Cerpen:
KETIKA WASIT BERMAIN PELUIT
Oleh Tangkisan Letug
Sebuah stadion yang indah itu kian dipenuhi sorak
sorai kegirangan dan kecemasan. Pertandingan masih
berlangsung. Kesebelasan �Sumber Yoga� (yang oleh pers
disingkat sebagai kesebalasan SBY) melawan Kesebelasan
�Merah Gaya� (oleh pers disingkat sebagai kesebelasan
MEGA) sedang bermain seru-serunya. Pers telah
melaporkan bahwa pertandingan final antara kesebelasan
SBY dan Mega itu akan bertambah sengit di babak kedua
nanti.
Kini permainan babak pertama masih berlangsung. Baru
saja wasit meniupkan peluit untuk pelanggaran yang
dilakukan oleh seorang pemain gelandang depan SBY.
Kartu kuning diacungkan. Tak lama kemudian kartu
kuning pun diberikan pada seorang pemain tengah yang
telah mengganjal kaki penyerang pemain SBY.
�Lihat itu, seorang pemain belakang SBY telah
pura-pura jatuh sehingga wasit meniupkan peluit untuk
pelanggaran yang dilakukan penyerang Mega.�
�Iya, setiap kali ada penyerangan kok aneh ya, peluit
dibunyikan untuk menguntungkan SBY.�
Begitu gerutu para pendukung kesebelasan Mega.
�Wasit curang! Wasit curang!� Begitu teriakan
pendukung fanatik kesebelasan Mega.
Sebetulnya aku tidak suka sepakbola, hanya sekedar
ingin melihat saja, tak mau mendukung kesebelasan mana
pun. Tetapi, dari apa yang aku tonton, sebenarnya
banyak pertanyaan muncul di benakku terhadap peluit
wasit. Katanya seorang wasit itu harus netral dan
objektif betul dalam meniupkan peluit. Karena begitu
banyaknya keanehan di lapangan yang tidak banyak
diperhatikan oleh sang wasit, aku hanya bertanya dalam
hati: Mungkinkah seorang wasit itu disponsori oleh
salah satu pendukung kesebelasan sehingga dalam segala
keputusannya yang berusaha netral itu sebenarnya
berpihak pada kesebelasan tertentu? Bukankah
pertandingan akbar ini telah disokong banyak uang
dollar oleh seorang konglomerat dari luar negeri?
Bahkan untuk ikut melancarkan pertandingan itu,
katanya, sang konglomerat telah mengirimkan bantuan
tenaga ahli penghitungan kesalahan dan pelanggaran
dengan menggunakan teknologi tinggi. Untuk memonitor
pertandingan, telah digunakan satelit sehingga setiap
langkah dan titik pertandingan bisa dipantau dengan
jeli. Arsitek stadion untuk pertandingan pun berasal
dari luar negeri. Rumput-rumput palsu yang berkualitas
tinggi itu pun diimpor dari luar negeri. Hebat memang.
Masyarakat pun dibuat terkagum-kagum oleh segala
penampilan fisik stadion tempat pertandingan ini
sedang berlangsung.
Mata jeli teknologi rupanya tidak sejeli mata para
penonton. Ketika penonton berteriak �Curang!�
teknologi gambar yang ditampilkan di layar televisi
panitia pertandingan menunjukkan �Fair�. Lalu para
pemantau asing dan ahli-ahli sepakbola pun melayangkan
pujian terhadap wasit yang bijaksana.
�Hebat. Tidak pernah saya melihat pertandingan yang
sebaik ini di negeri saya.� Kata seorang pengamat
sepakbola yang dikirim oleh sang konglomerat.
�Memang hebat kesebelasan SBY. Saya kira popularitas
kesebelasan SBY bisa memberikan semangat untuk
memenangkan pertandingan ini. Lihat saja, gol pertama
yang dicetak oleh kesebelasan SBY itu. Sebuah gol yang
sangat manis dan indah. Sayangnya, kesebelasan MEGA
malah banyak membuat kesalahan. Apalagi, strategi yang
diambil oleh kesebelasan MEGA itu bodoh, kurang berani
membuka diri dan terlalu konservatif dalam bermain.
Saya kira, sudah saatnyalah kesebelasan SBY menjadi
pemenang akhirnya.� Inilah pandangan seorang ahli
sepakbola yang pernah mengajar para ahli sepakbola di
negara-negara dunia ketiga. Sangat sering ia
diwawancarai oleh para wartawan media cetak dan
televisi. Bahkan selama pertandingan ini, hampir
setiap kali peluit wasit berbunyi, media televisi
menampilkan pandangan sang ahli ini untuk menafsirkan
apa artinya peluit yang dibunyikan sang wasit.
Penonton televisi rupa-rupanya sangat mengidolakan
kesebelasan SBY yang telah diopinikan sebagai pemain
santun dan tidak banyak berbuat kesalahan. Publik
televisi pun menurut hasil penelitian yang dibantu
oleh ahli-ahli asing telah jatuh hati penampilan
kesebelasan SBY. Kalau tidak ada pertandingan pun,
publik akan dengan senang hati memenangkan kesebelasan
SBY.
Entah sudah berapa kali peluit berbunyi. Aku malah
telah terbawa oleh angan-angan dengan
pertanyaan-pertanyaanku sendiri. Pertandingan masih
berlangsung. Penonton telah terpana oleh ramainya
pertandingan. Teriakan �Curang!� seperti tertelan
sorak-sorai penonton yang gembira oleh suara peluit
wasit di tengah permainan. Menggelegar sorai mereka.
Gelegar sorak sorai penonton pendukung kesebelasan SBY
telah membuat diriku gemetar. Mungkinkah sebenarnya
yang sedang terjadi adalah sebuah perjudian? Ketika
peluit wasit berbunyi atas dukungan dollar dari negeri
asing, tidak mungkinkah sponsor asing itu sedang
mengadakan pertaruhan? Alangkah celakanya, bila yang
mereka incar adalah seluruh negeri ini. Para penonton
sekarang bisa bergirang jagonya akan menang. Tetapi,
siapa tahu sebenarnya yang sedang mengincar kemenangan
adalah orang-orang seberang.
Dibawa oleh macam-macam pertanyaan itu, aku hanya bisa
terpaku menonton pertandingan yang masih berlangsung.
Dalam hati aku berharap, sorak-sorai penonton itu
nanti menjadi sorak-sorai kemenangan bagi kepentingan
seluruh seluruh negeri, bukan hanya kepentingan
kurcaci dan tikus luar negeri.
15 Juli 2004
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/