DEMOKRASI: PENGERTIAN DAN PERSOALAN
 

Sungguh sangat sederhana kalau pengertian Demokrasi dijadikan tolok ukur atas dasar 
perbedaan kultural, Agama dan Ras. Sedang pengertian 'Demokrasi' sendiri sebenarnya 
mempunyai arti-historis yang berkembang seirama dengan proses sejarah hubungan 
interaksi sosial dalam kehidupan manusia. Proses hubungan interaksi tersebut, yang 
berfungsi dalam kehidupan kemasyarakatan, tidak lah lepas dari konotasi pengertian 
�kekuasaan�. Jadi pengertian Demokrasi mempunyai arti yang sehubungan dengan proses 
politik untuk menangani persoalan kekuasaan terhadap yang dikuasainya. Yang mana 
kekuasaan diartikan sebagai penempatan posisi dominan dari Individu atau kelompok 
masyarakat serta mempunyai pengaruh besar dalam sistim kehidupan bernegara. 

 

Kelahiran Tradisi Demokrasi di Barat? 

 

Tradisi Demokrasi di Eropa Barat lahir dan berkembang sejak jaman Yunani di abad ke 5 
sebelum lahirnya Christus, yang mana Plato dan Aristoteles dianggap founding Father 
sebagai  �head of state�. 

 

Posisi Dominasi pengaruh kelahiran dari rahim bunda Demokrasi tersebut, di peruntukan 
bagi seseorang atau  kelompok masyarakat yang berambisi untuk berkuasa. Tentu 
persyaratannya dilatar belakangi oleh antara lain kekuatan politik-ekonomi, motivasi 
kepentingannya, kekuatan 'besi dan parang'nya, kharisma, dukungan dari Rakyatnya dll. 
Karena seseorang atau kelompok masyarakat tersebut juga dianggap mempunyai visi dan 
missi dari paham yang dianutnya serta diberi kepercayaan oleh pengikutnya, 
pendukungnya dan para simpatisannya. Bahwasanya kemampuan atas perealisasian dari visi 
dan misinya, perlu di dibuktikan dalam ujud dari sikap dan tindakannya. Dengan begitu 
kepercayaannya akan terakumulasi dan tercermin dalam perubahan kehidupan masyarakatnya.

 

Proses pembangunan tradisi Demokrasi mengalami fase pergantian kekuasaan, yang di 
awali dengan paham Absolutisme, yang mana diwakili oleh kekuatan Agama dan kekuatan 
Royalty sebagai penganut paham Feodalisme. Akan tetapi dalam proses perkembangannya 
sampai sa�t ini, bukan berarti warisan tradisi paham Absolutisme dan Feodalismenya 
akan menguap dari hawa dalam ruang&waktu pengaruh karakteristik kehidupannya. Karena, 
sementara itu perkembangan sistim Birokrasi yang  juga khusus mulai dirancang ketika 
itu,  bagaikan �rambut panjang sang perempuan yang terkepang� bersama proses 
pengolahan melalui wadah lembaga Aparatur pemerintahannya, guna menunjang  dan 
mempertahankan loyalitas para penganut paham Absolut-Feodal ISME. 

 

Dan, struktur bagan sistim hirarki beserta jenjang jabatannya sekaligus berfungsi 
sebagai  �Obat Manjur� guna mengikat serta menjerat para kaum pengikutnya,  
pendukungnya dan simpatisannya. Misalnya figur Machiavelli yang hidup dalam suasana 
kelahiran Negara Nasional di �Masa Pembaruan �, masih tetap menganggap perlu untuk 
mengisi segala kekurangan dari sistim birokrasi yang berfungsi guna melestarikan 
warisan kekuatan paham Absolutisme dan Feodalismenya. Sehingga pertikaian antara 
penganut pro dan kontra Royalist menjadi lebih kuat sejak abad 16.  

 

Sementara itu  kaum golongan pedagang  yang berfungsi sebagai oposisi, yang menganut 
paham Kapitalisme, juga ikut berperan serta mendominasi sebagai pemberi warna konflik 
sosial yang muncul ketika itu. Pertikaian antar agama (Katolik-Roma versus Protestan) 
di jadikan legitimasi konflik antar Agama guna mempertahankan kekuasaan status quo.  
Dengan begitu proses perkembangan pergerakan pro dan kontra pun, pada masa 
perkembangannya semakin menghangat ketika muncul Revolusi Industri di Inggris. Dan, 
keberhasilan Revolusi Perancis pun dijadikan sebagai symbol kemenangan Kaum Borjuis 
yang mana pemegang piagam warisan dari paham Absolutisme dan Feodalisme dijadikan 
sebagai penerus  tradisi Demokrasi guna mengembangkan paham baru yang di sebut 
Kapitalisme dalam masyarakat modern di Eropa Barat.   

 
Refleksi piagam paham Absolutisme dan Feodalisme
 

Dalam masyarakat modern di Eropa Barat seperti a.l. di Belanda, Demokrasi selalu di 
kaitkan dengan pengertian De moderne 'Liberale' Democratie  dalam 'Staasvorm' (bentuk 
sistim pemerintahan/ke-Negara-an) yang mana kekuasaan politik ditangan "Rakyat" atau 
disebut 'Heerschappij van het Volk' (kekuasaan Rakyat). Terminologi tersebut diartikan 
dalam situasi politik yang dimanifetasikan dalam bentuk berbagai sektoral seperti 
Demokrasi-Ekonomi, Organisatoris Demokrasi, Demokrasi Kebudayaan dan Demokrasi dalam 
spesifik langgam kehidupan atau disebut dalam bahasa Belanda 'Democratie als een 
spesifieke levensstijl'. Tentu ini bermakna pada perkembangan inspirasi dari visi&misi 
perjuangannya melalui wadah tatanan bangunan institusi yang tertampung dan terwakili 
dalam instansi  badan HUKUM yang disebut TRIAS POLITIKA, yaitu: " Legislatif, 
eksekutif dan yudikatif. Badan hukum tersebut dalam prosesnya dijadikan dasar yang 
berfungsi sebagai penerus dalam pengembangan atau pun pelestarian sistim
 birokrasi yang telah dibangunnya sejak lama. 

 

Pengelompokan kekuasaan dalam sistim Negara tersebut tercermin dalam proses interaksi 
sosial yang dinamis sejak tradisi Demokrasi mengalami masa �pencerahan� di Perancis. 
Tradisi Demokrasi berkembang  sebagai tantangan baru untuk menghadapi akibat dari  
Revolusi Industri di Inggris. Yang mana Revolusi Industri tersebut telah melahirkan 
kaum buruh yang dinilai sebagai penunjang kepentingan kapital akumulasi. Dengan begitu 
hasil pemilahan dalam kategori tersebut di anggapnya oleh Max Weber sebagai gejala 
proses kehidupan 'Minimalisasi atas kekuasaan'. 

 

Max Weber yang dianggap sebagai salah satu 'fouding father' dari para tokoh politikus 
penganut aliran 'Sosial-Demokrat', sempat mendominasi Ruang&Waktu pengisian visi dan 
missinya melalui jaringan bagan sistim Birokrasi pada masa berkuasa untuk menciptakan 
�masyarakat sosialis� dalam negerinya. Hasil karya �pelestarian�nya pun dinikmati 
sebagai "Hidangan ramuan Makanan" oleh rakyatnya di berbagai negara Eropa. Paham ISME 
yang berfungsi dalam kehidupan sosial  negerinya dijadikan inspirasi baru guna 
meng-integrasi-kan paham kapitalisme di mancanegara. Keberhasilan untuk mencapai 
sukses tersebut, tentunya juga dengan mengalami proses kejadian yang penuh dengan 
lumuran darah rakyat di dalam negerinya maupun di mancanegara.    

 
Refleksi Tradisi Demokrasi abad 20 di Eropa Barat
 

Mengenai gagal dan keberhasilan dari sistim Demokrasi Liberal yang dianutnya sangat 
bergantung pada penilaian masing-masing. Karena ini menyangkut pada Visi dan misi yang 
dianutnya dan tidak lepas dari dukungan atas kepentingan faktor dominasi internal 
maupun eksternalnya. 

 

Perkembangan tradisi Demokrasi setelah berakhirnya Perang Dunia ke II, yang berfungsi 
di Eropa Barat dan di berbagai Negara Skandinavia, bisa dikatakan mengalami proses 
�pendewasaan� dalam mengolah dan menangani persoalan tantangan hidup di alam sistim 
Demokrasi yang dianutnya. Ini artinya, kontrol dari rakyatnya yang sadar atas tuntutan 
haknya sebagai warga Sipil, yang terwakili dalam berbagai wadah organisasinya 
masing-masing, masih dianggap mampu untuk ikut serta dalam melakukan proses 
partisipasi gerakan sosial. Tentu ini juga didukung oleh rasa tanggung jawab sebagai 
warga negara yang ingin membantu ataupun menyumbang proses perbaikan masyarakat untuk 
keadilan sosial dan kemakmuran bersama. 

 

Setelah perang Dunia ke II, sebagian besar penghuni masyarakat Eropa Barat masih 
memiliki pengalaman Traumanya hidup di Jaman pendudukan kekuasaan komplot rejim 
Fascist Hitler dan Mussolini, biar pun pengaruh kekuasaan dari paham Fascisme masih 
tetap mendominasi kekuasaannya di Spanyol dan Portugal. 

 

Ikatan rasa solidaritas antar manusia telah melahirkan bentuk 'Nieuw Verzet'  yang 
diartikan perjuangan baru. Tuntutan awal dari rakyatnya mencakup persoalan untuk 
peningkatan kesejahteraan umum di berbagai sektor seperti kebebasan dalam berpikir, 
berekspresi, berkarya dan berpendapat mengenai ketidak adilan atas hak hidupnya di 
negara HUKUM. Ketika itu ketimpangan dalam kehidupan sosial antar si kaya dan si 
miskin masih terlihat ekstrim. Kondisi Buruh di sektor pabrik, sektor lahan pertanian 
dan sektor lain-lainnya ketika itu masih sangat buruk kondisinya lantaran akibat dari 
hasil perang Dunia ke II. 

 

Dalam perjuangannya di sektor sosial politik/-ekonomi, peranan Mahasiswa dan 
organisasi kaum buruh sangat mendominasi dalam posisinya untuk menuntut hak atas 
perbaikan kondisi kerja, perbaikan sektor pendidikan dan sektor sarana pelayanan 
masyarakat. Figur-figur pemikir di sektor filsafat, sosiologi, psycho Analisa dll 
seperti J.P. Satre yang dianggap "merakyat", dijadikan sumber inspirasinya untuk 
mewakili generasi gerakan sosial pada periode '50,'60, '70, '80. Kekuatan gerakan 
Sosial tersebut telah mendominasi warna ruang dan waktunya melalui protes aksinya 
terhadap pemerintahan yang dianggap "Tidak Bijaksana" atau dinilai tidak mampu 
mewakili aspirasi tuntutan rakyatnya. Kelompok kekuatan yang tergabung dalam gerakan 
sosial ini disebut sebagai kelompok oposisi yang berperan dan berfungsi di luar jalur 
sistim "Demokrasi Parlementer". 

 

Sementara itu kelompok opposisi yang berperan dalam fungsi sistim Demokrasi 
Parlementer juga ikut mewarnai proses perkembangan gerakan sosial. Dengan begitu 
penyatuan antar para kekuatan oposisi gerakan sosial dari dalam jalur sistim maupun 
dari luar jalur sistim berfungsi sebagai wakil kekuatan pendukung perbaikan sistim 
yang sedang berfungsi. Salah satu tokoh Oposisi gerakan sosial tersebut yang bernama 
Daniel Cohn-Bendit, sa�t ini dianggap salah satu yang berhasil menduduki kursi 
parlemen Eropa sebagai wakil dari partai Hijau. 

 

Sementara itu para pekerja atau para kaum buruhnya pun telah menikmati sarana 
perbaikan kondisi buruh beserta fasilitas lainnya, seperti jaminan uang saku berlibur 
selama menjalani hak cuti 5 minggu per tahun, dan tunjangan sosial bagi para pencari 
kerja. Mereka pun dinilai sebagai penyumbang sukarela, melalui wajib bayar pajak dan 
memilih secara bebas untuk Asuransi jaminan kehidupannya. Fasilitas tersebut, tentunya 
juga berfungsi sebagai penunjang dana wadah  birokrasi mancanegara, supaya kapital 
Dunia yang diwakili IMF dan Bank Dunia mampu meneruskan warisan paham Isme yang telah 
meng-global. Lalu, siapa yang akan menikmati Tradisi Demokrasinya?

 

La Luta Continua!

 

 

 

 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke