SUARA PEMBARUAN DAILY, 3 Agustus 2004
 
WashWatch
Skenario Chaos Republik Torigog

Christianto Wibisono 

KETIKA menikmati pertunjukan Teater Koma pimpinan Nano
Riantiarno dengan tema "Republik Togog", saya
menemukan catatan confidential tapi nyaris lecek
karena banyak dibaca penonton berjudul seperti judul
kolom di atas. 
Negara Torigog sedang menyelenggarakan pilpres
langsung setelah hampir 60 tahun selalu dikuasai oleh
presiden yang dipilih melalui persekongkolan elite.
Pertama kali elite pribumi direstui oleh penjajah
Kekaisaran Banzai yang meneruskan kolonialisme
Kerajaan Holania. Penguasa militer Banzai, membentuk
Dewan Chosakai yang menjadi Dewan Inkai dan memilih
presiden dan wapres dengan kuasa penuh model Gubernur
Jenderal Holania. Karena Banzai ditaklukkan oleh
Imperium Sekutu yang demokratis, elite Torigog harus
menyesuaikan diri dengan tema demokrasi. 
Maka UUD yang memakai sistem presidensial direvisi
jadi parlementer dan jadilah Sutan Soska menjadi
Perdana Menteri menempatkan dwitunggal Ir Kusno dan
wapres Atta sebagai presiden simbolis saja. Tapi
kharisma Kusno sebetulnya tetap memukau rakyat. Karena
itu, dalam situasi gawat selalu Kusno dan Atta tampil
sebagai penguasa darurat ketika Sutan Soska dan
penggantinya, sesama sosialis, Amirudin, menjadi
perdana menteri. Penjajah Holania berusaha menjajah
kembali Torigog tapi tidak direstui oleh Imperium
Sekutu. Holania harus mengakui kemerdekan dan
kedaulatan Torigog. 
Torigog memakai sistem demokrasi parlementer dan
perdana menteri jatuh bangun rata-rata hanya 1,5 tahun
berkuasa. Wapres Atta mengundurkan diri setelah pemilu
pertama yang menghasilkan empat besar partai
(Nasionalis, Ismod, Istrad dan Komunis). Atta merasa
capek 10 tahun jadi ban serep dan tidak cocok dengan
Presiden Kusno yang mulai menegakkan diktator
Demokrasi Terkendali dibantu oleh Jenderal Naibaho
sambil merangkul Partai Komunis Torigog (PKT). 
Presiden Kusno menyembunyikan kelemahan fisiknya
dengan memakai seragam Marsekal bintang lima yang
hanya dipakai oleh diktator fasis model Stalin.
Naibaho digusur dan diganti Olaf, menyebabkan Sumusu
tersinggung. Sumusu merasa lebih senior dari Olaf,
hanya tidak bisa berbahasa Belanda karena berasal dari
desa, sedangkan Olaf berpendidikan Holania dan
Imperium Sekutu. Konspirasi antara PKT dan double
agent Shaman, membunuh Olaf dan para jenderal yang
pernah mengadili Sumusu atas dakwaan penye-lundupan
selaku Panglima lokal di Provinsi Dyangah. 
BARU lima tahun menikmati berkuasa sebagai diktator,
Presiden Kusno digulingkan oleh Jendral Sumusu dengan
kudeta merayap melalui persekongkolan elite yang
disebut Majelis Penjelmaan Rakyat (MPR); jadi mirip
setan yang menjelma jadi togog. MPR ini isinya adalah
elite yang tidak punya prinsip moral kecuali menjilat
penguasa dan melihat situasi angin kemudian bisa
berbalik mengkhianati mantan atasan yang pernah
dijilat dan ikut tega membunuh atau menyingkirkan
mantan atasan ke dalam tahanan politik. 
Jenderal Sumusu dengan lihai melestarikan Majelis
Penjelmaan Rakyat untuk memilih dirinya bolak-balik
jadi Presiden Torigog hingga ia bisa berkuasa 32 tahun
sejak mulai merebut kepresidenan dari tangan Ir Kusno
yang akan mati ngenas dalam status tapol. 
Jenderal Sumusu mundur dari presiden, karena kualat
pergi ke Mesir minta restu mumi untuk bisa jadi
presiden seumur hidup. Presiden Kusno dulu juga
digulingkan oleh Sumusu sepulangnya dari Mesir,
berambisi menjadi primadona KTT Asia Afrika di
Aljazair yang gagal karena kudeta. Wapres Bahlul
mengganti Sumusu dan mengadakan Pemilu 1999 yang masih
memakai calo Majelis Penjelmaan Rakyat untuk memilih
Presiden. Wapres Bahlul dikhianati oleh partainya
sendiri, begitu pula Ny Gayatri yang memenangkan 35
persen kursi MPR, diserobot oleh tokoh Istrad (Islam
Tradisional), Kiai Semaruk, berkat manipulasi dan
intrik politik tokoh Ismod (Islam Modern)
berpendidikan Imperium Sekutu, Dr Rica Rici. 
Kiai Semaruk hanya berkuasa 1,5 tahun karena tidak
bisa didikte oleh Dr Rica Rici yang kemudian melakukan
konspirasi SI MPR untuk menggusur Ki Semaruk dan
mengangkat Ny Gayatri menjadi presiden. Perjalanan
terakhir Kiai Semaruk ke luar negeri selaku Presiden
Torigog adalah ke Mesir, jadi seperti ada kutukan mumi
Mesir kepada tiga presiden Torigog. Setelah itu Dr
Rica Rici mengubah Konstitusi yang memungkinkan rakyat
memilih presiden secara langsung pada Pemilu 2004. 
Tapi militer yang sudah berpolitik sejak zaman
Naibaho, sulit disuruh balik ke barak. Naibaho adalah
jenderal yang mengirim meriam ke Istana untuk
membubarkan DPR pada 17 Oktober 1952, mengancam Ir
Kusno yang masih populer. Naibaho tidak berhasil jadi
presiden karena dilewati oleh Olaf dan kemudian oleh
Sumusu. Di akhir hayatnya Naibaho malah nyaris mirip
tapol di tangan Sumusu. Tapi semangat intervensi
militer sudah berurat berakar pada diri militer
Torigog sehingga bagi politisi sipil akan sangat sulit
membendung militerisme. 
Apalagi politisi sipil cenderung suka mencari backing
jenderal tempur untuk mendukung posisi tawar-menawar
politik. Rakyat menjadi tersudut ke pinggir disuguhi
permainan intrik manipulasi politik para elite sipil
maupun jenderal yang saling berkongsi, berkolusi dan
berkonspirasi untuk merebut kekuasaan politik yang
memberi kenikmatan dan kemewahan hidup berlimpah dari
praktik KKN. 
REPUBLIK Torigog sedang menghadapi situasi gawat
karena sejak Sumusu lengser, semua orang merasa boleh
dan bisa jadi Sumusu kecil di bidang masing-masing.
Bupati main kuasa, anggota DPRD main kuasa, Pemerintah
Daerah lawan sesama Pemerintah Daerah, Pemerintah
Daerah menggugat Pusat, menuntut Pusat. Legislatif
minta kompensasi untuk menggolkan RUU dari Pemerintah,
karena itu lapangan parkir DPR negeri Torigog menjadi
supershow room mobil mewah terbesar di jagat raya. 
Sektor yudikatif juga merasa bisa berkuasa sendiri
tanpa perlu takut ditelepon atau ditegur oleh
eksekutif, apakah itu Menteri Kehakiman atau Presiden
Torigog. Jadilah skenario anarki yang diam-diam
ditertawakan oleh Jenderal Sumusu yang sehat walafiat
dan memantau geger Torigog seperti penonton teater
Koma menikmati sindiran Nano Riantiarno. 
Yang sangat mengerikan ialah bagian tentang apa yang
sedang terjadi di negeri Torigog. Ketua Majelis
Konstituante Republik Torigog, Prof Jami Ashabaqa,
berambisi jadi king maker dan merasa ini saatnya masuk
buku sejarah dengan menjadi dalang yang penting dalam
menentukan siapa lulus jadi capres putaran final. MK,
kata Ashabaqa, menerima gugatan Jenderal Tawuran,
mantan hulubalang Jenderal Sumusu yang menggugat
putusan Komite Undi Politisi (KUP), bahwa yang berhak
maju dalam putaran final pilpres Republik Torigog
adalah Jendral Yujitsu (ini nama asli bukan bikinan
kekaisaran Banzai) dan presiden bercokol Ny Gayatri.
Ashabaqa dengan percaya diri menyatakan bahwa nasib
capres putaran kedua sepenuhnya di tangan MK. 
Sementara itu, DPR yang sudah demisioner juga dengan
galak menyiapkan RUU TNT (ini bukan singkatan bahan
peledak bom, tapi Tentara Nasional Torigog). Intinya,
kembali ke semangat Naibaho yang tak kunjung padam
bahwa militer tidak boleh di bawah supremasi sipil,
karena sipil itu tidak becus dan pengecut. Padahal
menurut buku yang dibikin oleh Majen Ken Zigzag, lawan
politik Jenderal Tawuran, riwayat TNT penuh dengan
konflik, antara lain Naibaho adalah musuh bebuyutan
Zulfikar Luhut, dan banyak lagi konflik antarjenderal
yang diekspose oleh Ken Zigzag dalam buku tentang
konflik internal TNT. 
Dalam skenario yang beredar di sela-sela pertunjukan
Republik Togog, RUU TNT akan disahkan berbareng dengan
putusan Prof Ashabaqa bahwa putaran final akan
dilakukan antara Jenderal Yujitsu lawan Jendral
Tawuran. Sedang Presiden Ny Gayatri "dikalahkan" oleh
data gugatan Jenderal Tawuran yang disetujui oleh MK.
Karena pengikut Ny Gayatri (putri presiden pendiri
Torigog, Ir Kusno) protes maka situasi darurat
diberlakukan. 
Menurut UU TNT, Panglima TNT yang sekarang, Jenderal
Tersudut, menjadi penguasa perang, menunda pemilu
presiden sampai 5 tahun lagi. Tentu saja bukan hanya
pengikut Gayatri yang protes, pemilih Yujitsu dan
Tawuran juga siap tawuran betulan. Anarki merajalela,
pasukan TNT terpecah-belah begitu pula polisi Torigog
semua bingung bagai Togog. 
DALAM keadaan para elite di ibu kota Torigog
memperpanas situasi maka Daerah bergolak. Seluruh
Provinsi Andalusia di sebelah Barat memisahkan diri
disusul oleh Melanisa di ujung Timur. Anarki model
Ground zero Khmer Merah yang berkembang jadi Rwanda
Burundi dan Bosnia Kosovo mengakibatkan Resolusi DK
PBB dan Bank Dunia, IMF, mengutus Sekjen PBB menjadi
penengah dan mediator untuk mendamaikan pihak
berkonflik yang berkepanjangan. Republik Torigog untuk
sementara tidak mempunyai wakil di PBB karena
Melanesia dan Andalusia ternyata didukung oleh dua
blok besar yaitu blok negara-negara Afrika Hitam dan
OKI. 
Usut punya usut ternyata Afrika punya solidaritas
rasial etnis dengan Melanesia dan OKI punya
solidaritas ummah dengan Andalusia. Sedang Republik
Torigog karena dianggap "banci" tidak jelas kiblat dan
filosofinya, ditinggal sendirian terisolasi. Imperium
Sekutu maupun Banzai tidak berani membela Torigog
karena diancam oleh teroris Al Qaeda/JI yang atas nama
solidaritas ummah Dunia Ketiga yang tertindas
kolonialisme dan imperialisme mengancam akan
membumihanguskan Torigog yang dianggap antek
Banzai-Sekutu. 
Sisa negeri Torigog terpecah bagaikan Yugoslavia dan
Uni Soviet, Torigog menjadi negeri dongeng, karena
presidennya dari Kusno, Sumusu, Bahlul, Semaruk,
Gayatri dan para pesaing politiknya hanya mengenal
budaya Ken Arok untuk merebut dan mempertahankan
kekuasaan dengan metode perselingkuhan politik yang
tidak bermoral. 
Bisakah Torigog diselamatkan dari ancaman skenario
chaos yang mengerikan itu? 
Bisa jika Ashabaqa dan DPR Torigog tidak memaksakan
diri menjadi "Gusti Allah" melawan kehendak rakyat
Torigog dan menyerahkan pilpres kepada hati nurani
rakyat Torigog. Biarkan rakyat memilih, kata Jenderal
Tawuran sebelum menggugat. Mestinya ini harus terus
berlaku agar nasib Republik Torigog tidak ditentukan
oleh seorang profesor ambisius dan suatu DPR yang
sudah demisioner serta gugatan mantan jenderal yang
tidak mau mengaku kalah. 
 
Last modified: 3/8/04
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/03/index.html


        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke