MODEL-MODEL SEMANGAT KEBANGSAAN (1)
(Bagian pertama)
Oleh Tangkisan Letug
Setiap kali ada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan
RI, kita dengan mudah menyaksikan upacara-upacara yang
nyaris serentak di seluruh Indonesia. Upacara, dengan
segala unsur seremonialnya, seakan telah menjadi
trade-mark bagi peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan
RI. Dalam monumen-monumen pun sering kita temui
patung-patung proklamator kita dengan posisi tegak
seperti layaknya sedang memimpin upacara.
Di tengah kesadaran pluralisme etnik, budaya, cara
pikir, dan ekspresi masyarakat jaman sekarang ini,
penulis merasa perlu untuk mencari bentuk-bentuk
ekspresi semangat kebangsaan yang tidak melulu
diabadikan lewat upacara-upacara yang sudah formal
sifatnya. Atas dasar keprihatinan inilah, dalam
tulisan ini penulis mencoba mengajukan deskripsi
tentang model-model semangat kebangsaan yang masih
membutuhkan pemikiran lebih lanjut.
Patriotisme dan Nasionalisme
Sebelum masuk kepada fokus topik model-model semangat
kebangsaan, penulis ingin membagikan terlebih dahulu
pemahaman tentang patriotisme dan nasionalisme
Indonesia.
Sejauh pengertian penulis, apa yang dimaksudkan dengan
patriotisme adalah semangat cinta tanah air yang
meliputi wilayah darat, laut dan udara, serta segala
kekayaannya. Istilah �patriotisme� sendiri menunjuk
pada pengertian �patria� yang berarti tanah air, ibu
pertiwi. Patriotisme sebagai ideologi lalu cenderung
memuja tanah air melebihi cinta bagi dirinya sendiri.
Karena tekanan pada tanah air, yakni konteks wilayah,
seringkali dalam pengejawantahannya cenderung
melupakan aspek manusia-nya. Oleh karena itu,
kemudian kita memiliki apa yang kita sebut
�nasionalisme�, yakni semangat cinta pada bangsa.
Dengan menekankan pengertian �bangsa�, ideologi
nasionalisme sebenarnya merupakan koreksi terhadap
ideologi patriotisme. Nasionalisme menempatkan bangsa
manusia yang menghuni suatu wilayah tertentu sebagai
subjek. Oleh karena itu, dalam semangat nasionalisme
perjuangan kemerdekaan dan keadilan menjadi sangat
menonjol. Sementara itu, dalam patriotisme unsur
semangat membela wilayah kerajaan atau negara sangat
menonjol. Kebangkian bangsa-bangsa adalah kebangkitan
kesadaran sekelompok manusia yang menuntut hak-haknya
sebagai warga manusia.
Dalam perkembangan waktu, lebih-lebih di jaman
globalisasi ini, kesadaran kemajemukan etnik, suku,
agama, dan kelompok kepentingan makin terasa. Kita
juga telah mengalami apa yang dalam bahasa Marxian
disebut sebagai kesadaran kelas. Kenyataan ini
menunjukkan kompleksitas realitas sosial sebuah
bangsa. Dalam mendekati realitas Indonesia itu, telah
dicoba berbagai pendekatan. Sejak kemerdekaannya tahun
1945, Indonesia telah mengalami jatuh bangun dalam
merajut ikatan kebangsaannya. Bapak-bapak pendiri
bangsa telah mencoba dengan susah payah meletakkan
dasar-dasar yang inklusif bagi bangunan kebangsaan
kita, sebagaimana telah dirumuskan dalam kelima sila
Pancasila. Meskipun demikian, toh masih saja terjadi
konflik-konflik yang menggerotinya, hingga tampilnya
rezim Orde Baru dengan visi mau melaksanakan amanat
UUD 1945 dan Pancasila. Namun dalam kenyataannya,
rezim Orde Baru malahan telah memaksakan sebuah konsep
kebangsaan yang kaku dan sangat represif. Bahkan, apa
yang terjadi selama Orde Baru, merupakan sebuah proses
pelunturan kebangsaan. Kemajemukan realitas bangsa
Indonesia telah dipaksakan dirangkum dalam ketunggalan
sistem di bawah kendali kekuatan otoritarian. Sistem
yang dibawa Orde Baru jebol setelah kelemahan dirinya
tak mampu lagi diobati, yakni menempatkan rakyat hanya
sekedar objek kesuksesan pembangunan. Sudah berapa
banyak rakyat yang telah dikorbankan demi pembangunan.
Rezim yang hanya mengandalkan kekuatan militer dan
birokrasi, harus menyerah oleh kekuatan rakyat yang
sudah jenuh dijadikan objek.
Model-Model Semangat Kebangsaan
Untuk meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa,
di arus globalisasi yang ganas dan siap memangsa siapa
saja yang lemah, kita perlu memiliki ikatan kebangsaan
yang semakin kuat bukan hanya secara asas, tetapi juga
secara praktikal. Kita memerlukan kerangka-kerangka
yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi berbagai
kemajemukan, tanpa melunturkan semangat kebangsaan,
tetapi justru semakin memperluas pemahaman kebangsaan
kita sebagai bagian dari bangsa manusia. Kita perlu
juga menempatkan cita-cita kebangsaan kita dalam
konteks global yang sedang berjuang demi penghormatan
martabat manusia. Untuk itu, pendekatan model terhadap
kebangsaan kita barangkali akan membantu.
Apa yang penulis maksudkan dengan pendekatan model
terhadap semangat kebangsaan kita? Perkenankanlah di
sini penulis mengutip pandangan Ian G. Barbour tentang
pengertian model. Menurut dia, yang dimaksudkan model
adalah �a symbolic representation of selected aspects
of the behaviour of a complex system for particular
purposes� (Ian G. Barbour: 1964). Dalam pengertian
itu, kita bisa menunjuk unsur-unsur simbolik,
tingkah-laku, dan tujuan tertentu dalam suatu sistem
yang kompleks.
Untuk keperluan deskripsi model semangat kebangsaan
kita, di sini bisa diangkat unsur-unsurnya, yakni
unsur simbolik, tingkah laku yang diidealkan, dan
tujuan khusus bagi kepentingan pembangunan kebangsaan.
Penulis mengajukan empat model semangat kebangsaan
untuk Indonesia saat ini, yaitu model penjaga
(guardian), model pemelihara (minister), model
penyair, dan model pencipta.
(berambung
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/