http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-115%7CX
Jumat, 6 Agustus 2004
6 Juta Rumah Tangga di Indonesia di Kepalai oleh Perempuan 
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Sampai saat ini terdapat 6 juta rumah tangga di 
Indonesia yang dikepalai oleh perempuan, meskipun dalam undang-undang perkawinan 
dikatakan bahwa kepala rumah tangga adalah laki-laki. Perempuan yang menjadi kepala 
rumah tangga ini adalah janda karena ditinggal suaminya meninggal dunia secara alamiah 
maupun meninggal sebagai korban konflik bersenjata, perceraian, suami bermigrasi tanpa 
kabar, perempuan lajang yang menanggung salah satu anggota keluarga dan perempuan 
tidak menikah tetapi mempunyai anak. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Nani 
Zulminarni, Koordinator Nasional Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga 
(pekka) dalam konferensi persnya di kantor Komnas Perempuan Jakarta. (Jumat,06/08/04). 

Menurut Nani, Pekka sejak tahun 2001 telah mengorganisir lebih dari 6 ribu anggotanya 
yang tersebar di 8 propinsi yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, 
Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara dan yang 
masing masing berada di 19 kabupaten dan 200 desa dari 8 propinsi tersebut. Menurut 
Nani, mereka sebagian besar hidup di bawah garis kemiskinan dan menjadi korban sistem 
dan nilai sosial budaya yang cenderung mendiskreditkan, mengisolasi, meminggirkan dan 
memberikan label negatif yang tidak menguntungkan bagi mereka. �Dalam masyarakat, 
kedudukan mereka sangat absolut. Mereka tidak pernah dianggap sebagai kepala keluarga, 
sehingga mereka tersingkir dari sistem yang ada. Janda dalam masyarakat menyimpan 
banyak stigma, orang punya pandangan buruk, pandangan negatif, janda kadang-kadang 
dianggap pula sebagai sebuah aib. Dan mereka juga korban KDRT maupun negara,� kata 
Nani. Nani menambahkan, �mereka sebagian besar bekerja sebagai sebagai buruh tani, 
pedagang kecil dengan penghasilan per bulan berkisar 100 � 500 ribu rupiah. Sebagian 
besar dari mereka juga menanggung lebih dari 2 orang anak serta anggota keluarga 
lainnya,�tambah Nani. 

Melalui konferensi pers ini, Nani juga menyampaikan bahwa mulai tanggal 9- 13 Agustus 
mendatang akan datang sekitar 320 anggota kelompok pekka yang mewakili lebih dari 6 
ribu anggota lainnya dari 8 propinsi. �Selama sepekan mereka akan bertemu dan 
menyuarakan keprihatinan serta menuntut haknya. Mereka akan bercerita melalui 
foto-foto dokumentasi yang telah mereka buat, kumpulan kisah yang telah dibukukan dan 
video dokumenter yang telah mereka buat bersama,� kata Nani. Acara yang difasilitasi 
oleh Komnas Perempuan, Seknas Pekka dan PPSW ini direncanakan juga akan mempertemukan 
perempuan yang menjadi kepala rumah tangga dengan kedua capres. 

Dalam kesempatannya, Saparinah Sadli dari Komnas Perempuan yang juga hadir dalam 
konferensi pers tersebut berpendapat bahwa �selama ini kepala rumah tangga selalu 
harus di pegang oleh laki-laki. Padahal pada banyak kasus, perempuan juga bisa menjadi 
kepala rumah tangga dan justru banyak berperan. Jadi asumsi yang mengatakan bahwa 
kepala rumah tangga harus laki-laki adalah asumsi yang keliru. Asumsi tersebut lebih 
didasari oleh kultur budaya patriarki atau budaya yang masih mengedepankan laki-laki 
dan mendapatkan legitimasi secara struktur,� ujar Saparinah. 

Sementara itu Kamala Chandra Kirana dari Komnas Perempuan mengatakan �melalui acara 
ini supaya kita tidak melupakan mereka para perempuan yang sudah menjadi kepala 
keluarga. Sudah saatnya kita memahami, mendengar realitas pengalaman dan 
persoalan-persoalan diskriminasi, kekerasan dan pelanggaran HAM yang dialami oleh 
perempuan kepala keluarga. Melalui acara ini kita juga perlu memahami kebijakan apa 
yang selama ini melupakan mereka, sehingga kedepan kebijakan-kebijakan yang akan kita 
lahirkan memang bisa berguna dan relevan untuk mereka," ujar Kamala. 

Nani menambahkan, �sampai saat ini pekka lebih terfokus pada perempuan kepala rumah 
tangga yang berlatarbelakang janda, namun kedepan pekka sudah mulai memperkuat 
posisinya dengan perempuan kepala rumah tangga yang juga masih mempunyai suami, karena 
dalam berbagai kondisi, perempuan banyak yang menjadi kepala rumah tangga meskipun ada 
suaminya,� tambah Nani. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke