Assalamu Alaikum War. Wab. Pertama-tama, ma kasih sama mas gagho yang masukin imel saya di milist ppiindia ini, jujur lho ini baru pertama kali berinteraksi dengan milist ini. dan sekaligus saya berbagi wacana dengan teman-teman di Milis Keadilan yang wacananya hampir sama. persoalan BCG, dan film-film esek-esek bukanlah persoalan aktual lagi, sudah biasa hanya dampaknya yang luar biasa. Sebenarnya kita berbicara tentang dampak pesan dalam hal ini film yang sudah kena bias pornografi. Kalo ingat pronografi, saya selalu terkenang skripsi saya dan pergaulan bebas yang pernah dilakukan oleh mahasiswa saya. Pornografi atau persoalan seksual adalah masalah yang paling tua didunia ini sama dengan tuanya usia manusia, masih ingat khan kisah anak Nabi Adam as. yang kembar qabil dan habil, itu sebenarnya juga sudah masuk persoalan seksual, merebutkan saudara perempuan yang amat cantik hingga berujung kepada pembunuhan, lagi-lagi menyangkut masalah kebutuhan seksual, kebutuhan yang sebenarnya telah dibingkai secara indah oleh agama dalam bentuk pernikahan..hm..hm...Hasil kesimpulan skripsi saya kemarin, persoalan pornografi setali tiga uang, masyarakat menyukainya, production house memproduksinya dan media massa pun berlomba-lomba menayangkannya karena adanya unsur komersial, rating, iklan dan selera. ibaratnya, semua kepentingan bersatu akhirnya semua keuntungan dibagi merata. Saya sepakat dengan mas daniel dari milist PPIINDIA (salam kenal yah Pak..he..he). film Buruan Cium Ane, eh salah Buruan Cium Gue adalah realitas yang diangkat dari masyarakat, bukankan media massa adalah cerminan dari kondisi masyarakat yang ada? atau bisa juga dikatakan media massa adalah media pembentuk realitas. Kedua-duanya benar, jadi jika sebagian dari kita mengatakan bahwa AADC, BCG, etc dan film-film sejenisnya yang ngumbar esek-esek adalah serpihan-serpihan dari kenyataan di masyarakat itu adalah benar. Sebab ini terjadi pada mahasiswa saya. selama saya mengajar Ilmu Komunikasi di PTS dan alhamdulillah sekarang sudah dosen PTN, beberapa di antara mereka mengadukan persoalannya, kebetulan saya senang berikan kuliah tambahan di rumah he..he..dan persoalannya seputar Married by accident, dengan penuh penyesalan mereka menceritakan secara gamblang. Dan ini bukan kasus baru buat saya, sejak SMP hingga S1 saya sudah sering dijadikan recycle bin untuk persoalan-persoalan ini. Apa penyebabnya? moralitas yang rendah, pergaulan yang amat permisive, plus godaan syetan yang semakin canggih ditambah tayangan media yang semakin menggila. Siapa yang patut kita salahkan? mediakah? tunggu dulu, walaupun media massa gencar menayangkan persoalan pornografi kalo khalayak amat cerdas dan memiliki moralitas tinggi dalam memilih tayangan, saya yakin persoalan pronografi nggak pernah menjadi masalah. Mari kita membanding di Malaysia, mereka amat santun dalam mengkonsumsi produksi media massa, mereka sudah punya tingkat moralitas yang tinggi, hingga nggak mengherankan kalo bisa menghasilkan sosok entertainment seperti sitti Nurhaliza, vokal berkualitas sejalan dengan penampilan yang amat santun. Negara seliberal Amerika Serikat pun sangat menjunjung tinggi undang-undang pornografi, majalah-majalah porno yang ada di sana hanya bisa dikonsumi oleh batasan usia tertentu. Di indonesia, ketika tayangan inul daratista merebak, hampir separuh orang indonesia bergoyang bahkan bapak Taufik Kiemas pun menyetujuinya, tak ketinggalan para aktifis perempuan yang terdiri atas para artis pun mendukung tante inul he...he.. atas dasar kreatifitas dan kebebasan pers. Slogan yang sangat indah dan amat berat untuk ditafsirkan, jadi ingat kuliah dulu...he..he.. Belum lagi, ketika cover Popular menampilkan Tante Sophia Latjuba yang berpose nyaris telanjang pada bulan June 1999, apa yang terjadi? seluruh eksemplar majalah laku terjual, kira-kira analisanya siapa yang menyukai siapa hayo....he...he. Atau moralnya kita yang kebablasan? kalo ini, indikatornya sangat relatif, semua harus dikembalikan kepada pribadi-pribadi. Saya hanya ingat satu keluarga di Australia yang amat menjunjung tinggi moralitas dalam menonton, televisinya diletakkan dilantai dasar, dinyalakan hanya untuk tayangan-tayangan yang mencerdaskan dan peraturan itu harus ditaati semua anggota keluarga. Jika dilanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Meski model keluarga ini langka, tapi minimal kita bisa mengambil contoh. Sekali lagi, persoalan ini amat kompleks, semua elemen harus saling membantu dalam menuntaskan persoalan pornografi termasuk kesadaran insan media massa untuk lebih cerdas dan kreatif dalam memberikan produknya kepada masyarakatnya. Masalahnya konsep kreatifitas yang dijunjung oleh para pekerja media kadang-kadang tidak sejalan dengan norma-norma moral, adat, agama yang ada di masyarakat. Peliknya lagi persoalan kreatifitas kadang-kadang selalu dikaitkan dengan subyektifitas pribadi dan konsep cita rasa yang juga amat subyektif. Pengalaman saya terlibat sebagai pekerja media, kita sangat berbenturan dengan ideologi media yang kadang-kadang justru tidak sejalan dengan hati nurani. Kasus ini nggak ada hubungannya dengan pornografi, tapi masih ingat khan kasus wartawan dan juga kolomnis Peter Arnett yang hengkang dari medianya ketika dia dipaksa untuk menulis tentang tragedi WTC, 110901, dengan versi Amrik, bukan dari data yang sebenarnya. Jadi, kalo menurut ane sih, semua elemen-elemen bangsa harus menyatu guna memecahkan persoalan ini, masyarakat awan, pekerja media, NGO, lembaga pemerhati media dan lembaga pemerintah. Minimal, buat kita yang orang tua, atau buat laki-laki dewasa dan perempuan dewasa mengingat generasi yang lebih muda tentang bahaya pornografi (kalo cerita tentang ini bisa 6 SKS he..he), dan semuanya harus dimulai dari diri sendiri, bagaiman belajar bergaul dengan santun dan tetap terjaga...kok ideal amat yah he...he.. segitu aja dulu.... kalo ingat kasus ini, ane suka bayangin fotonya Madame Dewi Soekarno yang pernah kontroversial di Indonesia, indah sekali teknik fotografinya dan memang dia 'layak' untuk difoto demikian...he.he., cuman sayang, konsep kreatifitas dan cita rasa seninya amat saya pertanyakan, ada nggak kira-kira beliau di sini yah,pengen diskusi :) Wassalam Ummu Aiman, di Bumi Kaktus
Daniel Siburian <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Weih... kog jadi meluas gini yak.... But, btw, tolong kasih saya bukti-bukti kecenderungan bahwa ada upaya "menjauhkan Indonesia dari Islam dengan mempromosikan pornografi, mistisme, kekerasan dll" salam, dans ----- Original Message ----- From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, August 16, 2004 12:09 AM Subject: Re: [ppiindia] Kontroversi Buruan Cium Gue - Ingat dua anak gadis saya > Benar mas Sandy, > Saya membaca adanya kecenderungan untuk menjauhkan > Indonesia dari Islam dengan mempromosikan pornografi, > mistisisme, kekerasan, dll. > Indonesia boleh tidak jadi negara Islam. Tapi jangan > jadikan Indonesia sebagai negara yang bejad dengan > berbagai propaganda perzinahan. > Ingat para anak gadis kita.... > Salam > Agus Nizami > > --- Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Jangan karena takut Indonesia menjadi Islam maka > > sebagian orang mengangkut Pornografi dari seluruh > > dunia supaya menjauhkan Indonesia menjadi Negara > > Islam. Soal Indonesia yang tidak boleh menjadi > > Negara > > Islam saya yakin banyak orang Islam yang sepakat, > > tetapi tidak dengan mengangkut kebejatan ke > > Indonesia, > > itu namanya taktik keji. > > --- Satrio Arismunandar > > <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > Mas Daniel, > > > > > > Saya sudah mulai tua... > > > Saya udah punya dua anak perempuan yang masih > > kecil > > > (TK dan SD kelas I), sehingga saya suka was-was. > > > > > > Istri saya saja begitu was-was, sehingga tak ingin > > > anak perempuan saya ikut jasa jemputan > > > rumah-sekolah, > > > karena tak percaya pada sopir-sopirnya... (banyak > > > berita kriminal di media massa, soal sopir atau > > > pemuda > > > yang melakukan pelecehan seksual pada anak-anak > > > belia > > > di bawah umur!)... Maka tiap pagi, saya antar > > anak > > > saya ke sekolah. Pulangnya, pembantu saya > > > (perempuan) > > > yang menjemput... > > > > > > Biarlah giliran yang muda-muda yang berjuang. > > Lebih > > > mudah untuk bicara soal kebebasan ekspresi seksual > > > ketika saya masih muda dan belum kawin/punya anak > > > gadis kecil ... (tapi semua orang berbeda-beda...) > > > > > > Satrio > > > > > > > > > --- Daniel Siburian <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > > > > Sekali lagi, batasan boleh atau tak boleh itu > > > > > berbeda-beda di setiap komunitas, di setiap > > > > negara. > > > > > Jadi, menggunakan ukuran Swedia untuk > > diterapkan > > > > di > > > > > Indonesia, ya nggak nyambung. Oh, jangankan > > itu. > > > > > Menggunakan ukuran Mas Daniel untuk diterapkan > > > di > > > > > milis ini saja -saya yakin-- belum tentu > > > nyambung. > > > > > Itulah pluralisme. > > > > > > > > Yoa... dan ini sangat gampang terlihat ketika > > kita > > > > coba maen-maen di > > > > IMDB.com, > > > > situs paling lengkap tentang perfilman dunia. > > Inti > > > > pluralisme, salah satunya > > > > adalah menghargai keberadaan orang lain. > > > > Dan sejauh mana batasan itu diterapkan, pada > > titik > > > > itulah tingkat > > > > penghargaan tersebut terukur. Bung Satrio > > mungkin > > > > bisa bicara banyak tentang > > > > yang satu ini, karena dulu (nggak tau sekarang) > > > > sempat menjadi aktivis > > > > kebebasa pers. Bukan begitu? ;) > > > > > > > > > > > > salam, > > > > > > > > dans > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________ > > > Do you Yahoo!? > > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We > > > finish. > > > http://promotions.yahoo.com/new_mail > > > > > > > > > > > > > __________________________________ > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We > > finish. > > http://promotions.yahoo.com/new_mail > > > > > ===== > Visit my daughter's homepage at: > http://www.geocities.com/hana_hanifah7 > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! > http://promotions.yahoo.com/new_mail > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

