Full Gospel Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:gabungnya PDS kekubu megawati 
mencerminkan sikap politik PDS yang rapuh , kebingungan mencari sandaran , kemandirian 
kader dalam memilih pres sesuai hati nuraninya merupakan jawaban yang tepat untuk 
menyikapi keputusan partai.Sabtu, 03 Juli 2004 - 17:40 WIB
dikirim oleh beno [ URL: http://telkom.net ] dari 80.247.150.117WHAT NEXT PDS ????

Katakanlah Capres yang didukung PDS masuk dua besar pada hasil Pemilu Pres dan Wapres 
2004.... Lalu apa yang akan dilakukan PDS pada kampanye Next Round ?
Policy dan Strategi PDIP menjelang Pemilu April 2004 masih sangat amburadul, tidak 
populer dan tidak cerdas. Misalnya ...mendukung Sutiyoso menjadi Gubernur DKI...apakah 
berbukti dampak positif buat PDIP pada pemilu legislatif April 2004 ? Pemerintah PDIP 
tidak bisa menaikkan gaji PNS dan pensiunan pada thn 2004, ...padahal ada uang untuk 
gaji ke 13 yang ternyata setara gaji 100 % satu bulan. Bukankan uang yang sama dapat 
dipakai menaikkan gaji PNS dan pensiunan sebesar 8,33 % selama satu tahun di 2004 ?? 
Dampak kampanye/popularitas dari kebijakan kenaikan gaji jauh lebih efektif dari 
kebijakan gaji ke 13. Petinggi PDIP di pusat dan daerah sering kurang tajam mengangkat 
isu nasional/lokal untuk menyerang balik musuh-musuh politiknya, sehingga lebih banyak 
PDIP berada dipihak yang diserang dan yang kalah !

Nah .... kalau PDS sudah merapatkan barisan dengan PDIP...ayo dong bersiap untuk 
agenda-agenda nasional dan lokal yang reformis dan yang high priority dibutuhkan 
rakyat ! Contoh :
1. PDIP & PDS harus secepatnya mempelopori pemilihan Gubernur dan Bupati/Walokota 
secara langsung. Ingat Presiden saja sudah... Gubernur & Walikota kok belum ??? Ndak 
masuk lojiknya.
2. Di daerah kantong PDIP dan PDS yang akan ada pemilihan Gubernur/Bupati/ 
Walikota...sudah harus ancang-ancang mengelus-elus calonnya yang terbaik. Misalnya di 
Sulut dan Manado...apakah PDIP dan PDS sudah punya calon untuk Gubernur Sulut dan 
Walikota Manado. Saya usul Ir. Hany Pua sebagai calon gubernur (calonnya PDIP) dan J. 
Massie calon walikota Manado (unsur PDS).
3. Lain-lain isue....mari diskusikan.

Untukl bapak Rohi...kepala Media Megawati Center... ulasannya perlu lebih dibalance 
kan agar lebih natural... anyway...selamat berjuang !

Sabtu, 03 Juli 2004 - 01:02 WIB
dikirim oleh Jeff dari 61.5.60.47Megawati, Dalam Diam Ia Bekerja Untuk Bangsa Ini
oleh : Peter A. Rohi
www.fullgospelindonesia.net

Dibawah kepemimpinan Megawati pemikiran untuk mengembangkan kepribadian bangsa tumbuh 
kembali. Tapi tentu tak semudah itu. Dia harus memulai dulu dengan membayar utang 
negara yang telah melilit bangsa ini mencapai lebih dari Rp.1.000 Triliun. Artinya 
tiap orang di negeri ini memiliki utang Rp.5 juta.

Sementara itu keadaan perbankan masih mengalami krisis. Pemerintah masih membutuhkan 
dana Rp.729 Triliun untuk menyelamatkan sistem perbankan. Ibarat sebuah kapal, bukan 
saja bocor dan penuh dengan air, tetapi propeller ( baling baling ) sudah jatuh, 
kemudi patah pula, sementara badai menyerang ditengah gelombang yang menggelora. Dalam 
keterpurukan seperti itu Megawati harus meyenyelamatkan kapal bangsa ini.

Megawati telah mengambil langkah yang tepat membentuk tim ekonomi yang kuat.Hanya 
dalam tiga tahun masa pemerintahannya, hasil yang dicapai tim ekonomi ini luar biasa. 
Tak satu pun pengamat luar negeri yang menilai dia gagal, karena mereka obyektif dan 
jujur mengakui , bahwa dia memulai dari keadaan yang terpuruk. Dan mereka menamakan 
tim ekonomi Megawati sebagai The Dream Team. Benar benar mengagumkan.

Lucunya, banyak orang mulai mengincar kursi kepresidenan setelah tahu bahwa kapal 
bangsa ini sudah mampu berlayar.Tinggal menambah kecepatan berlayarnya saja. Kebocoran 
( korupsi ) sudah ditekan sehingga untuk biaya rutin negara cukup dari pajak, tidak 
perlu pinjam lagi dari luar negeri seperti pada masa Soeharto. Bahkan pajak yang 
diterima pemerintahan Megawati selama tiga tahun melebihi yang diperoleh selama 32 
tahun pemerintahan Soeharto.

Utang luar negeri yang US $ 131,24 miliar sudah berhasil dilunasi 42,71 % sehingga 
tinggal US $ 75,18 miliar. Sambil bayar utang, Megawati masih mampu menaikan 
pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Khusus untuk tahun 2004 pertumbuhan ekonomi 
mencapai 4,5%.

Kemajuan itu yang membuat banyak yang tergiur untuk menjadi presiden. Karena tinggal 
enaknya saja. Konyolnya, mereka pura pura tidak melihat kemajuan yang dicapai 
Megawati. Kecuali PARTAI DAMAI SEJAHTERA. Padahal mereka tahu, ukuran tingkat kemajuan 
suatu bangsa diukur dari kelayakan transportasi dan komunikasi. Pada masa pemerintahan 
Megawati, harga tiket pesawat sama dengan tiket kereta api. Jumlah pembelian mobil 
meningkat tajam. Sepeda motor yang dibeli kelas bawah mencapai 2.500.000 atau 5 kali 
dari tahun 1998.

Pemakaian telepon seluler begitu menanjak. Dari setengah juta pada tahun 1996 menjadi 
lebih dari 20 juta pada tahun 2004. Artinya kenaikan lebih dari 40 kali lipat yang 
sebagian besar dipakai kelas bawah sampai ke desa desa. Konyolnya, justru dari dalam 
mobil yang dibeli, melalui handphone yang pada masa Soeharto masih suatu yang mimpi 
bagi mereka, sambil menikmati kemakmuran begitu, mereka masih tega menyebar isu: 
Megawati tak berbuat apa apa. Ini kan pemikiran yang hanya mau merusak Bangsa dan 
Negara saja dan tidak mau memberi rasa cinta kasih kepada IBU PERTIWI. Astaga ???!!!

Sebagaimana para pengeritik melaju selalu tak berbobot dan tak mampu memahami 
keseluruhan strategi pembangunan Megawati. Seperti ayahandanya, Megawati berfikir jauh 
kedepan. Dia mendirikan 8.000 buah sekolah dan memberi beasiswa bagi 8 juta pelajar di 
seluruh pelosok tanah air untuk menumbuhkan satu generasi yang cerdas.

Megawati memang harus tegar terhadap fitnah,juga fitnahan melalui media massa. Banyak 
media massa yang tak tahu, bahwa urusan undang undang adalah urusan legislatif. Urusan 
pengadilan adalah urusan yudikatif. Reformasi menuntut eksekutif tak ikut intervensi 
kewilayah yudikatif dan legislatif. Dan Megawati telah menaati itu dengan baik agar 
masuk ke bagian paling substansial dari reformasi. Sayangnya, banyak pakar dan juga 
pers yang berfikir masih dalam bingkai Soeharto. Atau mungkin mereka itu hanya punya 
Gelar Gelar yang didapat atas dasar uang saja di masa Soeharto ???

Mega hanya tersenyum membaca dirinya disamakan dengan Sumanto sikanibal, atau dengan 
foto model, atau bahkan diisukan mengangkat isu 27 Juli 1996 untuk menjatuhkan Susilo 
Bambang Yudhoyono. Mega tahu persis, kalau ia melakukan somasi pasti ia menang, 
melalui pencemaran nama baik. Tetapi ia tak mau sebagai anak bangsa akan kehilangan 
nafkah karena sebagai seorang presiden ia bisa menuntut triliunan rupiah karena 
pencemaran nama baik. Seperti dulu ketika Soeharto diusik sedikit saja, wah Tomy sudah 
mencak mencak melawannya, tapi apa hasil akhirnya ? Tomy sekarang di Nusokambangan. 
Apakah hal semacam ini yang ingin diikuti oleh Rakyat dan bangsa Indonesia ??? 
Pikirlah dengan akal sehat, dan bertobatlah mulai sekarang juga !!!

Megawati cukup bersabar, kesabaran yang juga diwarisi dari ayahandanya Bung Karno. 
Kalau Bung Karno mau lawan Soeharto siapa bilang tak bisa? Tetapi berapa banyak darah 
anak bangsa akan mengalir?

Penulis adalah Wartawan Senior, Kepala Media Megawati Center.Jumat, 02 Juli 2004 - 
05:22 WIB
dikirim oleh Gatot Kaca dari 211.186.4.245Shalom !

Saya tahu dari koran PDS mendapat 1 kursi DPR tambahan. Jadi, apa benar jatah kursi 
PDS di DPR RI menjadi 13 ??? Saya mohon diberi informasi oleh yang punya informasi 
mengenai pencapaian PDS pada pemilu legislatif 2004. Setahu saya, di wilayah Sulawesi 
Utara, semua kabupaten dan kota ( 9 DPRD II) mendapatkan kursi, begitu juga di DPR 
propinsi. Di DKI juga PDS mendapat kursi.
ADA YANG TAHU di PROPINSI-propinsi lain, ....hhhheeeeelllppppp me please !!!!Kamis, 01 
Juli 2004 - 11:05 WIB
dikirim oleh JEFF dari 61.5.60.126SETELAH TIGA TAHUN BERLALU, EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN

INVESTASI ASING MULAI PULIH
Banyak pengamat ekonomi yang menyatakan bahwa kendati ekonomi sudah pulih, tapi 
investasi asing masih sedikit masuk ke Indonesia. Para Pengamat itu tidak salah, tapi 
mereka hanya menyatakan separuh kebenaran.

Saat ini di dunia terjadi sebuah gejala yang sangat dahsyat dalam hal investasi : 
China. Semua investasi langsung dari banyak negara mengalir deras dan membanjiri 
negeri RRT.
Jadi, tak hanyak Indonesia yang terkena gejala ini. Ia mirip sedotan raksasa yang 
menghisap investasi negara-negara lain dan memindahkan ke RRT.

Inilah gambarannya :
Pada tahun 1992 inveatasi asing yang masuk ke China tercatat sekitar US$ 10 Milyar. 
Ini sama dengan jumlah investasi asing yang masuk ke lima negara ASEAN (Indonesia, 
Malaysia, FIlipina, Singapore dan Thailand) digabung menjadi satu.


Pada tahun 2003, investasi asing yang masuk ke China sudah melewati angka US$ 60 
Milyar atau tumbuh 6 kali lipat.
Sementara gabungan 5 negara ASEAN tadi hanya mencatat angka sekitar US$ 15 Milyar pada 
tahun yang sama.

Contoh lain : Malaysia pada tahun 1995 menerima investasi asing
senilai US$ 5 Milyar. Pada tahun 2003, investasi langsung yang masuk ke Malaysia 
dibawah US$ 1 Milyar. Ini adalah data versi majalah paling bergengsi The Economist.

Para pengamat seringkali luput mengamati gejala global ini dan hanya menonjolkan fakta 
bahwa investasi asing ke Indonesia menurun dan buruk. Mereka lupa atau mungkin 
pura-pura lupa, untuk membahas fenomena sedotan investasi ke China yang sekarang ini 
bahkan mengalahkan Amerika Serikat sebagai ajang investasi asing terbesar di dunia.

Angka-angka Indonesia sendiri menunjukkan perbaikan.
Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai proyek penanaman modal 
asing (PMA) di Indonesia selama 2003 tercatat US$ 12,5 Milyar. Ada perbaikan yang 
sangat signifikan dibandingkan dengan kondisi 2002 yang nilainya US$ 9,8 Milyar, 
tumbuh hampir 30%.

KAS NEGARA LEBIH MANDIRI DAN SEHAT
Semasa pemerintahan Megawati, kondisi keuangan negara kian mandiri dan sehat. Salah 
satu ukurannya adalah pajak. Dulu, keuangan negara lebih banyak ditopang oleh utang 
dan duit dari minyak. Ini jelas kondisi yang sangat tidak baik. Hutang jelas harus 
dibayar dan minyak kalau sudah habis mau apa kita?

Keuangan negara seharusnya memang menyandarkan diri pada pajak. Kita semua yang harus 
membiayai penyelenggaraan negara. Ini juga sesuai dengan azas keadilan karena dengan 
pajak orang kaya membayar porsi lebih besar daripada orang miskin. Kalau negara 
dibiayai pakai hutang atau uang hasil bumi, itu namanya membagi beban sama rasa sama 
rasa, miskin kaya menanggung beban yang sama.

Dan data menunjukkan selama pemerintahan Megawati, penerimaan pajak melonjak sangat 
tajam. Untuk anggaran 2003, penerimaan pajak mencapai Rp. 210 triliun.

Coba kita bandingkan angka pencapaian itu dengan penerimaan pajak negara pada 1996. 
Inilah masa yang disebut-sebut sebagai puncak kejayaan ekonomi Indonesia dibawah Orba. 
Jangan heran, saat itu, penerimaan pajak cuma Rp. 50,4 triliun, tak sampai 1/5 
penerimaan pajak pada masa Presiden Megawati.

BURUH DIBAWAH 1 JUTA BEBAS PAJAK
Jangan salah, peningkatan penerimaan pajak yang luar biasa ini bukan berarti 
pemerintah menggencet rakyat kecil. Sebab sejak tahun 2003 pemerintah menalangi 
pembayaran pajak untuk kaum buruh yang penghasilannya dibawah Rp. 1 juta per bulan. 
Artinya, itu sama saja dengan bebas pajak penghasilan bagi buruh kecil.

BURUH LEBIH BEBAS DAN DIHARGAI
Tak cuma membebaskan pajak bagi buruh kecil. Sekarang ini buruh punya posisi tawar 
yang tinggi. Buruh juga lebih kuat bernegosiasi dengan pemilik perusahaan dalam soal 
upah, peraturan perusahaan, fasilitas, dan apa saja. Tidak pernah ada demonstrasi 
buruh yang dilarang sepanjang itu tidak merusak dan anarkis. Tidak ada aktivis buruh 
yang ditangkap, dicelakan atau dibunuh seperti Marsinah di zaman dulu.

Kalau toh ada perusahaan yang berani memecat aktivis buruh, pasti persoalan itu akan 
mencuat di media massa dan perusahaan tersebut menjadi sorotan. Dan jika ada peraturan 
yang dilanggar perusahaan tersebut juga mendapat sanksi. Aktivis pembela buruh, apakah 
itu LSM atau mahasiswa, juga bebas beraktivitas. Tak ada larangan dari pemerintah buat 
mereka. Kebijakan semacam itu tak mungkin terpikirkan
di zaman dulu.

BAHAN POKOK MELIMPAH RUAH
Sekarang ini tak pernah ada lagi cerita tentang kelangkaan bahan-bahan pokok 
(sembako). Dulu setiap kali menjelang hari raya selalu saja ada kekisruhan dan 
kekurangan sembako, harga-haraga pada naik. Tiga tahun terakhir, semuanya stabil 
kendati ada banyak hari raya besar yang jatuh berurutan.

Coba perhatikan, sekarang ini di tiap pelosok, selalu ada toko dan warung-warung 
eceran yang moderen. Itu tak semuanya milik pengusaha besar. Warung-warung itu memakai 
sistem waralaba. Artinya, pemiliknya ya pengusaha menengah kecil warga setempat yang 
bekerja sama dengan pemilik barang. Hasilnya adalah harga barang yang lebih murah dan 
pilihannya juga beragam. Segala kebutuhan rakyat selalu melimpah tersedia setiap saat.

TAK ADA LAGI MONOPOLI
Di zaman ORBA dulu, monopoli adalah salah satu ciri utama ekonomi Indonesia. 
Produk-produk yang menyangkut kepentingan orang banyak dikuasai sendiri atau 
dimonopoli oleh satu pihak saja. Seringkali, monopoli itu dikangkangi oleh pengusaha 
yang punya hubungan khusus dengan Presiden. Terigu misalnya, atau juga cengkeh, 
sekedar menyebut dua contoh.

Sudah pasti monopoli atas komoditas yang sangat strategis ini
menghasilkan untung besar bagi si pengusaha. Sementara itu, rakyat banyak yang harus 
berpatungan memikul bebannya.
Harga barang yang berkaitan dengan komoditas itu menjadi lebih mahal. Si pemegang 
monopoli bisa semena-mena menentukan harga demi keuntungannya sendiri.

Sekarang ini, tak mungkin lagi ada monopoli yang diciptakan secara sengaja demi 
kepentingan pengusaha tertentu di Indonesia. Bahkan kita sudah punya Komisi Pengawasan 
Persaingan Usaha (KPPU) yang secara ketat mengawasi praktek-praktek bisnis yang curang 
dan tidak sehat atau berbau monopoli.

Masyarakat bisa melapor bila mengendus adanya praktek monopoli yang merugikan orang 
banyak. Sudah banyak keputusan KPPU yang membabat praktek-praktek monopoli dan 
persaingan tidak sehat.

TRANSPORTASI MAKIN MERAKYAT
Ukuran untuk hal ini sangat gampang. Coba lihat berapa jumlah sepeda motor yang 
sekarang ini terjual di Indonesia setiap tahun? Angkanya sudah mencapai 2,5 juta unit. 
Sekarang ini orang sudah bisa membawa pulang sepeda motor baru dengan uang muka cuma 
Rp.400ribu. Tak sampai sebulan upah. Sekarang ini sepeda motor berseliweran 
dimana-mana dari kota besar sampai pelosok kampung yang di ujung gunung sekalipun.

TELEKOMUNIKASI BUKAN HAL MEWAH
Selain sepeda motor, coba lihat betapa merakyatnya telepon sekarang ini. Telepon 
selular bukan lagi barang mewah karena harganya terjangkau. Semua orang dari segala 
lapisan menikmatinya. Total pelanggan telepon selular sekarang ini sudah mencapai 13 
juta orang. Jumlah pelanggan ponsel ini sudah jauh meninggalkan jumlah pelanggan 
telepon kabel (fixed phone) yang delapan juta pelanggan.

PERHATIAN EKSTRA PADA USAHA KECIL
Pemerintah juga tak lupa memberi perhatian pada pengusaha kecil dan menengah. Sekedar 
menyebut contoh terakhir, pemerintah baru saja mengucurkan kredit mikro dengan nilai 
total Rp. 3 triliun untuk pengusaha kecil.

Kredit ini bakal mengucur langsung ke para pengusaha dengan syarat yang ringan dan 
mudah melalui bank-bank perkreditan rakyat juga lewat cabang-cabang PT Pegadaian. Ini 
adalah sebuah langkah konkret mengingat persoalan terbesar pengusaha kecil pada 
umumnya adalah terbatasnya modal.

MENDORONG EKONOMI SYARIAH
Selain makin sehat, ekonomi Indonesia juga makin terbuka termasuk juga untuk lembaga 
keuangan yang ber-azas-kan syariah. Salah satu contohnya adalah Perbankan Syariah. 
Dulu, pemerintah cuma mengizinkan satu bank Syariah, yaitu Bank Muamalat yang lebih 
sebagai etalase politik ketimbang sebagai sebuah
bank beneran. Sekarang pemerintah justru mendorong tumbuhnya
perbankan berbasis sistem syariah.

Sekarang usaha ada 2 bank yang murni syariah. Sementara, puluhan bank lain mendirikan 
unit-unit khusus yang memberikan layanan perbankan Syariah. Dana masyarakat yang masuk 
ke perbankan Syariah juga sudah mencapai Rp 3,8 triliun per Juni 2003 lalu.

Jumlah Bank Perkreditan Rakyat berbasis Syariah pada akhir 2003 juga sudah mencapai 86 
buah. Ini adalah buah kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan perbankan 
Syariah dengan memberi persyaratan yang cukup lunak untuk mendirikan Bank Perkreditan 
Rayat Syariah.

