Peran Amerika dalam Perusakan Lingkungan Hidup Kunjungan Presiden Amerika ke Inggeris beberapa waktu lalu, telah mendapat protes meluas para pendukung lingkungan hidup. Berita ini sekali lagi menarik perhatian opini umum mengenai peran Amerika dalam perusakan lingkungan hidup. Realitas menunjukkan bahwa tragedi dunia hampir terjadi karena adanya perubahan kondisi air dan udara di muka bumi. Komisi lingkungan hidup PBB telah mengingatkan tentang perubahan air dan cuaca yang akan terjadi di muka bumi, di antaranya peningkatan panas bumi selama enam derajat pada akhir abad ini.
Dampak dari kecepatan perubahan suhu bumi ini tidak dapat diramalkan secara pasti, tetapi yang jelas, masalah ini akan diikuti oleh perubahan-perubahan kondisi yang berbahaya. Misalnya, permukaan laut akan menjadi tinggi, sehingga negara-negara yang terletak lebih rendah dari permukaan laut akan tenggelam. Taufan dan banjir juga akan lebih banyak terjadi. Kemarau yang lebih parah dan lebih panjang akan menyebabkan pertanian terganggu karena penyediaan air terhambat. Kemarau juga akan menyebabkan berlakunya migrasi penduduk besar-besaran dari desa ke kota-kota besar, sehingga akan timbul masalah sosial di perkotaan. Contoh lainnya, diramalkan pada pertengahan abad ini, perubahan air dan udara akan menyebabkan keringnya hutan Amazon dan hutan ini akan berubah menjadi padang pasir. Masalah ini akan menyebabkan jutaan ton karbon dioksida masuk ke atmosfer sehingga mengganggu kesehatan umat manusia. Selain itu, ketika hutan-hutan ini musnah, berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan akan turut punah. Menurut pandangan para pakar lingkungan hidup, proses punahnya tumbuhan dan hewan seperti yang kita saksikan hari ini, tidak ada bandingnya sejak era kepunahan dinasaurus pada 65 juta tahun yang lalu. Ketika dunia sedang mengalami bahaya akibat perubahan air dan udara, Amerika sebagai pelaku utama produksi gas emisi rumah kaca di dunia justru menarik diri dari usaha internasional dalam memerangi ancaman ini dan membuat keputusan untuk melakukan apa saja bagi kepentingan dirinya walaupun dengan mencemari dunia. Penduduk Amerika yang merupakan lima persen dari total populasi dunia, bertanggung jawab atas seperempat dari karbon diaksida yang memenuhi dunia. Amerikalah yang bertanggungjawab terhadap perubahan air dan udara. Keputusan Amerika untuk menarik diri dari perjanjian lingkungan hidup, yang disebut sebagai Perjanjian Kyoto, telah menyebabkan para pemilik industri AS terus melanjutkan proses pengeluaran gas karbon diaksidanya. Statistik menunjukkan bahwa produksi gas karbon diaksida dari seorang warga Amerika besarnya 17 kali lipat dari seorang warga India. Dengan lantangnya, pemerintahan Bush mengklaim bahwa Protokol Kyoto yang menginginkan dikuranginya pengeluaran gas beracun adalah tidak adil. Padahal, selama empat dekade terakhir, jutaan manusia tewas akibat perubahan udara dan air dan 99 persen di antara mereka tinggal di negara miskin. Keluarnya Amerika dari Protokol Kyoto ini diikuti pula dengan berbagai akibat, di antaranya Russia pun ikut-ikutan menolak untuk mengikuti perjanjian ini. Kini persoalan yang timbul ialah apakah nasib perjanjian Kyoto ini? Beberapa negara anggota Uni Eropa memang telah menandatangani perjanjian ini, namun upaya mereka untuk mengurangi pengeluaran gas emisi rumah kaca tidaklah mencukupi. Sejak ditandatanganinya Protokol Kyoto hingga kini, hanya setengah persen terjadi pengurangan emisi rumah kaca, jauh dari target 8 persen yang telah ditetapkan. Artinya, pelaksanaan Protokol Kyoto selama ini masih mengecewakan. Meskipun negara-negara dunia ketiga dipaksa untuk melakukan berbagai upaya dalam mengurangi pencemaran ini, namun, pencemaran tidak akan berkurang selama negara-negara pelaku utama pencemaran enggan melaksanakan perjanjian mereka. Saudara pendengar, pembahasan perusakan lingkungan hidup yang dilakukan oleh Amerika tidak terbatas kepada penolakan mereka terhadap perjanjian Kyoto. Hingga saat ini, Amerika terus menggunakan methyl bromide yang merupakan bahan kimia perosak lapisan ozon dan tidak memperdulikan hasil persidangan mengenai pemeliharaan lapisan ozon yang diadakan oleh PBB. Sebelumnya, AS pernah menyetujui pelarangan penggunaan bahan ini. Namun kemudian, dengan alasan pentingnya penggunaan bahan ini oleh para petani dalam mencegah kerusakan tanaman, AS malah berencana meningkatkan pengunaannya hingga tahun 2005 mendatang. Betapapun banyaknya protes yang diajukan oleh berbagai negara, Amerika tetap tidak memperdulikan perjanjian internasional dalam pemeliharaan lapisan ozon yang disebut sebagai Protokol Montreal itu. Lapisan ozon semakin menipis dengan penggunaan bahan kimia perusak seperti CFC. Tetapi, penggunaan Methyl Bromide lebih memperparah lagi penipisan lapisan ozon itu. Proses penipisan ozon kini semakin meningkat dan mungkin saja akan menyebabkan lapisan ini tidak dapat dikembalikan lagi ke bentuk aslinya. Dampak dari penipisan ozon ini sangatlah mengerikan, yaitu makin banyaknya sinar radiasi ultra ungu yang memasuki bumi. Akibat dari terlalu banyaknya sinar ultra ungu adalah kanker kulit, penyakit katarak pada mata, dan rusaknya sistem imunisasi tubuh. Kehidupan laut, ekosistem, dan hutan pun akan terganggu bila volume sinar ultra ungu melebihi batas normal. Daftar kriminalitas Amerika di bidang lingkungan hidup tidak saja terbatas kepada apa yang telah kami uraikan tadi. Pada permulaan dekade sembilan puluhan, ketika Irak menginvasi Kuwait, AS telah memimpin pasukan multinasional dan menggelar Perang Teluk untuk mengusir Irak dari Kuwait. Penelitian yang dilakukan terhadap dampak Perang Teluk Persia mengindikasikan bahwa perang ini tidak hanya berefek negatif bagi pasukan Irak, malah menyebabkan pasukan multinasional terjangkit penyakit berbahaya akibat senjata-senjata kimia yang mereka gunakan. Penyakit ini disebut sebagai Sindrom Perang Teluk. Lebih jauh lagi, penghancuran kapal-kapal dan kapal selam Irak di utara Teluk Persia dengan bom-bom, serta penggunaan senjata kimia dan biologik telah menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang tidak bisa diperbaiki lagi di kawasan ini. Penggunaan roket-roket anti tank yang mengandung radio aktif secara meluas oleh tentara Amerika juga menyebabkan pencemaran lingkungan hidup. Laporan yang diterbitkan pada tahun 1991 dan sesudahnya, menyebutkan munculnya gelombang penyakit baru di antara warga negara-negara Teluk Persia. Berlandaskan kepada laporan ini, para dokter Irak menyebutkan penggunaan peluru yang mengandung uranium yang diperlemah pada Perang Teluk tahun 1991 telah menyebabkan meningkatnya kanker, terutama kanker darah, di kalangan rakyat Irak. Menurut dokter tersebut, di sekitar Basrah pada tahun 1998, setiap 100 ribu orang, 11 di antaranya mengidap kanker dan pada tahun 2001 terdapat 116 orang pengidap kanker dari setiap 100 ribu orang. Para dokter Irak mengkhawatirkan bahwa angka penderita kanker di Irak akan bertambah setelah invasi Amerika ke negara ini, yang dimulai pada bulan Maret lalu. Kebijakan konfrontatif dan anti lingkungan hidup yang digelar oleh pemerintahan Bush tidak saja menyebabkan kemarahan opini umum dunia, melainkan juga membuat sebagian besar rakyat Amerika melakukan protes kepada pemerintah mereka. Tony Jonifer, ketua sebuah organisasi pencinta alam, kepada Bush pernah mengatakan, �Engkau akan tetap menjadi sebagai salah seorang dari para perusak lingkungan hidup. Engkau bukanlah wakil bagi kepentingan rakyat dan sudah pasti pula, engkau tidak akan menjadi wakil rakyat negara lain.� http://www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/ __________________________________ Do you Yahoo!? New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage! http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

