Senin, 02 Agt 2004,
PPI, Jilbab, dan Profesionalisme 
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=121979

Oleh Indri Sri Sembadra *
Pemilihan Putri Indonesia (PPI) tahun ini menjadi fenomena menarik, menyusul munculnya 
salah seorang finalis yang berjilbab (busana muslimah). Dia adalah Andina Agustina 
yang mewakili Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Gadis kelahiran Lhoksumawe, Aceh Timur, 4 
September 1986 itu menoreh sejarah tidak hanya bagi PPI, tapi bagi perkembangan corak 
berpikir masyarakat Indonesia. 

Kita dikejutkan oleh profesionalisme penyenggara PPI yang ternyata tidak kaku memaknai 
arti kecantikan seorang wanita. Menurut Mega Angkasa, corporate public relation 
manager PT Mustika Ratu, selaku penyenggara acara, ada tiga hal yang menjadi unsur 
utama dalam penilaian kontes PPI, yaitu brains (kecerdasan), beauty (kecantikan), dan 
behavior (tingkah laku) (koran ini, 31 Juli 2004). 

Jika ketiga hal tersebut dipenuhi secara maksimal, betapa sempurnanya seorang 
perempuan. Kesempurnaan itu tidak hanya diukur penampilan lahiriah, tapi harus 
ditunjang potensi dari dalam diri. 

Tampilnya Dina (panggilan akrab Andina Agustina) sebagai salah seorang peserta yang 
berhasil lolos ke babak final, dan sekarang sedang dikarantina, menjadi bukti bahwa 
kesempurnaan seorang wanita melampaui batas-batas keyakinan keberagamaan, yang kerap 
menutup penampakan daya tarik fisik. Sebab, tidak bisa dipungkiri, jilbab adalah 
ekspresi keyakinan beragama -terlepas dari kontroversi teologis yang menyelubunginya. 

Disadari, jilbab adalah alat untuk menutupi hampir seluruh tubuh perempuan, sehingga 
eksplorasi kecantikan tubuh kadang-kadang terhalangi oleh jilbab, jika dibandingkan 
dengan mereka yang tidak membatasi dan mempersoalkan penampakan bagian-bagian tubuh 
mereka. 

Lagi-lagi, kita patut memberikan apresiasi yang tinggi kepada profesionalisme 
penyelenggara PPI tahun ini yang begitu lentur memaknai kecantikan, sehingga gadis 
berjilbab seperti Dina tidak dilanggar haknya untuk ikut serta.

Sementara itu, kemauan seorang gadis berjilbab mengikuti kontes PPI yang kerapkali 
distigmakan negatif itu adalah langkah berani, dia tetap mengikuti kontes tanpa harus 
melepas jilbab yang mungkin menjadi keyakinan beragamanya. Dina tidak risih harus 
bersaing dengan mereka yang -mungkin- lebih bisa memaksimalkan eksplorasi kecantikan 
tubuh dengan cara berpakaian yang bisa diatur (fleksibel) kadar kuantitasnya. 
Ketegaran dia begitu kokoh. Meski tidak melepas cara berbusananya, toh pada akhirnya, 
Dina lolos ke putaran final, bahkan kemudian menjadi sorotan publik di media massa.

Pilihan Dina tidak hanya mendobrak dunia perempuan (gadis) yang memiliki hasrat untuk 
mengikuti kontes PPI, tapi bisa menjadi pelajaran berharga bagi perempuan Indonesia 
secara umum. Masyarakat Indonesia, bagaimanapun, adalah sebuah masyarakat yang masih 
sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama sebagai pedoman hidup. 
Nilai-nilai tersebut acapkali memberikan batasan-batasan tertentu bagi aktivitas 
perempuan. 

Di sisi yang lain, pesatnya invasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan telah 
membangkitkan gairah perempuan Indonesia untuk ikut dalam kancah perkembangan dunia 
global yang kompetitif. Hanya, hasrat kebangkitan itu kadang harus dihadapkan pada 
represi budaya dan agama yang juga ingin dipertahankan.

Tak jarang, perempuan Indonesia terjebak dalam jerat dilematis yang memberatkan itu. 
Sebagian perempuan feminis mungkin telah berani keluar dari jerat budaya dan agama 
yang menindas dan menyongsong era baru kebangkitan perempuan. Sebagian yang lain masih 
berpegang teguh pada budaya dan agama, lalu mengambil sikap apatis terhadap arus besar 
gelombang perubahan. Di antara dua titik ekstrem tersebut muncul golongan ketiga 
(alternatif) yang lebih moderat, mereka memilih untuk melaksanakan keduanya. 

Mereka tidak mau ketinggalan kereta perubahan, juga tidak mau membuang nilai-nilai 
tradisi begitu saja. Sebab, bagi golongan ketiga, era baru perubahan adalah satu hal 
yang mutlak, tapi tradisi terlalu mahal untuk dibuang percuma.

Dina telah mengambil jalan yang ketiga. Sadar atau tidak, dia telah melakukan 
penafsiran baru terhadap tradisi (budaya dan agama), hal itu bukan penghalang untuk 
ikut terjun dan terlibat dalam fenomena perkembangan dunia modern.

Indonesia saat ini tentu saja tidak hanya memiliki Dina. Tapi di pusat-pusat kota 
hingga ke pelosok-pelosok negeri yang dikenal berbudaya dan beragama ini, fenomena 
seperti Dina sangat mudah ditemukan. Di hampir semua sisi kehidupan publik, 
perempuan-perempuan berjilbab turut ambil bagian di dalamnya. Mereka bekerja dan 
beraktivitas tidak kalah gesitnya dengan orang lain yang tidak berjilbab dan tidak 
memiliki keyakinan yang sama. 

Itulah pertanda bahwa modernitas sama sekali tidak kontradiktif dengan dunia 
spritualitas, masing-masing memiliki wilayah kerja tersendiri. Dina yang mungkin 
tersadarkan kemudian tanpa takut ikut berbondong-bondong mendaftar sebagai peserta 
PPI. Tapi, tanpa profesionalitas dewan juri dan penyelenggara, mereka mungkin tidak 
akan lolos. 

Harus selalu ada keterbukaan antara spritualitas dan modernitas. Spritualitas harus 
berani terjun secara fair dalam kancah pertarungan modernitas, tapi modernitas harus 
netral menerima siapa pun. 

Gadis berjilbab seperti Dina mungkin tidak sadar apa yang dilakukan telah memberikan 
kritikan tajam kepada segolongan spritualis yang terlalu ceroboh menghadapi modernitas 
dengan praktik kekerasan atas nama spritualitas.

* Indri Sri Sembadra, aktivis Komunitas Perempuan Islam Indonesia (KPII), dan Forum 
Mahasiswa Ciputat, Jakarta





Khairurrazi
Aligarh Muslim University
Uttar Pradesh, India

-- 
India.com free e-mail - www.india.com. 
Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, 
POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!

Powered by Outblaze


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke