Assalamu'alaikum wr wb, Melihat kasus Amanda Devina yang dibunuh "Kekasihnya" hanya karena ingin meminta dinikahi setelah hamil 4 bulan, hati saya cukup trenyuh.
Amanda telah meninggal dunia, tidak ada lagi yang dapat kita perbuat untuknya. Meski demikian, kita harap, di kemudian hari tidak ada lagi "Amanda"2 yang berguguran. Untuk para orang tua, marilah kita tanamkan ilmu agama dan ketakwaan pada anak kita. Berilah contoh yang baik. Untuk para gadis, jagalah diri sebaik2nya. Berpakaianlah yang sopan. Pilih kekasih yang bertakwa dan serius untuk menikahi. Jika bisa, "pacaran" jangan terlalu lama, sehingga terhindar hal yang tak diinginkan (sebaiknya kurang dari 3 bulan). Jika memang ingin bertindak jauh, nikahlah terlebih dulu. Sebab kisah pria yang membunuh kekasih yang dihamilinya sudah berulangkali terjadi. Untuk para pria, bertakwalah. Carilah gadis yang benar2 ingin kalian nikahi. Jangan mempermainkan anak gadis orang. Ingatlah hari akhirat di mana setiap orang akan dimintai pertanggung-jawabannya. Untuk para artis porno, berhentilah menggoda iman. Untuk Stasiun TV yang sering menampilkan acara porno, mohon hilangkan itu. Jumlah keluarga normal yang ingin tayangan normal untuk seluruh keluarga insya Allah jumlahnya lebih dari 90%. Jauh lebih banyak ketimbang orang2 yang menyukai tayangan porno yang hanya 10%. Mari kita bersama mengamalkan surat Al Ashr untuk saling nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran. Wassalamu'alaikum wr wb From: "Putut Sigit Satoto" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon Aug 2, 2004 8:54 pm Subject: Berita Duka (was = RE: [Sabili] FW: Mohon Bantuan - Tolong Forward (URGENT) - AMANDA) Silahkan baca dari kompas 31/07/2004 Polisi Tangkap Pembunuh Amanda Polisi menangkap pembunuh Amanda Deviana, mahasiswi Jurusan Teknik Elektro semester VIII Universitas Trisakti Jakarta, setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah teman dekat korban. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Suhardi di Jakarta, Sabtu (31/7), menyebutkan, setelah menerima laporan dari orang tua korban, Sapto Hartoyo, polisi meminta keterangan dari sejumlah teman dekat korban, termasuk pacar korban. "Dari beberapa orang yang kami mintai keterangan ada satu yang goyah dalam memberikan keterangan awal dengan akhir. Dari situlah kami dapat mengungkap siapa pelakunya, yang sebenarnya merupakan pacarnya," kata Suhardi. Menurut dia, pelaku mengaku khilaf karena telah membunuh wanita yang sedang mengandung empat bulan yang meminta pertanggungjawabannya. Kapolres menjelaskan, tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya terjadi di Jatijajar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat namun karena panik, korban membawa korban dengan mobil Nissan Terano hingga ke Bandung. Akhirnya pelaku meninggalkan korban di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Menurut Kapolres, Polres Jakarta Barat akan melimpahkan kasus tersebut kepada Polres Depok Jawa Barat karena di wilayah itu peristiwa itu terjadi. Amanda tidak pulang ke rumah sejak Rabu (28/7) sebelum akhirnya ditemukan warga pada hari Jumat (30/7) di Jalan Soekarno-Hatta Bandung dalam kondisi meninggal di mobilnya. Polisi mengungkapkan, menurut hasil otopsi, Amanda tewas akibat jeratan di leher. Di samping itu pada tubuh korban juga ditemukan bekas penganiayaan dengan menggunakan benda tumpul. Dimakamkan Amanda Devina hari Sabtu (31/7) dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta. Ratusan pelayat yang sebagian besar adalah teman Amanda sesama mahasiswa dari Universitas Trisakti, berbaur bersama sanak saudara korban dan pelayat lain, hadir dalam upacara pemakamanan tersebut. Upacara pemakaman diwarnai keributan kecil antarpelayat yang bertikai, sehingga para pelayat lain meminta mereka untuk menjaga ketenangan selama proses pemakaman berlangsung. Di lokasi pemakaman terlihat sekitar sejumlah karangan bunga berisi ucapan belasungkawa dari rekan Amanda maupun keluarga korban. Sapto Hartoyo, ayah kandung almarhumah, mengaku terkejut setelah mendapat informasi bahwa tersangka pembunuh anaknya adalah teman dekat gadis itu. "Saya surprise kalau memang dia adalah pelakunya," kata Sapto usai menghadiri pemakaman Amanda. Menurut dia, pertemuan dirinya dengan tersangka terakhir kali terjadi pada Senin awal pekan ini tepatnya pada malam hari di rumahnya, namun saat itu ia tidak menaruh curiga apapapun terhadap tersangka. Sapto mempercayai polisi dalam mengusut kasus pembunuhan terhadap anaknya, demikian pula mengenai hukuman yang pantas bagi pelaku diserahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku. (Ant/nik) Atau Coba klik di http://www.liputan6.com/fullnews/83181.html Wassalam, Putut ===== Visit my daughter's homepage at: http://www.geocities.com/hana_hanifah7 __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

