dear all,
Kajian atas kekalahan Amien Rais yang tertuang di harian Replubika sangatlah mengena 
,namun yang palng mendasar dari kekalahan Amien Rais bukan hanya terletak pada 
inkonsistensi Amien Rais sendiri tetapi lebih terletak pada kultur masyarakat 
Indonesia sendiri dimana yang lemah dan terintimidasi lebih mendapat simpati,sekedar 
contoh [maaf kalau salah] Ibu Megawati meraih simpati yang besar karena 
terintiimiidasi oleh penguasa orde baru yang tidak menghendaki beliau naik menjadi 
ketua umum PDI [pada saat itu] dan Susilo Bambang Y meraih simpati karena salahfaham 
dengan Presiiden Megawati yang berakiibat beliau mundur dari kabinet...
Yang laiinnya Amien Ras terlalu angkuh...yup betul...karena beliau harus tegar 
menjalani pemilihan presiden kali ini...
Tetapi lepas dari kekalahan Amien Rais ,ternyata bangsa kita hanya membutuhkan 
pemimpin yang membumi yang mengerti dengan jujur letak permasalahn bangsa kita dan 
bisa menjawab semua pertanyaan yang terjadi di masyarakat...
Bisakah presiden kita yang baru nanti menjawab dan menyelesaikan dengan tegar 
persoalan ini:
KORUPSI
PENYALAHGUNAAN WEWENANG
KASUS HAM[contoh 27 juli]
PERBAIKAN EKONOMI
PENDIDKAN YANG TERARAH DAN MEMBUAT WARGANEGARA INI BISA BERSAING DENGAN DUNIA LUAR
KASUS PAK HARTO
serta kasus-kasus lainnya,karena selama capres dan wakilnya berkampanye hanya janji 
dan janji...
Apa Susilo Bambang Y dan Ibu Megawat bisa menjawab?
Entahlah....saya yang awam ini bersiiap untuk menerima yang terburuk dari plpres 
putaran ke 2 nanti..
APAKAH RAKYAT HARUS SELALU JADI KORBAN?
salam
adde
maaf andaikata ada kata-kata yang tiidak berkenan.

Rizqon Khamami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebuah analisa yang bagus dan sangat mengena tentang kekalahan Amien 
Rais. Kalo selama ini banyak orang menggembor-gemborkan kekalahan 
Amien Rais karena masyarakat Indonesia bodoh dengan tidak memilih 
presiden yang konon terpinter ini, tulisan analisa berikut ini saya 
kira bisa menjawab "keangkuhan" penggemar Amien tadi yang bertebaran 
di milis-milis pendukung Amien. 

Saya banyak sepakat dengan Abdullah Hehamahua, penulis artikel, 
tentang kekalahan Amien Rais. Salah satunya, berangkat dari diri 
Amien sendiri. 

Mbak Ida, sebagai penggemar dan pendukung Amien Rais, ada komentar ? 
Makasih jika mau sedikit mengomentari artikel di kolom Republika ini.

Salam,
Riz.
=== 




http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=168473&kat_id=16


Selasa, 03 Agustus 2004

Mengkaji Kekalahan Amien Rais 

Laporan : Abdullah Hehamahua
Mantan Wakil Ketua KPKPN




Menurut logika, Amien Rais adalah salah seorang capres yang harus 
memenangi pemilihan presiden (pilpres) 5 Juli lalu. Ada lima alasan 
mengapa Amien Rais pantas mengalahkan empat capres lainnya.

Pertama, Amien Rais adalah satu-satunya capres yang tertinggi gelar 
akademisnya: profesor, Dr, dan MA, lulusan Amerika Serikat. Wiranto 
memiliki ijazah S1 dan SBY baru mau menyelesaikan program S3-nya. 
Hamzah Haz menyandang gelar Dr HC, anugerah salah satu universitas 
dalam negeri. Megawati hanya lulusan sekolah menengah. Jika predikat 
sarjana dijadikan sebagai salah satu ukuran kepandaian, Amien Rais 
adalah capres yang terpandai sehingga lebih pantas menjadi presiden. 
Kedua, Amien Rais adalah salah seorang tokoh yang terlibat aktif 
dalam gerakan reformasi di Indonesia (1997) yang berjaya melengserkan 
Soeharto dari singgasananya. Jika Indonesia pasca-Soeharto diyakini 
sebagai era reformasi, maka Amien Rais yang harus jadi presiden. 
Ketiga, Amien Rais saat ini adalah ketua MPR, jabatan tertinggi dalam 
negara Indonesia. Jika popularitas dijadikan sebagai ukuran, maka 
selain presiden, Amien Rais adalah yang dikenal seluruh rakyat 
Indonesia sehingga harus lolos pilpres putaran pertama. Keempat, 
Amien Rais adalah mantan ketua PP Muhammadiyah, ormas Islam kedua 
terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 30 juta orang. 
Jika Amien Rais didukung oleh institusi Muhammadiyah, tentunya dengan 
mudah ketua umum DPP PAN ini melewati putaran pertama pilpres 
tersebut. Kelima, Amien Rais adalah capres yang termiskin yang 
dinilai tidak terlibat KKN dengan kekayaan pribadi kurang dari Rp 2 
miliar sebagaimana yang diumumkan oleh KPK. Jika masalah KKN 
merupakan sebab utama kehancuran Indonesia selama ini, maka Amien 
Rais yang pantas jadi presiden.

Ternyata, KPU, 26 Juli malam mengumumkan Susilo Bambang Yudhoyono 
(yang populer dengan panggilan SBY) dan Megawati sebagai pemenang 
pilpres putaran pertama. SBY mengantongi 39.838.184 (33,574 persen) 
suara dan Megawati memperoleh 31.569.104 (26,605 persen) suara dari 
121.293.844 pemilih untuk seterusnya mengikuti pilpres putaran kedua, 
20 September nanti. Sedangkan Amien Rais yang berdasarkan lima 
kriteria di atas akan memenangi pilpres tersebut hanya menduduki 
ranking keempat dengan jumlah suara 17.392.931 (14,658 persen), hanya 
lebih kurang 50 persen dari seluruh anggota Muhammadiyah. Artikel ini 
mencoba mengungkapkan beberapa misteri mengapa Amien Rais kalah TKO 
dalam pilpres putaran pertama tersebut.

Penyebab kekalahan Amien Rais
Enam tahun selepas Soeharto lengser, Indonesia mulai menerapkan salah 
satu bentuk demokrasi dengan cara pemilihan presiden secara langsung. 
Meskipun UU Pilpres tersebut masih penuh dengan nuansa KKN dan 
permainan sabun di antara partai-partai besar, namun pilpres secara 
langsung tersebut dianggap sebagai salah satu kemajuan di bidang 
politik. Tidak heran, peristiwa tersebut mendapat perhatian dari 
pelbagai kalangan mancanegara, lebih-lebih terhadap para capres dan 
cawapresnya. Hasil pengamatan, kajian, diskusi, dan perbincangan 
penulis dengan pelbagai kalangan di Indonesia sejak pemilu legislatif 
5 April sampai dengan pilpres putaran pertama, didapati setidaknya 
empat sebab utama, mengapa Amien Rais kalah telak.

Tidak konsisten. Dalam dialog dengan mahasiswa ITB yang disiarkan 
oleh TV, Amien Rais dikritik oleh mahasiswa sebagai pemimpin yang 
tidak konsisten dengan pemikirannya sendiri. Bahkan menurut salah 
seorang fungsionaris DPP PKS, mereka tidak langsung memberi dukungan 
kepada Amien Rais kerana beliau susah dipegang kata-katanya. Bahkan 
di kalangan ormas Islam, Amien Rais dinilai tidak istiqamah karena 
sebagai mantan ketua Muhammadiyah, beliau tidak yakin dengan ajaran 
Islam ketika Amien Rais berkata, dadanya sempit jika mengenakan baju 
Islam. Pernyataan ini dikemukakan ketika Amien Rais mendirikan partai 
sendiri, PAN, dan menolak memimpin partai Islam. Sebagai mantan ketua 
umum ormas Islam sepatutnya partai Amien Rais berasaskan Islam. 
Tragisnya, Amien Rais tetap keukeuh untuk menerapkan konsep sekuler 
dalam berpolitik. Oleh karena itu, fungsionaris dan anggota PAN 
terdiri dari pelbagai golongan dan agama di seluruh Indonesia, baik 
Islam, Kristen, Hindu, maupun Budha.

Ternyata dalam pemilu 1999, PAN hanya memperoleh 7 persen kursi DPR 
sedangkan dalam pemilu 2004 justru semakin merosot, yaitu kurang dari 
7 persen. Partai yang dibentuk dengan pertimbangan pluralisme 
tersebut ternyata tidak efektif kerana partai Kristen dan partai kaum 
Cina tetap lahir serta memperoleh kursi di DPR. Bahkan dalam pemilu 
2004, partai Kristen, PDS (Parti Damai Sejahtera) memperolehi 13 
kursi DPR. Tragisnya, dalam pilpres putaran pertama yang lalu PDS 
secara formal memberi dukungan kepada Megawati, bukan Amien Rais.

Tidak mau melaksanakan syariat Islam. Sebenarnya masalah utama yang 
membuat ormas dan aktivis Islam tidak serius mendukung Amien Rais, 
baik dalam pemilu legislatif maupun pilpres karena Amien Rais dinilai 
tidak mau mengamalkan syariat Islam dalam pemerintahannya jika beliau 
menjadi presiden. Ini ditunjukkan dengan pernyataan beliau, baik 
dengan wartawan tv, media cetak, maupun tingkah laku sehari-hari. 
Bahkan cawapresnya, Siswono Yudo Husodo dalam kampanye, dengan tegas 
mengatakan, Amien Rais tidak akan melaksanakan syariat Islam.

Amien juga bersedia (a) menghadiri perayaan hari-hari besar agama 
lain padahal Buya Hamka mundur dari Majelis Ulama Indonesia karena 
lembaga ini mengharamkan orang Islam menghadiri ritual agama lain -- 
suatu sikap yang bertentangan dengan politik pemerintah Orba waktu 
itu. (b) Mengusulkan Konghuchu diakui sebagai salah satu ugama resmi 
di Indonesia padahal menurut Islam, ajaran ini sekadar ajaran 
filsafat. (c) Mengakui dan menyetujui kepemimpinan perempuan sebabagi 
kepala negara. (d) Mengkritik hukuman cambuk yang diamalkan 
pemerintah Malaysia padahal jenis hukuman ini ada dan diamalkan dalam 
Islam. (e) Lebih suka bekerja sama dengan partai dan pemimpin sekuler 
dibanding dengan partai atau pun pemimpin Islam. (f) Berpandangan 
bahwa, memilih partai atau pemimpin Islam sebagai cawapres sama 
dengan menikah dengan sesama muhrim, yang berarti haram hukumnya.

Memecah belah umat Islam. Aspek lain mengapa Amien Rais kurang 
mendapat dukungan dari umat Islam, khususnya kalangan intelektual 
adalah beliau dinilai sebagai orang yang terlibat aktif dalam memecah 
umat Islam. (a) Amien Rais adalah tokoh yang berperan aktif dalam 
menaikkan Gus Dur sebagai presiden Indonesia (1999) padahal beliau 
mempunyai hambatan penglihatan. Masalah ini membuat umat Islam 
bersilang kata. Selanjutnya, Amien Rais pula, sebagai ketua MPR, 
memimpin gerakan melengserkan Gus Dur dari jabatannya (2001), hal 
mana membuat golongan NU dan Muhammadiyah, saling bermusuhan. (b) 
Amien Rais ber-subhat dengan Fuad Bawazier, yang ujungnya adalah 
perpecahan KAHMI.

Bersikap angkuh. Wawancara dengan tukang becak, sopir angkot, sopir 
taksi, penumpang bus, dan kereta api, serta rakyat di kampung-
kampung, penulis menemukan bahwa mereka tidak terlalu tertarik dengan 
pemimpin yang pandai, atau yang mempunyai banyak gelar akademis. 
Mereka juga tidak terlalu tertarik dengan pimpinan partai maupun 
ormas karena trauma yang panjang semasa orde baru. Mereka lebih 
senang dengan pemimpin yang sederhana, santun tetapi bersikap tegas 
dan istiqamah. Mereka tertarik dengan fungsionaris dan anggota PKS 
sehingga partai ini memperoleh suara cukup signifikan dalam pemilu 
2004 dibanding dengan pemilu 1999 (lima kali lipat). SBY mendapat 
suara tertinggi dalam pilpres putaran pertama karena secara tampilan 
beliau dinilai sederhana, santun, dan tidak angkuh.

Sebenarnya, dalam konteks ini, Amien Rais lebih sederhana dan 
merakyat. Tragisnya, di akar rumput, beliau dinilai sebagai pemimpin 
yang angkuh dan merasa lebih pandai dari orang lain. Mungkin inilah 
penyakit yang dikenal dengan sebutan keangkuhan intelektual, virus 
yang sering melanda banyak elite dan intelektual muslim di Indonesia.

Apa maunya rakyat?
Terlepas dari adanya money politics, intimidasi, dan manipulasi suara 
yang berlangsung dalam setiap pemilu Indonesia (kecuali pemilu 1955), 
agaknya pemilu pada era reformasi dinilai jauh lebih baik dibanding 
dengan masa orde baru. Jika kita anggap manipulasi suara bisa 
mencapai 25 persen (tentu ini sangat tinggi) maka suara yang 
seharusnya diperoleh capres Amien Rais adalah 21.741.164 suara. 
Dengan demikian suara yang diperoleh capres yang lain masing-masing 
sebagai berikut: SBY, 38.751.126 suara; Megawati, 30.482.046 suara; 
Wiranto, 25.199.730 suara, dan Hamzah Haz 2.482.803 suara. Berarti 
capres Amien Rais tetap berada di ranking keempat dari perolehan 
suara pilpres putaran pertama. Kalau misalnya suara Amien Rais yang 
dimanipulasi tersebut dilakukan oleh tim SBY dan Megawati, sehingga 
tambahan suara Amien Rais sebesar 4.348.233 tersebut diambil dari 
suara SBY dan Megawati saja, maka kedudukan ranking perolehan suara 
pilpres putaran pertama tersebut tetap tidak berubah, yaitu Amien 
Rais masih di posisi keempat.

Oleh karena itu, kita harus merenung dengan hati yang lapang serta 
kepala dingin, apa sih maunya rakyat? Penulis trenyuh mendengar 
pernyataan pertama Amien Rais atas hasil penghitungan sementara 
pilpres sebelum beliau berangkat menunaikan umrah. Beliau heran dan 
tidak mengerti, mengapa suara yang diperolehnya seperti demikian 
padahal beliau dan timnya sudah berusaha habis-habisan. Penulis lebih 
heran lagi, karena sebagai seorang doktor di bidang politik justru 
tidak memahami anatomi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. 
Lebih disayangkan, beliau tidak menyadari kelemahan diri dan timnya, 
baik atas kesadaran sendiri maupun berdasarkan informasi serta 
nasihat pelbagai pihak.

Hasil pemilu legislatif sudah menunjukkan beberapa indikasi apa 
sebenarnya keinginan rakyat. Pertama, PKS menaklukkan Jakarta karena 
rakyat menginginkan partai dan pemimpin yang tegas di mana PKS secara 
jelas memperjuangkan syariat Islam. Golongan Kristen memberi 
kepercayaan kepada PDS sehingga partai yang dipimpin oleh seorang 
pendeta tersebut memperoleh 13 kursi DPR karena partai ini tegas 
memperjuangkan misi Kristus di Indonesia. Golkar dan PDIP memenangi 
pemilu legislatif karena rakyat tahu kedua partai ini tegas 
melaksanakan sekularisme dalam politik dan pembangunan Indonesia.

Kedua, Partai Demokrat yang baru berumur jagung bisa mengalahkan 
partai besar yang sudah lama karena SBY sebagai tokohnya dinilai 
rakyat sebagai pemimpin yang santun dan tidak angkuh. Megawati juga 
mendapat simpati sebagian pemilih karena kesantunannya.






� 2003 Hak Cipta oleh Republika Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita 
tanpa ijin tertulis dari Republika  




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



---------------------------------
  Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download 
Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke