Salam, Menurut kabarnya, dan saya sendiri juga belm pernah menontonnya, bahwa kini Riau Televisi (RTv) yang mencoba merintis usaha untuk menampilkan acara yang memperlihatkan budaya Melayu tentunya. Mengingat RTv sendiri hanya mengudara di Riaua saja. Ini hanya cerita teman ya. Maklum, udah kelamaan di India, apalagi udah "terikat" dengan salah seorang, ehm....???
Wassalam, IzaM - --- In [EMAIL PROTECTED], agus sumarna <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ya Allah, bisakah TV-TVkita melakukan hal ini..atau > mereka belum mengetahui cara berdakwah yang baik > seperti ini..mohon bila ada teman2 yg punya akses ke > TV-TV untuk memberitakan acara ini Mudah-mudahan para > produser berminat..Amin > > Agus > > --- Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > dari milis sebelah.. > > mohon maaf bila telah membaca email ini.. > > salam > > > > -----Original Message----- > > From: Aisyah, Yovie > > Sent: Monday, July 26, 2004 11:21 AM > > Subject: Beda acara TV Malaysia & Indonesia > > > > > > Fyi.... > > =================================== > > imam nur azis < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Beda acara TV Malaysia & Indonesia > > > > Indonesia dan Malaysia, sama-sama bangsa Melayu tapi > > dalam acara TV kaitannya dengan budaya asing kedua > > bangsa ini memiliki perbedaan yang jauh berdeda. > > > > Misalnya di Indonesia beberapa TV stations membeli > > lisensi acara Who Wants to Be a Millionaire dan Pop > > Idol sehingga format acara harus meniru aslinya. > > Mungkin juga harus bayar fee untuk supervisor asing. > > > > Lain dengan Malaysia, yang ditiru hanya beberapa > > format acara dan cara mendapatkan dukungan penonton. > > Tapi visi & misinya disesuaikan dengan budaya & > > agama lokal. Contohnya adalah beberapa acara di > > bawah ini (di copy dari milis tetangga). > > > > Tidaklah salah untuk membeli lisensi asing atau > > meniru acara TV bangsa asing. Tapi, jauh lebih baik > > kalau diasimilasikan dengan budaya lokal sehingga > > yang berkembang adalah budaya lokal dengan aplikasi > > teknik dari bangsa asing. > > > > Begitu juga dengan masalah pengembangan liberalisme, > > boleh saja mengasimilasikan liberalisme dengan > > Islam. Tapi, seharusnya nilai2 Islam yang dimasukkan > > dalam liberalisme sehingga liberalisme itu dibatasi > > dengan nilai2 Islam sehingga nilai2 Islam yang > > berkembang. Hanya saja kita melihat bahwa justru > > yang dikembangkan oleh beberapa pihak di tanah air > > adalah nilai2 liberalisme yang dimasukkan ke dalam > > Islam sehingga nilai2 Islamnya yang justru pudar > > karena dikurangi atau banyak diganti dengan nilai2 > > liberal yang sebenarnya bertentangan dengan Islam. > > > > Well... tantangan bagi budayawan dan kaum santri.. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

