16.08.2004 (Sebelum membaca yang berikut ini, sebelumnya saya ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Kepada Seluruh Rakyat Indonesia, Semoga suatu saat (yang dekat) bangsa Indonesia akan menjadi Negara Adikuasa-Adil-Makmur-Sentausa, Amin) -------------------------------------------------------
Gempa bumi aseismik Oleh: Peter Phillip dari Berlin (Gempa bumi akan menghancurkan segalanya) Perilaku gerakan tanah, memang amat misterius dan sulit diramalkan. Misalnya saja akhir tahun 2000 lalu, para ahli kegempaan di kepulauan Hawaii, dikejutkan oleh gempa berkekuatan 5,7 pada skala Richter yang gerakannya samasekali tidak terlacak sebelumnya. Padahal biasanya gempa bumi sekuat itu, getarannya sudah dapat dirasakan oleh peralatan seismogram beberapa jam sebelumnya. Rupanya gempa tsb berlangsung amat lambat. Gerakannya terjadi hampir tanpa tremor khas menjelang gempa bumi. Tiba-tiba saja, satu blok lapisan tanah dan batuan bergerak sejauh hampir sembilan sentimeter di sepanjang zone patahan. Inilah gempa lambat atau gempa aseismik di kawasan gunung api yang dapat dipantau gerakannya secara lengkap. Berbeda dengan gempa bumi seismik, dimana gerakan tanah terjadi dalam bilangan detik dengan melepaskan energi amat besar, gempa bumi aseismik berlangsung amat lambat dalam waktu beberapa hari. Misalnya saja gempa bumi lambat di Hawaii memerlukan waktu 36 jam untuk melakukan pergerakan di zone patahannya. Karena itu, peralatan seimogram tidak dapat melacak adanya gelombang seismik. Pergerakan tanah atau gempa lambat itu, baru diketahui dari posisi tanah yang berubah dari pantauan peralatan GPS. Ditunjang peralatan GPS Tanpa ditunjang jaringan peralatan pemantau posisi melalui satelit-GPS, memang amat sulit melacak gempa lambat ini. Pengamatan di Hawaii misalnya, dilakukan hampir setiap jam untuk menentukan apakah gerakan tektonik itu gempa lambat atau gerakan lempeng benua yang normal. Menurut data rekaman GPS, terlihat ada karakteristik yang berbeda. Gerakan lempeng tektonik biasanya searah, dengan kecepatan konstan sejauh beberapa sentimeter per tahunnya. Sementara pada gempa aseismik terlihat gerakan yang muncul tiba-tiba dan berhenti tiba-tiba pula dan kecepatannya ratusan kali lipat dari gerakan tektonik normal. Dalam kasus di Hawaii, tercatat gerakan tanah sejauh beberapa sentimeter dalam waktu 36 jam. Untung saja masih ada lapisan tanah yang mengerem pergerakannya sehingga bagian yang menggelincir itu tidak runtuh ke laut. Tentu saja para ahli geologi memperingatkan adanya bahaya besar dari gempa lambat semacam itu. Ancaman bahayanya, sama besarnya dengan gempa seismik kuat yang normal. Gempa seismik menghancurkan segala benda termasuk manusia yang berada di kawasan gempa dalam bilangan hanya beberapa detik. Misalnya gempa di Iran atau Turki, yang dalam tempo kurang dari semenit menghancurkan seluruh kota dan menewaskan puluhan ribu penduduknya. Sebaliknya gempa aseismik akan mengancam secara diam-diam. Tsunami Jika ribuan kilometerkubik lapisan tanah dan batuan, tiba-tiba menggelincir ke dalam lautan, bahaya gelombang pasang tsunami tidak kalah mengerikannya, dan dapat menyebabkan ribuan orang tewas. Tetapi untungnya gempa bumi lambat ini, memang jarang menimbulkan bencana. Di kepulauan Hawaii misalnya, dalam lima juta tahun terakhir terjadi 25 kali gempa aseismik berkekuatan besar. Di pulau Lanai di Hawaii, para geolog misalnya menemukan sedimen terumbu karang yang hancur di ketinggian 325 meter. Menurut Gary McMurry, peneliti dari Universitas Hawaii di Manoa, satu-satunya penjelasan mengenai adanya sedimen terumbu karang di ketinggian tsb adalah terjadinya gelombang pasang tsunami setinggi itu pula. Kapan tsunami sehebat itu melanda kepulauan Hawaii, masih terus diteliti. Penyebabnya diduga gempa bumi lambat yang meruntuhkan sebagian dari sebuah gunung api raksasa. Catatan gelombang pasang tsunami terhebat dalam sejarah manusia, maksimal hanya mencapai ketinggian sekitar 30 meter. Namun tsunami setinggi itu sudah cukup untuk menyapu bersih semua penduduk di negara kepulauan kecil. Menurut perhitungan para geolog, gempa bumi aseismik hebat rata-rata terjadi sekali dalam 10.000 tahun. Jadi masih cukup waktu bagi para ahli kegempaan untuk meramalkan dan mencegah ancaman bencana yang ditimbulkannya. Berdasarkan hal itu, para ahli kegempaan memasang jaringan peralatan penerima GPS secara permanen di berbagai kawasan kritis. Misalnya saja di kawasan kepulauan gunug api yang tidak stabil, di jalur subduksi yakni zone tumbukan dua lempeng tektonik, serta di zone patahan besar yang berada beberapa kilometer di bawah permukaan Bumi. Di kawasan-kawasan tsb, selain mengancam gempa bumi besar yang mengguncang dalam bilangan detik juga terjadi ancaman gempa bumi yang berlangsung lambat. Misalnya sejak tahun 1992 lalu para geolog dari Amerika Serikat dan Kanada, bekerjasama memantau zone subduksi di pantai barat Amerika. Di kawasan ini, telah bertumbukan dua lempeng tektonik yakni lempeng Juan de Fuca dan lempeng California. Yang cukup unik, pengolahan data posisi satelit menunjukkan, terjadinya gempa lambat secara periodik dengan ritme sekitar 15 bulan sekali di kedalaman antara 30 sampai 40 kilometer. Dengan terus secara rutin membandingkan posisi masing-masing lempengan, dapat dilihat terjadinya pergerakan lempeng benua yang tidak lazim. Dengan meneliti pergerakan tektonik yang lambat semacam itu, para ahli kegempaan mengharapkan dapat melakukan peramalan gempa lebih akurat lagi. Sebab, gempa aseismik di kedalaman cukup besar tsb dapat saja merupakan pemicu yang menentukan bagi terjadinya gempa seismik hebat di kawasan bersangkutan atau di zone kegempaan lainnya. Penilaian risiko kegempaan Dengan berbagai data terbaru menyangkut gempa lambat, para ahli hendak membuat penilaian baru terhadap risiko kegempaan. Namun para geolog juga mengakui, terdapat tantangan amat besar untuk dapat mengerti mekanisme gerakan tanah di kawasan patahan. Amatlah sulit menghitung proses dislokasi lapisan tanah menggunakan prinsip dasar fisika yang berlaku. Menurut teori yang saat ini berlaku, kekuatan dan frekuensi terjadinya gempa seismik dapat dihitung dan diterangkan menggunakan hukum mekanika umum. Akan tetapi, bagaimana menerangkan gempa yang berlangsung lambat? Hal ini memang tidak mengherankan. Sebab, penelitian gempa bumi aseismik atau gempa bumi lambat baru berada pada tahapan awal. Akan tetapi, jerih payah para ahli kegempaan selama ini juga memiliki arti yang amat besar. Penjelasan secara rinci fenomena yang amat mencengangkan itu memberikan serangkaian pengetahuan baru mengenai misteri pergerakan bumi. Terutama menyangkut bagaimana dan mengapa terjadi gerakan tanah di sepanjang zone patahan atau subduksi. Dengan mengetahui jenis mekanismenya, kecepatan dan arahnya, juga dapat diperhitungkan akan terjadinya bencana besar di kawasan yang jauh dari pusat kegempaan. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

