21.07.2004

Gangguan kesuburan lelaki  
  
 
(Akibat pencemaran lingkungan, sel sperma lelaki di
negara maju semakin loyo untuk dapat membuahi sel
telur.)  
  
  
Beberapa dekade terakhir, para ahli kedokteran
reproduksi di negara maju semakin cemas dengan
menurunnya kesuburan lelaki. Sel sperma lelaki Barat
menjadi semakin loyo dan kurang sukses membuahi sel
telur. Diduga, pencemaran lingkungan menjadi salah
satu penyebab utamanya.

Di Eropa dan Amerika Serikat kini mencuat isu serius
menyangkut kesuburan pria. Dalam beberapa dekade
terakhir, semakin banyak pria loyo yang tidak mampu
menghasilkan keturunan. Aktivitas seksual pria-pria
ini tetap normal akan tetapi sel sperma mereka loyo
atau terlalu sedikit untuk dapat sukses membuahi sel
telur. Mula-mula dituding gaya hidup para lelaki di
negara barat yang terlalu banyak mengkonsumsi minuman
keras dan malas berolah raga. Tudingan ini mungkin ada
benarnya. Namun kini mulai menguat bukti, pencemaran
lingkungan juga memainkan peranan besar dalam
reproduksi manusia.

Kini semakin disadari, industrialisasi berperan banyak
dalam penurunan kesuburan lelaki. Aktivitas manusia
modern, terbukti mencemari lingkungan dengan
unsur-unsur mirip hormon yang mengganggu keseimbangan
sistem reproduksi. Para peneliti kedokteran reproduksi
dan pakar ekologi menyepakati, terjadinya gangguan
hormonal secara luas di negara maju. Sejak lima dekade
terakhir, pencemaran unsur pengganggu keseimbangan
hormonal terus meningkat. Akumulasinya berupa gangguan
reproduksi.

Residu DDT

Para peneliti lingkungan dan pakar wabah penyakit,
mulai mengamati serius dampak unsur pengganggu itu
sejak tiga dekade lalu. Mula-mula diketahui bahwa
racun pembunuh serangga yang amat ampuh dan digunakan
secara luas membasmi nyamuk malaria yakni DDT,
memiliki dampak sampingan amat merugikan. DDT memiliki
sifat larut dalam lemak. Karena itu, residunya terus
terbawa dalam rantai makanan dan menumpuk dalam
jaringan lemak. Dari situ, sisa DDT mengalir melalui
air susu ibu kepada anaknya, baik pada manusia maupun
pada binatang. Binatang pemangsa mendapat timbunan
sisa DDT dari binatang makanannya. Rantainya seolah
tidak bisa diputus.

Pengamatan terhadap burung pemangsa menunjukan, DDT
menyebabkan banyak burung yang memproduksi telur
dengan kulit amat tipis sehingga mudah pecah. Selain
itu, terlepas dari tebal tipisnya kulit telur, semakin
banyak anak burung pemangsa yang lahir cacat.
Penyebaran residu DDT bahkan diamati sampai ke kawasan
kutub utara dan selatan. Anjing laut di kutub utara
banyak yang melahirkan anak yang cacat atau mati pada
saat dilahirkan. Penyebabnya pencemaran racun serangga
jenis DDT.

Diduga, residu DDT pada manusia juga berfungsi serupa,
yakni menurunkan kemampuan reproduksi atau menyebabkan
cacat pada janin. Karena itulah sejumlah negara maju
termasuk Jerman, sudah melarang penggunaan DDT sejak
tiga dasawarsa lalu. Akan tetapi ironisnya sejumlah
negara maju masih memproduksi DDT untuk dijual ke
negara dunia ketiga. Akibatnya, penyebaran residu DDT
melalui rantai makanan tetap terasa di seluruh dunia.
Selain itu, dalam 30 tahun terakhir ini, semakin
banyak diproduksi perabot rumah tangga yang mengandung
unsur pengganggu keseimbangan hormonal.

Struktur tidak mirip hormon

Struktur kimia dari bahan kebutuhan sehari hari ini
seperti misalnya produk plastik, bahan pembersih atau
racun anti hama, samasekali tidak mirip hormon tetapi
memiliki fungsi serupa dengan hormon. Di alam,
unsur-unsur ini amat langka. Keberadaannya tercipta
sebagai produk buatan manusia. Dampak yang diamati
sejak beberapa tahun terakhir ternyata amat
mengejutkan. Unsur-unsur semacam itu, selain dapat
mengakibatkan gangguan kesuburan atau kelainan pada
alat kelamin, juga dapat memicu kanker payudara dan
kanker prostat.

Misalnya saja, para ahli reproduksi sejak beberapa
tahun terakhir meneliti dampak unsur Bisphenol A, yang
lazim digunakan di pabrik plastik sebagai unsur
pelunak plastik agar mudah dibentuk. Unsur ini juga
digunakan sebagai pelapis bagian dalam kaleng bahan
makanan awetan agar tidak berkarat, pada gigi palsu
dan pada botol susu bayi. Bisphenol A diketahui
memiliki pengaruh seperti hormon wanita estrogen.
Diduga, turunnya jumlah sperma pada laki-laki
disebabkan paparan unsur tsb dalam jumlah besar. Juga
fenomena menarik, berupa semakin cepatnya anak
perempuan mencapai pubertas, diduga keras diakibatkan
unsur Bisphenol A tsb.

Tentu saja tidak mudah membuktian kaitan antara
pencemaran Bisphenol A dengan munculnya fenomena
loyonya sperma lelaki. Selain itu perlu diingat,
penemuan pil anti hamil empat dekade lalu, menyebabkan
pencemaran hormon pencegah kehamilan pada perairan
umum. Pada gilirannya, jika airnya dijadikan bahan
baku air minum, hormonnya juga dikonsumsi oleh lelaki.
Untuk membuktikan dampak negatif, unsur-unsur pencemar
lingkungan pengganggu keseimbangan hormonal, para
peneliti melakukan ujicoba pada tikus.

Hasilnya ternyata cukup signifikan. Tikus betina yang
hamil dan diberi makan unsur Bisphenol A dalam
konsentrasi cukup besar, melahirkan anak tikus yang
mengalami gangguan hormonal pula. Anak tikus jantan
mengalami gangguan kesuburan, atau menjadi bersifat
lebih feminim. Sementara anak tikus betina lebih cepat
tumbuh dan lebih cepat mengalami pubertas. Anak tikus
betina yang kelebihan hormon betina itu, juga bereaksi
amat peka terhadap berbagai penyakit, terutama kanker.

Bahan kimia pertanian

Selain pencemaran unsur Bisphenol A, penggunaan
besar-besaran pupuk dan pembasmi hama kimiawi di
bidang pertanian juga menyebabkan gangguan
keseimbangan hormonal. Sejak tahun 70-an, para petani
buah-buahan di Jerman memanfaatkan fungisida atau
pembunuh hama jamur Vinclozolin, untuk menanggulangi
pertumbuhan jamur pengganggu. Fungisida ini, pada
binatang menyusui termasuk juga manusia, berdampak
menghambat reseptor testosteron. Dengan hambatan ini,
efek hormon lelaki testosteron hilang. Artinya, efek
hormon perempuan, estrogen semakin kuat. 

Penelitian yang dilakukan jawatan perlindungan
lingkungan AS membuktikan, terhambatnya efek hormon
testosteron menyebabkan anak tikus jantan bersikap
seperti betina. Induk tikus yang diberi suntikan
Vinclozolin, melahirkan anak jantan yang lebih
bersifat kewanitaan. Biasanya anak tikus jantan yang
normal akan bersikap lebih aktif dan agresif beberapa
jam setelah dilahirkan. Namun anak tikus jantan yang
induknya terpapar Vinclozolin bersikap lebih tenang,
mirip anak tikus betina. Di sejumlah negara maju,
penggunaan fungisida Vinclozolin memang sudah dilarang
sejak akhir tahun 90-an lalu. Akan tetapi
pertanyaannya siapa yang mengawasi peredaran fungisida
serupa itu di negara berkembang?

Berapa banyak unsur atau senyawa yang bersifat
menggangu keseimbangan hormonal masih belum diketahui
pasti. Pada tahun 1998 jawatan perlindungan lingkungan
AS membuat daftar dari 87.000 senyawa yang harus
diteliti dampaknya pada makhkluk hidup. Struktur kimia
dari senyawa itu, kebanyakan tidak mencerminkan apa
dampaknya. Potensi dampaknya harus diteliti
satu-persatu di laboratorium sebagai sebuah proses
yang lama dan mahal. Yang jelas, manusia harus selalu
siap menghadapi dampak lingkungan akibat aktivitasnya
sendiri. Termasuk di dalamnya, menurunnya kemampuan
reproduksi pada laki-laki akibat cemaran unsur
pengganggu keseimbangan hormonal.
 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke