak cuma Rp. 50,4 triliun, tak sampai 1/5 penerimaan pajak pada masa Presiden Megawati. BURUH DIBAWAH 1 JUTA BEBAS PAJAK Jangan salah, peningkatan penerimaan pajak yang luar biasa ini bukan berarti pemerintah menggencet rakyat kecil. Sebab sejak tahun 2003 pemerintah menalangi pembayaran pajak untuk kaum buruh yang penghasilannya dibawah Rp. 1 juta per bulan. Artinya, itu sama saja dengan bebas pajak penghasilan bagi buruh kecil. BURUH LEBIH BEBAS DAN DIHARGAI Tak cuma membebaskan pajak bagi buruh kecil. Sekarang ini buruh punya posisi tawar yang tinggi. Buruh juga lebih kuat bernegosiasi dengan pemilik perusahaan dalam soal upah, peraturan perusahaan, fasilitas, dan apa saja. Tidak pernah ada demonstrasi buruh yang dilarang sepanjang itu tidak merusak dan anarkis. Tidak ada aktivis buruh yang ditangkap, dicelakan atau dibunuh seperti Marsinah di zaman dulu. Kalau toh ada perusahaan yang berani memecat aktivis buruh, pasti persoalan itu akan mencuat di media massa dan perusahaan tersebut menjadi sorotan. Dan jika ada peraturan yang dilanggar perusahaan tersebut juga mendapat sanksi. Aktivis pembela buruh, apakah itu LSM atau mahasiswa, juga bebas beraktivitas. Tak ada larangan dari pemerintah buat mereka. Kebijakan semacam itu tak mungkin terpikirkan di zaman dulu. BAHAN POKOK MELIMPAH RUAH Sekarang ini tak pernah ada lagi cerita tentang kelangkaan bahan-bahan pokok (sembako). Dulu setiap kali menjelang hari raya selalu saja ada kekisruhan dan kekurangan sembako, harga-haraga pada naik. Tiga tahun terakhir, semuanya stabil kendati ada banyak hari raya besar yang jatuh berurutan. Coba perhatikan, sekarang ini di tiap pelosok, selalu ada toko dan warung-warung eceran yang moderen. Itu tak semuanya milik pengusaha besar. Warung-warung itu memakai sistem waralaba. Artinya, pemiliknya ya pengusaha menengah kecil warga setempat yang bekerja sama dengan pemilik barang. Hasilnya adalah harga barang yang lebih murah dan pilihannya juga beragam. Segala kebutuhan rakyat selalu melimpah tersedia setiap saat. TAK ADA LAGI MONOPOLI Di zaman ORBA dulu, monopoli adalah salah satu ciri utama ekonomi Indonesia. Produk-produk yang menyangkut kepentingan orang banyak dikuasai sendiri atau dimonopoli oleh satu pihak saja. Seringkali, monopoli itu dikangkangi oleh pengusaha yang punya hubungan khusus dengan Presiden. Terigu misalnya, atau juga cengkeh, sekedar menyebut dua contoh. Sudah pasti monopoli atas komoditas yang sangat strategis ini menghasilkan untung besar bagi si pengusaha. Sementara itu, rakyat banyak yang harus berpatungan memikul bebannya. Harga barang yang berkaitan dengan komoditas itu menjadi lebih mahal. Si pemegang monopoli bisa semena-mena menentukan harga demi keuntungannya sendiri. Sekarang ini, tak mungkin lagi ada monopoli yang diciptakan secara sengaja demi kepentingan pengusaha tertentu di Indonesia. Bahkan kita sudah punya Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang secara ketat mengawasi praktek-praktek bisnis yang curang dan tidak sehat atau berbau monopoli. Masyarakat bisa melapor bila mengendus adanya praktek monopoli yang merugikan orang banyak. Sudah banyak keputusan KPPU yang membabat praktek-praktek monopoli dan persaingan tidak sehat. TRANSPORTASI MAKIN MERAKYAT Ukuran untuk hal ini sangat gampang. Coba lihat berapa jumlah sepeda motor yang sekarang ini terjual di Indonesia setiap tahun? Angkanya sudah mencapai 2,5 juta unit. Sekarang ini orang sudah bisa membawa pulang sepeda motor baru dengan uang muka cuma Rp.400ribu. Tak sampai sebulan upah. Sekarang ini sepeda motor berseliweran dimana-mana dari kota besar sampai pelosok kampung yang di ujung gunung sekalipun. TELEKOMUNIKASI BUKAN HAL MEWAH Selain sepeda motor, coba lihat betapa merakyatnya telepon sekarang ini. Telepon selular bukan lagi barang mewah karena harganya terjangkau. Semua orang dari segala lapisan menikmatinya. Total pelanggan telepon selular sekarang ini sudah mencapai 13 juta orang. Jumlah pelanggan ponsel ini sudah jauh meninggalkan jumlah pelanggan telepon kabel (fixed phone) yang delapan juta pelanggan. PERHATIAN EKSTRA PADA USAHA KECIL Pemerintah juga tak lupa memberi perhatian pada pengusaha kecil dan menengah. Sekedar menyebut contoh terakhir, pemerintah baru saja mengucurkan kredit mikro dengan nilai total Rp. 3 triliun untuk pengusaha kecil. Kredit ini bakal mengucur langsung ke para pengusaha dengan syarat yang ringan dan mudah melalui bank-bank perkreditan rakyat juga lewat cabang-cabang PT Pegadaian. Ini adalah sebuah langkah konkret mengingat persoalan terbesar pengusaha kecil pada umumnya adalah terbatasnya modal. MENDORONG EKONOMI SYARIAH Selain makin sehat, ekonomi Indonesia juga makin terbuka termasuk juga untuk lembaga keuangan yang ber-azas-kan syariah. Salah satu contohnya adalah Perbankan Syariah. Dulu, pemerintah cuma mengizinkan satu bank Syariah, yaitu Bank Muamalat yang lebih sebagai etalase politik ketimbang sebagai sebuah bank beneran. Sekarang pemerintah justru mendorong tumbuhnya perbankan berbasis sistem syariah. Sekarang usaha ada 2 bank yang murni syariah. Sementara, puluhan bank lain mendirikan unit-unit khusus yang memberikan layanan perbankan Syariah. Dana masyarakat yang masuk ke perbankan Syariah juga sudah mencapai Rp 3,8 triliun per Juni 2003 lalu. Jumlah Bank Perkreditan Rakyat berbasis Syariah pada akhir 2003 juga sudah mencapai 86 buah. Ini adalah buah kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan perbankan Syariah dengan memberi persyaratan yang cukup lunak untuk mendirikan Bank Perkreditan Rayat Syariah. Sistem perbankan Syariah juga mampu memberi hasil lebih baik kepada nasabah ketimbang perbankan konvensional. Lagipula, perbankkan berbasis Syariah tidaklah ekslusif hanyak untuk umat Islam. Warga Non-muslim pun bisa menjadi nasabah. Terbukti, perbankan Syariah bisa eksis berdampingan dengan sistem perbankan konvensional tanpa saling mengganggu. Selain bank Syariah, akhir-akhir ini juga mulai tumbuh berbagai lembaga keuangan lain yang berbasis syariah. Misalnya asuransi syariah. Produk keuangan berbasis syariah seperti obligasi syariah juga sudah tersedia di Indonesia. Pengembangan ekonomi Syariah mestinya sudah harus dilakukan dulu. Mengingat 90% penduduk Indonesia adalah umat Islam. Namun sistem dan lembaga keuangan berbasis Syariah baru berkembang pesat dalam 3 tahun terakhir ini, pada era pemerintahan Presiden Megawati. KESIMPULAN DAN PENUTUP Dalam daftar panjang hasil-hasil konkret yang bisa kita rasakan secara langsung. Hasil-hasil itu bukanlah program atau janji muluk-muluk. Semua itu sudah terjadi dan selesai. Tentu saja, daftar panjang itu belumlah seratus persen komplit. Masih banyak lagi pencapaian-pencapaian lain yang belum tercantum disini. Tapi, untuk memberikan bahan agar kita bisa menelaah secara lebih obyektif, butir-butir fakta yang sudah diuraikan seharusnya sudah cukup buat kita untuk sampai pada satu kesimpulan : Ternyata banyak sekali prestasi dan hasil konkret yang berhasil diwujudkan oleh pemerintahan Megawati. Kesimpulan yang juga sangat jelas adalah : kondisi sekarang ini jelas lebih baik dari situasi negara lima, sepuluh, atau lima belas tahun yang lalu. Sekarang ini harkat dan martabat manusia lebih dihargai, kesejahteraan juga lebih baik. Kualitas hidup manusia Indonesia secara umum juga pasti lebih bagus. Pemerintah tidaklah beroperasi secara semena-mena. Kekuasaan juga terbagi ke dalam banyak institusi. Tidak ada pemusatan kekuatan ekonomi di satu tangan atau satu keluarga. Tentu saja tak ada gading yang tak retak. Masih banyak kekurangan yang memang harus dibenahi oleh Pemerintahan Megawati. Tapi, jika melihat beban yang harus ia sandang pada awal pemerintahan,rasa-rasanya pencapaian dalam tempo cuma 3 tahun ini adalah sebuah hal yang sangat luar biasa. Tiga tahun lalu kita sering mendengar orang-orang bicara \"Wah jangan-jangan sebentar lagi Indonesia akan karam!\" Sekarang kita bisa melihat bahwa negara ini ternyata tetap utuh dan bahkan mulai menggeliat untuk bangkit dari keterpurukannya. Apalagi didampingi dokter mujarab yaitu PARTAI DAMAI SEJAHTERA. Sekarang kita bisa mengerti dan memaklumi dengan hati nurani yang benar, siapa yang harus kita pilih pada PEMILIHAN PRESIDEN pada tanggal 5 Juli 2004 nanti, tidak ada yang lain selain memilih PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang didukung penuh oleh PARTAI DAMAI SEJAHTERA, jadi tidak perlu kita mendengarkan cerita cerita atau dongeng dongeng kekanak kanakan lagi, karena pemilihan Presiden ini adalah Pemilihan kesejahteraan kita sendiri. Inginkah anda merusak bangsa dan negara kita sendiri ? Kami percaya pertanyaan semacam itu tidak perlu kami sampaikan, karena semua rakyat Indonesia telah menyatukan tekadnya untuk memilih PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI sebagai PRESIDEN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA untuk periode 2004 sampai dengan 2009 yang sudah didukung sepenuhnya oleh PARTAI DAMAI SEJAHTERA. Kamis, 01 Juli 2004 - 08:06 WIB dikirim oleh Abdul Syukur dari 211.109.42.151 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/teampdssurabaya/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

