Sejawat kita SAMPURNO (BPOM) kita boleh tanya :

TARTRAZINE, yang warnanya kuning cerah itu (dalam xtra josss..?!)

kini sudah masuk bilangan GAWAT kalau dalam makanan dan obat.

di INDONESIA dibiarkan saja!!?

Ini dia PR SEGERA, setelah kasus KRISTAL VIOLET TINTA PEMiLU 2004.....

Ayo KERJA GIAT dan didik rakyat ya, SAMPURNO DEDI-FARDIAZ dkk!! Deretan

zat B3 masih bejibun menerpa bangsa ini.

Emangnya INDONESIA TEMPAT SAMPAH ???!

Demikian, wasalam!

Rabu, 28 Juli 2004 


Sekolah Diharap Awasi Mutu Jajanan 

Jakarta, Kompas - Produk makanan dan minuman berbahan pengawet dan pewarna bukan untuk 
makanan telah lama diketahui beredar di sekitar sekolah. Sayang, sampai saat ini 
penanganan berarti untuk menyelamatkan kesehatan para siswa yang mengonsumsinya masih 
saja kurang karena keterbatasan kemampuan pemerintah. Karena itu, pihak sekolah juga 
diimbau turut membina para pedagang di sekitar sekolah untuk mengurangi dampak buruk 
terhadap siswa.

Tanpa keikutsertaan sekolah, upaya pengurangan dampak tidak akan maksimal. Apalagi, 
jumlah penjual makanan keliling, termasuk yang biasa mangkal di sekolah cenderung 
terus bertambah.

"Kami sudah mengirim surat kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) tentang 
kondisi ini, agar meneruskan kepada jajaran di bawahnya untuk turut membina para 
pedagang itu," kata Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sampurno kepada 
wartawan, Senin lalu.

Beberapa bahan tambahan bukan untuk makanan yang umum dijumpai masih digunakan di 
antaranya adalah boraks, Rhodamin-B, dan penggunaan bahan tidak steril yang 
menimbulkan perkembangbiakan mikroba.

Secara umum, hal itu mengancam kesehatan siswa. Masalah yang mungkin muncul antara 
lain mulai dari keracunan ringan, gangguan pencernaan, iritasi usus, hingga kanker.

Pedagang bertambah

Hasil survei BPOM menunjukkan, jumlah pedagang jajanan memang terus bertambah dan 
mencapai ratusan ribu di seluruh Indonesia. Berdasarkan data 1997, makanan jajanan 
mencapai 63 persen dari total usaha kaki lima. Dari jumlah itu 83 persen berjualan 
keliling dan di kawasan permukiman, sisanya berjualan di tempat strategis termasuk di 
sekolah.

Padahal, menurut data Departemen Pendidikan, tahun 2001/2002 jumlah SD mencapai 
148.516 dengan 25.850.849 siswa, SLTP 20.842 sekolah (7.466.458 siswa), SLTA 7.785 
sekolah (3.0204.176 siswa).

Salah satu langkah BPOM, lanjut Sampurno, adalah melatih tenaga-tenaga inspektur 
pengawas di daerah-daerah untuk membina para pedagang kaki lima. Namun, jumlah 
pedagang di lapangan terlalu besar sehingga peran serta pihak sekolah mutlak 
diperlukan.

Menurut Sampurno, sangat tidak bijaksana untuk menghentikan usaha para pedagang 
keliling tersebut. Karena itu, pihaknya memilih pembinaan sebagai upaya penyadaran 
tentang bahaya penggunaan bahan tambahan bukan untuk makanan, yang barangkali tidak 
diketahui oleh penjual.

Dua jenis ancaman

Doktor dalam bidang kesehatan masyarakat Universitas Indonesia I Made Djaja 
mengatakan, ada dua jenis ancaman dari makanan jajanan. Yakni, penggunaan bahan-bahan 
kimia yang bukan peruntukannya dan kontaminasi bakteri.

Mengatasi ancaman pertama dinilainya relatif mudah, yaitu dengan peningkatan pemahaman 
dan perilaku baik dari produsen maupun konsumen. Sedangkan yang kedua lebih sulit 
diatasi karena tidak terlihat.

"Suplai bahan tambahan makanan yang sehat seringkali sulit diperoleh di lapangan dan 
cenderung mahal. Karena itu, banyak produsen rumahan yang akhirnya memilih bahan bukan 
untuk makanan yang harganya lebih murah, kadang hingga empat kalinya. Ini yang harus 
segera dipecahkan," kata dia.

Dari penelitian yang pernah dilakukannya di kawasan Jakarta Selatan diketahui, 
kandungan gizi makanan jajanan yang dibuat secara rumahan sebenarnya tidak buruk. 
Sayangnya tingkat kontaminasi bakterinya tergolong tinggi.

Uji laboratorium terhadap 285 sampel makanan dari tempat pengolahan makanan 
menunjukkan, kontaminasi bakteri E-coli pada makanan kaki lima mencapai 32 persen, 
restoran 20 persen, sedangkan jasa boga 12 persen.

Pada suhu panas musim kemarau perkembangbiakan bakteri dalam makanan semakin cepat. 
Karena itu, Made lebih menganjurkan untuk mengurangi risiko dengan tidak membeli 
jajanan di sembarang tempat. (GSA)


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke