Dari artikel di bawah, Freeport akan mendapat 2,6
milyar gram emas, atau sekitar Rp 260 trilyun dari
lahan garapannya di Papua. Belum perak dan tembaga.

Kemudian, berapa yang didapat rakyat Indonesia dari
hasil tambang tsb? Seandainya bisa diberikan
sebesar2nya untuk rakyat Indonesia, tentu rakyat
Indonesia akan makmur sejahtera...

Artikel menarik dari website Direktorat Jenderal
Geologi & Sumber Daya Mineral...

Minyak Rakyat Diselundupkan 
* Kontrak Freeport Tak Jelas



POSISI Indonesia yang begitu strategis, diimpit dua
benua dan dua samudera, ternyata membuka celah bagi
penyelundup minyak dan hasil tambang. Tentu saja,
mereka memanfaatkan lemahnya kemampuan aparat dalam
menjaga laut agar terhindar dari penyelundupan migas
dan tambang ke luar negeri.>kern 200m<>h 12048m,0<>w
12048m<

Tanggal 10 Februari 2002 terjadi percobaan
penyelundupan minyak bakar sebanyak 2.600 ton ke
Singapura. Upaya ini dapat dibatalkan oleh petugas Bea
dan Cukai Batam. Akan tetapi, bagaimana dengan aksi
penyelundupan yang luput dari pengawasan petugas.

Penyelundupan bahan bakar minyak sangat jahat sebab si
penyelundup mengeruk untung dari selisih antara harga
minyak di dalam negeri dan harga di luar negeri.
Selisih harga itu sendiri merupakan subsidi pemerintah
kepada rakyat agar mampu membeli bahan bakar minyak
(BBM). Tahun ini pemerintah masih memberikan subsidi
BBM sebanyak Rp 13,5 trilyun dan tambahan Rp 1 trilyun
setiap bulan sampai harga minyak dunia turun di bawah
28 dollar AS. Sebelumnya, menurut Menteri Koordinator
Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, pemerintah
sudah mengeluarkan subsidi sebanyak Rp 1.000 trilyun
untuk BBM. Tetapi, itu hanya sia-sia belaka karena
diselundupkan atau diselewengkan.

Kerugian negara akibat penyelundupan BBM tak
tanggung-tanggung. Selain oleh subsidi, harga BBM
sebetulnya masih di bawah biaya produksinya. Sebagai
gambaran: biaya produksi premium per liter pada tahun
2001 adalah Rp 2.004,66, minyak tanah sebesar Rp
1.834,90, minyak solar Rp 1.758,26, minyak diesel
sebesar Rp 1.721, dan minyak bakar 1.599,81. Harga
penjualan minyak bakar adalah Rp 1.560. Selisihnya per
liter Rp 39,81. Jadi, jika terjadi penyelundupan
minyak bakar sebanyak 2.600.000 liter, kerugian yang
ditimbulkan biaya produksi yang telah dikeluarkan
Pertamina adalah Rp 103,506 juta.

Dorodjatun mengungkapkan, total nilai kerugian negara
akibat penyelundupan minyak dari Indonesia mencapai Rp
56 trilyun per tahun, sekitar 5,6 milyar dollar AS.

Salah satu usaha pemerintah mengatasi penyelundupan
BBM adalah menghilangkan disparitas harga BBM yang
terlalu tinggi, antara harga BBM dalam negeri dan
harga di luar negeri. Kebijakan itu cukup ampuh,
tetapi ditentang banyak pihak sebab, memang,
memberatkan rakyat yang tak lagi mendapat subsidi.

Akhirnya, penghapusan subsidi BBM dilakukan secara
bertahap hingga harga BBM dalam negeri dapat
disesuaikan dengan harga pasar internasional. Dengan
demikian, penyelundupan tak bakal memberi keuntungan
kepada si penyelundup. Sebagai catatan: pada tahun
2000 dan 2001 subsidi BBM dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) mencapai sekitar Rp 50
trilyun per tahun. Namun, pada tahun 2002, subsidi itu
dapat ditekan menjadi sekitar Rp 30 trilyun. Ketika
subsidi yang tinggal Rp 13,5 trilyun pada tahun 2003
ditentang masyarakat, pemerintah terpaksa menambahnya
Rp 1 trilyun per bulan.

Indonesia tampaknya harus benar-benar serius menangani
kasus penyelundupan BBM sebab negeri ini hanya
memiliki cadangan minyak terbukti sekitar lima milyar
barrel. Cadangan itu akan bertahan hingga sepuluh
tahun ke depan saja. Selain itu, kemampuan produksi
minyak Indonesia yang hanya 1,3 juta barrel per hari
sebenarnya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan
minyak dalam negeri.

Jika aksi penyelundupan minyak ini tak dapat dicegah,
sepuluh tahun kemudian cadangan minyak kita habis
tanpa dinikmati secara optimal oleh rakyat banyak.
Yang menikmatinya hanya segelintir orang: penyelundup
dan pejabat yang terlibat dalam penyelundupan itu.
Pada saat itu harga minyak yang harus kita ekspor akan
sangat mahal harganya sebab cadangan minyak dunia di
Timur Tengah sudah mulai menipis.

AKSI-aksi pengerukan kekayaan alam Indonesia tak
selamanya berbentuk tindak pidana penyelundupan. Ia
bisa juga terjadi akibat kelemahan pemerintah membuat
kontrak bisnis. Ini sudah terjadi di sektor
pertambangan. Akibatnya, rakyat Indonesia tidak pernah
mengetahui berapa besar sebenarnya nilai hasil tambang
yang sudah diangkut keluar dari wilayah Indonesia.

Usaha pertambangan di Papua oleh PT Freeport Indonesia
(PTFI), misalnya, yang kontraknya dimulai April 1967.
Hingga saat ini belum ada laporan transparan dan
akurat mengenai seluruh keuntungan yang disumbangkan
perusahaan mineral raksasa yang bermarkas di New
Orleans itu, Freeport McMoran Copper & Gold Inc, dari
kegiatan eksplorasi pertambangan tembaga di Grasberg,
Pegunungan Jayawijaya, Papua, sejak 1978 sampai 2002.

Sebagai pertambangan tembaga terbesar di dunia, PTFI
terus meningkat kegiatannya. Produksi biji batu-batuan
dari 12.000 ton per hari pada tahun 1981 menjadi
300.000 ton per hari tahun 1997, sesuai dengan amdal
yang disetujui pemerintah. Namun, saat ini baru
terealisasi 230.000 ton biji batu per hari. Dalam biji
batu-batuan itu sebenarnya terkandung logam mulia
emas, perak, dan tembaga.

Wilayah operasi PTFI saat ini terpusat di Grasberg
open bit dengan perkiraan cadangan sebesar 1.081 juta
ton biji batu dan kemungkinan kandungan tembaga
sekitar 0,99 persen per ton biji batu, emas sebesar
1,20 gram per ton, dan perak 2,32 gram per ton.
Kandungan di Grasberg underground sebesar 743 juta ton
dengan perkiraan kandungan tembaga 1,09 persen per
ton, emas 0,79 gram per ton, dan perak 2,77 gram per
ton.

Di intermediate ore zone (IOZ) tercadang 16 juta ton
biji dengan kandungan tembaga 1,09 persen per ton,
emas 0,42 gram per ton, dan perak 7,76 gram per ton.
IOZ diperkirakan selesai akhir tahun ini sehingga
kegiatan bakal terpusat di Grasberg open pit dan
Grasberg underground. Selain itu, deep ore zone (DOZ)
dengan kandungan biji batu-batuan sekitar 187 juta
punya kemungkinan kandungan tembaga 1,19 persen per
ton, emas 0,82 gram per ton, dan perak 5,83 gram per
ton.

Freeport masih memiliki cadangan potensial di daerah
kontrak karya: Kucing Liar sebanyak 320 juta ton biji
batu-batuan dengan kemungkinan kandungan perak sebesar
1,41 persen per ton biji batu, emas sebesar 1,41 gram
per ton, dan perak 5,30 gram per ton. Sementara itu,
di Ertsberg Stockwork Zone, sebanyak 101 juta ton biji
batu-batuan dengan kemungkinan kandungan tembaga 0,55
persen per ton biji batu-batuan, emas 0,80 gram per
ton, dan perak 1,75 gram per ton.

Daerah Big Gossan bercadangkan 37 juta ton biji batu
dengan perkiraan kandungan tembaga 2,69 persen per
ton, emas 1,02 gram per ton, dan perak 16,42 gram per
ton. Di deep ore mine (DOM) perkiraan kandungan
sebanyak 31 juta ton biji batu dengan kandungan
tembaga 2,69 persen per ton, emas 0,42 gram per ton,
dan perak 9,63 gram per ton. Semua ini termasuk dalam
kontrak karya daerah Blok A, yakni 10.000 hektar.

Total kandungan biji batu-batuan di daerah Blok A
(Grasberg dan Ertsberg) sekitar 2.615 juta ton. Bila
menurut perhitungan kasar satu ton biji batu-batuan
menghasilkan satu gram emas, maka ada sekitar 2.615
juta gram emas yang terdapat di daerah kontrak karya
Blok A. Sesuai data amdal yang disetujui pemerintah di
dalam kawasan PTFI, diperkirakan sekitar dua milyar
ton cadangan biji batu-batuan yang bernilai ekonomis
dan sekitar tiga milyar ton batuan limbah. Jika
demikian, ada sekitar dua milyar gram emas di areal
PTFI.

Jika satu gram emas bernilai Rp 100.000, nilai dari
2.615 juta gram emas itu sekitar Rp 261 trilyun.
Betapa besar kekayaan alam yang terkandung pada hanya
10.000 hektar kawasan itu. Pantas kalau pada tahun
1991 PTFI segera memperpanjang kontrak karya selama 30
tahun lagi yang seharusnya dilakukan pada tahun 1997.
Tidak tertutup pula kemungkinan PTFI akan
memperpanjang kontrak karya untuk ketiga kalinya.

RUPIAH yang dihitung tadi belum memasukkan tembaga dan
perak yang kandungannya jauh lebih besar dari emas.
Rata-rata kandungan tembaga untuk satu ton biji
batu-batuan adalah dua persen tembaga dan 10 gram
tembaga per ton biji batu. Namun, data satu ton biji
batu menghasilkan sekitar satu gram emas diragukan
masyarakat di Papua, terutama mereka yang biasa
menambang emas secara tradisional. Pasalnya, dengan
mendulang emas secara tradisional, masyarakat Papua di
Topo, Nabire, mendapat dua gram emas dari 10 karung
tanah berukuran 50 kilogram.

Karena tambang itu telah berproduksi sejak tahun 1972
yang ditandai dengan ekspor perdana ke luar negeri,
maka dalam 31 tahun ini PTFI telah mendapat keuntungan
yang tidak sedikit. Keuntungan perusahaan itu sudah
mampu mengangkat nama besar PTFI di tingkat perusahaan
emas dan tembaga internasional. Keuntungan terbesar
dicapai setelah ditemukan tambang Grasberg 1988, yang
dikenal sebagai tambang emas terbesar di dunia.

Kontrak karya pertama pada tahun 1967. Kontrak yang
kedua tahun 1991 untuk jangka 30 tahun. Dalam 24 tahun
nanti PTFI tentu mendapat keuntungan yang banyak lagi.

Dalam buku Grasberg dari George A Mealey antara lain
disebutkan, saat ini PTF bekerja pada dua wilayah
kontrak karya dengan luas 3 juta hektar. Pada kontrak
karya kedua (1991), PTFI diberi waktu beroperasi
selama 30 tahun untuk mengeksplorasi Blok A seluas
10.000 hektar, yakni Grasberg dan Ertsberg, Blok B
seluas dua juta hektar mencakup seluruh dataran tinggi
sampai ke daerah perbatasan Papua Niugini. Kontrak
karya ini mungkin masih diperpanjang dua kali 10
tahun.

Tahun 1994 anak perusahaan PTFI, PT Irja Eastern
Minerals Corporation, menandatangani kontrak karya
lain dengan daerah seluas satu juta hektar yang
mencakup tiga blok: satu di sekitar Teluk Etna, satu
di sekitar hulu Sungai Tariku, dan satu lagi di Sungai
Kembu (sebelah tenggara Dabra, Jayapura). Kontrak
karya ini juga untuk 30 tahun dengan kemungkinan dapat
diperpanjang dua kali 10 tahun.

Dengan memproduksi lebih dari 5 persen produksi
tembaga hasil tambang dunia, PTFI merupakan salah satu
pemain utama dalam industri tembaga. Dengan
pertumbuhan yang ada sekarang, 15 tahun ke depan PTFI
akan mendekati kedudukan CODECO, perusahaan
pertambangan tembaga milik pemerintahan Cile.

LUAR biasa sumber daya alam Papua. Jika kekayaan alam
di bidang pertambangan emas, tembaga, dan perak itu
saja dikelola oleh negara dengan bertanggung jawab
(bukan hanya pers yang bertanggung jawab) dan
dimanfaatkan secara efisien, transparan, dan jauh dari
korupsi, ia sudah bisa membangun seluruh Indonesia,
apalagi wilayah Papua dengan jumlah penduduk hanya 2,7
juta jiwa (2002). Tak perlu IMF. Percuma saja CGI.
(KORNELIS KEWA AMA/BUYUNG WIJAYA KUSUMA)

  
Direktorat Jenderal Geologi & Sumber Daya Mineral
Address: Jl. Prof Dr. Supomo, SH No.10
Jakarta-12870Phone : 021-8295608 / Fax: 021-8297642
Webmaster: [EMAIL PROTECTED] / DJGSM Info:
[EMAIL PROTECTED]  
 
http://www.djgsm.esdm.go.id/id/berita/media/33,498,id,1.html

=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now. 
http://messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke