http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-126%7CX

Jumat, 13 Agustus 2004
Budaya Priyayi Salah Satu Faktor Penyebab KDRT di Surakarta
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Budaya priyayi yang banyak diadopsi oleh 
keluarga-keluarga Jawa di Surakarta dalam banyak hal menjadi salah satu faktor 
penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan terhadap 
perempuan yang terjadi di Surakarta. Demikian pendapat yang dikeluarkan oleh SPEK HAM 
(Solidaritas Perempuan Untuk Keadilan dan Hak Asasi Manusia) dalam laporannya tentang 
kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga di Surakarta tahun 2003-2004. 

Menurut SPEK HAM, kota Surakarta merupakan wilayah yang mempunyai karakteristik 
tersendiri dengan adanya �budaya priyayi�, yaitu budaya yang berasal dari sistem 
pemerintahan Kotaraja dimana hubungan rakyat dengan Kraton / Istana berdasarkan sebuah 
pengabdian. Dalam budaya ini, rakyat diharuskan memberikan upeti kepada raja dan raja 
memberikan pelayanan kepada rakyat. 

Standar normatif budaya priyayi bersumber pada dua hal yaitu agama dan kepercayaan. 
Sementara itu mayoritas penduduk Solo beragama Islam. Dalam konteks ini, Islam yang 
berkulturasi dengan budaya Jawa (serta kepercayaan) menempatkan Raja sebagai wakil 
Tuhan yang mendapatkan wahyu dan sumber kesempurnaan. Hal yang ditunjukkan dari raja 
(laki-laki) adalah kegagahan, kewibawaan dan kekerasan, sedangkan perempuan adalah 
kelembutan dan keindahan. Kelembutan perempuan ditampilkan dalam bentuk kesenian 
seperti tembang dan tari-tarian yang identik dengan sektor domestik, sehingga 
perempuan hanya berada di sektor domestik sedangkan laki-laki dominan dalam sektor 
publik. Dalam konteks inilah perempuan hanya menjadi pelengkap yang berperan besar 
untuk mengangkat kewibawaan laki-laki. Budaya inilah yang akhirnya tumbuh dikalangan 
keluarga yang mengadopsi nilai-nilai priyayi yang menempatkan perempuan sebagai 
pelengkap. 

Dalam catatan SPEK-HAM, kekerasan terhadap perempuan berbasis gender di Kota Surakarta 
menempati peringkat ke-2 di Jawa Tengah setelah kota Semarang selama Januari �Desember 
2003. Selama tahun tersebut SPEK-HAM Solo mencatat adanya 61 kasus yang terdiri dari 
20 kasus perkosaan, 18 kasus pencabulan, 10 kasus penganiayaan, 7 kasus KDRT, 4 kasus 
pelecehan seksual dan 2 kasus inkar janji. 

Sementara itu untuk data selama April 2003 � Maret 2004 dalam lingkup Database 
Kekerasan Terhadap Perempuan yang dilakukan bersama Mitra Perempuan, SPEK HAM mencatat 
pengaduan dan bantuan kasus baru sebanyak 25 perempuan dan anak-anak yang mengalami 
kasus kekerasan terhadap perempuan di wilayah Eks-Karesidenan Surakarta (Solo, 
Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri). 

Untuk mengetahui bagaimana karakteristik kekerasan terhadap 25 orang perempuan 
tersebut, dapat disimak melalui statistik berikut ini: 

- 36% dari 25 perempuan yang memanfaatkan layanan SPEK-HAM telah mengalami kekerasan 
yang dilakukan oleh suaminya 
- 28% perempuan yang menjadi korban adalah anak-anak 
- 44% dari perempuan mengalami kekerasan seksual 
- 68% dari perempuan mengalami lebih dari 1 jenis kekerasan (termasuk kekerasan 
fisik,psikis, seksual dan tekanan secara ekonomi) 
- 12% perempuan mengalami dampak dari kekerasan berupa gangguan kesehatan reproduksi, 
disamping gangguan kesakitan fisik dan jiwa/mental. 
- 56% perempuan yang mendatangi SPEK-HAM, sebelumnya pernah meminta bantuan kepada 
lembaga pelayanan hukum, dan 4% mendatangi layanan kesehatan 
- 24% dari perempuan yang didampingi SPEK-HAM selanjutnya menempuh upaya hukum 
- Pendidikan perempuan bervariasi, terbanyak 24% berpendidikan SMU 
- Pendidikan laki-laki yang melakukan kekerasan bervariasi, terbanyak 32% 
berpendidikan Universitas dan 20% berpendidikan SMU 
- 56% dari perempuan yang mendatangi SPEK-HAM, mengetahui informasi layanan tersebut 
dari teman dan keluarganya, sedangkan 32% merupakan rujukan dari lembaga lain. 

Untuk mendapatkan keterangan lebig lengkap baik berkaitan dengan kekerasan terhadap 
perempuan di Surakarta dapat menghubungi sekretariat SPEK-HAM, dengan alamat :Perum 
Dosen UNS No.107, Griyan Baru � Baturan Solo 57171. Telepon/fax: (0271) 715012 Atau 
melalui Email : [EMAIL PROTECTED] 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke