fyi
 
----- Original Message ----- 
 
 

http://www.republika.co.id/ASP/koran.asp
 
Kamis, 12 Agustus 2004  8:19:00
 <http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169427&kat_id=3> 
 <http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169427&kat_id=3> Tetangga yang 
Menggores Luka 
 <http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169427&kat_id=3> 
Laporan: irf 


Masih terekam sangat jelas ucapan Lee Kuan Yew saat mengomentari naiknya BJ Habibie 
menjadi presiden Indonesia. Waktu itu, pendiri Singapura tersebut menjadi menteri 
senior. Dia katakan bahwa jika Habibie menjadi presiden, maka 1 dolar AS menjadi Rp 50 
ribu. Ternyata, ucapan itu tidak terbukti. Dolar kemudian malah turun ke level Rp 
6.000. Pernyataan ini mengungkapkan dua hal, yakni rasa tidak sukanya terhadap Islam, 
dan pandangan negatifnya terhadap Indonesia. Selain menjadi tokoh bagi bangsa 
Indonesia, Habibie yang pernah menjadi ketua ICMI juga menjadi representasi Islam. 
Kebijakan Lee yang menyinggung perasaan umat Islam bukan cuma itu. 

Pada tahun 2002, dia juga mengeluarkan kebijakan melarang murid sekolah di Singapura 
mengenakan jilbab, padahal dia tetap mengizinkan warga sikh menggunakan tutup 
kepalanya. Kebijakan ini membuat sebagian murid berjilbab terpaksa pindah sekolah ke 
sekolah di Australia. Mengingat besarnya peran Lee dalam menentukan Singapura, 
ucapannya itu juga bisa diartikan sebagai pandangan negara tersebut. Di samping soal 
Habibie, pandangan miringnya tentang Indonesia juga pernah dia kemukakan tak lama 
setelah peristiwa WTC. Secara sewenang-wenang dia menuduh Indonesia sebagai sarang 
teroris. 

Ucapan ini sangat mewakili kepentingannya sebagai negara sekutu Amerika Serikat (AS). 
Kebijakan Singapura yang juga menyinggung Indonesia adalah keengganannya untuk 
menandatangani perjanjian ekstradisi sejak 1974. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan 
oleh banyak konglomerat hitam serta para koruptor yang menjadi buron Pemerintah 
Indonesia. Mereka dengan mudah berlarian ke Singapura untuk tetap menghirup udara 
bebas. Bambang Sutrisno, Sjamsul Nursalim, Maria Lumoa, adalah sebagian dari mereka 
yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Satu lagi, kebijakan yang mengundang 
ketersinggungan Indonesia adalah Singapura tidak pernah membuka data perdagangannya 
dengan Indonesia. 

Setiap tahun, Singapura membuat data perdagangannya dengan negara-negara lain, tapi 
Indonesia tidak tercantum di situ. Sejak 1973, Indonesia sudah mempermasalahkannya. 
Sikap tidak bersahabat itu sempat membuat kalangan anggota Komisi I DPR geram. Saat 
menggelar rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, 4 Desember 2003, 
mereka menyebut Singapura sebagai musuh negara. Pemerintah pun diminta bersikap tegas 
terhadap Singapura. Namun, sikap itu tak pernah terwujud. Pemerintah Indonesia tetap 
saja diam ketika tetangganya melontarkan tuduhan-tuduhan yang memojokkan. Saat 
Abdurrahman Wahid terpilih menjadi presiden, Lee sempat diangkat menjadi penasihat 
ekonominya. 

Namun, entah apa yang dikerjakan Lee, saat itu, perekonomian Indonesia tidak lantas 
menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan. Nilai rupiah terhadap dolar waktu itu justru 
melorot dari Rp 6.000 per dolar AS menjadi Rp 10 ribu per dolar AS. Hingga kini, 
dinasti Lee masih tetap berposisi sangat kuat di Singapura. Lee Kuan Yew memegang 
jabatan resmi sebagai menteri mentor, dan anaknya Lee Hsien Loong hari ini (12/8) 
dilantik menjadi perdana menteri yang ketiga bagi Singapura. Lee senior memiliki 
kewenangan untuk memberi arahan kepada Lee yunior. Bisa dibayangkan, kebijakan Lee 
yunior tidak akan jauh berbeda dengan pendahulunya, Lee senior. Cara Pemerintah 
Singapura dalam berhubungan dengan Indonesia, juga termasuk bagian yang tidak akan 
mengalami banyak perubahan itu.

http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169428 
<http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169428&kat_id=3> &kat_id=3

Kamis, 12 Agustus 2004

Dominasi Dinasti Lee di Singapura 

Laporan : irf 



Lee bakal menghadapi kritik soal dominasi keluarganya dalam struktur kekuasaan 
Singapura. Sebanyak 1.400 undangan, dijadwalkan hadir hari ini (12/8) dalam pelantikan 
Lee Hsien Loong sebagai perdana menteri baru Singapura. Acara hari ini terbilang lain 
dari yang lain. Sebelumnya, acara pelantikan perdana menteri Singapura cukup dihadiri 
200 orang penting seperti para menteri, duta besar, serta pejabat lainnya. Kali ini, 
acara pelantikan perdana menteri menghadirkan sopir taksi, pedagang, serta masyarakat 
lapis bawah yang lain. 

Lee yang juga putra mantan perdana menteri Lee Kuan Yew, menjadi perdana menteri 
ketiga bagi Singapura. Ia menggantikan Goh Chok Tong (perdana menteri yang kedua) yang 
mengundurkan diri. Suksesi kepemimpinan tanpa pemilu berlangsung sangat mulus. Saat 
ini, Goh menduduki jabatan sebagai menteri senior dalam kabinet Singapura menggantikan 
Lee Kuan Yew yang kini menjadi menteri mentor. Kemarin, Lee mengumumkan kabinetnya. 
Tak jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, kini Lee juga memiliki dua wakil 
perdana menteri yakni Tony Tan Keng (untuk urusan pertahanan dan keamanan) dan S 
Jayakumar (yang juga menjadi menteri kehakiman). 

Kebanyakan menterinya juga masih orang-orang lama. Banyaknya orang lama dalam kabinet 
Lee ini juga diakui Jayakumar. ''Memang banyak orang dalam kabinet sekarang ini juga 
menjabat dalam kabinet sebelumnya. Tapi, semua orang tahu bahwa tongkat sudah 
dialihkan kepada generasi yang lebih muda,'' ungkapnya seperti dikutip The Straits 
Times. Dia sendiri menyatakan hendak mendukung Lee untuk mengantar Singapura memasuki 
era baru. Selain menjadi perdana menteri, Lee juga menjabat menteri keuangan. 
Sebelumnya dia berkarier di ketentaraan Singapura. Sejak 1990, dia menjabat sebagai 
wakil perdana menteri. 

Dikaruniai dua orang anak, istrinya meninggal pada 1982 akibat serangan jantung. Dia 
kemudian menikah dengan Ho Ching yang juga direktur eksekutif perusahaan negara, 
Temasek Holding. Di Indonesia, Temasek punya saham di Telkomsel, Indosat, Bank BII, 
serta Bank Danamon. Dari Ho Ching, Lee mendapatkan dua anak lagi. Seperti ditulis 
BBConline, pemerintahan Lee akan menghadapi kritik soal virtual monopoly (dominasi) 
keluarganya dalam menentukan struktur kekuasaan di Singapura. 

Saat Lee yunior menjadi perdana menteri, Lee senior tetap memiliki peran yang sangat 
besar dengan posisinya sebagai menteri mentor. Tuntutan lain yang juga akan dihadapi 
Lee adalah keterbukaan. Saat ini Singapura masih memiliki kontrol yang cukup ketat 
mulai dari soal pers hingga persoalan makan permen karet. Bergantinya perdana menteri, 
tulis BBC, diharapkan membawa Singapura ke iklim yang lebih terbuka. Cuma, para 
pemimpin Singapura tetap berpandangan bahwa kontrol ketat itu perlu dipertahankan 
untuk membuat masyarakat Singapura menjadi paling maju di Asi
 <http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169427&kat_id=3> 

 <http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169427&kat_id=3> 

 <http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=169427&kat_id=3> 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke