Dari Notes Belajar Seorang Awam: CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [11].
Musyawarah Nasional Teater Seluruh Indonesia [MNTSI] --2 Selesai. Sambil membaca teks yang disediakan dan mendengar uraian-uraian peserta dari berbagai daerah, makin jelas terdengar bahwa dalam Musyarawarah ini terdapat dua pendapat pokok yang sangat bertolak belakang.Uraian-uraian yang disampaikan juga memperlihatkan bahwa pembicaraan menjadi sangat politis, dan jauh dari masalah teater. Ketika moderator mendaftar pembicara untuk ronde kedua, kami berempat mengacungkan tangan untuk ikut bicara. Secara garis besar pembicaraan yang sudah berlangsung berkisar sekitar pada sikap pada Manipol. Yang satu mendukung Manipol dan yang lain menolak Manipol. Masalah teater sama sekali tidak disinggung. Melihat keadaan demikian aku menjadi sedikit tercengang-cengang dan bertanya-tanya pada diri.Apa gerangan yang sedang terjadi? Apakah benar aku berada di Musyarawarah tentang teater atau suatu pertemuan politik atas nama teater? Siapa yang mengorganisasi Musyawarah ini? Apa gerangan tujuan Musyawarah atas nama teater ini? Sampai sekarang, pertanyaan-pertanyaan ini masih belum bisa kujawab dengan pasti. Hanya saja, aku sendiri pernah menjadi pembantu utama bulanan "Mahasiswa Indonesia" yang diasuh oleh teman-temanku sefakultas [antara lain Daisy Tan dan Lodewiyk Taolin]yang sudah menyelesaikan S1 mereka. Aku mereka minta sebagai pembantu dan sekaligus agen untuk Jawa Tengah. Dengan polos dan naif sebagai solidaritas sesama teman sefaktultas, pekerjaan ini aku lakukan sampai ada teman dari Jakarta yang memberitahukan bahwa bulanan itu dibeking oleh Seksi 1 [Dinas Rahasia Angkatan Darat]. Mempercayai keterangan ini maka pekerjaan membantu "Mahasiswa Indonesia" segera kulepaskan. Ini adalah sesuatu yang kualami sendiri. Sementara itu, sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan para seniman lingkunganku bahwa Amerika Serikat dan Angkatan Darat juga aktif membantu grup-grup seniman tertentu dalam kegiatan berkesenian [Tentang kegiatan Amerika Serikat di kalangan seniman Yogya akan kututurkan belakangan]. Tentu aku sendiri tidak apriori mengkritik bantuan ini, apalagi kutahu benar tentang kehidupan teman-teman seniman di Yogya secara ekonomi dalam berkesenian.Tapi bantuan Angkatan Darat di bidang kesenian, sekalipun Angkatan Darat sendiri mempunyai lembaga yang disebut Jakad [Jawatan Kesenian Angkatan Darat], sangat menggelitik untuk mengetengahkan pertanyaan. Apakah bantuan ini kebetulan atau bantuan sadar dengan tujuan tertentu? Pertanyaan-pertanyaan ini pada waktu itu tinggal pertanyaan-pertanyaan tak berjawab. Kembali kepada Musyawarah Nasional Teater di pendopo ASDRAFI.Sampai sekarang, aku masih bertanya-tanya apakah MNTSI ini lepas dari tangan Seksi-1 Angkatan Darat? Mengapa pertemuan jadi sangat politis dan jauh dari membicarakan soal teater? Adanya dua pendapat yang diametral bertentangan ini menyebabkan suasana sidang makin panas dan moderator terpaksa menghentikan sementara sidang untuk dilanjutkan esok pagi. Dua kelompok saling berkonsultasi. Kami berempat pun ikut serta pada kelompok Manipol yang didukung kuat oleh Lesbi [organisasi kebudayaan Partindo] Jawa Timur dan sastrawan Rustandi Kartakusuma, Virga Belan dari Jakarta. Hari sudah mendekati subuh dan kami tetap melangsungkan pertemuan di hotel di mana Rustandi menginap.Terus-terang, dalam pertemuan ini kami menyatukan sikap dalam sidang berikutnya. Sidang demi sidang berlangsung. Dua kubu tetap tidak bisa melakukan kompromi. Masalah teater sama sekali tidak lagi disinggung. Sampai akhirnya yang disebut Musyawarah berakhir tanpa bisa menelorkan sebaris kesepakatan. Sampai sekarang, aku masih menyimpan pertanyaan: Apakah sesungguhnya MNTSI itu? Tidak berapa lama setelah MNTSI yang gagal, Manifes Kebudayaan diumumkan. Beberapa teman dari Yogya ternyata ikut jadi pendukung aktif Manifes itu. Tak lama kemudian disusul oleh berita akan diselenggarakannya Konfrensi Karyawan Pengarang Seluruh Indonesia [KKPSI]. Aku sendiri selain diajak oleh teman-teman dari Solo dan Pater Dick, juga diundang langsung untuk hadir oleh Boen S. Oemaryati. Undangan dan ajakan yang kutolak dengan rasa penyesalan. Ketika berada di Jakarta, Rendra pun akhirnya menolak serta dalam KKPSI karena di belakangnya ada Seksi-1 Angkatan Darat. Ketika kembali bertemu di Paris, Mas Willy menuturkan hal ini dengan kocak sekocak ia berkisah tentang penolakannya atas permintaan istana Orde Baru untuk membuat filem tentang Jenderal Soeharto. Apakah rentetan kejadian-kejadian ini suatu kebetulan atau memang ada tali-menalinya? Ada yang bisa kujawab pasti berdasarkan data-data tertulis dan pengakuan lisan, ada yang maih gelita. Semuanya, lebih-lebih yang gelita, menagihmu untuk menelusurinya dengan kejujuran jika kau merindukan cahaya, Guk. Aku sendiri, akan mencoba berkata seadanya. Kita, hari ini dan haridepan tidak memerlukan dusta seperti halnya juga tidak memerlukan kepongahan sebagai selubung hitam ketidakjujuran diri. Kepongahan dan kedunguan yang dibela hanya akan menjadi batu-batu besar di sungai beriam yang bisa menghancurkan lajunya perahu. Aku membayangkan kita bisa duduk dengan tenang menghadapi satu meja dan berbincang santai dengan goni-goni data maksimal mengurai segala buhul rahasia dan yang dirahasiakan. Mengapa tidak bisa kalau kita memang mencintai kemanusiaan, tanahair dan bangsa? Kita berbicara sejarah bukan untuk hidup di masa silam tapi untuk kepentingan hari ini dan hari-hari yang dijelang dan dirangkaikan oleh mimpi. Paris, Juli 2004. ---------------- JJ. Kusni [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