Sistem perbankan Syariah juga mampu memberi hasil lebih baik kepada nasabah ketimbang 
perbankan konvensional. Lagipula, perbankkan berbasis Syariah tidaklah ekslusif hanyak 
untuk umat Islam. Warga Non-muslim pun bisa menjadi nasabah. Terbukti, perbankan 
Syariah bisa eksis berdampingan dengan sistem perbankan konvensional tanpa saling 
mengganggu.

Selain bank Syariah, akhir-akhir ini juga mulai tumbuh berbagai
lembaga keuangan lain yang berbasis syariah. Misalnya asuransi
syariah. Produk keuangan berbasis syariah seperti obligasi syariah juga sudah tersedia 
di Indonesia.

Pengembangan ekonomi Syariah mestinya sudah harus dilakukan dulu. Mengingat 90% 
penduduk Indonesia adalah umat Islam. Namun sistem dan lembaga keuangan berbasis 
Syariah baru berkembang pesat dalam 3 tahun terakhir ini, pada era pemerintahan 
Presiden Megawati.

KESIMPULAN DAN PENUTUP

Dalam daftar panjang hasil-hasil konkret yang bisa kita rasakan
secara langsung. Hasil-hasil itu bukanlah program atau janji
muluk-muluk. Semua itu sudah terjadi dan selesai.

Tentu saja, daftar panjang itu belumlah seratus persen komplit. Masih banyak lagi 
pencapaian-pencapaian lain yang belum tercantum disini.

Tapi, untuk memberikan bahan agar kita bisa menelaah secara lebih obyektif, 
butir-butir fakta yang sudah diuraikan 
seharusnya sudah cukup buat kita untuk sampai pada satu kesimpulan :
Ternyata banyak sekali prestasi dan hasil konkret yang berhasil
diwujudkan oleh pemerintahan Megawati.

Kesimpulan yang juga sangat jelas adalah : kondisi sekarang ini jelas lebih baik dari 
situasi negara lima, sepuluh, atau lima belas tahun yang lalu. Sekarang ini harkat dan 
martabat manusia lebih dihargai, kesejahteraan juga lebih baik. Kualitas hidup manusia 
Indonesia secara umum juga
pasti lebih bagus.

Pemerintah tidaklah beroperasi secara semena-mena. Kekuasaan juga terbagi ke dalam 
banyak institusi. Tidak ada pemusatan kekuatan ekonomi di satu tangan atau satu 
keluarga.

Tentu saja tak ada gading yang tak retak. Masih banyak kekurangan yang memang harus 
dibenahi oleh Pemerintahan Megawati.

Tapi, jika melihat beban yang harus ia sandang pada awal pemerintahan,rasa-rasanya 
pencapaian dalam tempo cuma 3 tahun ini adalah sebuah hal yang sangat luar biasa.

Tiga tahun lalu kita sering mendengar orang-orang bicara \"Wah
jangan-jangan sebentar lagi Indonesia akan karam!\"

Sekarang kita bisa melihat bahwa negara ini ternyata tetap utuh dan bahkan mulai 
menggeliat untuk bangkit dari keterpurukannya.
Apalagi didampingi dokter mujarab yaitu PARTAI DAMAI SEJAHTERA.

Sekarang kita bisa mengerti dan memaklumi dengan hati nurani yang benar, siapa yang 
harus kita pilih pada PEMILIHAN PRESIDEN pada tanggal 5 Juli 2004 nanti, tidak ada 
yang lain selain memilih PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI ketua Umum Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan yang didukung penuh oleh PARTAI DAMAI SEJAHTERA, jadi tidak perlu 
kita mendengarkan cerita cerita atau dongeng dongeng kekanak kanakan lagi, karena 
pemilihan Presiden ini adalah Pemilihan kesejahteraan kita sendiri.

Inginkah anda merusak bangsa dan negara kita sendiri ? Kami percaya pertanyaan semacam 
itu tidak perlu kami sampaikan, karena semua rakyat Indonesia telah menyatukan 
tekadnya untuk memilih PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI sebagai PRESIDEN NEGARA 
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA untuk periode 2004 sampai dengan 2009 yang sudah didukung 
sepenuhnya oleh PARTAI DAMAI SEJAHTERA.
Kamis, 01 Juli 2004 - 08:06 WIB
dikirim oleh Abdul Syukur dari 211.109.42.151

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/teampdssurabaya/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke