Gereja Perlu Membekali Kader
Politik
Oleh : Pdt. Shirato Syafei
WARGA Gereja bukan warga negara kelas dua, atau warga negara yang menumpang dinegeri
sendiri. Untuk itu warga gereja harus terjun kedalam politik praktis untuk menyuarakan
kebenaran dan keadilan. Geraja sebagai istitusi memang tidak boleh terjun kedalam
dunia politik praktis, namun gereja perlu membekali kader - kadernya. Demikian
dikemukakan Pendeta Shirato Syafei, pendeta di Geraja Protestan Indonesia Barat ( GPIB
). Apa alasannya mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ? berikut bincang - bincang
REFORMATA dengan pendeta yang juga salah satu pendiri Partai Demokrat ini.
Anda sudah berkali - kali pindah partai politik ( parpol ), kenapa sekarang memilih
Partai Demokrat ( PD ) ?
Saya berpendapat, kita harus menciptakan satu partai yang nasionalis. Pada waktu
pemilu legislatif digelar, banyak partai baru bermunculan. Tapi partai - partai yang
bernuansa Nasionalis sangat terbatas. Kita harus memberikan alternatif - alternatif
yang cukup kepada bangsa yang ingin menyalurkan suaranya pada kelompok nasionalis.
Kerena itu saya dan teman - teman mendirikan PD, kemudian mengajak Susilo Bambang
Yudhoyono ( SBY ) untuk ikut bergabung, bahkan dia yang memberi nama PD. Jadi visi dan
misi SBY melekat pada PD, partai nasionalis yang siap menyalurkan aspirasi rakyat.
Dari situlah kami memberikan dukungan padanya untuk maju sebagai capres.
Meskipun diterpa berbagai isu miring, seperti Pro Syariat Islam ( SI ), tidak suka
pada etnis Cina, dan lain - lain, apakah Anda tetap mendukung SBY ?
Apapun isu yang dilemparkan pada SBY, saya pribadi tetap mendukungnya, kami yang ada
didalam organisasi partai mengerti benar visi dan misi SBY, isu - isu yang tidak
beralasan itu tidak membuat goncang PD. Semua pihak yakin SBY tidak seperti yang
diisukan itu.
Jadi isu itu tidak benar ?
Tidak benar. Contoh praktis. Soal penerapan SI yang menjadi pembicaraan hangat dimana
- mana. Kepada umat Kristen dikatakan SBY akan memberlakukan SI. Sedangkan kepada
etnis Tionghoa digulirkan isu diskriminasi. Secara logika dapat disimpulkan isu - isu
itu tidak mengandung kebenaran dengan kata lain, isu tersebut hanya Black Campaign.
Dipihak lain SBY diisukan pro- Kristani, karena calegnya mayoritas beragama Kristen.
Untuk itu si pembuat isu mengeluarkan daftar nama - nama caleg PD yang disebutkan
beragama Kristen. Nama - nama itu diberi tanda salib. Tetapi ketika kami teliti nama
yang diberi tanda salib itu justru kebanyakan beragama Islam dibandingkan Kristen.
Jadi jelas, ini suatu penyesatan yang benar, caleg PD yang beragama Kristen jumlahnya
hanya 12 %.
Berapa persen target suara PD pada pilpres putaran kedua ?
Pada pilpres putaran pertama, PD menargetkan meraih suara maksimal 35 % ( penghitungan
hingga mulai pertengahan bulan Juli, PD sudah meraih sekitar 33 %, red. ) pada pilpres
tahap kedua kami menargetkan meraup 53 sampai 57 persen. Dengan demikian, perolehan
suara tahap pertama ini merupakan modal yang sangat berharga untuk mamasuki tahap
kedua.
Apa keunggulan SBY dari pasangan lain ?
Pertama, pola pikirnya konsisten, tidak berubah - ubah. Kedua, cukup pandai dan bijak
dalam mengambil keputusan serta menganalisis situasi. Ketiga, meskipun latar
belakangnya militer, SBY seorang demokrat sejati. Keempat, SBY mempunyai dasar - dasar
pegangan yang baik tentang masa depan negara. Bagi SBY, bentuk negara Kesatuan
Republik Indonesia ( NKRI ), Pembukaan UUD 1945 sudah final, tidak akan diubah
sedangkan kelima, SBY memegang teguh Kebhineka-an, pluralisme jadi tidak ada warga
minoritas maupun mayoritas yang ada adalah kesetaraan itulah visi - misi yang utama
dari SBY, selain menolak terorisme, menolak negara islam.
Pandangan Anda Terhadap Megawati Soekarno Putri ?
Rasanya tidak etis memberikan penilaian namun secara umum dia cukup baik.
Kenapa Anda berseberangan dengan Theo Syafei, yang tidak lain adalah abang Anda
sendiri ?
Ya, itu urusan beliau. Dia ( Theo, Red ) di PDI Pejuangan, dan saya disini ( PD ).
Tetapi itulah namannya demokrasi, tidak harus sama.
Bagaimana tanggapan Anda terhadap aksi pembunuhan terhadap Pdt. Susianti Tinulele di
GKST Efata, palu, Belum lama ini ?
Partai Demokrat mengecam dengan keras pembunuhan terhadap Pendeta Susianti Tinulele
yang sedang memimpin ibadah Minggu di Gereja Efata Palu, itu tindakan terorisme. PD
mengarapkan aparat kepolisian mengusut tuntas tindakan pelanggaran HAM berat ini agar
tidak menjadi gerakan terorisme. Dan ini menjadi tanggung jawab Pemerintah saat ini
untuk melaksanakan pengamanan bagi seluruh rakyat.
PD menganjurkan kepada kelompok - kelompok masyarakat supaya tidak terprovokasi untuk
kemudian melakukan aksi balas dendam, karena balas dendam tidak akan menyelesaikan
masalah, percayakanlah kasus itu sepenuhnya kepada Pemerintah., agar aparat keamanan
menindak tegas pelakunya, sebagaimana cekatannya dalam mengusut tuntas kasus peledakan
bom di Bali dan Hotel JW Marriott, Jakarta beberapa waktu lalu. Janganlah kasus Poso,
Palu , Ambon diabaikan.
" Mega Menghargai Pluralisme "
Oleh : Ketua Umum PDS
Pdt. Dr. Ruyandi Hutasoit, SPU
Apa alasan Anda mau bergabung dengan PDIP. Apa karena visinya atau ada kepentingan
praktis ?
Pertama jelas karena visi. Apa yang kita perjuangkan, sama dengan apa yang
diperjuangkan dengan beliau - beliau, yaitu mewujudkan Indonesia yang adil makmur,
damai sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai negara kesatuan
Republik Indonesia dan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.
Dan terbukti, kami melihat, siapa yang menggandeng kami, berarti dia menghargai
pluralisme. Mega menghargai pluralisme dan Cuma partai itu satu - satunya yang meminta
kami, padahal beberapa partai sudah kami dekati. Cuma satu yang mengundang kami untuk
kerja sama yaitu ibu Megawati Soekarnoputri.
Tak ada hubungan dengan kepentingan praktis ?
Tidak. Karena tujuan kita membangun partai agar kepentingan umat marjinal itu mendapat
perhatian dan tersalurkan aspirasinya dan ada jalan keluar untuk persoalan - persoalan
yang dihadapi.
Ini, kan bukan platform partai tapi pilih orang. Apa kekuatan mereka yang menyebabkan
Anda ingin bergabung ?
Asal tau bahwa kekuatan demokrasi yang paling kuat. Kalau kita memilih orang yang
punya nilai demokrasi, itu yang dicari dunia sekarang. Dunia sudah tidak Demen lagi
dengan system komando. Dunia senang dengan system dimana orang - orang mempunyai
kebebasan dalam suasana penuh keadilan dan kesetaraan. Itu kekuatannya sehingga kami
memilih keduanya. Megawati itu demokrat yang nasionalis dan Hasyim Muzadi adalah
demokrat yang religius. Dan saat ini dua - duanya adalah pemimpin organisasi yang
terbesar. Dalam arti untuk nasionalisnya Ibu Mega, untuk Islam-nya, Hasyim Muzadi.
Tapi ditubuh internal religius Muslim, Nahdlatul Ulama ( NU ) kan terpecah ada yang
lari ke Golkar, dan ada yang ke Hasyim dan ada pula yang ke Golput ?
Itu waktu yang lalu. Sekarang kan sudah masuk keputaran kedua.
Anda mendukung mereka justru ketika fiksi internal Nu itu ada ?
Kita tahu kan hasilnya baru sekarang. Kita tidak tahu dulu hasilnya begitu. Tapi
setelah tahu hasilnya begitu, Pak Hasyim tidak diam. Konsolidasi sudah dilakukan,
karena Nu juga tahu, kalau mereka kalah, mereka tidak bisa mendapat apa - apa dan
mereka perlu hubungan dengan kekuasaan. Jadi kelihatannya ini suatu keputusan yang
harus mereka ambil, bahwa suka atau tidak suka, mereka harus menjadi satu lagi.
Jadi, Anda mendukung Mega bukan karena Anda mengincar posisi menteri kesehatan
misalnya?
Jauh, Jauh ! itu isu yang dikeluarkan oleh pemerintah yang ada, bukan oleh kami, tapi
oleh wartawan. Wartawan yang ngomong begitu.
Anda benar - benar tidak punya ambisi ke situ ?
Sekali lagi, perjuangan kita itu di visi. Kalau visi tercapai, maka tercapai pula
tujuan kita. dia melibatkan kita atau tidak, itu nomor dua.
Visi Anda agar pluralitas dan pluralisme itu terjaga ?
Benar
Bukan bahwa ada sekian banyak orang masuk Kristen ?
Itu lain lagi, itu adalah perintah Tuhan Yesus, ini kan masalah politik. Sekarang yang
kita perjuangkan dalam bidang politik bukan itu. Jadi harus beda. Antara visi saya
sebagai hamba Tuhan dan visi saya sebagai ketua partai.
Ada dua peran yang dimainkan, tidak tumpang tindih ?
Tidak, malah saya berjalan seiring. Lihat saja dalam kampanye, kami melibatkan Tuhan.
Seringkali orang politik. Kalau sudah berpolitik lupa pada Tuhan. Kita tunjukkan dong
bahwa kita ini partai Kristiani. Maka setiap acara kampanye ada doa, ada firman yang
disampaikan. Ada nilai - nilai kebenaran, dijauhkan dari gosip, dijauhkan dari fitnah
dan sebagainya.
Dalam pemilihan legislatif dulu, anda yakin melebihi threshold. Sekarang kan, terbukti
tidak ?
Secara jujur sebenarnya kita mencapai lebih 3 % karena kita mencapai 20 sampai 25
kursi. Malah saat terakhir kita udah bikin ucapan syukur, Karena dari daerah sudah
mengatakan bahwa kita sudah sampai. Eh ternyata dikatakan kita hanya dapt 12 kursi.
Akhirnya kita ke Mahkamah Konstitusi. Dari 11 kasus hanya satu yang dikabulkan, yaitu
dari Irian Jaya Barat. Ya sudahlah, kami tahu bahwa kami banyak di curigai, tapi
sebagai orang percaya, kami sudah berjuang maksimal dan akhirnya kami hanya mengatakan
demikian, " jangan marah kepada orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada yang
berbuat curang, karena mereka akan segera lisut. " Dan Anda tahu, kan hasilnya siapa
yang lisut.
Ketika Anda bergabung dengan PDIP dengan menjagokan Mega - Hasyim, seberapa peluang
untuk menang ?
Kalau 60 % rakyat yang tidak tahu perjuangan Ibu Mega sekarang tahu, pasti akan
berubah. Kalau NU menyadari bahwa mereka tidak boleh terpecah - pecah supaya mereka
bisa mempunyai kedudukan dipemerintah, begitu mereka bersatu, suara SBY langsung
gembos. Karena suara besar SBY itu dari NU. Kalau NU atau PKB diyakinkan maka suara
PKB, suara PDIP, suara PPP itu lebih dari 250 kursi menjamin pemenang stabil, tambah
Golkar lagi, maka lebih lagilah.
NU itu kan, dukung Wiranto, sekarang Anda katakan SBY. Bagaimana itu ?
Yang namanya umat itu ada ditengah kiai. Mereka bilang terserah komando dari atas,
siapa komando dari atas, ya GusDur, jadi kalau Gus Dur katakan pilih Mega, maka jadi
tahulah suaranya.
Tapi, apa ada kemungkinan Gus Dur " berdamai " dengan Hasyim ?
Tak usah dengan pak Hasyim, kan sudah bilang mau ketemu Mega berkali - kali. Dan
akhirnya bertemu, kan ? beliau itu, kan, orang pintar. Kalau mereka begini - begini
dan NU tidak dapat apa - apa, dia bertanggung jawab untuk masa depan NU dong.
Catatan :
kami bertiga mengangkat topic bahasan masalah POLITIK untuk members, mari kita beri
komentar siapa yang layak kita pilih ?
Kami bertiga tidak memihak SBY atau Mega, kami bertiga netral. kami berdoa menurut
keyakinan / agama kami masing masing, semoga Tuhan campur tangan, Tuhan yang
menentukan pilihanNya, sebab " Tuhan memecat raja dan mengangkat raja " ( Kitab Daniel
) dalam Alkitab.
Pada waktunya kita " coblos " pilihan kita , sesuai apa yang kita dapat dalam doa doa.
Surabaya, 14 Agustus 2004
Dilayani oleh :
Koordinator / Moderator
millist Pelayanan Bersama : [EMAIL PROTECTED]
Drs.Basuki ( Islam )
Ev.Bambang Wiyono ( Kristen )
Jang Cu ( Budha )
email :[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/