itu artinya tidak mendapat petunjuk jalan yang benar,
menuju kepuncak tanpa pedoman sama artinya dengan
nekat.  apalagi mendapat petunjuk dari orang yang hanya
melihat bukit dari kejauhan dan yang belum tahu  jalan.

merenungi  dan mempelajari jalan menjadi prasyarat  menuju
 puncak sebelum benar-benar tersesat.   pegangan yang benar
 juga menjadi prasyaratnya.

Ternyata bila berada di puncak manusia bisa menjadi lebih
bangga diri dan bisa juga menjadi rendah hati

Salam
Yustam







Meskipun niat mau ke puncak, apakah tak mungkin orang
salah jalan dan tersesat...hingga bukannya sampai
puncak, malah terjerumus ke jurang atau mati
kewlaparan kehabisan bekal ... (kalau cuma
berliku-liku dan capek, masih mendingan).


--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

>
> Betul,  Mas, semua jalan kebukit tentu menuju tujuan
> yang sama  tapi ada
> yang menempuh  jalan berliku,
> ada yang menempuh jalan yang lurus sehingga sampai
> tujuannya lebih cepat
> tanpa melalui
> liku-liku yang melelahkan   ...
>
> Salam
> Yustam
>
>
>
>
>
>
>
>
> Bukit memang dahulu selalu menjadi tempat samadhi.
> Saya sendiri waktu masih
> muda, masih  kepala 4an gitu, sering mendaki gunung
> Alpen bersama teman2,
> sampai dipuncak, kita rasakan kedekatan kita dengan
> langit diatas kita.
> Semua yang dibawah menjadi kecil, menjadi relatif.
> Apapaun yang tadinya
> terlihat besar, kini seperti korek api. Juga kita
> lihat, adanya anak2
> sungai yang berasal dari mataair dibukit yang sama,
> yang dalam menuruni
> lembah, mencari jalan yang berbeda..
>
> Banyak terlihat jalan2 kecil dari kaki lembah yang
> berbeda, kalau dijalani,
> akan sampai dipuncak yang sama..
>
> Salam
>
> RM Danardono Hadinoto
>
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Mas RM DH,
>
> berbicara mengenai bukit  kok ada persamaan fenomena
>  nabi-nabi yang
> menerima wahyu itu ada di bukit contoh nabi Musa
> dengan Sinai,
> Nabi Isa bukit Golgota (kalo kagak saleh) dan
> dan nabi SAW di bukit yang terkenal denga gua Hirro.
>
> disanalah wahyu kebenaran yang diterima oleh para
> nabi.
>
> salam
> Yustam
>
>
>
>
>
>
>
>
> Mengkeramatkan benda2 adalah budaya, bukan agama..
> tak ada kaitan dengan
> jalan menuju bukit, ini kan kegiatan sambil lalu
> (asal jangan percaya jin2,
> gendruwo, dsb dsb lho).
>
> Wah, mengenai akherat ya kita percayai saja apa yang
> kita anut. Tak ada
> faedahnya ber-andai2... soalnya belum ada yang
> pulang kembali dari sana
>
> Lha ya jelas, buruk dan baik tak sama lahhh
>
>
>
>
> Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> o
> temen2.. aku jadi pengen tahu nih..
> kalo mencuci benda2 keramat di kraton2 ..
> kemudian benda2 tsb dikeramatkan..
> ini termasuk jalan yang mana ya?
> o
> agama adalah rambu2 jalan..
> supaya manusia selamat di kehidupan di dunia
> hingga nanti kembali di kehidupan di akhirat
> sekarang.. tinggal percaya atau tidak..
> dengan adanya kehidupan di akhirat kelak..
> dimana.. bila tiba hari yang telah ditentukan
> manusia.. beterbangan bak anai2 tertiup angin
> tiada daya.. tiada kekuatan.. sedikitpun!
> o
> tidak sama yg buruk dengan yg baik..
> meskipun banyaknya yg buruk itu menarik hatimu..
> o
> ---------------
>
> From: Danardono HADINOTO
>
> Mungkin agama2 itu bagaikan petunjuk jalan menuju
> puncak bukit yang, kalau
> tercapai, membawa pemandangan indah dengan langit
> biru lazuardi yang
> membentang diatas kepala kita.
>
> Banyak manusia yang mengambil jalan menurut petunjuk
> jalan tertentu, yang
> semua menunjuk katas bukit, namun, kebanyakan
> akhirnya ter-seok2 malah
> meluncur kelembah, bukannya mendaki bukit...
>
> Salam
>
> RM DH
>
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> mengapa banyak orang bersikap skeptis adan apriori
> terhadap adanya agama,
> padahal agama
> mempunyai tolok ukur beragamanya seseorang.  Karena
> banyak orang  sudah
> memeluk agama
> tetapi mereka  lupa dan kita lupa bahwa tolok ukur
> seseorang meyakini
> agamanya adalah IMAN,
> sehingga dalam islam ada suatu panggilan  dari
> seorang MUSLIM  menjadi
> seorang MUKMIN..
>
> Fact menunjukkan di indonesia umat islamnya
> terbanyak, fact menunjukkan
> bahwa indonesia
> negara terkorup, tetapi apakah fact menunjukkan
> bahwa umat islam di
> indonesia bisa di sebut
> mukmin ? saya pikir tidak bisa karena fact
> menunjukkan bahwa korupsi masih
> meraja lela.
> Facts yang sebenarnya umat islam indonesia belum
> merupakan orang-orang yang
> beriman.
> yakni orang-orang yang mengakui kebenaran, kebenaran
> akan azab yang akan
> menimpa
> baik di dunia maupun di akhirat dengan perbuatan
> korupsi tersebut
>
> Kalau ffact menunjukkan bahwa korupsi masih
> merajalela sehingga menduduki
> papan atas
> di kelas dunia, maka kebalikan dari orang-orang yang
> beriman adalah orang
> yang munafik (sorry)
> yakni orang yang tahu kebenaran tetapi melanggarnya,
>  atau orang-orang yang
> tahu kebenaran
> tetapi tidak sanggup untuk melaksanakannya.
>
> jadi agama terhadap pemeluknya ternyata mempunyai
> tingkatan tingkatan
> tertentu yang akan
> membawa seseorang ke tingkatan yang paling tinggi
> yakni waliyullah yakni
> orang- yang telah
> melihat kebenaran. dan mengimaninya. Jadi mengapa
> orang-orang yang mencuri,
> korupsi dan
> lain-lain disebut orang yang syirik kepada
> penciptanya ?
>
> salam
> Yustam
>
>
>
> Setuju 1000% mas. Angkat topi. Dan saya lihat, yang
> mencuri uang
> rakyat,mas, balapan, ada yang Islam, ada yang
> Kristen, ada yang Buddha, wah
> banyak.
>
> Masyarakat Turki di Austria dan Jerman terkenal
> jujur dan saleh. Angka
> kriminalitas dikalanganmereka rendahsekali. Yang
> paling brutal ngrampok di
> Jerman, Austria adalah gang dari bekas Rusia
> (Moldavia), Rumania, Serbia.
> sediki2 tembak2an. Mereka orang Kristen.
>
> Jadi, ya, banyak Islam yang saleh dan jujur, ada
> juga yang juara korupsi,
> tapi umat agama2 lain juga gak kurang.
>
>
=== message truncated ===












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke