Lakon Brubuh Ngastina, membeberkan berakhirnya kekuasaan Duryudana dengan dukungan utamanya Sengkuni. Yah, kekuatan dwi-tunggal terakhir Ngastina yang sangat sulit dihabisi nyawanya.
Jagal Pandawa, Bima, sampai gilo (bahasa Indonesianya apa?) setelah menghajar Sengkuni tetapi tidak juga mempan. Bahkan semakin mengejek menari jingkrak-jingkrak. Hingga diberitahu rahasianya oleh Semar, bahwa kelemahan Sengkuni adalah di dubur atau silit-nya. Karena pada waktu bergulingan di atas tumahan "Lengo Tolo" (minyak tala) dengan telanjang bulat, hanya bagian itulah yang kelupaan tidak terkena minyak-tala itu. Maka dicubles itu bagian, dan Sengkuni roboh tak berdaya tetapi belum mati dan tinggal di tempat ditunggui oleh Setyaki. Sengkuni "sambat-sambat" ngaruara: "Kula tiyang sae, kula tiyang suciii...." Duryudana yang putus harapan malah mengamuk dan mengadukan nasibnya kepada Baladewa yang sedang marah merasa ditipu oleh Kresna. Berniat membela Ngastina, tetapi ditantang oleh Kresna dan diminta nanti saja belakangan, yang penting mengadu dulu dua jagoan, Duryudana dan Bima. Duryudana leno, roboh disabet gada Rujak Polo pada paha kiri dan kemudian diremukkan badannya. Tetapi tidak juga mati, malah mengejek-ejek Pandawa yang dikatakan sebagai ksatria goblog, mencari keutamaan tetapi malah menderita. Miskin sepanjang hidup. Enakan Kurawa walaupun sekarang kalah, telah sempat foya-foya hidup mewah, menjadi idola manusia sejagad. Kemenangan Pandawa hanya mewarisi Negeri bangkrut penuh kemiskinan, janda, yatim-piatu dan hutang negara yang takkan TERBAYARKAN. "Dasar Pandawa bukan anak asli Pandudewanata, melainkan anak-anak perselingkuhan Kunti dengan 3 dewa dan Madrim dengan dewa kembar Aswin," ujarnya setengah nglokor. Bima semakin marah (mungkin "denggleng" juga termakan umpatan dan ejekan Duryudana) menyempal-nyempal Duryudana dan merusak wajahnya sampai tidak dikenali lagi. Namun masih tetap bisa mengejek dan mencibir, bahkan kepada Kresna sekalipun. Kesimpulannya, Duryudana di saat-saat akhir menyadari kekeliruannya, tetapi sudah terlambat. Sehingga semua ditimpakan kepada lawannya. Tiji-tibeh, kalau bisa. Harap-harap terjadi konflik Pandawa dan Dwarawati juga Mandura. Itu karena nyawa Sengkuni belum juga lepas. Masih tetap hidup dengan dubur yang jebol. Maka diambil oleh Bima untuk disempal-sempal tubuh dan disobek mulutnya di hadapan onggokan tubuh rusak Duryudana. Sengkuni mampus berkeping-keping Serpihan-serpihan tubuhnya ditimbunkan ke tubuh Duryudana Sejak saat itulah terlaksana sumpah Duryudana sendiri, yang menyatakan (waktu Kresna Duta) akan menyerahkan Ngastina lengkap dengan semua jajahannya setelah tubuhnya tergeletak menjadi sarang lalat. Lupa dengan istilah mati! Maka tubuh Duryudana yang ditumpuki serpihan Sengkuni tetap hidup meski sedikit-demi sedikit dirubung lalat dan dimakan belatung. Hanya mata dan napasnya saja yang masih mencorong penuh dendam, kekecewaan dan penyesalan campur aduk menjadi satu. Melepas nyawa hingga berhari-hari kemudian, setelah ditemui dimintai restu oleh Aswatama dan Kartamarma yang ingin membasmi cucu-cucu pandawa. Kedua satria culas inipun sirna dan disabda dewata menjadi cacing dan kumbang tahi (wangwung telek). ===== mBah SoeL ================================== Suradira Jayaningrat Lebur dening Pangastuti Mailing list gojegan (omahe mBah SoeL): http://groups.yahoo.com/group/kaljw ambek http://groups.yahoo.com/group/wjst2001 lha nek sing serius ngrembug negara: http://groups.yahoo.com/group/sknap __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail is new and improved - Check it out! http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

