Menurut saya, mungkin juga harus dibuat perbedaan antara kesenangan/kegembiraan dengan kebahagiaan...
Beberapa contoh yang disebut Mas Benny mungkin lebih pas dimasukkan ke kategori KESENANGAN Ini pendapat saya yang subyektif juga lho.... --- benny nasution <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hallo semua, > > Pingin nanggapi masalah kebahagiaan. > > Menurut saya rasa dan nilai kebahagiaan > masing-masing > individu selalu berbeda dan sangat subjektif, sebab: > > 1. Penentuan nilai dan rasa kebahagiaan didominasi > oleh kondisi dan kepekaan tiap individu dan selalu > berlandaskan emosi, perasaan dan akal. > 2. Emosi, perasaan dan akal dibangun dari faktor > internal (genetis) dan external (lingkungan dan > pendidikan) > 3. Kalau kita asumsikan faktor internal tiap manusia > lebih kurang adalah sama secara genetis, maka faktor > external sangat menentukan keadaan emosi, perasaan > dan > akal. > > Dari uraian diatas, rasa dan nilai kebahagiaan tiap > individu tidak dapat didefinisikan. Oleh karenanya 7 > faktor yg diutarakan menurut saya tidak dapat > dibuktikan akan mencapai sasaran. > > Yang lebih aneh lagi, kebahagiaan satu bahagian > merupakan penderitaan bagian lain pada individu yang > sama. Ini banyak dilakukan individu dan selalu > terjadi. > > Contoh: > > merokok, minum2an keras, obat2an, membahagiakan > perasaan dan harga diri, tapi menderitakan fisik. > Bahkan dokter2 juga banyak yg merokok. > > bermalas2an membahagiakan fisik tapi menderitakan > perasaan dan akal (dibenci masyarakat). > > Jadi menurut saya bukan itu sebenarnya cara dan > sumber > mencari kebahagiaan, tapi... > > Wallahu a'lam, > Benny > > > --- Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > -----Original Message----- > > > > > > > > > > > > Dimana Letak Kebahagiaan? > > > > Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga > > malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan > > berkata, "Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat > > bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh > > manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia > > sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang > > terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini > > disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang > > terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh > > manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan > itu > > di tempat yang bersih". > > > > Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah > ketiga > > malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan > > kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya? > > Malaikat pertama mengusulkan, "Letakan dipuncak > > gunung yang tinggi". Tetapi para malaikat yang > lain > > kurang setuju. Lalu malaikat kedua berkata, > > "Latakkan di dasar samudera". Usul itupun kurang > > disepakati. Akhirnya malaikat ketiga membisikkan > > usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam > itu > > juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga > > malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang > > dibisikkan tadi. > > > > Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan > > rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah > > ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita > > terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin > > menemukan kebahagiaan. Kita ingin merasa bahagia. > > Tapi dimana mencarinya? > > > > Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke > > gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang > mencari > > ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat > yang > > ramai. Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di > > pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam > > renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di > layar > > televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang > > mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya > > ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin > > merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang > > mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang > > mengarang buku, dll. > > > > Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan. > > Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan > > kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa > > jika belum menikah berarti belum bahagia. Padahal > > semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah > identik > > dengan bahagia. > > > > Juga kekayaan sering dihubungkan dengan > kebahagiaan. > > Alangkah bahagianya kalau aku punya ini atau itu, > > pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah > > memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak > > memberi kebahagiaan. > > > > Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu > > diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana > > mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung > seperti > > diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar > > samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan > di > > tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga. > > Dimanakah tempatnya??? > > > > Saya menuliskan sepenggal kisah perjalanan hidup > > saya untuk berbagi rasa dengan teman-teman semua, > > bahwa untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan > > itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat > sebuah > > berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang > > cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga > > kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya. > > Begitu juga hidup ini. Kita harus rendah hati. > > Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan > diri > > kita. Sering kali kita berkata, ach... gue mah > belum > > jadi orang. Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, > > TMI dll. > > > > Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan > > kita adalah Tuhan. Dan kita harus menyadari bahwa > > jalan Tuhan bukan jalan kita. Tuhan akan membuat > > semuanya INDAH pada waktunya. > > Jika menurut buku yang Suryadi baca ada 7 faktor > > (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, > > keuangan dan fisik) yang menentukan sukses > > seseorang, mengapa tidak kita coba untuk > mencapainya > > semua itu? Setelah kita mencapainya, bagaimana > kita > > membuat ke-7 faktor tersebut menjadi seimbang? > > Yang penting disini adalah hikmat. Barangsiapa > yang > > bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan > kesuksesan > > di dalam hidup ini. > > > > Oh ya..., dimanakah para malaikat menyimpan > > kebahagiaan itu? > > DI HATI YANG BERSIH. > > > > Sumber: Unknown (Tidak Diketahui) > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > > removed] > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > > --------------------~--> > > Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion > > Toolbar. > > Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! > > > http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM > > > --------------------------------------------------------------------~-> > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat > === message truncated === __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

