Surat Kembang Kemuning:

KATEB YACINE DI FESTIVAL AVIGNON KE- 58 [1]

Kegiatan kesenian tidak bermusim di Perancis, apalagi di Paris sebagai ibukota. 
Pameran foto, pameran lukisan, patung,  seminar, festival musik, teater, filem, tari 
dan lain-lain... merupakan kegiatan-kegiatan yang menyertai kehidupan penduduk siang 
dan malam dan diselenggarakan baik secara terbuka atau di gedung-gedung tertutup. Yang 
terbuka misalnya adalah pertunjukan-pertunjukan yang dilakukan dengan menfaatkan 
pojok-pojok jalan, lorong-lorong stasiun dan gerbong metro [kereta api bawah tanah], 
teras gereja, trotoar jembatan, caf�-caf�, taman-taman kota  atau panggung terbuka 
yang  khusus dibangun oleh kotapraja untuk keperluan pertunjukan guna menyalurkan 
kegiatan budaya para warganya. Sastra-seni menjadi bagian utuh dari kehidupan.  Gedung 
teater, museum terdapat di tiap kartir. Untuk menghadiri pameran van Gogh, Picasso, 
Modigliani, Bottichelli, Frida, Matisse,dan lain-lain, orang tidak segan membayar dan 
terkadang dilakukan dengan memesan tempat terlebih dahulu. Tidak pernah di sini saya 
mendengar adanya penguasa membakar lukisan atau membakar buku dan karya-karya seniman. 
Untuk melindungi Paris dengan kekayaan budayanya dari kehancuran perang pada Perang 
Dunia II, pihak Perancis membentuk pemerintah pengasingan di bawah pimpinan Jenderal  
de Gaulle, dan pemerintahan yang dekat dengan Hitler memindahkan ibukota Perancis ke 
Vichy.  Ketika dilakukan serangan balik untuk membebaskan Paris, menyusul pendaratan 
Sekutu di Normandia, 6 Juni 1944,  pihak gerilyawan Perancis yang berteraskan kekuatan 
"kiri" melakukan taktik khusus. Jenderal Leclerc dan Kolonel Fabian -- perwira-perwira 
kiri dalam Barisan Perlawanan [R�sistance] masuk lebih dahulu berkordinasi dengan 
gerilyawan di kota. Sikap ini hanya mungkin dilakukan oleh politisi dan kalangan 
militer yang berkebudayaan. Tidak mungkin diharapkan lahir dari kaum militeris dan 
para politisi tanpa budaya.

Skala pertunjukan dan kegiatan pun bermacam-macam. Mulai dari tingkat individual, 
kolektif, lokal, nasional sampai pada tingkat internasional. Dari sisi ini,  agaknya 
tidak akan terlalu jauh dari kenyataan jika Paris juga disebut sebagai kota kesenian, 
kota kebudayaan. Mode sebagai bagian dari kebudayaan, hanyalah satu sisi kecil saja 
dari wajah Paris seutuhnya sehingga jika menyebut dan membayangkan  Paris hanya 
sebagai "kota mode",  pandangan dan bayangan demikian hanya memperlihatkan  kekurangan 
pengenalan akan Paris. 

Festival Avignon adalah sebuah festival teater internasional bergengsi yang 
dilangsungkan saban tahun di sebuah kota kecil bernama Avignon di Perancis Selatan. 
Festival teater yang  diikuti oleh grup-grup teater dari berbagai benua  ini dimulai 
sejak 59 tahun lalu. Ketika pada  tahun 2003 terjadi konflik antara para seniman 
seluruh Perancis dengan pemerintah mengenai jaminan sosial kepada para seniman, 
seperti halnya dengan  festival tari internasional Montpelier dan festival-festival 
lainnya, Festival Teater Internasional Avignon,  tidak bisa dilangsungkan. Bahkan 
Festival Filem Internasional di Cannes [biasa disebut Festival Cannes] tahun ini pun 
sempat terancam oleh pembatalan jika pihak pemerintah tidak mau melakukan kompromi 
dengan para seniman. Tercapainya kompromi yang dimulai dari Festival Filem Cannes 
2004, membuka jalan bagi terselenggaranya kembali Festival Teater Internasional 
Avignon yang kali ini merupakan yang ke-58 kali. Festival Avignon yang ke-58 ini akan 
menampilkan 700 pertunjukkan dan secara resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan Perancis, 
Renaud Donnedieu de Vabres.Festival-festival ini juga merupakan salah satu daya tarik 
Perancis yang khusus  bagi para wisatawan yang jutaan jumlahnya datang saban tahun. 
Sedangkan bagi para seniman berbagai negeri yang hadir, festival-festival  begini 
membuka peluang tukar-menukar pengalaman guna meningkatkan kadar diri masing-masing 
sehingga keluar dari jerat kepicikan takaran , selanjutnya mengembangkan kerjasama dan 
salingbantu. 

Globalisasikah ini? Ya! Globalisasi itu ada sejak lama, tapi yang jelas ini bukan 
globalisasi sebagai tingkat baru kapitalisme, tapi jenis dari globalisasi yang 
dirumuskan sebagai altermondialisme atau alterglobalisme yang dikembangsadarkan sejak 
Pertemuan Porto Allegre. Pierre Vavasseur, wartawan Harian Parisien, Paris dalam 
laporannya tentang Festival Avignon Edisi ke-58 ini antara lain bahwa setelah 
perlawanan sengit para seniman seluruh negeri terhadap kebijakan pemerintah Perancis 
yang masih berlanjut sampai sekarang, antara lain menulis bahwa Festival ini bertujuan 
"melakukan provokasi terhadap masyarakat dan globalisasi di segala tingkat" melalui 
teater [Lihat Harian Parisien, 3 Juli 2004]. Karena festival merupakan festival 
internasional maka "provokasi" dilakukan secara internasional. Secara tidak langsung 
dengan demikian Festival Avignon merupakan gerakan internasional solidaritas anti 
globalisasi kapitalis melalui teater. Jika dilihat sejarahnya, seniman-seniman yang 
turut serta dalam Festival Avignon, melalui karya-karya yang dipentaskan senantiasa 
memperlihatkan kerterlibatan mereka terhadap masalah-masalah sosial dan politik 
negeri-negeri yang mereka diwakili. Keterlibatan sastra-seni dengan masalah 
sosial-politik diperlihatkan oleh sejarah Perancis memang sudah mentradisi di kalangan 
para seniman. Politik pementasan yang diterapkan dalam Festival Avignon hanyalah 
kelanjutan dari tradisi lama seniman dan cendekiawan negeri ini. 

Salah seorang yang penulis yang hadir Festival Avignon Edisi ke 58 yang dmulai sejak 3 
Juli 2004 lalu adalah sastrawan dan dramaturg Aljazair bernama Kateb Yacine. Almarhum 
Yacine pun adalah salah seorang sastrawan Aljazair yang sangat sadar politik dan paham 
sejarah negerinya dan keadaan negeri-negeri Arab lainnya.

Paris, Juli 2004
---------------
JJ.KUSNI 


[Bersambung....]





Catatan: 

Foto terlampir [1]. melukiskan bagaimana teras gereja Sacr� Coeur Montmartre dijadikan 
panggung teater terbuka; [2]. melukiskan pojok jalan dan jembatan digunakan sebagai 
panggung pertunjukan pantomim [Sumber: Dokumen Jelitheng]; 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke