Helai-helai Berserakan:

PUISI-PUISI BURUH MIGRAN [2-- SELESAI]


Mungkinkah kegiatan penulisan dan penciptaan ini ditumbuhkembangkan di kalangan 
TKW/TKI?

Pertanyaan ini sebenarnya sudah terjawab melalui kenyataan dengan lahirnya berbagai 
bentuk karya di kalangan para TKW/TKI, terutama di Hongkong, baik yang sudah diumumkan 
maupun yang masih tersimpan di laci atau di arsip-arsip pribadi, baik yang muncul 
secara individual ataupun yang lahir oleh dorongan organisasi. Menurut Mega 
Everistianawati, karya-karya yang telah ditulis para TKW/TKI, bukan hanya berbentuk 
puisi, tapi sampai kepada penulisan cerpen dan cerita bersambung. Lingkup kegiatan 
mereka pun mencakup bukan hanya bidang sastra tapi merambah ke bidang teater, 
pembacaan puisi, tari, nyanyi, lukis dan musik. Mega Everistianawati sendiri misalnya 
adalah salah seorang penyair yang juga bergiat di bidang teater bersama Asosiasi 
Teater Migran Asia di Hong Kong yang mempunyai program tersusun, juga aktif 
mengungkapkan diri melalui lukisan dan musik. 

Hal ini bukanlah sesuatu yang ajaib, karena mengungkapkan diri merupakan keperluan 
wajar manusia hidup.Keperluan ini misalnya dalam sejarah sastra Indonesia 
diperlihatkan oleh komunitas Indo Belanda dan etnik Tionghoa di Indonesia yang 
selanjutnya memberikan sumbangan tertentu dalam memperkaya khazanah sastra Indonesia. 
Keperluan inipun diperlihatkan oleh kaum eksil Indonesia di berbagai negeri.   

Saya kira pendokumentasian sistematik karya-karya buruh migran ini sangat perlu untuk 
studi dan analisa lebih lanjut. Dengan pengenalan cermat demikian, barangkali kita 
bisa lebih jelas apa bagaimana yang harus dilakukan dan ke mana menuju. 

Siapakah yang mendokumentasikannya? Bisa individu yang memang menaruh minat besar 
terhadap buruh migran Indonesia seperti para pengamat sastra, bisa para peneliti dari 
LIPI dan bisa juga dilakukan oleh organisasi-organisasi yang menangani masalah buruh 
migran [TKW/TKI]atau bisa juga dilakukan oleh para moderator milis TKI seperti 
sastra_tki dan buruh-migran. Untuk keperluan pendokumentasian karya-karya TKW/TKI 
diperlukan orang yang mempunyai ketelitian, ketekunan dan prakarsa seperti alm. 
H.B.Jassin. Dari karya-karya mereka, saya kira langsung atau tidak langsung akan 
terpantul sejarah sosial, politik, ekonomi dan budaya Indonesia termasuk keadaan 
negara-negara di mana mereka bermigrasi kerja. Sebagai contoh sekaligus sebagai 
pertanyaan: Mengapa kegiatan kreatif para TKW/TKI di Hong Kong lebih menonjol 
dibandingkan dengan kegiatan kreatif para TKW/TKI di negeri-negeri lain seperti di 
Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, di negeri-negeri Timur Tengah, Malaysia dan 
tempat-tempat lain? Apakah gejala ini merupakan suatu kebetulan?

Dari segi komposisi tingkat pendidikan TKW/TKI di Hong Kong dan negeri-negeri lain 
saya kira tidak terlalu jauh berbeda. Perbedaannya barangkali terdapat pada tingkat 
organisasi buruh migran Indonesia dan tingkat solidaritas organisasi buruh lokal dan 
berbagai negeri yang ada di Hong Kong. Di Hong Kong, para TKW/TKI mempunyai organisasi 
seperti Indonesian Migrant Workers Union [IMWU] yang erat bekerja sama dengan 
organisasi-organisasi buruh lokal dan Asia lainnya serta organisasi buruh 
internasional. Agaknya IMWU sangat aktif memperhatikan nasib, perbaikan nasib dan hak 
para buruh migran Indonesia dan juga berusaha meningkatkan taraf kebudayaan mereka. 
Bukanlah kebetulan jika Dewi Lestari, berangkat bulan lalu berangkat ke Jenewa 
menghadiri pertemuan ILO/PBB mewakili IMWU. Berangkatnya Dewi Lestari ke Jenewa saya 
nilai memperlihatkan kekuatan organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong. Mengapa 
wakil buruh migran Indonesia  dari Hong Kong yang berangkat dan bukan dari 
negeri-negeri lain misalnya, untuk menghadiri konerensi ILO/PBB itu?  Selain itu IMWU 
juga mempunyai buletin yang selain memberitakan tentang keadaan buruh migran, juga 
menyalurkan karya-karya tulisan para TKW/TKW. IMWU pun melakukan pelatihan penulisan 
bagi para buruh migran kita. Sedangkan di bidang teater, buruh migran berbagai negeri, 
termasuk Indonesia, menyalurkan bakat mereka melalui Asosiasi Teater Migran Asia yang 
berencana juga akan melakukan pertunjukan lawatan ke luar Hong Kong. 

Faktor lain yang menguntungkan adalah keadaan bahwa di Hong Kong para buruh migran 
relatif berada dalam kepastian hukum. Barangkali ini sisa peninggalan Inggris ketika 
menguasai Hong Kong. Mereka mempunyai waktu libur di akhir pekan sehingga mereka bisa 
melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar pekerjaan rutin selama seminggu. Tidak kalah 
pentingnya saya kira adalah adanya milis [EMAIL PROTECTED] yang juga bermarkas di Hong 
Kong dan  berperan sebagai penyalur berita tentang masalah TKI/TKW serta karya-karya 
para TKW/TKI, membangun dan memelihara jaringan antar mereka di berbagai negeri.
   

Kepastian hukum, adanya organisasi buruh migran yang bersolidaritas, jaringan 
internasional yang luas, sarana komunikasi baik yang berupa media cetak seperti 
"Berita Indonesia" dan "Tabloid Intermezo" ataupun elektronik [lihat juga tulisan Mega 
Everistianawati di milis sastra_tki,06 Juli 2004], barangkali menyebabkan 
kegiatan-kegiatan para TKW/TKI di Hong Kong dalam berbagai bidang, termasuk bidang 
sastra-seni lebih menonjol di bandingkan dengan kolega-kolega mereka di negeri-negeri 
lain. 

Saya mempunyai keyakinan jika ada tiga pemaduan, yaitu pemaduan kerjasama antara 
pimpinan organisasi buruh migran denga tenaga ahli/profesional dan para buruh migran, 
perkembangan penulisan di kalangan TKW/TKI akan lebih marak lagi. Demikian juga 
kegiatan di bidang kesenian lainnya termasuk dalam soal peningkatan ketrampilan.Soal 
terakhir ini saya kira sangat penting untuk mengobah citra TKW/TKI kita dan perbaikan 
nasib mereka. 

Meningkatnya kuantitas dan kualitas karya-karya para TKW/TKI akan memperkaya khazanah 
sastra Indonesia kita. Tiga puisi yang dimunculkan oleh Raiyabilly di atas turut 
menambah jumlah karya mereka dan barangkali seperti siapapun menunggu rupa-rupa karya 
mereka selanjutnya. Lahirnya sastra-seni TKI dari 4 juta TKW/TKI bukanlah khayali.     
  


      
[Selesai]



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke