Gus Dur: Kaukus Makassar ilegal 
(Surya, 29 Juli 2004)

Surabaya, Surya - Ketua Dewan Syuro DPP Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus
Dur) mengeluarkan surat teguran kepada seluruh Dewan
Pengurus Wilayah (DPW) PKB, yang menggelar silaturahmi
di Makassar, Rabu (28/7). Kaukus Makassar (forum
silaturahmi DPW-DPW PKB di Makassar) itu dinilai
ilegal, meskipun dihadiri Ketua Umum dan Wakil Ketua
Umum DPP Alwi Shihab dan Mahfud MD. 
 
Suasana tegang mewarnai pembukaan Forum Silaturahmi
DPW PKB se-Indonesia itu, di Hotel Sahid, Makassar,
Rabu (28/7) pagi. Sesaat sebelum acara dibuka, Ketua
DPW PKB Jatim Choirul Anam (Cak Anam) mengaku menerima
SMS yang mengabarkan Gus Dur telah mengeluarkan surat
teguran buat seluruh DPW yang menghadiri acara itu. 
Khusus untuk Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan (Sulsel),
Sulawesi Utara (Sulut), dan Jatim, Gus Dur
mengganjarnya dua surat teguran sekaligus. Pasalnya,
selain sebagai peserta, juga sebagai pemrakarsa
pertemuan yang menghadirkan seluruh pengurus DPW
tersebut. 
Sejumlah wartawan juga dibuat sibuk oleh kabar adanya
surat teguran itu. Sebab, hingga Senin (27/7) malam,
Gus Dur masih belum membatalkan kehadirannya dalam
acara tersebut. Namun, sesaat sebelum acara itu
dibuka, peserta tampak kasak-kusuk. Berita keluarnya
teguran Gus Dur tersebut pun merebak. 
Cak Anam pun langsung diserbu wartawan untuk
mempertanyakan keluarnya surat teguran tersebut.
Demikian pula setelah Alwi Shihab memasuki ruangan,
sekitar pukul 09.30, wartawan tak memberinya
kesempatan untuk duduk. Dia segera diberondong
pertanyaan soal surat teguran itu. 
"Ya memang ada surat teguran yang disampaikan kepada
seluruh pengurus DPW, juga ada yang khusus disampaikan
kepada tiga pengurus itu (Jatim, Sulut, dan Sulsel),"
ujar Alwi. 
Anehnya, karena, Gus Dur sendiri merestui Alwi dan
Mahfud menghadiri dan membuka acara tersebut. "Tadi
malam saya sampaikan ke Gus Dur, bahwa saya mau
menghadiri acara ini. Dia bilang silakan," ungkap
Alwi. 
Sejak awal, Ketua Umum PKB ini mengaku akan menghadiri
acara ini. "Sebab saya tahu, acara seperti ini sangat
berguna buat pengembangan PKB ke depan," katanya. 
Cak Anam ketika dikontak Surya, Rabu, tak gentar
mendapat teguran DPP PKB tersebut. "Tidak akan kami
bubarkan acara ini. Silaturahim kok dilarang. Apa
dasarnya?" ujar Anam yang ketika dihubungi masih
berada di Makassar. 
Anam menengarai adanya agenda politik tertentu di
balik keluarnya surat teguran itu. Bahkan Anam tanpa
tedeng aling-aling menunjuk 'hidung' elit PKB yang
tidak setuju atas terselenggaranya acara silaturahim
itu. "Saya tahu orang yang membuat surat teguran itu
adalah Arifin Djunaidi (Sekretaris Dewan Syuro DPP
PKB) dan Muhaimin Iskandar (Sekjen DPP PKB)," tegas
Cak Anam. 
Ketika ditanya alasan Anam menuding Arifin dan
Muhaimin sebagai biang permasalahan, sementara surat
teguran itu ditandantangani empat orang, yakni Arifin
dan Muhaimin ditambah KH Abdurrahman Wahid (Ketua
Dewan Syuro) dan Ketua DPP PKB Alwi Shihab. 
"Saya sudah minta izin sama Gus Dur sebelum membuat
acara dan itu telah disetujui. Sedangkan Pal Alwi
datang pada acara ini, katanya ia dipaksa Dewan
Syuro," kilah Anam. 
Dengan asumsi itu, Anam semakin yakin kedua politisi
muda PKB itu yang menjadi aktor intelektual pembuatan
surat teguran itu. Untuk menumpahkan kekesalannya,
Anam tak segan mengumbar sindiran sinis kepada Arifin
maupun Muhaimin. 
"Saya jadi bertanya-tanya, dimana Arifin dan Muhaimin
itu mondok (belajar di pondok pesantren), masak
silaturahim kok dilarang," kata mantan Ketua GP Ansor
Jatim itu. Mengenai acara silaturahim, Anam sebagai
salah seorang pemrakarsa, menegaskan forum ini
merupakan kegiatan informal yang tidak melahirkan
pernyataan sikap apapun. 
"Kita ini paham mana wacana dan mana formal. Kalau mau
formal pembicaraannya di Mukernas atau instrumen
AD/ART PKB lainnya," tandas Anam. 
Kendati demikian, Anam tak menampik adanya pembicaraan
tentang evaluasi pemilihan presiden (pilpres) putaran
I maupun wacana membedah figur capres yang akan maju
ke babak final. Namun, diyakinkan tidak ada
kesepakatan apapun soal siapa capres yang akan
didukung PKB mendatang, meskipun ada isu yang menyebut
bahwa forum itu diperkirakan cenderung akan memberikan
dukungan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf
Kalla. 
"Sebenarnya kita sekarang ini refreshing,
kangen-kangenan setelah hampir setahun menthentheng
ngurusi pemilu," papar Anam. "Namanya ketemu sesama
politisi wajar saja omong capres tapi kan tidak ada
keputusan yang mengikat siapapun, apalagi mengarahkan
pada salah satu capres," tukas Anam cepat. Bahkan,
kata Anam, pihaknya yang membawa aspirasi PKB Jatim,
mengusulkan pada forum agar mesin politik PKB
'istirahat' dulu pada pilpres putaran II. "Kalau saya
bilang setelah mengantarkan capres Wiranto-Salahuddin
sebaiknya mesin PKB istirahat untuk membenahi
organisasi ke dalam," usul Anam. 
Tolak komentar Sementara itu, Arifin Djunaidi dan
Muhaimin Iskandar, hingga tadi malam belum dapat
dikonfirmasi tentang tudingan Anam itu. 
Arifin Djunaidi, Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, tak
mengangkat handphone-nya ketika dihubungi
berkali-kali. Dikirimi SMS juga tak menjawab.
Sedangkan ketika ditelepon di rumah, dijawab oleh
anaknya bahwa Arifin pergi ke Semarang. 
Muhaimin, Sekjen DPP PKB, juga tak mengangkat
handphone sewaktu dihubungi semalam. Sebelumnya, siang
hari, keponakan Gus Dur ini tak mau bicara ketika
ditemui Surya di Kantor DPP PKB, dan minta Surya
mewawancarai Ketua DPP PKB, Lalu Miscbah Hidayat,
dengan alasan tokoh PKB asal Lombok itu ikut
mendatangani surat teguran. 
"Jangan ke saya, ke Pak Lalu saja, ya," tampik
Muhaimin. 
Ditemui di Kantor PBNU, Lalu Misbach menegaskan, Ketua
PKB Jatim Choirul Anam, Ketua DPW Sulawesi Utara Ferry
Tinggogoy, dan Wakil Ketua DPW Sulawesi Selatan
Muflihuddin Ramling terancam terkena sanksi partai
setelah peringatan DPP PKB sehari sebelumnya tidak
diindahkan. 
Ketidakpatuhan terhadap peringatan itu terbukti dengan
tetap dilakukannya pertemuan untuk menyamakan persepsi
menghadapi pilpres kedua dalam forum di Makassar.
Bahkan forum ini disebut-sebut akan dipakai
mengarahkan dukungan kepada SBY-Kalla. 
Padahal sehari sebelumnya, DPP PKB memberikan surat
teguran kepada ketiga orang itu kerena dinilai
melanggar AD/ART partai dengan menggelar pertemuan
antar-DPW untuk menyamakan persepsi pada pilpres
putaran kedua. Surat teguran itu ditandatangani Ketua
Umum Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid,
Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Arifin Djunaidi, Ketua
Umum DPP PKB Alwi Sihab, dan Sekjen DPP PKB Muhaimin
Iskandar. 
"Setelah teguran, sanksi itu berikutnya akan ada
sanksi organisasi. Kalau nggak ada klarifikasi, ada
mekanisme intern organisasi," tegas Lalu Mischbah. 
Ia menjelaskan sanksi itu bisa berupa penonkatifan
atau bisa pembekuan kepengurusan. "Teguran ini bukan
karena mendukung SBY, tetapi mengadakan kegiatan
pengumpulan DPW PKB se-Indonesia tanpa persetejuan
DPP," tandasnnya. 
Misbach tidak menampik jika ada suara mendukung capres
lain di luar dukungan resmi PKB nantinya. "Dukungan
secara personal saja, jangan melibatkan organisasi.
Itu hak demokrasi. Tapi (kalau tidak mematuhi putusan
partai), ya silakan keluar (dari partai)," tegas Lalu
Misbach.(ton/k6/jun/jho/bie) 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke