Pemimpin Buta? (Antara Ahmad Yasin dan Abdurrahman Wahid) ------------------------------------------------------------------ Tanpa mengecilkan Syaikh Ahmad Yasin sebagai salah seorang pemimpin bangsa Palestina, saya mencoba memahami perbedaan perlakuan thd. GD dan aktifitas dari dalam pada diri Syaikh. Justru di sinilah letak bedanya. Syaikh berjuang dalam rangka "melawan" Zionis atas panggilan rasa kebangsaannya. Sementara GD pada waktu itu sudah jelas-2 diketahui sepak terjangnya dan tingkah-laku perpolitikannya, ditambah lagi dengan kelemahan fisik baik pada dirinya dan (tak boleh dilupakan) pada diri isterinya yang lumpuh, kemudian ditambah lagi GD baru sembuh dari penyakit yang cukup fatal yaitu STROKE. Kemudian GD juga bukan wakil dari partai, melainkan utusan golongan. Partai buatannya sendiripun pada awalnya tidak mendukung. (atau saya salah mendengar dan mengamati?).
Nah dengan segala kelemahan dan hambatan yang kemungkinan besar akan menjadi masalah besar bagi kewibawaan dan kemampuan memenej kehidupan bangsa yang cukup besar ini, kenapa tega-teganya PorTeng mempromotorinya sebagai Presiden. Itu saja pertimbangan saya. Maka saya merasa wajar ketika itu melontarkan kecurigaan dengan pengangkatan GD sebagai presiden itu dengan adanya maksud-maksud terselubung dari para PROMOTOR-nya. Bukti telah banyak berseliweran. Seperti yang dikemukakan oleh Sobary dan pernyataan-2 sambil lalu dari GD sendiri mengapa dulu dia mau jadi presiden. Sedikit tamsil atau amsal yang menjadi pedoman saya adalah cerita epos Mahabharata pada episode Destarastra Winisuda. Destarastra pangeran buta yang kakak Pandu, sebenarnya telah menerima nasibnya dengan diberi isteri Gandari yang diikuti oleh adik iparnya Sangkuni. Menerima nasib menjadi Adipati Gajahoya, Ibukota Lama Hastina. Dia juga sangat sayang pada adiknya, sehingga ketika adiknya punya masalah dalam "berketurunan" serta ingin menebus dosanya itu, dia bersedia dimahkotai, dalam rangka menunggu kelak anak-anak Pandu (kalau memperoleh ampunan) yang akan mewarisi tahta. Jadi Destarastra terpaksa mau menjadi raja adalah demi wangsa dan keutuhan Hastina, dengan dukungan penuh dari Panglima Bhisma, Perdana Menteri Widura, dan lain-lain tokoh Hastina, karena dia yakin akan kelemahan kebutaan matanya. Pandawa lahir sebagai putera-putera pujaan para dewa yang diakukan menjadi anak-anak Pandu. Destarastra gembira dan menyayangi keponakan-keponakannya. Sementara itu secara simbolik (yang ini versi Jawa), pangeran Jakapitana diangkat menjadi putra mahkota oleh Pandu dengan gelar Kurupati. Kurupati disepakati akan mewarisi hak ayahnya di Kadipaten Gajahoya. Tetapi apa skenario dari isteri dan adik iparnya? Ya mereka berdualah yang mendorong agar Destarastra mau jadi raja. Dengan alasan, Panglima Bhisma yang notabene adalah pemilik dan penghulu Wangsa Bharata, terlanjur bersumpah tidak akan menjadi raja. Jadi satu-satunya jalan ya Destarastra, karena adiknya (Widura) adalah bukan anak raja dari permaisuri Hastina yang dua orang, melainkan dari SELIR. Yang jelas, Gandari dan Sangkuni memang memendam dendam kepada keluarga Pandu. Gendari kecewa (versi Jawa lagi) tidak jadi isteri Pandu, malah diserahkan dalam sayembara pilih kepada Destarastra yang buta. Sangkuni dendam karena gagal merebut Kunthi dari Pandu, bahkan harus mengabdi kepada raja muda Hastina itu. Maka dengan modal itu Gendari memuja dewanya agar memperoleh 100 anak. Sangkuni dengan akal-akalnya yang licin dan provokatif berhasil menyingkirkan: 1. Patih Gandamana kembali ke negaranya dengan penuh dendam. 2. Panglima Bhisma menjadi pendeta di Talkandha 3. Yama Widura menyingkir ke Panggombaan menemani kakak iparnya Kunthi, yang telah kehilangan suami dan harus mengasuh 5 anak pujaannya kepada dewa. Nah dengan kondisi butanya Destarastra dan berbagai intrik Sangkuni, berkuasalah Kurupati di istana Hastina dengan membuat berita akan terbakarnya pesanggrahan Pandawa di Waranawata. Cerita epos Mahabharata yang dipercaya ditulis jauh sebelum agama- agama timur-tengah memasuki Nusantara. Epos yang banyak dibumbui dengan logika dan budaya Jawa telah menjadi pakem pagelaran wayang, yang saya meyakini banyak memberikan amsal-amsal bermanfaat dalam memandang setiap kejadian fenomental kehidupan berbangsa dan bernegara dengan lebih jernih dan sejuk. Satu catatan buat intrik Sangkuniisme adalah, dia menciptakan kekisruhan yang sulit dilihat langsung oleh rajanya yang buta, kemudian berperan penting sebagai "pahlawan". Saya khawatir cara- cara begini ini sedang melanda pula negeri ini. Atau ada amsal lain yang bisa lebih pas untuk kondisi multi-krisis Indonesia sekarang? (31 Maret 2001) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

