Memerdekakan Rakyat!!
Kemerdekaan bukanlah bualan-bualan untuk dijual.
Kemerdekaan itu tulen �hak� yang tak boleh dikurangi ataupun dicurangi. Ia
melekat pada diri-pribadi manusia tanpa bantahan dan tanpa umpatan dari makhluk apapun.
Kemanusiaan adalah suatu bentuk lain dari kemerdekaan ber-hak. Karena hak
itu melekat dengan kemanusiaan, baik beradab maupun manusia biadab. Kemerdekaan adalah
�nilai lebih� bagi kemanusiaan.
Di Indonesia masih sangat banyak �masalah-kemerdekaan� yang masih harus
diperjuangkan oleh rakyat.
Adalah sangat sulit untuk menyusun urutan skala-prioritas tentang
kemerdekaan apa atau kemerdekaan yang mana lebih dulu diperjuangkan dibandingkan
dengan yang lain. Sebab kemerdekaan yang satu berkaitan dan saling mempengaruhi dengan
kemerdekaan yang lain.
Yang terbesar adalah kemerdekaan dari kebodohan dan kemiskinan. Pihak
pertama yang harus �terkena� merdeka dari hantu kebodohan dan kemiskinan ini adalah
para pejabat negara, para �wakil-rakyat�, para pimpinan parta-politik, para
pegawai-negeri sipil, para direksi dan komisaris BUMN, para penegak-hukum (sekarang :
polisi-jaksa-hakim), para pimpinan militer, dan beberapa pihak lainnnya.
Kemiskinan yang dimaksudkan di sini terutama adalah kemiskinan-jiwa, kemiskinan
rasa-kemanusiaan, kemiskinan pengertian, kemiskinan rasa-tanggungjawab, kemiskinan
pengetahuan, kemiskinan moral (mental primitif), kemiskinan harga-diri, kemiskinan
kejujuran, dsb.
Bertentangan dengan hal-hal tersebut di atas, di Indonesia ini adalah sangat
banyak kemunafikan-besar, korupsi-besar, omongkosong-besar, retorika-besar,
penipu-besar, suap-Cina besar, pemeras-rakyat besar, penyalahgunaan-kekuasaan besar,
pedagang-hukum besar, money-politics besar, primordialisme besar,
produksi/pengedar/pemakai narkoba besar, cukong besar, budak-cukong besar, perambah
dan penjarah-hutan besar, penyelundup besar, kongkalikong-pajak besar, kolusi-besar,
nepotisme-besar, dsb.
Di Indonesia tidak ada orang-bersar, inspirator besar, ilmuwan besar,
kyai-besar, ulama-besar, politikus besar, diplomat besar, ahli strategi besar,
filosof-besar, pemikir-besar, konseptor besar, ahli-hukum besar, ahli tata negara
besar, administrator-besar.
Rakyat hanya banyak mengenal semacam guru-besar, rumah-besar, kantor-besar, tanah
simpanan koruptor besar, perkebunan-besar, gedung-bank besar, rumah-sakit drakula
besar, pedagang-besar, pabrik besar, mobil-box bsar, hotel-mewah besar,
kebakaran-besar, bom-besar, talk-show besar, perayaan-besar, rombongan-besar,
jalan-jalan ke luar negeri Kepala Negara, dsb.
Kemerdekaan terhadap �penjajahan� oleh cukong, oleh kapitalisme, oleh globalisasi,
oleh penguasa otoriter, oleh penguasa primordial-feodal, oleh operasi intelijen, baik
intelijen-asing maupun intelijen dalam-negeri; oleh pejabat penegak-hukum, oleh
�wakil-rakyat/partai� yang hidup dalam praktek money politics; oleh pejabat-pejabat
Departemen yang hanya berorientasi projek; oleh oknum-oknum Neo Ordebaru, oleh pejabat
dan politisi orde-reformasi; oleh preman-kota dan preman-kampung; oleh mafia-narkoba,
baik yang di-backing aparat maupun yang dikendalikan dari luar negeri; oleh perusahaan
otomotif dan importir (dan penyelundup) mobil mewah; oleh IMF; oleh iklan
norak/a-moral/rangsangan-seksual/konsumerisme; oleh konsep kedaulatan-rakyat palsu
dengan pemilu5 tahun sekali; oleh slogan dan jargon : �damai itu indah�; oleh
demokrasi-semu dan �pesta demokrasi�; oleh praktek dagang sapi� termasuk dalam
pembuatan undang-undang, peraturan-pemerintah, keputusan
Menteri/Dirjen/Gubernur/Bupati/Walikota; dsb.
Semua merupakan penjajahan terhadap rakyat Indonesia saat ini (s/d tahun 2004). Rakyat
Indonesia ibaratnya menadahkan tangannya kepada bajingan-bajingan dalam sistem
terkutuk.
Kemerdekaan dari koruptor meruapkan suatu �perjuangan-kemerdakaan� yang
paling aktual saat ini. Bangsa ini telah tejajah habis oleh manusia-manusia bajingan
koruptor ini sejak tahun sekitar 1970. jadi sudah lebih dari tiga-dasawarsa. Anak-anak
koruptor yang lahit sekitar tahun 1970, maka tahun 2004 sudah berumur 34 tahun, dan
mereka ini yang potensial �bisa� menguasai aparatur-negara/pemerintahan karena mereka
punya duit dan fasilitas. Mereka ini adalah generasi kedua keturunan koruptor bangsa
Indonesia. Jangan harapkan ada hati-nurani kemanusiaan dari keturunan macam begini.
Mereka inilah penjajah rakyat dalam masa minimal 10 (sepuluh) tahun yang kita lalui
setelah 2004. Mereka �sekolah� keluar-negeri pada umumnya. Jika kuliah di
perguruan-perguruan tinggi dalam negeri mereka pakai-pakai mobil seperti anak-anak
cukong pengemplang duit rakyat dan kekayaan negara Republik Indonesia. Jika
�dipersatukan� anak-anak koruptor dan anak-anak cukong, maka tidaklah kurang jumlahnya
dari 1 (satu) juta jiwa. Apa nggak berkuasa?? Jika ditambah lagi dengan anak-anak
Jenderal dan anak-anak kolonel, nah apa khabar rakyat Indonesia? Tenggelam dalam
penjajahan.
Jika jadi pemilu tahun 2004, maka sudah harus dihitung bertambahnya kekuatan
generasi koruptor dengan anggota-anggota DPR dan DPRD-DPRD. Artinya, bertambah pula
para �penindas-rakyat�. Makin jauhlah rakyat dari kemerdekaan hakiki. Kemanusiaan
semakin lenyap. Keadilan kian meredup. Rakyat Indonesia berada di kandang koruptor,
ibarat kambing di kandang macan.
Kemerdekaan terhadap kebodohan, kemiskinan, korupsi/koruptor, kapitalisme,
liberalisme, globalisasi, kekuatan-asing, intel-asing, isu terorisme, isu Al-Qaeda,
isu Jemaah Islamiyah, imperialisme, dan setan-setan sejenis itu, merupakan
tuntutan-rakyat Indonesia. Tetapi sudah dapat dipastikan bahwa tuntutan-rakyat
tersebut bertentangan dengan kepentingan orang-orang yang sedang berkuasa. Karena
manusia-manusia yang sedang �naik-daun� itu merupakan manusia-manusia dengan
rohani-kasar dan rohani-beku. Manusia-manusia kelas-teri naik ke tangga kekuasaan,
beginilah akibatnya. Rakyat tidak bisa disalahkan. Orang yang bisa disalahkan adalah
mereka yang-menamakan dirinya pemimpin dan kaum-intelektual.
Tentara yang telah �bermain-politik� dengan dwifungsi-ABRI-nya dan
paradigma-paradigma-nya harus bertanggungjawab terhadap semua keamburadulan yang
terjadi di dalam �NKRI� yang dislogankan terus menerus itu.
MAHASISWA tidak bisa disalahkan apapun. Mereka �belum�berkuasa, dan
selalu-belum. Karena mereka selalu-belum berkuasa, bagaimana tuan-tuan menyalahkannya??
Para Jendral dan Profesor-Doktor selaku �senior� dari MAHASISWA
(perguruan-tinggi dan akademi militer) harus �mawas diri�. Dan�mawas-diri� tidak cukup
dengan �eling� saja. �Berbuat untuk kepentingan rakyat banyak�, itu yang harus
dilakukan. Dan �mengharamkan� korupsi ! PEMEGANG-BEDIL dan PENGASAH-OTAK harus
dipersatukan dalam suatu �aliansi strategis� bukan dalam aliansi taktis dan isyu
bersama. Strategis, bukan gradual. Bukan sebagai kepentingan politik belaka yang hanya
bertujuan �untuk berkuasa� semata-mata dan berakhir dengan korupsi�..
Sikap kita harus jelas dan tegas terhadap cukong-Cina dan Kapitalis bule.
Mereka telah menipu kita selama ini. Jangan �sok� berjiwa-besar atau �inetelektual�
atau apapun rumusannya, padahal semua hipokrit / munafik. Jika tidak-jelas sikap-jiwa
dan intelektual kalian terhadap cukong-Cina dan Kapitalis-bule tersebut maka itulah
yang namanya �jiwa-korup�. Jiwa yang sudah dikuasyai syaithan.
Proklamasi 17 Agustus 1945 berhasil memerdekakan bangsa, tetapi gagal
memerdekakan rakyat.
�Rakyat belum pernah merdeka�, pikirkanlah dan renungkanlah kebenarannya itu. Ini
bukan slogan seperti �damai itu indah�. Bom-Bali dan Bom-Marriot tidak ada artinya
bagi rakyat, tetapi �BOM-KORUPSI� di kalangan pejabat-penguasa Indonesia itulah yang
berkaitan langsung-dengan dengan nasib-rakyat. Korupsi itulah yang lebih-dulu menjadi
prioritas bangsa Indonesia. Bom-bom teroris itu prioritas Amerika, Australia dan
sekutu-sekutunya. Amerika dan Australia ingin menguasai Indonesia. Itu arti bom-bom
itu. Jadi : tambah lagi masalah penjajahan terhadap rakyat Indonesia.
Sekarang tidak-ada jalan-lain kecuali inisiatif harus dilakukan oleh MAHASISWA, baik
�MAHASISWA-militer� maupun MAHASISWA-sipil.
Persatuan ataupun persekutuan MAHASISWA-sipil dan MAHASISWA-militer inilah yang
namanya �TENTARA-RAKYAT� pada fase perjalanan Republik Indonesia saat ini. Sebutlah
namanya sebagai �Tentara Rakyat Baru�.
Mereka inilah yang menjadi KEKUATAN-STRATEGIS bangsa yang masih �bersih�. Minimal :
bersih dari korupsi dan penyalahgunaan-kekuasaan. Jangan juga lagi mencari-cari
�pemimpin� melalui pemilu. Sebab, yang ikut pemilu itu-kan bajingan semua?;
�tokoh-tokoh� yang itu-itu juga? Sudahlah. Berhentilah �main-main pemilu� itu! Pemilu
itu Cuma alat-legitimasi penjajahan terhadap rakyat-banyak. �Pemilu-budak� namanya
itu. Mau memperbudak rakyat. Rakyat tidak dianggap rakyat, tetapi budak. Pemilu jenis
itu pula yang harus disokong oleh militer dan MAHASISWA? Terlalu goblog kalau begitu.
Jangan biarkan PDI-P dan Golkar serta parta-partai kambing itu berpesta pora atas
pembudakan rakyat. Rakyat akan �hancur� jika pemilu-2004 itu jadi. Zikir-zikir
�nasionalisme� dan �NKRI� itu hanya akan menjadi laknat buat rakyat kalau tujuannya
hanya sekedar untuk �ingin berkuasa� belaka. Selanjutnya : �korupsi�.
Bangunlah wahai MAHASISWA dan TENTARA-RAKYAT selaku �patriot-bangsa�. Selamatkan
rakyat. Beri kemerdekaan bagi rakyat.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/